Sabtu, 10 Desember 2011

Khilafah Bukan Ancaman
Jakarta, Kompas - Juru Bicara Hizbuth Tahrir Indonesia Ismail Yusanto pada pembukaan Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta, Minggu (12/8), menegaskan, salah besar kalau khilafah dianggap sebagai ancaman bagi bangsa ini. "Justru khilafah akan menyelamatkan bangsa dan umat Islam Indonesia," ujarnya.
Selain dihadiri tokoh Islam internasional, seperti Hassan Ko Nakata (Jepang), konferensi juga dihadiri tokoh Islam nasional seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah), KH Abdullah Gymnastiar atau AA Gym, KH Amrullah Umar (Majelis Ulama Indonesia Pusat), dan Fuad Bawazir.
AA Gym juga mengatakan, Islam diciptakan dengan sifat adil, kasih sayang, dan kecintaan pada keindahan. "Kenapa ada yang begitu membenci Islam, bahkan umat Islam sendiri ada yang tidak tertarik kepada Islam. Akan sangat mudah jika menjawabnya dengan mencaci, atau menunjuk kesalahan orang. Tetapi, beranikah kita melihat kelemahan kita sendiri," ujarnya.
Menurut AA Gym, jawabannya karena Islam masih membutuhkan pribadi yang dapat menjadi bukti keindahan dan kedamaian ajaran Islam. "Saya mengajak untuk memperbaiki pribadi Islam kita. Hanya Allah yang mahatahu apa yang ada dalam lipatan hati kita, untuk siapa setiap langkah yang kita buat ini," ujarnya.
Sementara itu Din mengingatkan, umat Islam masih menghadapi banyak ancaman dan tantangan dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, jangan bersedih atau hilang kepercayaan diri karena ada iman dalam diri umat Islam. Itu sebabnya, umat Islam harus tetap bersatu meski ada perbedaan pendapat. "Umat Islam dunia dan Indonesia jangan terjebak pada permusuhan hanya karena perbedaan pendapat tentang hal tertentu, atau hanya karena perbedaan kelompok atau partai politik," ujar Din.
Menurut Din, esensi dari khilafah adalah persatuan umat Islam. Meski ada banyak perbedaan tentang bagaimana mewujudkan khilafah, umat jangan terpecah. "Memang untuk mewujudkan persatuan itu bukan hal yang mudah, di antara umat sendiri harus bisa menerima perbedaan dan menghadapinya dengan penuh toleransi," ujar Din.
Ia mengajak umat Islam, sebagai kelompok terbesar di Indonesia, untuk bisa menjadi faktor penentu bagi kemajuan bangsa ini.
Tiga Nasehat
Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:
“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR. Tirmidzi
Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

1- BERTAQWA DIMANA SAJA
Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra. Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”
Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.
Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat dalam surat Ali Imron 102:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”
Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikat-Nya.

2 KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN
Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan.
Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena kesalahan yang kita pernah lakukan.
Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut insya Allah akan dihapuskan.
3- AKHLAQ YANG TERPUJI
Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq tersebut akan dapat mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)
Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya: “Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari)
Dari hadits tersebut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang kita perlu instropeksi dengan menanyakan kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.

Wallahua’lam bish showab.








PERINTAH AGAR BERDO’A PADA ALLAH

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Al Mukmin 60)
Dalam keadaan sehari hari banyak manusia yang lupa pada kelemahan dirinya, mereka terlalu bangga dengan kemampuan dan kecerdasan dirinya . Mereka merasa bahwa berbagai kenikmatan, kekayaan, pangkat , kemuliaan yang mereka peroleh adalah dari hasil jerih payah, kecerdasan dan kemampuan yang mereka miliki. Berbagai kenikmatan , kesenangan, pangkat dan derajat yang mereka miliki menimbulkan kesombongan dan kepongahan pada diri mereka, sehingga mereka lupa pada Allah yang telah memberikan semua karunia itu padanya.
Manusia baru terkejut dan terperangah ketika diuji oleh Allah dengan berbagai bencana dan musibah. Tatkala kapal yang mereka tumpangi diayun gelombang lautan yang tinggi dan ganas, tatkala pesawat yang mereka tumpangi dihantam badai dan topan, tatkala gedung dan rumah mereka digocang oleh gempa yang dahsyat, tatkala banjir bandang dan longsor datang menerjang. Ketika itu manusia baru menyadari kelemahannya, mereka baru ingat kepada Allah yang selama ini telah mereka lupakan, lenyap sudah kepongahan dan kesombongan diri mereka selama ini …..….mereka berseru, berdo’a pada Allah dengan sepenuh hati , mohon untuk diselamatkan dari bencana dan bahaya yang mengancam mereka itu.
Naudzubillahi mindzalik….mari kita jauhkan sifat dan perilaku seperti yang diceritakan diatas. Jauhkan diri dari sifat sombong, bangga, ta’ajub dengan kemampuan diri, bertawadhulah pada Allah. Ingatlah pada Allah terus menerus dalam shalat maupun diluar shalat, ketika berdiri , duduk dan berbaring. Jangan biarkan waktu berlalu walaupun hanya sebentar , tanpa berdzikir mengingat Allah.
Dalam kehidupan sehari hari banyak waktu kita yang terbuang percuma, ketika sedang duduk mengemudikan kendaraan menuju atau pulang dari kantor, ketika duduk dikendaraan umum dalam suatu perjalanan, ketika sedang berjalan dipasar, Mall atau jalan raya….isilah waktu tersebut dengan berdzikir dan berdo’a pada Allah. Jangan berdzikir atau berdo’a hanya ketika datang bencana atau musibah.
Orang yang ber-iman dan bertakwa pada Allah selalu berdo’a pada-Nya diwaktu aman ,nyaman maupun diwaktu sulit atau ketika datang bencana. Rasulullah telah mengajarkan kita untuk berdoa didalam sholat antara lain ketika duduk ifthiros kita membaca do’a sebagai berikut : Robbighfirli…warhamni…wajburni…warfa’ni….warzukni…wahdini…wa’afini…wa’fu’anni….Ya Allah ampuni aku,Rahmati aku, tutupi semua keburukanku, angkat derajatku, beri aku rezeki, beri aku petunjuk, beri aku kesehatan, dan maafkan aku” .
Itulah do’a sapujagat yang selalu kita baca pada setiap rakaat sholat, kita membacanya minimal 17 kali dalam satuhari satu malam. Sayang kebanyakan umat Islam membaca do’a ini dengan tergesa gesa dan banyak juga diantaranya yang tidak mengerti bacaan do’a tersebut. Jika umat Islam membaca do’a tersebut dengan sungguh sunguh dan Allah pasti mengabulkan do’a yang dibaca dengan sungguh sungguh niscaya umat Islam akan menjadi umat yang berjaya didunia ini.
Rasulullah mengatakan :” Ad Du’a mughul ibadah….do’a itu adalah intinya ibadah”. Berdoalah pada Allah sebelum datang bencana yang tidak terelakan. Masih banyak kesulitan dan kesusahan yang menanti kita dimasa yang akan datang. Berlindunglah pada Allah dari kesukaran kesempitan dan kegelapan hidup, dari kesulitan dan kegelapan dialam barzakh, padang mahsyar, kesulitan dihari berhisab, kesulitan ketika menyeberang jembatan asshiroth, kesulitan dan bahaya ancaman api neraka.

Berdoalah ketika masih sehat, dan dalam kelapangan hidup , jangan tunggu sampai datang kesulitan yang menimbulkan kepanikan. Apalagi berdo’a diakhirat kelak ketika melihat azab dan siksa Allah, tidak ada gunanya berdoa dihari itu. Allah hanya menerima do’a dan taubat ketika masih hidup didunia ini.
Hiasilah kehidupan ini dengan aktifitas dzikir dan do’a yang dikerjakan sepanjang hari ketika berdiri, duduk dan berbaring. Jangan hanya berdzikir dan berdo’a ketika sholat atau sesaat setelah selesai sholat, tapi lakukan itu sepanjang waktu diluar sholat sebagaimana firman Allah dalam surat Jumu’ah ayat 10 :
Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Jumuah 10)
Kita bisa berdzikir dan berdo’a didalam hati tanpa diketahui oleh orang disekitar kita ,ketika berjalan, berdiri , duduk dikendaraan, kantor , tempat umum dan dimanapun kita berada. Isilah waktu kosong dengan berdzikir dan berdo’a pada Allah didalam hati , tanpa diketahui oleh orang yang berada dikiri kanan kita. Itulah yang dianjurkan Allah dalam surat Al A’raf 205
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. ( Al A’raaf 205)







KEUTAMAAN DZIKIR DAN ANJURAN MENGERJAKANNYA

Dzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dimana saja ketika berdiri , duduk dan berbaring . Bagi anda yang ingin memotivasi diri agar giat berdzikir mengingat Allah setiap saat , berikut ini kami sampaikan beberapa ayat Qur’an dan Hadist tentang keutamaan dzikir mengingat Allah yang kami kutip dari http://opi.110mb.com Mudah mudahan dapat memotivasi anda untuk giat berdzikir mengingat Allah setiap waktu sepanjang tarikan napas.
Berdzikirlah pada Allah sampai tarikan nafas yang terkahir.
Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya berdzikir kepada Allah itu adalah lebih besar -keutamaannya-.” (al-’Ankabut: 45)
Allah Ta’ala juga berfirman: “Maka berdzikirlah engkau semua kepadaKu, tentu Aku akan ingat padamu semua.” (al-Baqarah: 152)
Allah Ta’ala berfirman pula: “Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan takut dan bukan dengan suara keras, di waktu pagi dan petang dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai” (al-A’raf: 205)
Allah Ta’ala berfirman lagi: “Dan berdzikirlah engkau semua kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, supaya engkau semua berbahagia.” (al-Jumu’ah: 10)
Allah Ta’ala juga berfirman: “Sesungguhnya orang-orang Islam, lelaki dan perempuan,” sampai kepada firman Allah Ta’ala: “Dan orang-orang’yang berdzikir kepada Allah, lelaki dan perempuan dengan sebanyak-banyaknya, maka Allah menyediakan kepada mereka itu pengampunan serta pahala yang besar.” (al-Ahzab: 35)

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya dan Maha Sucikanlah Allah itu di waktu pagi dan sore,” sampai akhir ayat. (al-Ahzab: 41-42)
Ayat-ayat dalam bab ini banyak sekali dan dapat dimaklumi.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan pada lisan -yakni mudah diucapkan, tetapi berat sekali dalam timbangan -di akhirat-, dicintai oleh Allah Maria Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil ‘azhim.” Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung. (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya kalau saya mengucapkan: Subhanallah walhamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar -yg artinya: Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar-, maka itu adalah lebih saya sukai daripada apa saja yang matahari terbit atasnya -yakni lebih disukai dari dunia dan seisinya ini.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -yg artinya: Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya adalah semua kerajaan dan puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu-, dalam sehari seratus kali, maka ia memperoleh pahala yang menyamai dengan memerdekakan sepuluh orang hamba sahaya, juga untuknya dicatatlah sebanyak seratus kebaikan dan dihapuskanlah dari dirinya sebanyak seratus keburukan, juga ia dapat memperoleh perjagaan dari godaan syaitan pada harinya itu sampai waktu sore. Tiada seorangpun yang dapat memperoleh sesuatu yang lebih utama dari apa yang dilakukan oleh orang di atas itu, melainkan seorang yang mengerjakan lebih banyak dari itu.” Beliau s.a.w. selanjutnya bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya-, dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa kecil), sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Ayyub al-Anshari r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa mengucapkan: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihat hadits no.1407-, sebanyak sepuluh kali, maka ia adalah sebagaimana seorang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan Ismail.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Zar r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: “Tidakkah engkau semua suka kalau saya beritahukan kepadamu perihal ucapan yang paling dicintai oleh Allah? Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai oleh Allah ialah Subhanallah wa bihamdih.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Malik al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bersuci itu adalah separuh keimanan, bacaan Alhamdulillah itu adalah memenuhi beratnya timbangan -di akhirat, sedang Subhanallah dan Alhamdulillah itu memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi.” (Riwayat Muslim)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a., katanya: “Ada seorang A’rab -penghuni pedalaman negeri Arab- datang kepada Rasulullah s.a.w., lalu berkata: “Ajarkanlah kepada saya sesuatu ucapan yang baik saya ucapkan!” Beliau s.a.w. bersabda: “Katakanlah: La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, Allahu Akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi rabbil ‘alamin wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘azizil hakim.” Artinya: Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Allah adalah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah yang menguasai seluruh alam dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Mulia lagi Bijaksana. Orang A’rab tadi lalu berkata: “Itu semua adalah untuk memuji Tuhanku. Lalu manakah yang untuk kepentinganku?” Beliau s.a.w. bersabda: “Katakanlah: Allahummaghfir li warhamni wahdini warzuqni” -Ya Allah, berilah pengampunan pada saya, berilah kerahmatan, juga petunjuk dan rezeki kepada saya. (Riwayat Muslim)

Dari Tsauban r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. itu apabila selesai dari shalatnya, beliau s.a.w. lalu mengucapkan istighfar -yakni ucapan Astaghfirullah, artinya: Saya mohon ampun kepada Allah-, sebanyak tiga kali, kemudian mengucapkan: Allahumma antas salam, wa minkas salam, tabarakta ya dzaljalali wal-ikram.” Ya Allah, Engkau adalah Maha Menyelamatkan, daripadaMulah datangnya keselamatan, Engkau Maha Tinggi, hai Zat yang memiliki keperkasaan dan kemuliaan. Kepada al-Auza’i ditanyakan -Beliau adalah salah seorang yang meriwayatkan Hadis-: “Bagaimanakah ucapan istighfar itu?” Ia menjawab: “Orang yang beristighfar itu supaya mengucapkan: Astaghfirullah, astaghfirullah.” (Riwayat Muslim)

Dari Almughirah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu apabila selesai dari shalat dan telah bersalam, lalu mengucapkan: La ilaha illalahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihat hadits no.1407-. Allahumma la mani’a lima a’thaita wa la mu’thia lima mana’ta wa la yanfa’u dzaljaddi minkal jaddu -Ya Allah, tiada yang kuasa menolak terhadap apa saja yang Engkau berikan dan tiada yang kuasa memberi terhadap apa saja yang Engkau tolak dan tiada akan memberikan kemanfaatan kekayaan itu kepada orang yang me-milikinya daripada siksaMu. (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abdullah bin az-Zubair radhiallahu ‘Anhuma bahwasanya ia mengucapkan setiap selesai mengerjakan shalat dan bersalam: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. Lahaula wa la quwwata illabillah. La ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu, lahun ni’mati wa lahuts tsana-ul hasan. La ilaha illallahu mukhlishina lahuddina walau karihal kafirun. -Artinya: “Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya adalah semua kerajaan dan puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan melainkan Allah dan kita tidak menyembah selain daripadaNya. BagiNyalah segala kenikmatan dan keutamaan dan bagiNya pula puji-pujian yang baik. Tiada Tuhan melainkan Allah, kita berikhlas hati menjalankan agama untukNya, sekalipun orang-orang kafir membencinya”-. Abdullah bin az-Zubair berkata: “Rasulullah s.a.w. biasa membaca dengan bacaan yang tersebut di atas itu sehabis setiap bershalat.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya kaum fakir dari golongan para sahabat Muhajirin mendatangi Rasulullah s.a.w. lalu berkata: “Orang-orang yang memiliki harta banyak itu sama pergi -yakni meninggal dunia- dengan membawa derajat yang tinggi-tinggi dan kenikmatan yang kekal. Sebabnya ialah karena mereka bershalat sebagaimana kita bershalat, mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa, lagi mereka mempunyai kelebihan dari harta-harta mereka dan dapat mereka gunakan untuk beribadah haji, berumrah, berjihad serta bersedekah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Tidakkah engkau semua suka kalau saya ajarkan kepadamu semua sesuatu yang dengannya itu engkau semua dapat mencapai pahala orang yang telah mendahuluimu dan dapat mendahului orang yang sesudahmu. Juga tiada seorangpun yang lebih utama pahalanya daripadamu semua, selain orang yang mengerjakan sebagaimana yang engkau kerjakan itu?” Mereka menjawab: “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. bersabda: “Hendaklah engkau semua membaca tasbih, tahmid dan takbir sehabis shalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali masing-masing.” Abu Shalih yang meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah, ketika ditanya bagaimana cara menyebutkan tasbih, tahmid dan takbir itu, lalu menjawab: “Orang yang berdzikir itu supaya mengucapkan: “Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar -Maha Suci Allah dan segenap puji bagi Allah dan Allah adalah Maha Besar-.” Sehingga jumlah semuanya itu ada tiga puluh tiga kali. (Muttafaq ‘alaih) Imam Muslim menambahkan dalam riwayatnya: “Lalu kembalilah kaum fakir dari golongan sahabat Muhajirin itu kepada Rasulullah s.a.w. lalu mereka berkata: “Saudara-saudara kita yakni orang-orang yang berharta sudah sama mendengar apa yang kita kerjakan ini, kemudian merekapun mengerjakan seperti itu pula.” Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Yang sedemikian itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendaki.” Addutsur adalah jamaknya datsrun dengan fathahnya dal dan saknahnya tsa’ yang bertitik tiga, artinya ialah harta yang banyak.

Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Rasulullah s.a.w. bersabda : “Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihatlah dalam hadits no.1407-, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” (Riwayat Muslim)

Dari Ka’ab bin ‘Ujrah r.a. dari Rasulullah s.a.w. sabdanya: “Beberapa penghujung yang tidak akan rugilah orang yang mengucapkannya atau yang mengerjakannya sehabis setiap shalat yang diwajibkan, yaitu tiga puluh tiga kali bacaan tasbih, tiga puluh tiga kali bacaan tahmid dan tiga puluh empat kali bacaan takbir.” (Riwayat Muslim)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu berta’awwudz -yakni berdoa untuk mohon perlindungan- pada setiap selesai shalat dengan kalimat-kalimat ini -yang artinya- “Ya Allah, saya mohon perlindungan kepadaMu daripada licik dan kikir, saya mohon perlindungan pula padaMu kalau saya sampai dikembalikan kepada serendah-rendahnya usia -yakni usia terlampau tua-, juga saya mohon perlindungan padaMu daripada fitnah dunia serta saya mohon perlindungan padaMu daripada fitnah kubur.” (Riwayat Bukhari)

Dari Mu’az r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengambil tangannya dan berkata: “Hai Mu’az, demi Allah, sesungguhnya saya ini mencintaimu.” Beliau s.a.w. lalu melanjutkan sabdanya: “Saya berwasiat padamu, hai Mu’az, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan setiap selesai bershalat mengucapkan -yang artinya: “Ya Allah, berilah saya pertolongan untuk tetap berdzikir kepadaMu, serta bersyukur kepadaMu dan beribadah secara baik kepadaMu.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau seorang diantara engkau semua bertasyahhud -yaitu mengucapkan bacaan Attahiyyat dan seterusnya-, maka pada penghabisannya hendaklah mohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara. Maka supaya ia mengucapkan -yang artinya: “Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah di waktu hidup dan setelah mati dan pula dari kejahatan fitnahnya Dajjal yang mengembara.” (Riwayat Muslim)

Dari Ali r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. itu apabila berdiri mengerjakan shalat, maka salah satu dari yang terakhir sekali beliau ucapkan antara tasyahhud dan salam, yaitu bacaan -yang artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa saya yang lampau dan yang akan datang, juga yang saya sembunyikan serta yang saya tampakkan, bahkan juga yang saya perlebih-lebihkan dan dosa yang Engkau adalah lebih mengetahui daripada saya sendiri. Engkau adalah Maha Mendahulukan serta Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan melainkan Engkau.” (Riwayat Muslim)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Nabi s.a.w. itu memperbanyak dalam mengucapkan ketika ruku’ dan sujudnya, yaitu Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli -Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kita dan dengan mengucapkan puji-pujian padaMu, ya Allah berilah pengampunan padaku.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengucapkan dalam ruku’ dan sujudnya: “Subbuhun quddusun Rabbul malaikati warruh - Maha Suci dan Maha Bersih, yaitu Tuhan semua malaikat serta Jibril.” (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Adapun ketika ruku’ maka Maha Agungkanlah Tuhan di dalamnya, sedang ketika sujud, maka giatlah dalam berdoa, sebab nyata engkau semua akan dikabulkan doamu semua itu.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sedekat-dekat keadaan seorang hamba dari Tuhannya ialah di waktu ia sedang bersujud, maka perbanyakkanlah berdoa dalam sujud itu.” (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengucapkan dalam sujudnya: Allahummaghfir li dzanbi kullahu, diqqabu wa jillahu wa awwalahu wa akhirahu wa ‘alaniatahu wa sirrabu - ya Allah, berilah pengampunan padaku akan semua dosaku, yang kecil dan yang besar, yang permulaan dan yang penghabisan, yang terang-terangan dan yang rahasia.” (Riwayat Muslim)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Pada suatu malam saya kehilangan Nabi s.a.w., lalu saya selidiki, tiba-tiba beliau s.a.w. sedang melakukan ruku’ atau sujud dan di situ beliau mengucapkan: Subhanaka wa bihamdika la ilaha illa anta -Maha Suci Engkau dan dengan mengucapkan puji-pujian padaMu, tiada Tuhan melainkan Engkau.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Lalu jatuhlah tanganku -Aisyah- pada kedua tapak kakinya yang bagian dalam dan beliau sedang ada di dalam masjid, sedang kedua tapak kaki itu didirikan. Diwaktu itu beliau s.a.w. mengucapkan -yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan dengan keridhaanMu daripada kemurkaanMu dan dengan pengampunanMu dari siksaanMu. Juga saya mohon perlindungan padaMu, saya tidak menghitung-hitungkan pujian atasMu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau pujikan pada diriMu sendiri. (Riwayat Muslim)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a., katanya: “Kita semua berada di sisi Rasulullah s.a.w., lalu beliau bersabda: “Adakah seorang diantara engkau semua itu tidak kuasa mencari seribu kebaikan dalam setiap harinya?” Kemudian ada seorang dari golongan yang duduk-duduk di waktu itu bertanya pada beliau s.a.w.: “Bagaimanakah caranya mencari seribu kebaikan itu?” Beliau s.a.w. menjawab: “Hendaknya orang -yang ingin mendapat seribu kebaikan dalam sehari itu- tadi membaca tasbih seratus kali, maka untuknya dicatatlah sebanyak seribu kebaikan atau dihapuskanlah dari dirinya seribu kesalahan.” (Riwayat Muslim) Al-Humaidi berkata: “Demikianlah yang disebutkan dalam kitab Muslim yakni dengan kata-kata: “Au yuhaththu” -artinya: atau dihapuskan. Al-Barqani berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh Syu’bah dan juga Abu ‘Awanah dan Yahya al-Qaththan dari Musa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari arahnya itu. Mereka mengatakan: Wa yuhaththu -artinya: dan dihapuskan, tanpa kata: “Alfin -yakni seribu.”

Dari Abu Zar r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Atas setiap ruas tulang dari seorang diantara engkau semua itu pada setiap paginya harus ada masing-masing sedekahnya. Maka setiap sekali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahmid adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahlil adalah sedekah, setiap sekali bacaan takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan juga sedekah, mencegah dari kemungkaran juga sedekah dan keseluruhannya itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dikerjakan oleh seorang itu dari shalat Dhuha.” (Riwayat Muslim)

Dari Ummul mu’minin yaitu Juwairiyah binti al-Harits radhiallahu ‘anha bahwasanya Nabi s.a.w. keluar dari rumahnya pada pagi hari ketika bershalat Subuh. Waktu itu Juwairiyah ada di dalam masjidnya. Kemudian beliau s.a.w. kembali setelah melakukan shalat Dhuha, sedangkan Juwairiyah duduk. Kemudian beliau s.a.w. bersabda: “Engkau masih tetap dalam keadaan di waktu tadi saya tinggalkan.” Juwairiyah menjawab: “Ya.” Nabi s.a.w. lalu bersabda: “Saya telah mengucapkan setelah meninggalkan engkau tadi empat macam kalimat, sebanyak tiga kali, andaikata kalimat-kalimat itu ditimbang dengan kalimat-kalimat yang engkau ucapkan sejak hari ini tadi, niscaya kalimat-kalimat yang saya ucapkan itu menang daripada yang engkau ucapkan. Kalimat-kalimat itu ialah: “Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridba nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatibi -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan ZatNya, seberat timbangan ‘arasyNya dan sepanjang beberapa kalimatNya.” (Riwayat Muslim) Dalam riwayat Imam Muslim lainnya disebutkan: Subhanallah ‘adada khalqihi. Subhanalfah ridha nafsihi. Subhanallah zinata ‘arsyihi. Subbanallah midada kalimatihi.” Dalam riwayat Imam Tirmidzi disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau suka kalau saya ajari beberapa kalimat yang baik engkau membacanya, yaitu: Subhanallah ‘adada khalqihi, tiga kali; Subhanallah ridha nafsihi, tiga kali; Subhanatlah zinata ‘arsyihi, tiga kali; Subhanallah midada kalimatihi, tiga kali.”

Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. dari Nabi s.a.w,, sabdanya: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir kepadaNya ialah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu sabda Nabi s.a.w. “Perumpamaan rumah yang di dalamnya digunakan untuk berdzikir kepada Allah dan rumah yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah adalah seperti benda yang hidup dan benda yang mati.”

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman -dalam hadits qudsi: “Aku adalah menurut sangkaan -keyakinan- hambaKu kepadaKu. Aku adalah beserta hambaKu itu apabila ia berdzikir -ingat- kepadaKu. Maka jikalau ia berdzikir kepadaKu dalam dirinya, maka Akupun ingat padanya dalam diriKu dan jikalau ia berdzikir kepadaKu di kalangan orang banyak, maka Aku ingat pada orang itu di kalangan makhluk yang lebih baik dari mereka itu -yakni di kalangan para malaikat.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Telah dahululah orang-orang yang menyendiri.” Para sahabat bertanya: “Siapakah orang-orang yang menyendiri itu, ya Rasulullah?” Beliau s.a.w. menjawab: “Mereka itu ialah yang sama berdzikir kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, baik lelaki ataupun perempuan.” (Riwayat Muslim) Maksudnya: Menyendiri dalam ingatnya kepada Allah di waktu orang-orang lain tidak mengingat kepadaNya. Inilah yang lebih dahulu memperoleh keridhaan Allah Ta’ala. Diriwayatkan Almufarridun dengan tasydidnya ra’ dan ada yang meriwayatkan dengan takhfifnya -yakni ra’nya tanpa syaddah lalu dibaca mufridun. Tetapi yang masyhur yang dikatakan oleh Jumhur Ulama ialah dengan tasydid.

Dari Jabir r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Seutama-utama dzikir ialah lafaz ‘La ilaha illallah’.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

Dari Abdullah bin Busr r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak -yakni hukum-hukumnya sudah lengkap- atas diriku, maka beritahukanlah kepada saya akan sesuatu yang saya dapat berpegang padanya.” Beliau s.a.w. bersabda: “Supaya lisanmu itu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

Dari Jabir r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih, maka ditanamlah untuknya sebatang pohon kurma dalam syurga.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Saya bertemu Nabi Ibrahim a.s., pada malam saya di isra’ kan, lalu beliau berkata: “Hai Muhammad, sampaikanlah salam saya kepada umatmu dan beritahukanlah kepada mereka bahwasanya syurga itu bagus tanahnya, tawar airnya dan bahwasanya ia adalah merupakan tanah datar yang rata dan benih tanaman syurga itu ialah: ‘Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar’.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

Dari Abuddarda’ r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau semua suka kalau saya beritahukan kepadamu semua akan sebaik-baik amalanmu, juga seindah-indahnya bagi Tuhan yang Maha Merajaimu semua, serta yang tertinggi dalam derajat-derajatmu semua, bahkan lebih baik untukmu semua daripada menafkahkan emas dan perak, juga lebih baik untukmu semua daripada engkau semua bertemu dengan musuhmu lalu engkau tebas leher-leher mereka itu dan merekapun menebas leher-lehermu semua?” Para sahabat berkata: “Baiklah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Yaitu berdzikir kepada Allah Ta’ala.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Imam Hakim, Abu Abdillah mengatakan bahwa isnad hadits ini adalah shahih.

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a. bahwasanya ia bersama Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat seorang wanita dan di mukanya ada beberapa biji atau beberapa kerikil -batu-batu kecil- yang digunakan untuk menghitung tasbihnya, lalu beliau s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau suka kalau saya memberitahukan padamu tentang sesuatu yang lebih mudah untukmu daripada ini dan bahkan lebih utama?” Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: “Yaitu suatu bacaan -yang artinya: Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang diciptakan olehNya di langit. Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang diciptakan olehNya di bumi. Juga Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang ada diantara langit dan bumi. Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang diciptakan olehNya. Allah adalah Maha Besar sebanyak seperti itu pula. Segenap puji bagi Allah sebanyak seperti itu pula. Tiada Tuhan melainkan Allah sebanyak seperti itu pula dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah sebanyak seperti itu pula.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah sa..w. bersabda kepadaku: “Tidakkah engkau suka kalau saya tunjukkan kepadamu pada sesuatu gedung simpanan dari beberapa gedung simpanan syurga?” Saya -Abu Musa- berkata: “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Yaitu ucapan: La haula wala quwwata illa billah -Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)













MINTA TOLONG DENGAN SABAR DAN SHOLAT

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 45-46)

Sepanjang hidup kita selalu didera berbagai kesukaran dan kesulitan hidup. Kita harus berjuang menempuh berbagai kesulitan dan kesukaran untuk mendapatkan berbagai hal yang kita inginkan. Tidak ada kenikmatan dan kegembiraan yang datang begitu saja tanpa perjuangan. Semua harus ditebus dengan perjuangan,pengorbanan, kelelahan dan berbagai hal yang tidak menyenangkan. Itulah kehidupan. Suka tidak suka, kita sudah hidup didunia ini. Kita harus berani menempuhnya.

Banyak manusia yang tidak tahan menghadapi berbagai penderitaan dan kesulitan mempertahankan hidup atau mendapatkan berbagai hal yang diinginkan. Putus asa…. kecewa… tertekan…. akhirnya bunuh diri dengan berbagai cara.

Sikap manusia dalam menghadapi berbagai masalah ada dua macam:
Fight… berjuang dengan ulet, sabar dan tangguh sampai masalah dapat diatasi
Flight… lari, meninggalkan masalah, namun ia akan berhadapan dengan masalah lain, lari lagi… ketemu masalah baru…… lari lagi….. akhirnya ia dikepung masalah… tidak ada jalan keluar… putus asa… akhirnya bunuh diri.

Dalam pesan singkat yang tercantum dalam al Qur’an surat al Baqarah ayat 45 -46 Allah mengingatkan 3 hal dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupan:
1. Minta tolong pada Allah dengan sabar dan sholat
2. Sholat memang berat kecuali bagi orang yang khusuk
3. Yaitu orang yang yakin akan menemui Allah dan akan kembali padaNya.

Rasulullah mengatakan :”Sholat adalah tiang agama”, dalam arti yang lebih luas sebenarnya sholat itu adalah tiang kehidupan bagi kita masing masing. Bagunan rumah akan ambruk dan runtuh jika tiangnya tidak kokoh. Apalagi jika tiang nya tidak ada. Rumah tidak mungkin ditegakan tanpa tiang yang menyokongnya. Orang yang khusuk dan benar sholatnya pasti akan mendapat kehidupan yang mudah. Ia dapat mengatasi berbagai masalah hidupnya dengan sholat.
Kalau sholat dapat menjadikan hidup jadi mudah, mengapa banyak orang yang sholat tapi hidupnya tetap dalam kesulitan, kesukaran dan pederitaan yang berkepanjangan? Banyak orang yang tidak sholat , hidupnya mudah dan berlimpah. Hidup mewah, berlimpah harta bukanlah ukuran kebahagiaan. Banyak hal yang tidak bisa diatasi dengan harta dan uang berlimpah. Banyak orang yang hidup mewah berlimpah harta namun hidupnya tertekan, kecewa, gelisah.
Allah menjamin kehidupan orang yang sholat dengan benar dan khusuk sebagai disebutkan dalam surat al Mukminun ayat 1 ” Telah mendapat kemenangan orang yang beriman, yaitu orang yang khusuk dalam sholatnya ” . Dengan sholat yang khusuk dan benar hidup jadi mudah dan lapang. Walau secara dhohir hidupnya pas pasan, sederhana, kadang dibawah garis kemiskinan, namun hatinya merasa bahagia, berkecukupan dan penuh kelimpahan. Jauh dari rasa tertekan, gelisah dan stress berkepanjangan.
Rasa bahagia, berkelimpahan, selalu dalam kecukupan ini hanya dimiliki oleh orang yang yakin bahwa ia akan menemui Allah, dan yakin bahwa kita semua akan kembali kepadaNya. Orang ini tidak takjub dan kagum dengan kehidupan dunia. Dunia hanya tempat singgah sementara, kehidupan sementara yang tidak kekal. Dunia tempat mengumpulkan perbekalan untuk kehidupan abadi diakhirat kelak. Hidup yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.
Sebaliknya orang yang menganggap dunia sebagai kehidupan yang utama, dunia adalah segala galanya baginya. Dia tidak yakin pada Allah dan kehidupan akhirat. Orang itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Ia akan dipermainkan oleh kehidupan dunia, ia akan lelah dan letih mengejar dunia yang tidak pernah terpuaskan. Walaupun secara dhohir hidupnya berlimpah harta dan kemewahan, semua itu tidak akan menentramkan hatinya. Ia selalu merasa hidup dalam kekurangan.
Waspadalah jangan tertipu kehidupan dunia. Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Orang yang yakin bersama Allah pasti mendapat kemenangan. Jangan minta tolong kepada selain Allah. Jangan minta tolong pada paranormal, perdukunan dan perbuatan musyrik lainnya. Jangan percaya pada kekuatan azimat, benda keramat, benda pusaka dan benda bertuah lainnya. Mintalah pertolongan hanya pada Allah, dan bersabarlah menunggu keputusanNya.





BERDO’A DENGAN ASMAULHUSNA

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)

Allah menganjurkan kita untuk berdoa padaNya dengan menyebut asmaulhusna sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 180 diatas. Berdoa dilakukan dengan menyebut Asmaulhusna misalnya ya Rahman, ya Rohim , ya Malik dan seterusnya secara berulang ulang hingga hati dan fikiran betul betul fokus pada kalimat asmaulhusna tersebut. Kemudian ucapkan do’a yang sesuai dengan pengertian kalimat asmaulhusna yang diucapkan

Misalnya asmaulhusna ya Rozak…diikuti dengan do’a mohon rezeki, ya Ghoffar diikuti dengan istighfar, ya Aziz mohon kekuatan dan perlindungan dari Allah ….demikian seterusnya. Berikut ini kami berikan beberapa contoh berdo’a dengan menyebut kalimat Asamaulhusna.

1. Ya Rahman ( Wahai yang Maha Pengasih),
Baca kalimat ya Rahman berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang Maha Pengasih. Selanjutnya baca do’a :” bi Rohmatika ya Ar Raharroohimiin irhamna…irhamna…irhamna …dengan rahmatMu wahai yang maha pengasih dan maha penyayang…kasihi kami (3x). Boleh dilanjutkan dengan do’a dari surat Al Israk ayat 80


Wa qur robbi adkhilni mudkhola shiddqi wa akhrijjni mukhrojashidqi waj alli milladunka shultoonan nashiiro

Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin akan selalu mendapat rahmat dan kasih sayang Allah. Selalu mendapat keberuntungan dan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan. Dimasukan ketempat yang mulia dan terhormat, keluar dari situ masuk ketempat yang lebih baik lagi. Selalu terhindar dari hal yang dapat mendatangkan berbagai kesulitan seperti orang yang keluar dari mulut singa , masuk mulut buaya selalu dirudung kesulitan dan kesengsaraan dimanapun berada.

2. Ya Malik ( Wahai yang Maha Memiliki Kekuasaan)
Baca Ya Malik berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada kebesaran dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Selanjutnya baca do’a:” Ya Allah Raja yang berkuasa penuh disegala penjuru langit dan Bumi, hamba mohon padaMu beri hamba kerajaan dan kekuasaan dari sisiMu. Beri hamba kerajaan yang membawa rahmat dan berkah bagi hamba dalam kehidupan dunia dan akhirat”

Bisa juga sesudah membaca ya Malik diiringi dengan membaca surat Ali Imran ayat 26 dan 27:


Qul lillahumma malikal mulki tu’tilmulka man tasyaa wa tannzi’ul mulka mimmantasyaa watu izzu mantasyaa watu dzillu man tasyaa. biyadikal khoiri innaka ala kulli syai’inqoodir
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tuulijullaila finnahaari watuulijunnahaara fillaili watukhrijul hayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyi watarzuqu mantasyaa bighoiri hisab
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup[191]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”
Khasiat dan manfaat:
Dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari insya Allah dilindungi dari kehinaan,kemiskinan, kepapaan, kemelaratan, serta didholimi oleh orang yang dholim. Orang yang mewiridkan doa ini secara rutin insya Allah akan menjadi orang yang tangguh, kuat, dihormati dan disegani. Memiliki kekuasaan berupa kerajaan , perusahaan atau kewenangan dalam pemerintahan.
Doa ini baik sekali dibaca secara rutin bagi mereka yang mempunyai ambisi untuk meraih jabatan, kedudukan dalam perusahaan , pemerintahan, organisasi sosial atau politik. Do’a ini juga sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin meraih sukses dalam bisnis ,perdagangan, mendirikan perusahaan dan lain sebagainya.

3. Ya Latif (Wahai yang Maha Halus dan Lembut)

Baca Kalimat Ya Latif berulang ulang hingga fikiran dan hati fokus pada sifat Allah yang Maha Halus dan Maha Lembut. Kemudian baca Do’a :” Ya Allah ya Latif Engkau yang Maha Halus dan maha Lembut hamba mohon padaMu sempurnakan fungsi dari segenap organ tubuh hamba, sempurnakan komposisi berbagai zat yang ada didalam tubuh hamba. Beri hamba kekuatan , kesehatan dan kesegaran dari sisiMu. Jadikan tubuh ini tetap sehat kuat dan segar sepanjang waktu / masa, jadikan tubuh ini tetap sehat, kuat dan segar sampai datang ajal yang telah engkau tetapkan”
Doa seperti tersebut diatas bisa juga dibaca mengikuti kalimat Asmaulhusna Ya Jabbar…Ya Aziz…atau Ya Qohhar.
Ya Allah ya Jabbar Engkau yang maha berkehendak , hamba mohon padamu…..dst
Ya Allah ya Aziz Engkau yang maha perkasa , hamba mohon padsaMu….dst
Ya Allah ya Qohhar Engkau yang maha gagah, hamba mohon padamu……dst.

Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin Allah akan menyempurnakan fungsi berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, lambung, liver, pankreas, ginjal dan menyempurnakan komposisi berbagai zat seperti kadar gula, kolesterol, tekanan darah dan lain sebagainya. Insya Allah badan akan terasa selalu sehat , kuat dan segar, terhindar dari rasa lesu, letih dan cepat lelah.
Dengan membaca doa ini secara rutin tubuh akan tetap sehat kuat dan segar serta memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gangguan berbagai penyakit. Bagi mereka yang sedang mengidap penyakit tertentu, insya Allah akan diberi kekuatan untuk mempercepat proses penyembuhannya

4. Ya Salam (Wahai yang Maha memberi Keselamatan)
Baca ya Salam berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi keselamatan. Selanjutnya baca doa sebagai berikut:” Ya Allah ya Salam, Engkau yang memberi keselamatan pada siapa yang Engkau kehendaki. Hamba mohon padamu keselamatan hidup didunia maupun akhirat. Selamatkan hamba dari njeratan tipu daya syetan yang meyesatkan, selamatkan hamba dari tipu daya dunia yang melalaikan. Selamatkan hamba dari kesukaran , kesempitan dan kegelapan hidup, kesukaran kesempitan dan kegelapan mati, kesukaran kesempitan dan kegelapan dialam kubur, kesukaran kesempitan dan kegelapan dihari berbangkit, kesukaran kesempitan dan kegelapan dipadang mahsyar, kesukaran kesempitan dan kegelapan dihari berhisab.”

Khasiat dan manfaatnya:
Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin Allah akan menyelamatkan kita dari jeratan tipu daya syetan yang menyesatkan dan tipu daya dunia yang melalaikan. Allah akan menyelamatkan kita dari kesukaran, kesempitan dan kegelapan hidup didunia,ketika sakratul maut, dialam kubur, ketika hari kebangkitan, dipadang mahsyar dan ketika dihisab. Doa ini merupakan investasi masa depan yang paling berharga insya Allah mendapat keselamatan hidup didunia maupun akhirat.

5. Ya Mukmin ( Wahai yang Maha Memberi Rasa Aman)

Baca Ya Mukmin berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi rasa aman. Kemudian baca doa sebagai berikut :” Ya Allah Ya mukmin yang memberi rasa aman bagi siapa yang dikehendaki, hamba berlindung padaMu dari bahaya dan kemudaratan apa apa yang kami takuti, dsari bahaya dan kemudaratan apa apa yang kami kuatiri, dari bahaya dan kemudaratan apap yang kami cemasi, dari bahaya dan kemudaratan apa yang hamba temui, dari bahaya dan kemudaratan apa apa yang menghampiri hamba , yang terlihat maupun tak terlihat yang hamba ketahui maupun tidak hamba ketahui “. Doa ini juga bisa dibaca mengikuti kalimat asmaulhusna ya Jabbar, Ya Aziz, ya Qohhar atau ya Malik seperti pada contoh asmaulhusna ya Latif diatas.

Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari kita akan dilindungi dari bahaya dan kemudaratan apa-apa yang ditakuti, dicemasi, dikuatiri, ditemui, menghampiri baik yang terlihat maupun tak terlihat, diketahui maupun tidak diketahui. Ini merupakan sistim proteksi otomatis, setiap kita mengalami rasa cemas atau kuatir terhadap sesuatu maka secara otomatis sistim proteksi akan bekerja. Di jalan bisa saja secara tak terduga kita mengalami situasi yang membahayakan keselamatan kita, misalnya kecelakaan pesawat, mobil atau kedaraan lainnya, ancaman penodongan, perampokan, serangan secara brutal, ancaman virus dan penyakit menular. Insya Allah Dia akan melindungi kita dari bahaya dan kemudaratan semua ancaman tersebut dengan cara yang tidak kita mengerti. Allah maha kuat untuk menyelamatkan dan melindungi siapa saja yang dikehendakiNya

6. Ya Quddus ( Yang Maha suci )

Baca ya Quddus berulang-ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha bersih dan suci. Lanjutkan dengan doa:” Ya Allah ya Quddus, hamba mohon padaMu bersihkan hati dan fikiran hamba dari berbagai kotoran dan penyakit, bersihkan hati dan fikiran hamba dari berbagai sifat buruk dan negatif, bersihkan hati dan fikiran hamba dari berbagai sifat buruk dan tercela, ganti semua keburukan hamba dengan kebaikan dari sisiMu”

Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca doa ini setiap hari Allah akan menghilangkan berbagai sifat buruk dan negatif yang sering kita lakukan, seperti sifat emosional, buruk sangka, dengki, cemas, malas, pemarah, pesimis, dan lain sebagainya. Insya Allah Dia akan mengganti berbagai sifat buruk itu dengan sifat yang lebih baik.

7. Ya Fattah ( Yang Maha Membukakan jalan)
Baca ya Fattah berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha membukakan jalan. Lanjutkan dengan doa:” Ya Allah ya Fattah , bukakan bagi hamba jalan menuju sukses dan kemenangan, bukakan bagi hamba pintu rahmat dari langit dan bumiMu, bukakan bagi hamba pintu rahmat dari segala penjuru yang Kau berkahi, bukakan bagi hamba pintu kemenangan”

Khasiat dan manfaat :
Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari akan selalu mendapat kemudahan dalam berbagai hal. Mendapat hidayah dan bimbingan untuk meraih kemenangan dan kesuksesan dalam berbagai bidang. Mendapat bimbingan dan hidayah dalam menyelesaikan berbagai hal seperti masalah rumah tangga, mengembangkan usaha bisnis, masalah organisasi, karir dan jabatan, pertanian, peternakan , industri, perdagangan dan lain sebagainya. Selalu mendapat keberuntungan dan terhindar dari berbagai hal yang dapat menyulitkan seperti ancaman fitnah, kedengkian, dihianati atau didholimi teman seiring dan berbagai kejadian buruk lainnya.

8. Ya Alim ( Yang maha menguasai ilmu pengetahuan)
Baca ya Alim berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha menguasia berbagai ilmu pengetahuan. Kemudian lanjutkan dengan do’a :” Ya Allah ya Alim yang menguasai segala ilmu pengetahuan , yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya . Ajarkan hamba berbagai ilmu dari sisiMu, Ilmu yang membawa rahmat dan berkah bagi kami dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ajarlkan kami ilmu hikmah dari sisiMu, ajari kami ilmu hikmah dari Qur’anMu. Kami tidak memiliki ilmu melainkan apa yang telah Kau ajarkan kepada kami :”

Khasiat dan manfaat :
Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari akan diberi bimbingan dan hidayah dalam meraih berbagai ilmu yang bermanfaat didunia maupun akhirat. Bagi mereka yang bergerak dibidang riset dan penelitian insya Allah diberi kemudahan dan bimbingan dalam melakukan riset dan penelitiannya. Bagi mereka yang rajin membaca, menuntut ilmu akan dibukakan hati dan fikirannya menerima berbagai ilmu baru yang bermanfaat bagi kehidupannya didunia dan akhirat. Doa ini sangat membantu bagi mereka yang sedang belajar, kuliah atau study didalam maupun luar negeri. Bagi mereka yang mempelajari Qur’an akan diberi pemahaman dan berbagai ilmu hikmah dari Qur’an.

9. Ya Rozak ( Yang Maha memberi Rezeki)
Baca ya Rozak berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya. Kemudian baca doa:” Ya Allah ya Rozak yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya. Lapangkan rezeki kami selapang lapangnya, bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu . Bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Kau berkahi. Jangan Kau sempitkan rezeki kami ya Allah, jangan Kau tutup rezeki kami ya Allah. Cukupkan kami dengan rezeki berlimpah dari sisiMU”

Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari akan dibukakan baginya pintu rezeki dari langit , bumi dan segala penjuru yang diberkahi. Hidup lapang berkecukupan jauh dari kemiskinan , kemelaratan dan kepapaan. Bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan, kemelaratan, serba kekurangan, dililit hutang yang mencekik, jika mengamalkan doa ini dengan sunguh sunguh insya Allah akan dibebaskan dari semua kondisi yang menghhimpit tersebut.

10. Ya Mughni (Yang Maha Memberi Kekayaan)
Baca ya Mughni berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi kekayaan kepada siapa yang dikehendaki. Kemudian baca doa :” Ya Allah ya Mughni yang maha memberi kekayaan kepada siapa yang dikehendaki, cukupkan kami dengan kekayaanMu yang berlimpah dilangit dan bumi. Cukupkan kami dengan kekayaanMu yang tak terbatas, cukupkan kami dengan kekayaanMu yang tak terhingga, cukupkan kami dengan kekayaanMu yang berlimpah. Jangan Kau hinakan kami dengan kemiskinan, kepapaan , kemelaratan dan hidup serba kekurangan. Ya Allah karuniai kami kekayaan berlimpah yang penuh dengan rahmat dan berkah dari sisiMu. “

Doa yang sama bisa dibaca untuk Asamaulhusna ya Ghoniy (Yang maha kaya), Ya Allah ya Ghoniyy yang maha kaya…..cukupkan kami dengan kekayaanMu yang berlimpah …dst

Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca doa ini setiap hari akan mendapat kehidupan yang baik didunia dan akhirat selalu dalam kelapangan dan hidup berkecukupan ,dijauhi dari hidup dalam kemiskinan, kemelaratan , kepapaan serta selalu dililit hutang . Bagi mereka yang terlanjur hidup dalam kemiskinan, kemelaratan, serba kekurangan, dililit hutang yang mencekik, jika mengamalkan doa ini dengan sunguh sunguh insya Allah akan dibebaskan dari semua kondisi yang menghimpit tersebut. Doa ini baik juga dibaca bersama dengan doa minta rezeki yang mengiringi asmaulhusna ya Rozak.
Selanjutnya silahkan disusun sendiri doa dengan menggunakan asmaulhusna yang lain seperti Ya Ghaffar (yang maha pengampun), Ya Roofi’ (yang maha meninggikan derajat), Ya Mu’iz (yang maha memberi kemuliaan) Ya Nur (Yang maha memberi cahaya) dan lain sebagainya.
Namun demikian membiasakan diri berdoa dengan asmaulhusna diatas bukanlah hal yang mudah. Sifat manusia cepat bosan dan malas. Mengucapkan kalimat asamulhusna berulang –ulang sambil duduk terasa membosankan . Irama yang monoton kadangkala malah menimbulkan rasa kantuk.
Dari pengalaman kami semua kendala tersebut bisa diatasi dengan membaca dzikir dan doa tersebut sambil melakukan senam pernapasan. Dengan gerak senam pernapasan yang lembut kita bisa membaca semua doa tersebut diatas didalam hati tanpa merasa bosan dan lelah. Semua doa diatas bisa kita baca setiap hari tanpa merasa bosan , lelah atau mengantuk ,bahkan badan terasa segar dan nyaman.

Doa tersebut juga bisa dibaca sambil melakukan pernapasan konsentrasi atau relaksasi seperti ysang telah disampaikan pada tulisan diblog ini . Dengan teknik pengolahan napas yang tepat dan benar kita bisa membaca semua dzikir dan doa tersebut diatas tanpa merasa bosan, lelah atau mengantuk. Jika berminat anda bisa mengikuti pelatihan yang kami adakan sesuai jadwal yang ada diblog ini.



















TIDAK SEORANGPUN TAHU APA YANG AKAN TERJADI BESOK

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Luqman 34)

Ada 6 pesan singkat yang terkandung dalam surat Luqman ayat 34 ini:
1. Hanya Allahlah yang tahu , kapan terjadinya peristiwa kiamat
2. Allahlah yang mengatur dan mengendalikan turunnya hujan dari langit
3. Hanya Allah yang tahu apa yang ada dalam rahim seorang ibu
4. Tidak seorangpun tahu , apa yang akan terjadi dan dialaminya besok hari
5. Tidak seorangpun tahu kapan dan dimana ia akan wafat.
6. Hanya Allah yang Maha Mengetahui dan mengenal segala sesuatu

Tanggal 26 Desember 2004 pagi sebagian besar penduduk Aceh melaksanakan aktifitas sebagaimana yang mereka lakukan sehari hari. Belanja kepasar, menuju tempat kerja, kesekolah, bermain, kekebun, bersiap melaut, tidak seorangpun yang tahu bahwa hari itu akan terjadi Kiamat kecil yang menyebabkan ratusan ribu nyawa melayang dalam sekejap mata. Pagi itu sebagian besar wilayah Aceh diguncang gempa, penduduk panik, berhamburan lari keluar rumah. Penduduk yang berada ditepi pantai heran melihat air laut tiba tiba menyusut dengan mendadak.

Tidak lama kemudian warga Banda Aceh, Meulaboh dan penduduk ditepi pantai Aceh dikejutkan dengan datangnya gelombang pasang setinggi pohon kelapa. Dengan ganas ombak besar itu menyapu apa saja yang menghadangnya, gelombang pasang terus masuk kedaratan sampai beberapa kilometer. Ratusan ribu nyawa melayang dalam waktu yang singkat. Demikianlah Allah mencontohkan kejadian Kiamat sebagaimana yang sering disebutkan dalam Al-Qur’an. Kejadiannya begitu tiba-tiba, tidak seorangpun pernah menyangka peristiwa itu akan terjadi. Memisahkan ibu dari anak, ayah dengan keluarganya, menghilangkan nyawa ratusan ribu orang dalam sekejap mata. Melenyapkan semua yang ada dimuka bumi, rumah, gedung, pohon, binatang ternak, kendaraan, harta benda, semua musnah tak berbekas.

Kita tidak pernah tahu dengan pasti kapan akan turun hujan, apa yang tersembunyi dirahim seorang ibu, apa yang akan terjadi dan kita alami besok hari, kapan dan dimana kita akan wafat. Kita hanya bisa menduga-duga dan membuat prediksi atau perkiraan. Dugaan dan perkiraan kita kadang benar, kadang meleset. Hanya Allahlah yang tahu segala gala-nya. Tidak tersembunyi bagi Allah sesuatu dilangit dan dibumi, juga yang ada didalam diri kita masing masing. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.

“Laa haulaa walaa kuwwata illa billahi” kita memang tidak punya daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Mari kita sadari kelemahan kita, jangan sombong, takabur, bangga dan takjub dengan kemampuan diri. Kita tidak berarti tanpa bimbingan dan pertolongan Allah. Bertaqwa dan tawakkallah pada-Nya. Allah akan membimbing dan menuntun orang yang bertaqwa dan ber-tawakkal padaNya. Sebagaimana firman Allah dalam surat A Thalaq ayat 2-3:

“……. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.(2) Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(3) ”

Kita tidak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi beberapa jam lagi dihadapan kita, apa yang akan terjadi besok terhadap diri kita . Hanya Allah yang tahu pasti apa yang akan terjadi terhadap diri kita besok, kita hanya bisa berusaha, berharap dan berserah diri pada keputusan-Nya. Allah tidak akan pernah menyia- nyiakan orang yang selalu ingat dan berbakti pada-Nya. Dialah pemimpin dan pelindung orang yang ber-Iman dan bertakwa.










KUNCI MENDAPATKAN KEHIDUPAN

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
(An Nahl 97)

Semua manusia ingin hidup bahagia, aman, tentram sejahtera, berkecukupan. Semua manusia takut hidup sengsara, melarat, dikucilkan masyarakat,hidup miskin dan serba kekurangan. Hal yang wajar, hanya saja untuk mendapatkan semua yang diinginkan itu banyak manusia yang salah kaprah. Mereka mengerjakan sesuatu yang menurut perkiraannya akan mendapatkan semua yang diinginkan, tapi kenyataannya apa yang dikerjakan dan diusahakannya justru mendatangkan hal yang sebaliknya.

Dalam surat An Nahl ayat 97 diatas Allah menunjukan suatu cara untuk mendapatkan kehidupan yang baik didunia dan akhirat, yaitu dengan cara terus menerus mengerjakan amal kebaikan dan ber-Iman pada Allah. Ini adalah janji Allah, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Mengerjakan amal saleh dan ber-Iman pada Allah adalah syarat mutlak untuk mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.

Bagaimana dengan orang yang terus menerus mengerjakan amal kebaikan, dengan menyantuni yatim piatu, membantu memerangi kemiskinan, memberikan bea siswa, membantu fakir miskin dan banyak lagi kegiatan sosial lainnya, namun ia tidak ber-Iman pada Allah, apakah ia akan mendapat kehidupan yang baik juga? Pada kenyataannya orang yang seperti ini kekayaannya terus bertambah, ia bisa mendapatkan apa saja yang diingini didunia ini. Allah membalasi kebaikan mereka hanya didunia saja. Diakhirat ia tidak mendapatkan apa – apa, semua amalannya didunia jadi sia – sia. Karena dia memang tidak percaya pada Allah dan kehidupan akhirat, dia tidak pernah mengharapkan balasan di akhirat, ia hanya butuh penghargaan dan balasan kebaikan didunia, dan ia telah mendapatkan semua yang diinginkan didunia ini.

Allah meng-umpamakan amalan orang yang berbuat baik tapi tidak ber-Iman pada Allah bagaikan tanah yang berada diatas batu yang licin kemudian ditimpa hujan, tanah itu hanyut, hilang tak berbekas. Allah menyampaikan ini dalam surat Al Baqarah ayat 264:

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Al Baqarah 264)

Amal kebaikan atau amal saleh yang didasari karena Iman pada Allah dan hari akhirat, pasti dibalasi Allah dengan kebaikan didunia dan akhirat. Namun amal kebaikan atau amal saleh yang tidak didasari oleh Iman dan keyakinan pada Allah serta kehidupan akhirat, hanya dibalasi Allah dengan kebaikan didunia saja. Ia mendapat rezeki berlimpah pujian, sanjungan dan penghargaan dari berbagai pihak didunia ini, namun diakhirat kelak ia tidak mendapatkan apa-apa.

Itulah kunci kesejahteraan hidup yang disampaikan Allah dalam surat An Nahl ayat 97, yaitu terus menerus berbuatan amal saleh dan kebaikan serta ber-Iman pada Allah dan kehidupan akhirat. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya apa yang dijanjikan-Nya pasti terjadi . Allah akan membalasi kebaikan setiap orang yang ber-Iman dan yakin pada-Nya dengan kebaikan yang banyak dan berlipat ganda di dunia dan akhirat.



















KERUSAKAN DIDARAT DAN LAUT

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Rum 41)

Akhir akhir ini sering terjadi bencana alam yang melanda kota, desa dan kampung, merusak bangunan, harta benda bahkan meminta korban jiwa yang tidak sedikit. Tanah longsor, banjir bandang, sungai meluap, kebakaran hutan, kekeringan dan lain sebagainya. Jika diteliti ternyata semua bencana itu bersumber dari ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Penebangan pohon dihutan yang semena mena mengakibatkan hutan jadi gundul dan gersang. Ketika hujan turun tidak ada lagi pohon yang menahan air hujan. Dahulu semua air yang turun ditahan oleh pepohonan, kemudian meresap dan disimpan didalam tanah. Sekarang tidak ada lagi pepohonan yang menahan air hujan, air terus meluncur kesungai mengalir deras menuju laut. Sungai yang ada tidak mampu menampung luapan air , akibatnya terjadilah banjir di mana mana. Penebangan pohon dengan semena mena oleh segelintir orang telah menimbulkan kerusakan dan bencana berkepanjangan. Musim hujan terjadi banjir dimana mana. Musim panas terjadi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Dilautan juga terjadi kerusakan akibat ulah sebagian manusia, pencemaran laut oleh sampah dan minyak, pengrusakan terumbu karang, penangkapan ikan dengan rakus yang merusak bibit dan ikan yang masih kecil, telah menimbulkan kerusakan pula di lautan. Bukan tidak mungkin jika pencemaran ini terus berlanjut satu ketika akan sulit bagi kita mendapatkan ikan dari laut. Sebagian nelayan tradisional yang mencari ikan dengan alat sederhana sudah mulai merasakan dampak kerusakan ini. Pantai yang dahulu dipenuhi ikan kini sudah kosong. Mereka harus berlayar jauh ketengah laut untuk mendapatkan ikan. Bukan tidak mungkin satu ketika sebagian besar ikan dilaut juga akan musnah, sehingga sulit bagi manusia mendapatkan daging ikan sebagai sumber makanan.

Diudarapun terjadi kerusakan akibat ulah sebagian manusia. Pencemaran udara oleh berbagai alat teknologi seperti mobil, motor, pabrik, yang menghasilkan gas dan zat berbahaya juga telah merusak sistim lapisan ozon yang pada akhirnya menimbulkan pemanasan global. Kebakaran hutan menimbulkan kabut asap yang mengotori udara, manusia sulit bernafas. Akibat pemanasan global gunung es di kutub utara dan selatanpun mulai mencair, permukaan air laut di seluruh pantai didunia mulai naik.

Semua kejadian ini telah diingatkan Allah 14 abad yang lalu melalui firman-Nya dalam surat Ar Rum ayat 41 sebagai tertulis pada awal artikel ini. Semua ini sebagai peringatan bagi manusia agar segera kembali kepada Allah dan berusaha memperbaiki perilaku buruk yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan tersebut Jika tidak niscaya Allah akan merasakan azab, yang kenyataannya telah dirasakan oleh sebagian dari kita. Memang sudah banyak organisasi didunia ini yang berusaha menyadarkan manusia tentang dampak kerusakan oleh ulah segelintir orang ini. Bahkan Negara besar diduniapun telah mulai memberikan perhatian untuk masalah ini. Selamat berjuang bagi rekan dan organisasi penyelamat lingkungan, mudah mudahan Allah mengampuni kita dan menurunkan rahmatnya pada kita semua.


HAL YANG MENYEBABKAN MANUSIA MASUK NERAKA

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(Al-A’raaf 179)

Dalam surat Al-A’raaf ayat 179 ini Allah menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan manusia dan jin terjerumus masuk kedalam neraka jahanam, antara lain :
Mereka mempunyai hati namun tidak digunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah
Mereka mempunyai mata namun tidak dipergunakannya untuk melihat tanda kekuasaan Allah
Mereka mempunyai telinga namun tidak digunakannya untuk mendengarkan nasehat dan ayat-ayat Allah.

Keadaan mereka tersebut diatas bagaikan binatang ternak bahkan lebih sesat lagi dari itu,dan mereka termasuk kedalam kelompok orang yang lalai.


Hati yang sakit
Hati manusia ada yang sehat bercahaya menerangi kehidupan diri dan lingkungannya dan ada pula yang sakit dan gelap serta merongrong kehidupan diri dan lingkungannya. Hati yang sehat dipenuhi dengan rasa Iman, takwa, tawakkal, sabar, dan sangat cinta mendengarkan nasehat dan ayat Qur’an, membawa rahmat dan manfaat bagi diri dan lingkungannya.

Hati yang sakit dan gelap dipenuhi rasa takut, cemas,kecewa, dendam, benci, sombong, ria, suka dipuji, tamak, cinta dunia dan lain sebagainya. Orang yang ada penyakit dalam hatinya merasa benar sendiri, dan sulit menerima nasehat saran atau kritik dari orang lain. Mereka enggan untuk sujud dan tunduk pada Allah. Seluruh usaha dan kegiatannya hanya ditujukan untuk meraih kehidupan dunia, mereka mengabdi pada kepentingan syahwatnya. Mereka berusaha memuaskan kebutuhan syahwat dan nafsunya dengan berbagai cara, tidak peduli halal dan haram. Inilah orang yang telah ditutup hatinya oleh Allah dengan pernyataannya dalam surat Al Baqarah ayat 7 dan Jatsiyah ayat 23 :

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Al Baqarah 7)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
(Al Jatsiyah 23)
Peliharalah hati dari berbagai penyakit yang dapat membutakan hati dari menerima kebenaran. Hati yang dipenuhi penyakit hanya akan mendorong seseorang untuk mengerjakan perbuatan keji dan mungkar yang akan nmenjerumuskannya kedalam api neraka jahannam yang panas membakar.

Mata yang buta
Orang yang buta mata hatinya tidak mampu melihat tanda tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang banyak bertebaran dilangit dan bumi ini. Kalau diperhatikan sebenarnya pada penciptaan langit dan bumi serta tumbuh2an dan hewan yang terdapat didarat, laut maupun angkasa serta pada diri manusia sediri, terdapat tanda tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Namun sedikit sekali orang yang mampu melihat tanda kebesaran Allah tersebut, walaupun matanya sehat, tidak buta dan dapat melihat dengan jelas. Mereka hanya mampu melihat benda disekitarnya dengan jelas, namun tidak mampu melihat tanda kebesaran Allah yang ada pada benda tersebut. Kalau mereka mampu memanfaatkan matanya dengan benar mereka akan dapat melihat tanda kebesaran Allah pada sesuatu yang mereka lihat itu.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (Ali Imran 190)

Namun sayang sebagian besar manusia tidak mampu mengambil pelajaran dari berbagai kejadian yang mereka lihat dan alami. Berbagai kejadian yang mereka alami dan lihat berlalu begitu saja. Mereka menganggap itu sebagai hukum alam, suatu kejadian atau materi hadir dalam kehidupan mereka dari tiada menjadi ada, dan kembali menjadi tiada hanya karena suatu proses alami saja. Kita hidup, mati kemudian berlalu begitu saja , tidak ada lagi kehidupan sesudah mati, semua itu terjadi karena proses alam.

Fikiran, cita cita dan usaha mereka seluruhnya ditujukan hanya untuk kehidupan dunia. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tidak peduli halal dan haram. Mereka tidak paham kalau kehidupan ini ada yang memiliki dan mengaturnya,sikap ini menggiring mereka untuk maasuk kedalam api neraka jahannam yang panas membakar.

Telinga yang tuli
Sebagian manusia ada yang telinga batinnya tuli, mereka lebih tertarik mendengar musik, cerita gosip, berbagai berita dan kejadian didunia yang menarik hati. Mereka tidak tertarik untuk mendengar nasehat, kajian agama, ataupun ayat-ayat Qur’an. Mereka terlalu asyik dengan kehidupan dunia, enggan mendengar lantunan ayat Qur’an yang menasehati atau kajian tentang Iman, Tauhid, kebesaran Allah, kehidupan akhirat yang banyak diperdengarkan melalui media radio, televisi maupun ceramah umum. Mereka lebih suka mendengar suara musik, nyanyian, berita politik dan kejadian dari segala penjuru dunia.

Hati yang penuh penyakit, mata hati yang buta, telinga batin yang tuli menyebabkan mereka hidup bagai binatang ternak, yang tujuan hidupnya hanya untuk makan minum, tidur dan mendapatkan kesenangan dunia. Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk kehidupan dunia, mereka lalai dari mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat, itulah yang menyebabkan mereka terjerumus kedalam jurang neraka yang dalam. Bersihkan hati dari berbagai penyakit, latih mata dan telinga untuk memahami tanda kebesaran Allah dialam ini. Insya Allah selamat hidup didunia dan akhirat.

ORANG YANG PALING RUGI HIDUPNYA

103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” 104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. 105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. 106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Al Kahfi 103-106)

Dalam surat Al Kahfi 103-106 Allah menceritakan tentang orang yang paling rugi dalam kehidupannya. Mereka adalah orang yang sia-sia semua amal perbuatannya. Mereka menyangka telah banyak berbuat amal kebaikan padahal diakhirat nanti Allah tidak akan memberikan penilaian pada semua amal kebaikan yang telah mereka lakukan . Mereka akan dilemparkan kedalam neraka jahanam , dan semua amal kebaikan yang telah mereka kerjakan tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka.

Penyebab utama kondisi ini adalah karena mereka tidak beriman kepada Allah dan ayat ayat-Nya, serta mereka tidak percaya akan adanya kehidupan akhirat. Mereka menjadikan ayat ayat Allah dan rasulNya sebagai bahan ejekan dan olok olok. Iman pada Allah dan yakin akan adanya kehidupan akhirat merupakan syarat utama untuk diterima amalnya oleh Allah. Orang yang tidak beriman pada Allah dan kehidupan akhirat amalnya akan sia sia. Allah menegaskan kembali hal ini dalam surat Al Furqon ayat 23 dan surat an Nur ayat 39.

23. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan , lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Furqon 23)

39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya (An Nur 39).

Memperhatikan firman Allah diatas , bagaimanakah keadaannya umat manusia dewasa ini yang sebagian besar tidak ber-iman pada Allah dan rasulNya ?, mereka menyembah Tuhan yang lain selain Allah. Penduduk dunia dewasa ini hampir mencapai tujuh milyar, yang beragama Islam hanya sekitar 1,6 milyar. Banyak orang yang tidak percaya pada Allah, tidak menganut agama apapun (atheis), atau mereka menganut salah satu kepercayaan yang tidak menyembah Allah. Mereka banyak melakukan amal kebaikan yang bermanfaat bagi umat manusia, menolong dengan sesama, ikut mengentaskan kemiskinan, peduli dengan orang yang tertindas dan papa. Bagaimana keadaan meraka? Apakah mereka termasuk golongan orang yang rugi itu?. Ya mereka hanya mendapatkan manfaat duniawi dari amal perbuatan mereka, mereka mendapat sanjungan dan pujian dari berbagai pihak didunai ini. Mereka menjadi orang yang mulia dan terhormat didunia.

Diakhirat mereka tercengang dan heran, semua amal kebaikan mereka telah lenyap. Allah telah membalasi semua kebaikan mereka ketika hidup didunia, dengan kemulian, berbagai penghargaan dan penghormatan. Diakhirat mereka tidak mendapatkan apa apa selain api Neraka yang panas membakar. Semua amal kebaikan yang mereka kerjakan didunia hanya sia sia saja.

Allah mengingatkan dalam surat Ali Imran ayat 85, bahwa barang siapa mencari agama selain Islam tidak akan diterima amalnya:

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran 85)

Hanya Islam agama yang diridhoi Allah, namun demikian pada kenyataannya sebagaian besar manusia didunia ini lebih memilih agama dan Tuhan yang lain sebagai sembahannya. Bagaimana nasib mereka diakhirat kelak? Apakah mereka termasuk orang yang rugi sebagaimana disebutkan pada firman Allah diatas?

Hati hati terhadap paham yang mengatakan bahwa semua agama sama, semua menuju kepada Tuhan yang satu. Islam mengakui pluralitas agama , yaitu keberagaman aliran dan kepercayaan . Islam mengakui keberadaan agama lain selain Islam. Islam mengakui keberadaan pengikut agama Nasrani, Yahudi, Sabiin, Majusi , Budha, Hindu , Shinto , aliran kepercayaan, animisme dan lain sebagainya. Namun Islam menolak paham Pluralisme yang menganggap semua agama sama dan benar. Agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam. Siapa yang memilih selain Islam akan ditolak semua amal kebaikannya seperti yang disebutkan Allah dalam surat Al Kahfi ayat 103-106 diatas.
Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih apa yang mau disembah. Tidak ada paksaan dalam Islam untuk memeluk Islam dan menyembah Allah. Setiap orang bertanggung jawab atas pilihannya masing masing. Al-Qur’an para Rasul, Mubaligh , Ulama , Kyai dan Ustads telah menjelaskan mana agama yang haq mana yang bathil. Terserah pada masing masing orang untuk menentukan sikap. Orang yang memilih agama yang benar beruntunglah dia siapa memilih agama yang bathil maka celakalah dia .

Allah menjadikan Dinul Islam sebagai jalan keselamatan bagi orang yang mau menempuh jalan tersebut. Semua ritual dan amal ibadah dalam Islam adalah untuk kebajikan orang yang melakukannya. Allah tidak bertambah kaya dan mulia jika disembah dan ia tidak akan hina dan miskin jika tidak disembah. Allah membalasi orang yang patuh dan taat padaNya dengan Syurga dan kesejahteraan hidup didunia . Dan Dia membalasi orang yang durhaka serta berpaling dari menyembhaNya dengan Neraka jahannam dan kesengsaraan hidup didunia.

Mereka yang memilih agama yang lain dari Islam telah tertipu oleh kehidupan dunia mereka menyangka berada pada jalan yang benar. Mereka bangga dengan kehebatan dan berbagai kebaikan yang mereka perbuat. Mereka selalu mendapat penghormatan dan sanjungan dimana mana. Tidak dipungkiri bahwa pada kenyataannya dunia dewasa ini dikuasai oleh kekuatan non Muslim. Sebaliknya umat Islam digempur dengan berbagai fitnah, dituduh sebagai teroris, ditindas, bahkan negaranya dihancurkan. Itulah tipu daya dunia yang baik kelihatan buruk, yang buruk kelihatan baik. Orang yang tidak paham akan mudah tertipu oleh tipu daya syetan dan tipuan dunia.

Jangan kagum dan takjub atas kelebihan yang Allah berikan kepada orang yang tidak berIman kepada Allah dan kehidupan akhirat. Itu hanya kesenangan sementara didunia, dan di akhirat mereka akan dibenamkan didalam neraka jahanam . Kehidupan akhirat jauh lebih baik bagi orang yang beriman kepada Allahdan Rasul-Nya. Allah mengingatkan ini dalam surat Thaha ayat 131.

131. Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (Thaha 131)

Islam adalah jalan untuk mendapatkan keselamatan hidup didunia maupun akhirat. Orang yang sombong dan bangga dengan kekuatan, kekayaan dan kemakmuran yang dimilikinya dan tidak mau tunduk pada Allah, bahkan ia menyembah tuhan yang lain selain Allah, baru menyadari kekeliruannya jika nyawa sudah berpisah dari badan. Mereka akan menyeru memohon pada Allah agar dihidupkan kembali , meraka akan berbuat amal kebaikan berbeda dengan yang selama ini mereka lakukan. Namun seruan dan teriakan mereka hanya sia sia belaka….semua sudah terlambat. Allah mengingatkan ini dalam surat Al Mukminun ayat 99-100

99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) , 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)


SHOLAT SEBAGAI SOLUSI BERBAGAI MASALAH

Setiap saat manusia selalu dihadang berbagai masalah dalam hidupnya. Selesai satu masalah sudah menunggu masalah berikutnya. Banyak orang yang bingung, tertekan, stress, depresi dan menemui jalan buntu dalam menyelesaikan berbagai masalah tersebut. Mereka jadi putus asa , diantaranya ada yang mengakhiri hidupnya dengan melakukan tindakan bunuh diri.

Shalat yang benar dan khusuk adalah cara paling jitu untuk mengatasi berbagai masalah yang datang menghadang dalam hidup ini. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 45 dan 153 :

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah 45)

153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah 153)

Rasululllah jika ditimpa masalah yang sulit juga selalu memohon pertolongan pada Allah dengan mengerjakan shalat , sebagaimana diriwayatkan dari Huzaifah ra , ia berkata:”Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan maka beliau selalu mengerjakan shalat (Ahmad, Abu Dawud-Durul Mantsur).

Apakah anda saat ini sedang dirudung berbagai kesulitan?. Hutang menumpuk, belum mendapatkan pekerjaan, belum mendapat jodoh, bisnis selalu gagal, karir macet, terancam PHK, rumah tangga kalut dan kacau, didera berbagai penyakit dan lain sebagainya. Anda selalu bertanya , mengapa semua ini terjadi pada diri anda. Allah mengingatkan bahwa apa saja bencana dan musibah yang menimpa adalah karena ulah perbuatan tangan anda sendiri. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Asy Syuura ayat 30.

30. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu (Asy Syuura 30)

Anda ingin keluar dari semua kesulitan tersebut? Lakukanlah introspeksi diri, bertaubatlah pada-Nya atas segala kesalahan dan kekeliruan yang pernah anda lakukan. Periksalah sholat anda , apakah anda sudah melakukan shalat dengan khusuk dan benar. Dengan melakukan perubahan dan perbaikan Allah akan merubah semua kehidupan anda dari keadaan terpuruk menjadi aman sejahtera , dan selalu hidup berkecukupan. Allah menegaskan hal tersebut dalam surat Huud ayat 3.

3. dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Huud 3)

Setelah bertaubat padaNya periksalah shalat anda, sudahkah anda shalat dengan khusuk dan benar. Perhatikan shalat yang anda lakukan setiap hari
Apakah anda shalat hanya sekadar memenuhi kewajiban?
Apakah shalat terasa sebagai beban yang memberatkan?
Apakah anda shalat dengan malas ?
Apakah anda sering meninggalkan shalat wajib?
Apakah anda tidak mengerti bacaan yang anda baca dalam shalat?
Apakah fikiran anda melayang tak tentu arah ketika mengerjakan shalat?
Apakah anda mengerjakan shalat dengan tergesa gesa dan ingin cepat selesai ?

Bagaimana jawaban anda , berapa banyak anda menjawab dengan “ya”. Semakin banyak anda menjawab dengan”ya” itulah salah satu penyebab kesulitan anda. Coba pula jawab pertanyaan berikut ini :
Apakah anda merasa shalat sebagai suatu kebutuhan hidup?
Apakah anda mengerjakan shalat dengan senang dan penuh kegairahan?
Apakah anda sering mengerjakan shalat sunah disamping shalat wajib?
Apakah anda sering mengerjakan shalat tahajud atau dhuha?
Apakah jika menghadapi masalah yang sulit anda mengerjakan shalat khusus untuk mengatasi masalah yang anda hadapi?
Apakah anda mengerti setiap kalimat/bacaan yang anda ucapkan dalam shalat ?
Apakah fikiran anda fokus pada apa yang anda ucapkan/baca dalam shalat?
Apakah anda merasa sedang berdialogh dengan Allah ketika melakukan shalat?
Apakah anda merasa mesra dan sangat dekat dengan Allah ketika shalat?
Apakah anda senang berlama lama dalam shalat sunah?

Bagaimana jawaban anda , berapa banyak anda menjawab “ya”. Semakin banyak anda menjawab dengan “ya” , semakin mudah anda mengatasi berbagai masalah hidup, dan semakin jauh kesulitan hidup dari diri anda.

Jika anda ingin memperbaiki mutu hidup, perbaikilah mutu shalat anda. Allah menjamin kesejahteraan dan kemenangan bagi orang yang khusuk dalam shalatnya sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 1-2:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya (Al Mukminun 1-2)

Kondisi kehidupan anda merupakan refleksi dari kondisi shalat anda. Jika shalat anda beres pasti hidup anda beres pula. Jika shalat anda kacau maka kehidupan andapun akan kacau pula. Diakhiratpun kelak yang pertama dihisab adalah shalat sebagaimana disebutkan dalam salah satu Hadist:

”Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi “. (HR. An-Nasaa’i dan Tirmidzi
Jika saat ini hidup anda selalu dirongrong berbagai masalah, hidup terasa sempit, sulit, hutang menumpuk, bisnis selalu merugi, karir mandek, terancam PHK, rumah tangga kalut, perasaan selalu tertekan, stress berkepanjangan, periksalah shalat anda. Orang yang shalatnya benar dan khusuk tidak akan mengalami hal seperti itu. Orang yang shalatnya benar dan khusuk selalu hidup bekecukupan dan dilapangkan rezekinya, hidup aman sejahtera dalam naungan dan pertolongan Allah. Berbagai masalah yang datang selalu bisa diatasi dengan cepat dan mudah. Jika terjadi bencana atau musibah selalu mendapat pertolongan dan jalan keluar dari tempat yang tidak pernah diduga. Semua itu dijamin oleh Allah. Anda bisa lihat dalam kehidupan sehari hari bukti nyata dari semua itu.

Anda tidak perlu mendatangi paranormal,dukun atau tempat pesugihan untuk mengatasi problem yang membelit anda . Walaupun diantaranya ada yang berhasil , semua itu adalah tipu daya syetan untuk menyesatkan anda. Syetan menjanjikan kesenangan dan kesuksesan semu, yang pada akhirnya anda akan terjebak pada perbuatan musyrik mempersekutukan Allah. Janji Allah benar dan pasti dipenuhi. Shalat merupakan solusi jitu bagi berbagai masalah yang anda hadapi.

Segera perbaiki mutu hidup anda dengan memperbaiki mutu shalat. Jangan biarkan diri dan keluarga anda hidup terus menerus dalam kesulitan, penderitaan, kebingungan dan kekalutan yang berkepanjangan. Orang yang khusuk dalam shalatnya , segera bisa mengatasi berbagai masalah yang datang dengan baik. Allah akan memberi jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi, dan menolongnya dengan pertolongan yang dahsyat.



ORANG YANG DISESATKAN SYETAN

Syetan adalah balatentara Iblis yang ditugaskan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Balatentara Iblis ini terdiri atas syetan dari golongan manusia dan syetan dari golongan Jin, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Al An aam 112

112- Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Al An Aam 112)

Syetan dari golongan manusia
Syetan dari golongan manusia bisa dilihat dengan kasat mata , karena dia adalah manusia yang sudah dipengaruhi oleh Iblis . Hidupnya hanya ditujukan pada kehidupan dunia mengabdi pada kepentingan syahwat dan memperturutkan hawa nafsu duniawi. Syetan dari golongan manusia ini banyak menimbulkan bencana dan kerusakan dimuka bumi ia aktif dan bergerak dibidang politik, ekonomi , pemerintahan, lingkungan hidup serta menimbulkan bencana dimana mana. Syetan dari golongan manusia ini karena berujud fisik harus dihadapi pula secara fisik. Dia bisa berujud sebagai seorang pejabat, pengusaha, politikus, pedagang, guru, profesor, teknisi , dokter dan lain sebagainya.

Dalam pergaulan sehari hari kita bisa menemui syetan dari golongan manusia ini dengan mudah, Ia dapat kita kenali dari ciri cirinya antara lain
Seluruh usaha dan kegiatannya hanya untuk mendapatkan harta dan kesenangan duniawi, tidak peduli halal dan haram untuk mendapatkannya
Mengukur keberhasilan dan sukses hanya dari ukuran duniawi
Tidak percaya pada Allah dan kehidupan akhirat
Menyebarkan perbuatan maksiat, judi, narkoba, perzinahan untuk mendapatkan kesenangan duniawi
Membenci dan berusaha menghalangi kegiataan keagamaan karena dianggap merintangi kegiatan dan usahanya
Melakukan pemujaaan terhadap syetan, berhala dan thoghut untuk mendapatkan harta , pangkat , kekuasaan dan lain sebagainya.

Syetan dari golongan Jin
Syetan dari golongan Jin tidak bisa dilihat dengan kasat mata , ia menghasut dan membujuk manusia untuk melakukan perbuatan maksiat dan durhaka pada Allah. Ia mendorong manusia untuk memperturutkan hawa nafsu, mencintai kehidupan dunia, melupakan Allah dan kehidupan akhirat, menjauhkan manusia dari dzikrullah dan kegiatan ibadah, menyuruh manusia menumpuk harta dan berlaku kikir. Syetan dari golongan Jin ini menjadikan manusia panjang angan angan dan menjanjikan berbagai kesenangan kepada orang yang mau mengikutinya . Syetan dari golongan Jin karena merupakan mahluk ruh tidak bisa dihadapi secara fisik. Ia harus dihadapi dengan tausiah, dakwah, kegiatan dzikrullah , membaca dan mentadabburi Qur’an , memperbanyak ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah, serta mohon perlindungan Allah dari godaan syetan yang terkutuk ini. Allah mengingatkan dalam surat Fushilat ayat 36:

36- Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fushilat 36)

Orang yang jauh dari tuntunan Qur’an , enggan melaksanakan ibadah dan mengingat Allah, malas mendatangi tausiah dan pengajian, membangkang dan tidak mau patuh pada Allah dan RasulNya , sangat mudah ditipu dan diperdayakan syetan dari golongan Jin. Mereka menyangka berada pada jalan yang benar dan tidak menyadari bahwa syetan telah menyesatkan mereka dari jalan Allah yang lurus, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Az Zukhruf 36-37

36- Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. 37- Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (Az Zukhruf 36-37)

Orang yang telah disesatkan syetan itu menyangka bahwa ia berada pada jalan yang benar, padahal syetan yang mendampinginya sudah menjerumuskannya pada jalan yang sesat dan ia tidak menyadari hal itu.

Perjanjian dengan syetan
Diantara manusia ada yang mengadakan perjanjian dengan syetan dari golongan Jin untuk memenuhi ambisinya dibidang politik, bisnis, kebutuhan syahwat dan lain sebagainya. Mereka rela mengorbankan keluarga dan dirinya demi memenuhi ambisi pribadi yang yang telah menutup mata hati dan fikiran sehatnya. Mereka mendatangi tempat pemujaan mengadakan perjanjian dengan Jin penguasa tempat pemujaan tersebut untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka.

Syetan Jin yang menguasai tempat pemujaan itu bersedia membantu orang yang bersangkutan asal mereka mau memenuhi persyaratan yang diajukan, antara lain mengorbankan orang yang dicintai seperti anak, istri, anggota keluarga dan lain sebagainya sebagai tumbal. Jika ia tidak bisa memenuhi perjanjian maka ia sendiri yang dijadikan tumbalnya. Orang yang sudah gelap mata tidak peduli dengan syarat itu, ia mau menerimanya asal keinginannya terpenuhi.

Orang yang kurang kuat imannya dan tidak tahan menghadapi ujian hidup , cenderung mengambil jalan pintas dengan mengadakan perjanjian dengan Syetan Jin yang menguasai tempat pesugihan tersebut untuk mendapatkan kekayaan. Mereka tidak peduli dengan peringatan saudara atau teman yang menasehati, mereka juga tidak menghiraukan peringatan kuncen penjaga pesugihan tentang resiko besar yang menghadang mereka.

Bisikan syetan pada manusia
Syetan menimbulkan panjang angan angan dan membisikan perbuatan maksiat serta menjanjikan berbagai kenikmatan dan kesenangan palsu pada manusia yang mau mengikuti bisikannya. Orang yang jauh dari tuntunan agama sangat mudah terbius bujukan syetan ini. Syetan menjajikan kenikmatan sementara, kesenangan palsu yang ujungnya hanya menimbulkan penyesalan dan kesengsaraan bagi orang yang mengikutinya.

Banyak kita saksikan orang yang terjebak perjudian, perzinahan, narkoba , baru menyadari kekeliruaannya setelah merasakan akibat yang merusak pada dirinya, namun mereka tidak bisa melepaskan diri diri kebiasaan buruk tersebut. Seorang artis tenar terpaksa berurusan dengan yang berwajib akhirnya masuk bui karena menyimpan dan mengkonsumsi narkoba. Seorang artis atau pejabat terkenal menjadi hancur karir dan masa depannya karena terlibat kasus zinah atau perselingkuhan. Seorang pejabat pemerintahan terpaksa meringkuk dalam penjara dan jeruji besi karena terlibat kasus korupsi. Itu baru kesengsaraan yang mereka terima didunia akibat mengikuti bujuk rayu syetan, kesengsaraan akhirat jauh lebih dahsyat dari itu.

Bagi orang yang mengalami kesengsaraan duniawi akibat mengikuti bujukan syetan kemudian menyadarinya, tentu masih ada jalan dan kesempatan untuk membebaskan diri dari sangsi akhirat yang lebih berat kelak, asal mereka mau bertaubat dan memperbaiki tingkah lakunya itu. Allah maha pengampun dan maha menerima taubat, asalkan mereka betul betul menyesali kekeliruannya dan mengadakan perbaikan dengan memperbanyak ibadah dan amal soleh. Bagi mereka yang tidak mau bertaubat dan tidak menyesali kekeliruannya serta tidak berusaha memperbaiki diri, tentu kelak akan menghadapi sangsi yang berat diakhirat .

Allah mengingatkan agar kita jangan tertipu dan terpedaya oleh bujuk rayu syetan yang menganjurkan melakukan perbuatan maksiat dan melawan hukum sebagaimana disebutkan dalam surat An Nur ayat 21

21- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( An Nur 21)

Syetan hanya mengajak dan menganjurkan manusia untuk melakukan perbuatan keji dan munkar yang pada awalnya memang dirasakan nikmat, namun pada akhirnya akan membawa kehancuran hidup didunia maupun akhirat.

Mengambil jalan pintas
Allah pasti memberikan cobaan pada manusia dengan kesulitan dan kesenangan. Orang yang beriman ketika ditimpa kesulitan akan bersabar dan mohon pertolongan pada Allah, Jika mendapat kebahagiaan dan kenikmatan bersyukur dan berusaha membagikan kenikmatan itu pada orang lain. Orang yang tidak beriman jika ditimpa kesulitan jadi putus asa dan berkeluh kesah, jika mendapat kebahagian dan kenikmatan jadi sombong dan kikir tidak mau berbagi kenikmatan dengan orang lain.

Orang yang kurang teguh imannya dan tidak yakin akan datangnya pertolongan Allah, cenderung mengikuti bujukan syetan untuk mengambil jalan pintas dalam mengatasi berbagai kesulitan dan masalah yang dihadapi. Diantaranya ada yang mendatangi pesugihan mengadakan perjanjian dengan syetan untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan merampok, mencuri, menipu, mengurangi timbangan dan lain sebagainya , yang pada akhirnya terpaksa berurusan dengan aparat hukum. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan aksi bunuh diri terjun dari gedung bertingkat atau menabrakan diri pada kendaraan yang melintas.

Orang yang bebas dari pengaruh syetan
Orang yang istiqomah yakin pada Allah dan kehidupan akhirat, selalu bertawakkal dan ikhlas dengan berbagai ketetapan Allah padanya tidak bisa dipengaruhi oleh syetan dari golongan Jin. Allah memberi jaminan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal ini sebagai disebutkan dalam surat al Israak ayat 65 dan an Nahl 99

65- Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, Kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (Al Israak 65)

99- Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. (An Nahl 99)


Iblis sebagai panglima tertinggi bala tentara syetan didunia ini juga mengakui bahwa ia tidak mampu menyesatkan hamba Allah yang ikhlas sebagai disebutkan dalam surat Shod ayat 82

82- Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, 83- kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (Shod 82-83)

Hanya orang yang ikhlas, istiqomah dan berpegang teguh pada tali Allah yang bebas dari pengaruh bujuk rayu syetan yang menyesatkan. Syetan dari golongan Jin dan manusia tidak dapat mengalahkan orang yang beriman dan bertawakkal pada Allah. Karena mereka mendapat jaminan dan perlindungan dari Allah dengan tentara Malaikat yang ada dilangit dan bumi, sebagaimana disebutkan dalam surat Fushilat ayat 30

30- Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” 31- Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta..(Fushilat 30-31)















PESONA DUNIA YANG MEMBINASAKAN

Dikisahkan pada suatu ketika nabi Isa mengembara dibumi dengan ditemani oleh seorang Yahudi . Ia membawa dua potong roti sedang nabi Isa hanya membawa sepotong roti. Nabi Isa bertanya pada orang Yahudi itu:”Apakah engkau akan mengajakku makan bersama?”. Orang Yahudi itu menjawab:”Tentu”. Namun ketika ia mengetahui bahwa nabi Isa hanya membawa sepotong roti, ia menyesal. Ketika nabi Isa pergi untuk menunaikan shalat, orang Yahudi itu segera memakan sepotong roti yang ada padanya. Setelah nabi Isa selesai mengerjakan shalat, mereka berdua mengeluarkan makanannya. Nabi Isa bertanya:” Mana roti yang sepotong lagi?”. Orang Yahudi itu menjawab: “Aku hanya membawa sepotong roti”. Lalu nabi Isa makan satu roti dan orang Yahudi itu satu roti pula. Setelah itu mereka berdua melanjutkan perjalanannya.

Setelah lama berjalan, pada suatu sore merekapun sampai pada sebuah pohon yang rindang. Nabi Isa mengajak Yahudi itu untuk beristirahat dan bermalam dibawah pohon itu. Mereka bermalam dibawah pohon itu hingga datang pagi hari. Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu melanjutkan perjalalanan hingga bertemu dengan seorang yang buta. Nabi Isa bertanya pada orang buta itu: “Jika aku mengobatimu hingga Allah mengembalikan penglihatanmu, apakah engkau akan bersyukur pada-Nya?”. Orang buta itu menjawab: “Tentu saja”. Lalu nabi Isa mengusap mata orang buta itu seraya berdo’a kepada Allah,seketika itu juga ia dapat melihat kembali. Kemudian nabi Isa bertanya pada orang Yahudi yang bersamanya: “Demi Allah yang membuat engkau melihat orang buta dapat melihat kembali, dimanakah roti yang sepotong lagi?”. Yahudi itu menjawab:” Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti”. Nabi Isa hanya diam mendengar jawaban Yahudi itu.

Mereka berdua kemudian meneruskan perjalanan hingga lewat pada sekawanan rusa yang sedang merumput. Nabi Isa kemudian memanggil salah seekor rusa itu dan menyembelihnya. Mereka kemudian makan sebagian dagingnya. Setelah itu nabi Isa berkata pada rusa yang telah mati dan sudah tidak utuh itu: “Bangunlah, dengan izin dan kehendak Allah”. Rusa itupun bangun dengan keadaan utuh seperti semula. Melihat keajaiban itu, orang yahudi itu berkata:”Maha suci Allah”. Nabi Isa kemudian bertanya:” Demi Allah yang telah memperlihatkan kekuasaan-Nya padamu, siapakah yang telah memakan roti yang ketiga?”. Yahudi itu menjawab :”Demi Allah, yang ada padaku hanya sepotong roti”. Nabi Isapun diam.

Tanpa mengulang pertanyaannya,nabi Isa mengajak Yahudi itu melanjutkan perjalanannya, hingga sampai pada sebuah sungai yang lebar. Lalu Nabi Isa menuntun tangan Yahudi itu berjalan diatas air menyeberangi sungai tersebut. Sampai diseberang orang yahudi itu berkata : “Maha suci Allah”. Nabi Isa kemudian bertanya: “Demi Allah yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya padamu, dimanakah roti yang ketiga?”. Orang Yahudi itu menjawab: “Demi Allah yang ada padaku hanya satu potong roti”.

Tanpa mengulang pertanyaannya, nabi Isapun mengajak Yahudi itu untuk melanjutkan perjalanan, hingga sampailah mereka pada suatu perkampungan yang telah hancur. Disana mereka menemukan tiga bongkah emas yang besar, lalu nabi Isa berkata:” Satu bongkah untukku, yang satu bongkah untukmu dan satu bongkah lagi untuk orang yang mengambil roti ketiga”. Yahudi itu berkata:”Akulah yang mengambil roti ketiga itu, aku telah memakannya saat engkau sedang shalat”. Nabi Isa berkata:”Jika demikian ambillah semua emas ini untukmu, dan tiba saatnya bagi kita untuk berpisah”. Kemudian Nabi Isa melanjutkan perjalananya meninggalkan Yahudi itu sibuk dengan bongkahan emas tersebut.

Sementara orang Yahudi tersebut terpaksa tinggal dikampung itu karena tidak menemukan apa apa untuk mengakut bongkahan emas tersebut. Tidak lama kemudian lewatlah tiga orang yang juga tertarik dengan emas tersebut, mereka membunuh Yahudi tersebut untuk menguasai bongkahan emas itu. Sekarang bongkahan emas itu dikuasai oleh ketiga orang tersebut. Dua dari tiga orang itu berkata kepada temannya yang satu: “Pergilah engkau mencari makanan untuk kita bertiga”. Iapun pergi mencari makanan. Sementara itu dua orang yang tinggal merencanakan untuk membunuh temannya itu jika ia kembali, kemudian emas itu dibagi antara mereka berdua.

Dalam perjalanan orang yang ditugasi mencari makanan juga membuat rencana busuk. Makanan yang dibawanya akan diberi racun agar kedua temannya itu mati, sehingga ia dapat menguasai emas itu seorang diri. Ketika ia kembali dengan membawa makanan yang telah diberi racun, ia segera dibunuh, lalu mereka berdua segera menyantap makanan itu. Tidak lama kemudian mereka berdua juga mati didekat emas itu. Ketika nabi Isa kembali lewat ditempat itu ia melihat keempat orang tersebut dalam keadaan tidak bernyawa didekat tumpukan emas itu. Ia berkata:”Demikianlah pesona dunia berbuat terhadap penghuninya, maka berhati hatilah”.

Pelajaran yang dapat diambil

Pesona kehidupan dunia dapat membuat manusia silap dan lupa diri. Sifat tamak dan rakus menyebabkan ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dunia. Berbagai bencana yang terjadi didunia ini sebagian besar diakibatkan oleh sifat rakus dan tamak dari segelintir orang. Mereka tidak segan mengorbankan nyawa dan kepentingan orang lain untuk keuntungan dirinya. Bahkan tanpa disadari kadangkala ketamakan tersebut justru mencelakakan diri mereka sendiri, seperti yang dialami oleh para koruptor, pencuri ataupun perampok, mereka harus mendekam dalam penjara akibat ulah mereka sendiri.

96- Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Al Baqarah 96)

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Al Fajr 20)

Sifat rakus, tamak dan cinta dunia secara berlebihan dapat membuat seseorang lupa pada kehidupan akhirat. Karena itu bersihkanlah diri dari sifat rakus dan tamak tersebut. Insya Allah selamat hidup didunia dan akhirat.










Gempa Dan Tasbih Bumi

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Al-Isra’ : 44)

Gempa berkekuatan 7.6 SR kembali mengguncang bumi Indonesia. Kali ini Sumatera Barat, “mendapat giliran.” Sebelumnya Tasik Malaya dan sekitarnya (Jawa Barat) juga bergoyang digoncang gempa dengan kekuatan 7,3 SR. Tentu gempa di ranah Minang bukan yang terakhir. Setelahnya akan ada gempa-gempa lainnya yang akan menyusul. Entah di mana. Sayangnya, sampai hari ini ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi kapan dan di mana terjadinya gempa yang “baru”. Suka atau tidak suka, kita menunggu giliran saja. Kita sepertinya tidak memiliki pilihan lain. Kita terlahir sebagai anak Indonesia yang wilayahnya rawan gempa. Satu sisi kita bersyukur. Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Namun pada sisi lain, kita harus bersabar, mana kala gempa memporak-porandakan apa yang kita miliki.

Tanpa bermaksud menafikan apa lagi menolak analisis ilmiah yang mengatakan gempa adalah gejala atau fenomena alam “biasa”. Gempa dapat terjadi kapan dan di mana saja. Terlebih-terlebih Indonesia yang disebut-sebut sebagai tempat pertemuan empat lempeng dunia. Namun tetap saja, kita memerlukan cara pandang baru. Analisis yang mencerahkan dan lebih menenteramkan.

Di samping analisis ilmiah yang tetap diperlukan, sejatinya kita juga harus melihat gempa dari sudut pandang yang berbeda. Kita memerlukan pendekatan teologis-spiritualistik. Pendekatan ini menurut saya akan membuat kita lebih siap secara spiritual dalam menerima akibat gempa. Saya tidak mengatakan, gempa adalah takdir Allah yang harus diterima. Jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersikpa terhadap alam. Gempa membuat kita tersadar bahwasanya, selain manusia, langit dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya juga makhluk Allah yang memiliki hukum dan kehidupannya sendiri. Manusia bukanlah makhluk tunggal di muka bumi ini. Manusia bersama “jenis makhluk dan benda lainnya” juga memiliki hak yang sama untuk dapat hidup dan tentu saja mengikuti sunnatullah yang telah ditetapkan Allah SWT. Kendatipun alam dengan segala isinya sangat mungkin ditundukkan (taskhir) oleh manusia –tentu saja dengan ilmu pengetahuan- namun tidak berarti alam harus tunduk kepada manusia. Alam tetap tunduk dan pasrah (islam) kepada Allah. Apa bila alam dapat ditundukkan manusia itu adalah dalam rangka memudahkan kehidupan dan “mensubsidi” kebutuhan manusia.

Alam dengan isinya sesungguhnya memiliki kehidupannya sendiri. Harus disadari, kita dan alam memiliki hak yang sama untuk mengabdi kepada Allah, tentu saja dengan caranya masing-masing. Sejatinya, sesama makhluk Allah, kita harus dapat mengharmonisasikan kehidupan kita dengan kehidupan alam. Apabila kita tidak memiliki kemampuan dalam mengharmonisasikan kehidupan kita dengan alam, yang terjadi adalah disharmonisasi, ketegangan, benturan dan saling menghancurkan.

Dalam konteks artikel ini, salah satu yang perlu kita perhatikan adalah apa yang disebut Al-Qur’an dengan “tasbih bumi”. Ayat yang dikutip diawal tulisan ini cukup untuk menjadi dalil bahwa bumi (juga makhluk Allah lainnya) bertasbih kepada Allah. mereka menjauhkan Allah dari sifat-sifat yang tak pantas dipikulnya. Mereka sucikan Allah dengan cara yang sama sekali tidak diketahui manusia.

Dari sudut bahasa, tasbih berasal dari kata sabbaha-yusabbihu-tasbihan. Di dalam kamus, arti dasar dari tasbih (al-sabh) adalah menjauh dari tempat asal. Al-sabh atau as-sibahah juga diterjemahkan dengan berenang. Ada juga yang langsung menterjemahkan tasbih dengan mensucikan Allah. Al-Sabh bisa juga berarti kosong, hampa. Agaknya kata tasbih memiliki kedekatan arti dengan tanzih dan taqdis (quddus).

Dari arti inilah tasbih diartikan sebagai upaya menjauhkan Allah dari sifat-sifat yang tidak pantas baginya. Orang yang bertasbih adalah orang yang mensucikan Allah dari segala macam sifat dan perbuatan yang tidak layak dilekatkan kepada Allah. Kata subhana Allah yang sering kita lafalkan setiap kali selesai shalat berarti maha suci Allah.

Seorang ilmuwan muslim yang bernama Zaghlul An-Najjar menulis buku yang berjudul, Shuarun min Tasbih al-Kainaat Lillah. Buku ini terbit di Mesir pada tahun 2003. Pada tahun 2008, penerbit Al-Kautsar menterjemahkan buku tersebut dengan judul, Ketika Alam Bertasbih.

Adalah menarik ketika An-Najjar mengatakan, “Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap langit dan bumi di dunia dapat merasa, berbicara, menangis dan merasa sakit dan pedih. Ketika hari kiamat terjadi, masing-masing akan membeberkan dan menceritakan semua itu. Tentang masalah ini, Allah SWt berfirman sebagai komentar terhadap perbuatan maksiat yang dilakukan oleh Fir’aun dan kaumnya, “maka langit dan bumi tidak akan menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh. (Zaghlul An-Najjar: hal. 129).
Ada riwayat dari Nabi yang menjelaskan makna surah Al-Zalzalah ayat 3 yang mengatakan, Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Lalu beliau bertanya, tahukah kalian apa beritanya ? “ mereka menjawab, “Allah dan Rasulnya yang lebih tahu.” Beliau berkata, “Sesungguhnya beritanya bahwa ia (bumi) bersaksi atas setiap hamba atau umat yang berada di atasnya. Ia berkata, Ia melakukan ini pada hari ini, begini dan begitu…seterusnya. Inilah beritanya, (HR. At-Tirmizi hadis 2429 dan 353).

Adalah keliru jika kita menganggap bumi sebagai benda mati yang sama sekali tidak memberi respon dan reaksi terhadap apa yang dilakukan manusia di muka bumi ini. Jelas bahwa bumi tempat kita berpijak selalu bertasbih dan bertahmid kepada Allah.

Bumi selalu mensucikan Allah dan memujinya dengan cara yang tidak pernah kita ketahui. Bisa dibayangkan jika manusia yang hidup di atas muka bumi ini tidak bertasbih kepada Allah. Betapa tersiksanya bumi menampung manusia-manusia kufur yang melupakan Allah.

Jangan-jangan bumi merasa berat dan menanggung beban yang tak tertahankan karena diinjak manusia-manusia kotor. Jangan-jangan, gempa adalah reaksi bumi. Bumi marah kepada manusia yang tidak pernah tersadar, kufur dan ingkar kepada Allah SWT.

Adalah menarik jika kita merenungkan firman Allah pada surah Al-Zilzalah ayat 1-3 sebagai berikut,

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat).(1). dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (2). Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, (3).

Ayat ini dipahami ulama tafsir sebagai informasi tentang dahsyatnya kiamat. Saya berpikir, jika ayat ini sekedar berita tentang kiamat, lalu apa manfaatnya buat kita di dunia ini. Bukankah banyak ayat lain yang berbicara tentang kiamat. Adalah lebih penting bagi saya untuk mengkontekstualisasikan ayat ini dengan kondisi kekinian kita.

Ada yang menarik di dalam Tafsir Depag yang terbaru. Ketika menafsirkan ayat ini dijelaskan bahwa letusan gunung Krakatau pada tahun 1883, gempa dan tsunami di Aceh 2004, Lumpur panas di Sidoarjo untuk sekedar menyebut contoh- adalah penjelasan bagaimana bumi digoncangkan. Lalu bayangkan pula bagaimana ketika kiamat terjadi, tentu lah lebih dahsyat lagi.

Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan bumi bergoncang ? Jawabnya, karena bumi saat ini merasakan beban yang terlalu berat seakan ia tak lagi mampu memikulnya.

Bumi tak kuasa menampung beban berupa dosa-dosa manusia yang tak pernah sadar melakukan maksiat di atas bumi yang selalu bertasbih kepada Allah. Bagaimana mungkin kita mempertontonkan kemaksiatan dan kejahatan kita di atas bumi yang selalu bertasbih kepada Allah.

bagaimana mungkin kita tidak merasa bersalah ketika melakukan kemaksiatan di bawah naungan langit yang juga tidak pernah absent bertasbih kepada Allah ?
Sejatinya manusia harus mengharmonisasikan kehidupannya dengan bumi. Jika manusia bertasbih, menundukkan dirinya kepada Allah, dan semesta juga bertasbih, bisa dibayangkan kehidupan kita di alam ini. Semuanya berjalan damai, aman dan sejahtera. Bukanlah Allah pernah berfirman, “Allah tidak akan menghancurkan suatu negeri dengan kezaliman, padahal penduduknya (ahluha) orang-orang saleh. (Periksa Surah Hud).

Tidak cukupkah peringatan yang diberikan Allah kepada kita ? Kapankah kita akan sadar bahwa hidup kita saat ini telah keluar dari sunnatullah? Hidup kita tidak lagi harmonis denga kehidupan semesta.! Jika kita tak juga sadar, bersiaplah menunggu giliran ? Wallahu a’lam.














BULAN PERNAH TERBELAH ?

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.
(Al Qomar 1)

Dalam Hadist Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiys, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Untuk membuktikan kenabiannya mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “ Ya Muhammad seandainya engkau benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan itu menjadi dua.”

Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!, ya Muhammad engkau benar benar telah menyihir kami ” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa sihir, bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
Ketika ada romboingan kafilah yang baru pulang dari perjalanan orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti rombongan kafilah tersebut. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

Mendengar penjelasan kafilah itu maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya tetap kafir (ingkar). Sehubungan dengan itu , Allah menurunkan firmannya yng tertulis dalam surat Al Qomar :

1- Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. 2- Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.3- Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya………(sampai akhir surat)

Menurut catatan sebuah naskah lama yang tersimpan di Kantor Perpustakaan India , London dengan nomor: Arabic, 2807, 152-173. Yang dikutip di buku “Muhammad Rasulullah” oleh M. Hamidullah , diceritakan bahwa seorang Raja India dari Malabar Cakrawati Farmas juga telah menyaksikan peristiwa terbelahnya bulan tersebut . Chakrawati bingung dengan fenomena bulan terbelah yang disaksikannya. Akhirnya sekumpulan pedagang muslim yang ingin berdagang ke China yang singgah di Malabar menjelaskan kepada Raja Chakrawati bahwa peristiwa terbelahnya bulan itu adalah Mu’jizat dari seorang Rasul di Mekah yang bernama Muhammad . Mendengar kisah ajaib ini, raja Malabar ini terus menitahkan anakanda baginda menggantikan dirinya untuk menjadi raja di Malabar. Bagindapun bersiap untuk menuju ke Mekah demi untuk menemui Rasulullah Muhammad S.A.W.

Manuskrip ini menceritakan bahwa raja ini akhirnya berhasil menemui Rasulullah dan selanjutnya memeluk Islam. Setelah mempelajari seluk-beluk agama suci ini, baginda bertolak kembali ke Malabar untuk menyampaikan Islam kepada rakyat Malabar. Namun takdir Allah menetapkan lain , baginda wafat dalam perjalanan pulang di satu tempat bernama Zafar didaerah Yaman. Peristiwa pengislaman Raja Chakrawati ini telah membuka lembaran baru kepada pengislaman rakyat India di Malabar.

Peristiwa terbelahnya bulan ini adalah salah satu dari mu’jizat Nabi Muhammad saw yang diperlihatkan kepada kaum Musyrikin Qurais di Mekah ketika itu. Mereka yang menyaksikan peristiwa itu ada yang terbuka hatinya menyaksikan kebesaran Allah, kemudian ber-Iman ,termasuk Cakrawati Farmas Raja Malabar di India yang menyaksikan peristiwa itu dari tempat yang sangat jauh dari Mekah , namun tidak sedikit pula yang tertutup hatinya dan menuding itu adalah perbuatan sihir dari Nabi Muhammad.

Temuan NASA bulan pernah terbelah ??

Di Internet beredar foto dari NASA yang memperlihatkan permukaan bulan seperti pernah terbelah, benar atau tidaknya hal tersebut tentunya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Berikut keterangan dari 3 atariksawan NASA Thomas P. Stafford Commander, John W. Young Command Module Pilot. Eugene A. Cernan Lunar Module Pilot meluncur ke bulan untuk mempotret keaadan bulan Tapi dia kaget melihat permukaan bulan yang terlihat seperti pernah terbelah sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
berikut kupasan dari tiga astronout orang tersebut:

A Lunar Rille
Credit: Apollo 10, NASA.
Explanation

What could cause a long indentation on the Moon? First discovered over 200 years ago with a small telescope, rilles (rhymes with pills) appear all over the Moon Three ypes of rilles are now recognized: sinuous rilles, which have many meandering curves, arcuate rilles which form sweeping arcs, and straight rilles,. like Ariadaeus Rille ictured above. Long rilles such as Ariadaeus Rille extend for hundreds of kilometers. Sinuous rilles are now thought to be remnants of ancient lava flows, but the origins of rcuate and linear rilles are still a topic of research. The above linear rille was photographed by the Apollo 10 crew in 1969 during their historic approach to only 14-ilometers above the lunar surface. Two months later, Apollo 11, incorporating much knowledge gained from Apollo 10, landed on the Moon
penjelasan

yang artinya:
(apakah yang menyebabkan lekuk panjang di bulan ?penemuan pertama ditemukan 200 tahun yang lalu dengan sebuah teleskop kecil , rilles nampak seperti bulan tiga yang berjenisan rilles sekarang dikenali dengan istilah: berliku-liku rilles , yang mana banyak tikungan kelok-kelok , arcuate rilles yang mana bentuk busur melingkar , dan rilles yang lurs ,.seperti Ariadaeus sungai kecil yang diatas digambar . panjang rilles seperti Ariadaeus sungai kecilyang panjangnya ratusan kilometer . rilles yang berliku-liku dijabarka sebagai sisa-sisa aliran lahar kuno , tetapi origin arcuate dan linier rilles masih topik riset . sungai kecil linier yang diatas dipotret oleh Apollo 10 awak kapal pada tahun 169 dalam perjalanan bersejarah yang mereka adakan mereka hanya berada sekitar 14-kilometers diatas permukaan lunar . dua bulan , Apollo 11 , pengetahuan banyak diperoleh dari Apollo 10 , yang pernah mendarat di bulan)
Kesimpulan mereka menujukan bahwa bulan pernah terbelah dua dan membentuk suatu garis panjang seperti sungai yang meliuk.

Temuan NASA ini tentu masih memerlukan pembuktian ilmiah. Kalau dizaman Rasulullah saja kejadian terbelahnya bulan ini masih menimbulkan pro dan kontra pada orang yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, apalagi bagi manusia zaman sekarang yang tidak menyaksikan langsung kejadian itu. Peristiwa terbelahnya bulan ini akan menambah keimanan sebagian orang namun bisa juga menimbulkan sikap sinis dan tetap saja tidak percaya pada kebesaran Allah bagi sebagaian yang lain. Mudah2an artikel ini bisa membuka mata hati serta menambah keimanan dan keyakinan kita pada kebesaran dan kekuasaan Allah. Amin…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar