Selasa, 14 Juli 2009

KEBENARAN SELALU MENANG

Negara Dirugikan Rp 78 Juta
Rabu, 15 Juli 2009 02:01:27
Kirim-kirim Print version


Perkembangan terakhir, pihak auditor BPKP telah mengeluarkan angka kerugian dugaan korupsi tersebut. Hasil audit terakhir, dari nilai proyek Rp 1,5 M negara hanya dirugikan sebesar Rp 78 juta.

Direktur Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polda Bengkulu Kombes Pol Drs R Sunanto MM didampingi Kabid Humas AKBP Drs Y Suyatmo BA menerangkan besaran kerugian negara atas dugaan korupsi proyek yang didanai APBN ini memang mengalami perubahan.

Perhitungan sementara penyidik nilai kerugian negara mencapai Rp 570 juta dari total nilai proyek Rp 1,5 M, namun mengalami perubahan sebagaimana hasil audit BPKP. “Memang setelah audit BPKP selesai, angka kerugian negera turun berkisar Rp 78 Juta. Karena ada beberapa item yang sulit untuk dibuktikan pihak penyidik, dan tidak ditemukan barang pembanding. Klarifikasinya nanti akan kita lakukan pada saat eskpose,” terang Sunanto.

Terkait perkembangan penambahan tersangka baru, diungkapkan Sunanto hingga saat ini penyidik belum menetapkan tersangka baru. Masih terbatas pada dua tersangka, yakni Dra SN.

Wanita tersebut merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Infokom. Di Dinas Infokom Provinsi, SN saat ini merupakan salah seorang kepala seksi. Sementara tersangka RA, selaku pemegang kuasa Direktur PT Elita Surya Gemilang yang berperan sebagai rekanan pengadaaan barang.

“Belum ada, saat ini kita tengah menuntaskan pemberkasan kedua tersangka tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan perkembangan penyidikan akan terus dilakukan, sehingga ada penambahan tersangka baru. Yang pasti berkas keduanya kita selesaikan dulu agar bisa dinaikkan ke jaksa,” imbuh Sunanto.

Di tempat terpisah, penasehat hukum tersangka Dra SN, Henny Anggraini SH MH menyatakan keterkejutannya terkait jauhnya angka dugaan korupsi hasil audit BPKP bila dibandingkan dengan dugaan sementara. “Ya, kita cukup surprise dengan angka akhir yang dikeluarkan.

Kita juga cenderung mempertanyakan bagaimana perhitungan awal yang dilakukan penyidik hingga muncul dugaan korupsi yang angkanya begitu jauh dibandingkan dengan angka akhir,” terang Henny.

Meskipun begitu, lanjut Henny, pihaknya sangat mengharapkan profesionalitas kinerja kepolisian dengan mempertimbangkan azaz hukum pidana cepat dan biaya ringan. “Kita berharap, kepastian hukum klien saya segera dipastikan, dan berkasnya segera dilimpahkan,” harap Henny.

Di lain pihak, penasehat hukum RA, Yuliswan SH menyatakan sikap positifnya terhadap hasil audit BPKP yang menyatakan kerugian negara angkanya jauh di bawah dugaan sementara.

“Kita menyambut positif hal tersebut, karena ini berkaitan dengan nama baik klien saya. Selama ini terkesan dugaan angka korupsi yang cukup besar seolah-olah klien saya korupsi banyak sekali. Ke depan jika diperkenankan kita berharap penyidik bisa mengeskspose kerugian tersebut agar dapat kita pelajari,” tandas Yuliswan. (adn)

Minggu, 12 Juli 2009

USTADZ H. SUPRIYANTO, SE

Penelitian WC Cowok Dengan WC Cewek

Category: Humor Dewasa

Seorang peneliti bereksperimen tentang budidaya ikan lele. Ikan-ikan tersebut sengaja di taruh di dua kolam. Di atas kolam pertama dibangun WC khusus cowok, sementara di atas kolam kedua dibangun WC khusus cewek. WC-WC ini diharapkan menjadi sumber makakan ikan ketika ada yang buang air.

Selang tiga bulan kemudian peneliti melihat pertumbuhan yang tidak wajar, ikan lele di kolam pertama badannya lebih kecil dibandingkan dengan ikan lele di kolam kedua. Peneliti bingung dan mencoba menganalisanya.

Dia menyimpulkan bahwa ikan lele di kolam pertama selama ini mengalami stress secara terus menerus. Sebab, meskipun mereka diberi makan, tapi mereka diancam dengan "PENTUNGAN". Sebaliknya, ikan-ikan lele di kolam kedua meresa nyaman dan terhibur karena selain diberi makan (eek), mereka juga diberi "SENYUMAN"....

Barack Obama Akan Berkunjung Ke Indonesia

Category: Humor Politik

Barack Obama setelah resmi terpilih menjadi Presiden AS diperingatkan untuk tidak berkunjung ke Indonesia. Ini berkaitan dengan keamanan Presiden terpilih itu yang sudah mulai mendapatkan ancaman pembunuhan.

Anjuran ini diberikan oleh penasihat keamanan dan pihak FBI. Menurut hasil penyelidikan pihak keamanan kepresidenan, di Indonesia masih banyak berkeliaran secara bebas para penembak tersembunyi yang dikhawatirkan mengancam keselamatan Obama.

Pemerintah Indonesia merasa heran dan tersinggung akan adanya warning terhadap Obama ini. Melalui Badan Intelejen Nasional (BIN) pemerintah Indonesia menanyakan kepada pihak FBI, bagaimana FBI bisa menyimpulkan bahwa di Indonesia masih banyak berkeliaran secara bebas para penembak tersembunyi alias sniper?

Atas pertanyaan ini pihak FBI lalu mengirimkan daftar berisi ribuan nama orang yang dicurigai sebagai penembak tersembunyi di Indonesia. Anehnya, kebanyakan pemilik nama itu ada di Jakarta dan Sumatera Utara.

Setelah diteliti oleh pihak BIN, ternyata nama yang disodorkan oleh FBI itu semuanya nama-nama suku Batak. Lho, kok bisa? Semua nama yang dicurigai sebagai penembak tersembunyi itu tak lain adalah nama-nama dengan nama belakang marga: SIANIPAR.

FBI membaca nama mereka sebagai SNIPER...