<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698</id><updated>2011-12-23T20:33:16.661-08:00</updated><category term='AIR TERJUN'/><title type='text'>HAJI  UNTUNG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>90</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-2682114227249476787</id><published>2011-12-23T20:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T20:04:27.326-08:00</updated><title type='text'>Gadis Bengkulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ugzwldGlYCw/TvVPFg3WaEI/AAAAAAAAAW4/KLO3vol8ig8/s1600/11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ugzwldGlYCw/TvVPFg3WaEI/AAAAAAAAAW4/KLO3vol8ig8/s400/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689540660392519746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xobi1OiB-xw/TvVPFdi354I/AAAAAAAAAWs/7QQYnuPK2sY/s1600/Dewi%2BLaras.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 328px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xobi1OiB-xw/TvVPFdi354I/AAAAAAAAAWs/7QQYnuPK2sY/s400/Dewi%2BLaras.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689540659501328258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-KGlUrH8QOO8/TvVPFI9zezI/AAAAAAAAAWk/UPM_KPXo47E/s1600/285450_121652797927905_100002495554782_149712_6953875_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KGlUrH8QOO8/TvVPFI9zezI/AAAAAAAAAWk/UPM_KPXo47E/s400/285450_121652797927905_100002495554782_149712_6953875_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689540653977140018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rQnf58a5W0k/TvVPEkG5U5I/AAAAAAAAAWY/-yowjvEpAtg/s1600/17.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rQnf58a5W0k/TvVPEkG5U5I/AAAAAAAAAWY/-yowjvEpAtg/s400/17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689540644083159954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--ZDvboV-0yY/TvVPEbUZxbI/AAAAAAAAAWM/BGPvs8sjhTA/s1600/15.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--ZDvboV-0yY/TvVPEbUZxbI/AAAAAAAAAWM/BGPvs8sjhTA/s400/15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689540641723893170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-2682114227249476787?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/2682114227249476787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/2682114227249476787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/2682114227249476787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/blog-post.html' title='Gadis Bengkulu'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ugzwldGlYCw/TvVPFg3WaEI/AAAAAAAAAW4/KLO3vol8ig8/s72-c/11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-7303246368565807778</id><published>2011-12-15T09:14:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T19:53:13.701-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AIR TERJUN'/><title type='text'>10 AIR TERJUN TERTINGGI DI DUNIA</title><content type='html'>1. Air Terjun Angel &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Terjun Angel atau Salto Angel adalah air terjun jatuh-bebas tertinggi di dunia dengan ketinggian 979 meter (3.212 kaki) dengan jatuh tanpa hambatan sekitar 807 meter (2.647 kaki). Air terjun ini terletak di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela.&lt;br /&gt;Meskipun pertama kali dilihat di awal abad ke-20 oleh penjelajah Ernesto de Santa Cruz, air terjun ini tidak dikenal dunia sampai ditemukan secara resmi oleh penerbang Amerika, James Crawford Angel yang sedang terbang mencari lokasi tambang emas. Pada tahun 1936, James Angel kembali dan mendaratkan pesawatnya di dekat air terjun. Air terjun ini dinamakan “Air terjun Angel” untuk mengenang penemunya, James Crawford Angel. Suku Indian Pemon menyebut air terjun ini sebagai “Auyan-tepui” (“Aiyan-tepui”) yang berarti “Gunung Setan”.&lt;br /&gt;Ketinggian resminya ditentukan oleh National Geographic Society pada 1949. Air terjun ini merupakan atraksi turis paling terkenal di Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Air Terjun Tugela&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tugela falls adalah air terjun kedua tertinggi didunia. Ketinggian totalnya (lima kali terjun, amphitheater series) adalah 947 meter. Lokasinya di Drakensberg (Dragon’s Mountains) di Royal Natal National Park di KwaZulu-Natal Province, Afrika Selatan. Air terjun ini semakin nyata terlihat setelah hujan deras dari jalan utama menuju perjalanan dedalam taman. Sumber air berasal dari sungai Tugela River.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Air terjun Three Sisters&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Peru terdapat air terjun ketiga tertinggi didunia dengan nama Three Sisters Falls (Cataratas las Tres Hermanas) di wilayah Ayacucho. Air terjun yang disebut Three Sisters karena terpisah dari tiga tingkatan. Dua dari jenjang atas yang hanya terlihat dari udara, dan air tetes ke dalam bak besar kurang enak di mana ketiga menceburi muncul. Air terjun yang hampir sepenuhnya dikelilingi oleh hutan, dan pohon-pohon di sekitar Three Sisters Falls mencapai setinggi 100 kaki. Air terjun ini mencapai ketinggian sekitar 914.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Air terjun Olo’upena&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olo’upena Falls, air terjun keempat tertinggi di dunia, di pulau Molokai, yang relatif terisolasi. Many people have never seen or heard of the Olo’upena Falls, and most waterfall enthusiasts who have gathered information about the falls have only done so through aerial photographs. Banyak orang tidak pernah mendengar tentang Olo’upena Falls, sebagian besar informasi tentang air terjun ini hanya dapat diproleh memalui foto udara. Volume air terjun yang tidak banyak, tetapi tingginya mencapai 900 meter, lebih tinggi daripada Waihilau Falls (792 meter), keduanya berlokasi di Hawaii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Air terjun Yumbilla&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini telah dicatat Peru’s National Geographical Institute, bahwa di Peru telah ditemukan Yumbilla Falls di Peru dengan ketinggian 870 meter. Yumbilla Falls dengan empat aliran air yang besar. Penemuan ini menggatikan posisi dari Gocta Falls (771 meter), yang juga berlokasi di negara Amazon region.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Air terjun Detian&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ban Gioc Falls, dikenal di Vietnam sebagai thác Ban GiN89;c, adalah serangkaian air terjun di Quy Xuan River di perbatasan Tiongkok-Vietnam, yang terletak di dalam bukit Karst dari Daxing County di kota Chongzuo provinsi Guangxi, disisi China, dan di Kabupaten Trung Khanh, provinsi Cao Bang disisi Vietnam, 272 kilometer sebelah utara Hanoi.&lt;br /&gt;Air terjun jatuh dari ketinggian tiga puluh meter. Terpisah-pisah diantara oleh batu karang dan pohon, airnya jatuh gemuruh dan terdengar dari kejauhan.&lt;br /&gt;Hingga sekarang tetap ada kontroversi mengenai demarkasi perbatasan di lokasi ini yang ditentukan pada tahun 1999 Viet Nam-China Treaty on Land Borderline, berawal dari definisi yang tidak jelas dan penempatan tanda-tanda di perbatasan didalam dokumen hukum antara Perancis dan pemerintah Qing. Satu fraksi berpendapat bahwa keseluruhan ini jatuh milik Vietnam, bahwa batu tanda perbatasan telah dipindahkan setelah perang Sino-Vietnam tahun 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Air terjun Iguazu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iguazu Falls, adalah air terjun dari Sungai Iguazu yang terletak di perbatasan negara yaitu Brasil, Paraquay dan Argentina.&lt;br /&gt;Nama Iguazu berasal dari bahasa Guarani (y = air dan ûasú= besar). Legenda menuturkan bahwa dewa berencana untuk menikahi seorang pribumi yang cantik bernama Naipí, tetapi ia melarikan diri bersama kekasihnya Tarobá dalam perahu. Dalam kemarahannya sang dewa mengiris sungai untuk membentuk air terjun, menghukum kedua insan itu jatuh kekal disana. Orang Eropa pertama yang menemukan air terjun ini adalah adalah Conquistador Álvar Nunez Cabeza de Vaca dari Spanyol pada 1541.&lt;br /&gt;Iguazu falls merupakan gabungan dari 275 air terjun sepanjang 2,7 km dari Iguazu River. Beberapa diantaranya jatuh dari ketinggian 82 meter, sebagian besar sekitar 64 meter. Garganta del Diablo (Devil’s Throat), yang berbentuk U setinggi 82-meter, lebar 150 meter dan panjang 700 meter adalah bagian yang paling mengesankan.&lt;br /&gt;Air terjun dapat dicapai dari dua kota utama yang masing-masing terletak dikedua sisi air terjun ini ; melalui Foz Iguacu negara bagian Parana Brasil, dari Puerto Iguazú di provinsi Misiones Argentina serta dari Ciudad del Este (Paraguay). Air terjun ini ditetapkan oleh kedua negara sebagai taman nasional ; Iguazú National Park – Argentina dan Iguaçu National Park – Brazil. Juga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984 dan 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Air terjun Victoria&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mosi-oa-Tunya (asap yang gemuruh) adalah nama yang digunakan oleh masyarakat setempat , sedang nama Victoria Falls adalah nama yang diberikan oleh penjelajah Skotlandia, Dr.David Livingstone pada tahun 1855. Victoria Falls terletak di selatan Afrika di Sungai Zambezi antara negara Zambia dan Zimbabwe.&lt;br /&gt;Air terjun ini merupakan bagian dari dua taman nasional, Mosi-oa-Tunya National Park di Zambia dan Victoria Falls National Park di Zimbabwe, dan juga Situs Warisan Dunia UNESCO. Air terjun ini merupakan obyek wisata utama di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;Bentuk air terjun ini lain daripada yang umum, aliran sungai Zambesi seakan-akan ditumpahkan kedalam patahan zona basal dataran tinggi atau celah bumi berbentuk jurang yang sempit. Lebarnya 1,7 kilometer (1 mil) dan airnya dari ketinggian 108 meter kedasar jurang.&lt;br /&gt;Dapat terlihat banyak fauna Afrika terutama jenis burung disekitar air terjun Victoria, dan berbagai jenis ikan khas sungai Zambezi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Air Terjun Niagara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niagara Falls sangat terkenal untuk keindahannya dan pemanfaatan berharga sebagai sumber daya hidro, suatu bentuk pengelolaan yang seimbang antara rekreasi, komersial, dan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Air terjun Plitvice&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air terjun yang terdapat di The Lakes Plitvice, tidaklah dapat dibayangkan seperti Niagara waterfall. ini adalah adalah sebuah taman nasional di dataran tinggi eponymous Plitvice, Kroasia, diperbatasan dengan Bosnia dan Herzegovina.&lt;br /&gt;Enam belas danau yang terpisah-pisah (kluster atas 12 danau dan kluster bawah 4 danau), tersusun berjenjang secara alami mulai dari ketinggian 636 m hingga 503 m. Air yang keluar dari danau yang terendah membentuk sungai Korana.&lt;br /&gt;Plitvice Lakes yang terletak pada cekungan batuan karstic, terutama dolomit dan kapur, yang membentuk fitur istimewa. Danau yang terpisah-pisah secara alami oleh bendungan travertine, yang merupakan deposit dari lumut, alga dan bakteri. Pembentukan bendungan travertine bertambah sekitar sekitar 1 cm per tahun. Danau ini juga terkenal dengan perubahan warnanya, mulai dari warna biru langit, hijau, biru atau abu-abu. Perubahan warna ini tergantung kepada jumlah mineral atau organisme dalam air dan elevasi sinar matahari.&lt;br /&gt;Taman telah tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1979. Seusai Opertion Storm, UNESCO mencatatkan taman ini dalam status ‘danger’ pada List of World Heritage in Danger. Dengan berbagai pertimbangan, pemerintah Kroasia menetapkan status de-mining efforts. Pada bulan Desember 1998 UNESCO mengeluarkan dari daftar situs hampir punah. Pada hari ini, Plitvice Lakes adalah salah satu tempat wisata terbesar di Kroasia. Pada tahun 2000, taman nasional telah diperluas oleh lebih 102 km ²&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-7303246368565807778?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/7303246368565807778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/10-air-terjun-tertinggi-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7303246368565807778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7303246368565807778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/10-air-terjun-tertinggi-di-dunia.html' title='10 AIR TERJUN TERTINGGI DI DUNIA'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-5166504812925537610</id><published>2011-12-12T04:48:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T06:25:49.085-08:00</updated><title type='text'>GADIS BENGKULU</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-5166504812925537610?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/5166504812925537610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/gadis-bengkulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5166504812925537610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5166504812925537610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/gadis-bengkulu.html' title='GADIS BENGKULU'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-7490477292877172207</id><published>2011-12-10T06:13:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T06:15:46.306-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Khilafah Bukan Ancaman&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Juru Bicara Hizbuth Tahrir Indonesia Ismail Yusanto pada pembukaan Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta, Minggu (12/8), menegaskan, salah besar kalau khilafah dianggap sebagai ancaman bagi bangsa ini. "Justru khilafah akan menyelamatkan bangsa dan umat Islam Indonesia," ujarnya. &lt;br /&gt;Selain dihadiri tokoh Islam internasional, seperti Hassan Ko Nakata (Jepang), konferensi juga dihadiri tokoh Islam nasional seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah), KH Abdullah Gymnastiar atau AA Gym, KH Amrullah Umar (Majelis Ulama Indonesia Pusat), dan Fuad Bawazir. &lt;br /&gt;AA Gym juga mengatakan, Islam diciptakan dengan sifat adil, kasih sayang, dan kecintaan pada keindahan. "Kenapa ada yang begitu membenci Islam, bahkan umat Islam sendiri ada yang tidak tertarik kepada Islam. Akan sangat mudah jika menjawabnya dengan mencaci, atau menunjuk kesalahan orang. Tetapi, beranikah kita melihat kelemahan kita sendiri," ujarnya. &lt;br /&gt;Menurut AA Gym, jawabannya karena Islam masih membutuhkan pribadi yang dapat menjadi bukti keindahan dan kedamaian ajaran Islam. "Saya mengajak untuk memperbaiki pribadi Islam kita. Hanya Allah yang mahatahu apa yang ada dalam lipatan hati kita, untuk siapa setiap langkah yang kita buat ini," ujarnya. &lt;br /&gt;Sementara itu Din mengingatkan, umat Islam masih menghadapi banyak ancaman dan tantangan dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, jangan bersedih atau hilang kepercayaan diri karena ada iman dalam diri umat Islam. Itu sebabnya, umat Islam harus tetap bersatu meski ada perbedaan pendapat. "Umat Islam dunia dan Indonesia jangan terjebak pada permusuhan hanya karena perbedaan pendapat tentang hal tertentu, atau hanya karena perbedaan kelompok atau partai politik," ujar Din. &lt;br /&gt;Menurut Din, esensi dari khilafah adalah persatuan umat Islam. Meski ada banyak perbedaan tentang bagaimana mewujudkan khilafah, umat jangan terpecah. "Memang untuk mewujudkan persatuan itu bukan hal yang mudah, di antara umat sendiri harus bisa menerima perbedaan dan menghadapinya dengan penuh toleransi," ujar Din. &lt;br /&gt;Ia mengajak umat Islam, sebagai kelompok terbesar di Indonesia, untuk bisa menjadi faktor penentu bagi kemajuan bangsa ini.  &lt;br /&gt;Tiga Nasehat&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:&lt;br /&gt;“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR. Tirmidzi&lt;br /&gt;Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- BERTAQWA DIMANA SAJA&lt;br /&gt;Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra. Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”&lt;br /&gt;Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat dalam surat Ali Imron 102:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”&lt;br /&gt;Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN&lt;br /&gt;Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena kesalahan yang kita pernah lakukan.&lt;br /&gt;Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut insya Allah akan dihapuskan.&lt;br /&gt;3- AKHLAQ YANG TERPUJI&lt;br /&gt;Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq tersebut akan dapat mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.&lt;br /&gt;“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya: “Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dari hadits tersebut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang kita perlu instropeksi dengan menanyakan kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam bish showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERINTAH AGAR BERDO’A PADA ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Al Mukmin 60)&lt;br /&gt;Dalam keadaan sehari hari banyak manusia yang lupa pada kelemahan dirinya, mereka terlalu bangga dengan kemampuan dan kecerdasan dirinya . Mereka merasa bahwa berbagai kenikmatan, kekayaan, pangkat , kemuliaan yang mereka peroleh adalah dari hasil jerih payah, kecerdasan dan kemampuan yang mereka miliki. Berbagai kenikmatan , kesenangan, pangkat dan derajat yang mereka miliki menimbulkan kesombongan dan kepongahan pada diri mereka, sehingga mereka lupa pada Allah yang telah memberikan semua karunia itu padanya.&lt;br /&gt;Manusia baru terkejut dan terperangah ketika diuji oleh Allah dengan berbagai bencana dan musibah. Tatkala kapal yang mereka tumpangi diayun gelombang lautan yang tinggi dan ganas, tatkala pesawat yang mereka tumpangi dihantam badai dan topan, tatkala gedung dan rumah mereka digocang oleh gempa yang dahsyat, tatkala banjir bandang dan longsor datang menerjang. Ketika itu manusia baru menyadari kelemahannya, mereka baru ingat kepada Allah yang selama ini telah mereka lupakan, lenyap sudah kepongahan dan kesombongan diri mereka selama ini …..….mereka berseru, berdo’a pada Allah dengan sepenuh hati , mohon untuk diselamatkan dari bencana dan bahaya yang mengancam mereka itu.&lt;br /&gt;Naudzubillahi mindzalik….mari kita jauhkan sifat dan perilaku seperti yang diceritakan diatas. Jauhkan diri dari sifat sombong, bangga, ta’ajub dengan kemampuan diri, bertawadhulah pada Allah. Ingatlah pada Allah terus menerus dalam shalat maupun diluar shalat, ketika berdiri , duduk dan berbaring. Jangan biarkan waktu berlalu walaupun hanya sebentar , tanpa berdzikir mengingat Allah. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari hari banyak waktu kita yang terbuang percuma, ketika sedang duduk mengemudikan kendaraan menuju atau pulang dari kantor, ketika duduk dikendaraan umum dalam suatu perjalanan, ketika sedang berjalan dipasar, Mall atau jalan raya….isilah waktu tersebut dengan berdzikir dan berdo’a pada Allah. Jangan berdzikir atau berdo’a hanya ketika datang bencana atau musibah. &lt;br /&gt;Orang yang ber-iman dan bertakwa pada Allah selalu berdo’a pada-Nya diwaktu aman ,nyaman maupun diwaktu sulit atau ketika datang bencana. Rasulullah telah mengajarkan kita untuk berdoa didalam sholat antara lain ketika duduk ifthiros kita membaca do’a sebagai berikut : Robbighfirli…warhamni…wajburni…warfa’ni….warzukni…wahdini…wa’afini…wa’fu’anni….Ya Allah ampuni aku,Rahmati aku, tutupi semua keburukanku, angkat derajatku, beri aku rezeki, beri aku petunjuk, beri aku kesehatan, dan maafkan aku” . &lt;br /&gt;Itulah do’a sapujagat yang selalu kita baca pada setiap rakaat sholat, kita membacanya minimal 17 kali dalam satuhari satu malam. Sayang kebanyakan umat Islam membaca do’a ini dengan tergesa gesa dan banyak juga diantaranya yang tidak mengerti bacaan do’a tersebut. Jika umat Islam membaca do’a tersebut dengan sungguh sunguh dan Allah pasti mengabulkan do’a yang dibaca dengan sungguh sungguh niscaya umat Islam akan menjadi umat yang berjaya didunia ini.&lt;br /&gt;Rasulullah mengatakan :” Ad Du’a mughul ibadah….do’a itu adalah intinya ibadah”. Berdoalah pada Allah sebelum datang bencana yang tidak terelakan. Masih banyak kesulitan dan kesusahan yang menanti kita dimasa yang akan datang. Berlindunglah pada Allah dari kesukaran kesempitan dan kegelapan hidup, dari kesulitan dan kegelapan dialam barzakh, padang mahsyar, kesulitan dihari berhisab, kesulitan ketika menyeberang jembatan asshiroth, kesulitan dan bahaya ancaman api neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah ketika masih sehat, dan dalam kelapangan hidup , jangan tunggu sampai datang kesulitan yang menimbulkan kepanikan. Apalagi berdo’a diakhirat kelak ketika melihat azab dan siksa Allah, tidak ada gunanya berdoa dihari itu. Allah hanya menerima do’a dan taubat ketika masih hidup didunia ini. &lt;br /&gt;Hiasilah kehidupan ini dengan aktifitas dzikir dan do’a yang dikerjakan sepanjang hari ketika berdiri, duduk dan berbaring. Jangan hanya berdzikir dan berdo’a ketika sholat atau sesaat setelah selesai sholat, tapi lakukan itu sepanjang waktu diluar sholat sebagaimana firman Allah dalam surat Jumu’ah ayat 10 :&lt;br /&gt;Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Jumuah 10)&lt;br /&gt;Kita bisa berdzikir dan berdo’a didalam hati tanpa diketahui oleh orang disekitar kita ,ketika berjalan, berdiri , duduk dikendaraan, kantor , tempat umum dan dimanapun kita berada. Isilah waktu kosong dengan berdzikir dan berdo’a pada Allah didalam hati , tanpa diketahui oleh orang yang berada dikiri kanan kita. Itulah yang dianjurkan Allah dalam surat Al A’raf 205&lt;br /&gt;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. ( Al A’raaf 205)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN DZIKIR DAN ANJURAN MENGERJAKANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dimana saja ketika berdiri , duduk dan berbaring .  Bagi anda yang ingin memotivasi diri agar giat berdzikir mengingat Allah setiap saat , berikut ini kami sampaikan beberapa ayat Qur’an dan Hadist tentang keutamaan dzikir mengingat Allah yang kami kutip dari http://opi.110mb.com Mudah mudahan dapat memotivasi anda untuk giat berdzikir mengingat Allah setiap waktu sepanjang tarikan napas. &lt;br /&gt;Berdzikirlah pada Allah  sampai  tarikan  nafas yang terkahir. &lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya berdzikir kepada Allah itu adalah lebih besar -keutamaannya-.” (al-’Ankabut: 45)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman: “Maka berdzikirlah engkau semua kepadaKu, tentu Aku akan ingat padamu semua.” (al-Baqarah: 152)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman pula: “Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan takut dan bukan dengan suara keras, di waktu pagi dan petang dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai” (al-A’raf: 205)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman lagi: “Dan berdzikirlah engkau semua kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, supaya engkau semua berbahagia.” (al-Jumu’ah: 10)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman: “Sesungguhnya orang-orang Islam, lelaki dan perempuan,” sampai kepada firman Allah Ta’ala: “Dan orang-orang’yang berdzikir kepada Allah, lelaki dan perempuan dengan sebanyak-banyaknya, maka Allah menyediakan kepada mereka itu pengampunan serta pahala yang besar.” (al-Ahzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman lagi: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya dan Maha Sucikanlah Allah itu di waktu pagi dan sore,” sampai akhir ayat. (al-Ahzab: 41-42)&lt;br /&gt;Ayat-ayat dalam bab ini banyak sekali dan dapat dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan pada lisan -yakni mudah diucapkan, tetapi berat sekali dalam timbangan -di akhirat-, dicintai oleh Allah Maria Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil ‘azhim.” Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung. (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya kalau saya mengucapkan: Subhanallah walhamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar -yg artinya: Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar-, maka itu adalah lebih saya sukai daripada apa saja yang matahari terbit atasnya -yakni lebih disukai dari dunia dan seisinya ini.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -yg artinya: Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya adalah semua kerajaan dan puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu-, dalam sehari seratus kali, maka ia memperoleh pahala yang menyamai dengan memerdekakan sepuluh orang hamba sahaya, juga untuknya dicatatlah sebanyak seratus kebaikan dan dihapuskanlah dari dirinya sebanyak seratus keburukan, juga ia dapat memperoleh perjagaan dari godaan syaitan pada harinya itu sampai waktu sore. Tiada seorangpun yang dapat memperoleh sesuatu yang lebih utama dari apa yang dilakukan oleh orang di atas itu, melainkan seorang yang mengerjakan lebih banyak dari itu.” Beliau s.a.w. selanjutnya bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya-, dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa kecil), sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Ayyub al-Anshari r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa mengucapkan: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihat hadits no.1407-, sebanyak sepuluh kali, maka ia adalah sebagaimana seorang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan Ismail.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Zar r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: “Tidakkah engkau semua suka kalau saya beritahukan kepadamu perihal ucapan yang paling dicintai oleh Allah? Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai oleh Allah ialah Subhanallah wa bihamdih.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Malik al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bersuci itu adalah separuh keimanan, bacaan Alhamdulillah itu adalah memenuhi beratnya timbangan -di akhirat, sedang Subhanallah dan Alhamdulillah itu memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a., katanya: “Ada seorang A’rab -penghuni pedalaman negeri Arab- datang kepada Rasulullah s.a.w., lalu berkata: “Ajarkanlah kepada saya sesuatu ucapan yang baik saya ucapkan!” Beliau s.a.w. bersabda: “Katakanlah: La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, Allahu Akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi rabbil ‘alamin wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘azizil hakim.” Artinya: Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Allah adalah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah yang menguasai seluruh alam dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Mulia lagi Bijaksana. Orang A’rab tadi lalu berkata: “Itu semua adalah untuk memuji Tuhanku. Lalu manakah yang untuk kepentinganku?” Beliau s.a.w. bersabda: “Katakanlah: Allahummaghfir li warhamni wahdini warzuqni” -Ya Allah, berilah pengampunan pada saya, berilah kerahmatan, juga petunjuk dan rezeki kepada saya. (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. itu apabila selesai dari shalatnya, beliau s.a.w. lalu mengucapkan istighfar -yakni ucapan Astaghfirullah, artinya: Saya mohon ampun kepada Allah-, sebanyak tiga kali, kemudian mengucapkan: Allahumma antas salam, wa minkas salam, tabarakta ya dzaljalali wal-ikram.” Ya Allah, Engkau adalah Maha Menyelamatkan, daripadaMulah datangnya keselamatan, Engkau Maha Tinggi, hai Zat yang memiliki keperkasaan dan kemuliaan. Kepada al-Auza’i ditanyakan -Beliau adalah salah seorang yang meriwayatkan Hadis-: “Bagaimanakah ucapan istighfar itu?” Ia menjawab: “Orang yang beristighfar itu supaya mengucapkan: Astaghfirullah, astaghfirullah.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Almughirah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu apabila selesai dari shalat dan telah bersalam, lalu mengucapkan: La ilaha illalahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihat hadits no.1407-. Allahumma la mani’a lima a’thaita wa la mu’thia lima mana’ta wa la yanfa’u dzaljaddi minkal jaddu -Ya Allah, tiada yang kuasa menolak terhadap apa saja yang Engkau berikan dan tiada yang kuasa memberi terhadap apa saja yang Engkau tolak dan tiada akan memberikan kemanfaatan kekayaan itu kepada orang yang me-milikinya daripada siksaMu. (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin az-Zubair radhiallahu ‘Anhuma bahwasanya ia mengucapkan setiap selesai mengerjakan shalat dan bersalam: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. Lahaula wa la quwwata illabillah. La ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu, lahun ni’mati wa lahuts tsana-ul hasan. La ilaha illallahu mukhlishina lahuddina walau karihal kafirun. -Artinya: “Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya adalah semua kerajaan dan puji-pujian dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan melainkan Allah dan kita tidak menyembah selain daripadaNya. BagiNyalah segala kenikmatan dan keutamaan dan bagiNya pula puji-pujian yang baik. Tiada Tuhan melainkan Allah, kita berikhlas hati menjalankan agama untukNya, sekalipun orang-orang kafir membencinya”-. Abdullah bin az-Zubair berkata: “Rasulullah s.a.w. biasa membaca dengan bacaan yang tersebut di atas itu sehabis setiap bershalat.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya kaum fakir dari golongan para sahabat Muhajirin mendatangi Rasulullah s.a.w. lalu berkata: “Orang-orang yang memiliki harta banyak itu sama pergi -yakni meninggal dunia- dengan membawa derajat yang tinggi-tinggi dan kenikmatan yang kekal. Sebabnya ialah karena mereka bershalat sebagaimana kita bershalat, mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa, lagi mereka mempunyai kelebihan dari harta-harta mereka dan dapat mereka gunakan untuk beribadah haji, berumrah, berjihad serta bersedekah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Tidakkah engkau semua suka kalau saya ajarkan kepadamu semua sesuatu yang dengannya itu engkau semua dapat mencapai pahala orang yang telah mendahuluimu dan dapat mendahului orang yang sesudahmu. Juga tiada seorangpun yang lebih utama pahalanya daripadamu semua, selain orang yang mengerjakan sebagaimana yang engkau kerjakan itu?” Mereka menjawab: “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. bersabda: “Hendaklah engkau semua membaca tasbih, tahmid dan takbir sehabis shalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali masing-masing.” Abu Shalih yang meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah, ketika ditanya bagaimana cara menyebutkan tasbih, tahmid dan takbir itu, lalu menjawab: “Orang yang berdzikir itu supaya mengucapkan: “Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar -Maha Suci Allah dan segenap puji bagi Allah dan Allah adalah Maha Besar-.” Sehingga jumlah semuanya itu ada tiga puluh tiga kali. (Muttafaq ‘alaih) Imam Muslim menambahkan dalam riwayatnya: “Lalu kembalilah kaum fakir dari golongan sahabat Muhajirin itu kepada Rasulullah s.a.w. lalu mereka berkata: “Saudara-saudara kita yakni orang-orang yang berharta sudah sama mendengar apa yang kita kerjakan ini, kemudian merekapun mengerjakan seperti itu pula.” Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Yang sedemikian itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendaki.” Addutsur adalah jamaknya datsrun dengan fathahnya dal dan saknahnya tsa’ yang bertitik tiga, artinya ialah harta yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Rasulullah s.a.w. bersabda : “Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir -artinya lihatlah dalam hadits no.1407-, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ka’ab bin ‘Ujrah r.a. dari Rasulullah s.a.w. sabdanya: “Beberapa penghujung yang tidak akan rugilah orang yang mengucapkannya atau yang mengerjakannya sehabis setiap shalat yang diwajibkan, yaitu tiga puluh tiga kali bacaan tasbih, tiga puluh tiga kali bacaan tahmid dan tiga puluh empat kali bacaan takbir.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu berta’awwudz -yakni berdoa untuk mohon perlindungan- pada setiap selesai shalat dengan kalimat-kalimat ini -yang artinya- “Ya Allah, saya mohon perlindungan kepadaMu daripada licik dan kikir, saya mohon perlindungan pula padaMu kalau saya sampai dikembalikan kepada serendah-rendahnya usia -yakni usia terlampau tua-, juga saya mohon perlindungan padaMu daripada fitnah dunia serta saya mohon perlindungan padaMu daripada fitnah kubur.” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mu’az r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengambil tangannya dan berkata: “Hai Mu’az, demi Allah, sesungguhnya saya ini mencintaimu.” Beliau s.a.w. lalu melanjutkan sabdanya: “Saya berwasiat padamu, hai Mu’az, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan setiap selesai bershalat mengucapkan -yang artinya: “Ya Allah, berilah saya pertolongan untuk tetap berdzikir kepadaMu, serta bersyukur kepadaMu dan beribadah secara baik kepadaMu.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau seorang diantara engkau semua bertasyahhud -yaitu mengucapkan bacaan Attahiyyat dan seterusnya-, maka pada penghabisannya hendaklah mohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara. Maka supaya ia mengucapkan -yang artinya: “Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah di waktu hidup dan setelah mati dan pula dari kejahatan fitnahnya Dajjal yang mengembara.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. itu apabila berdiri mengerjakan shalat, maka salah satu dari yang terakhir sekali beliau ucapkan antara tasyahhud dan salam, yaitu bacaan -yang artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa saya yang lampau dan yang akan datang, juga yang saya sembunyikan serta yang saya tampakkan, bahkan juga yang saya perlebih-lebihkan dan dosa yang Engkau adalah lebih mengetahui daripada saya sendiri. Engkau adalah Maha Mendahulukan serta Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan melainkan Engkau.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Nabi s.a.w. itu memperbanyak dalam mengucapkan ketika ruku’ dan sujudnya, yaitu Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli -Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kita dan dengan mengucapkan puji-pujian padaMu, ya Allah berilah pengampunan padaku.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengucapkan dalam ruku’ dan sujudnya: “Subbuhun quddusun Rabbul malaikati warruh - Maha Suci dan Maha Bersih, yaitu Tuhan semua malaikat serta Jibril.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Adapun ketika ruku’ maka Maha Agungkanlah Tuhan di dalamnya, sedang ketika sujud, maka giatlah dalam berdoa, sebab nyata engkau semua akan dikabulkan doamu semua itu.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sedekat-dekat keadaan seorang hamba dari Tuhannya ialah di waktu ia sedang bersujud, maka perbanyakkanlah berdoa dalam sujud itu.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengucapkan dalam sujudnya: Allahummaghfir li dzanbi kullahu, diqqabu wa jillahu wa awwalahu wa akhirahu wa ‘alaniatahu wa sirrabu - ya Allah, berilah pengampunan padaku akan semua dosaku, yang kecil dan yang besar, yang permulaan dan yang penghabisan, yang terang-terangan dan yang rahasia.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Pada suatu malam saya kehilangan Nabi s.a.w., lalu saya selidiki, tiba-tiba beliau s.a.w. sedang melakukan ruku’ atau sujud dan di situ beliau mengucapkan: Subhanaka wa bihamdika la ilaha illa anta -Maha Suci Engkau dan dengan mengucapkan puji-pujian padaMu, tiada Tuhan melainkan Engkau.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Lalu jatuhlah tanganku -Aisyah- pada kedua tapak kakinya yang bagian dalam dan beliau sedang ada di dalam masjid, sedang kedua tapak kaki itu didirikan. Diwaktu itu beliau s.a.w. mengucapkan -yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan dengan keridhaanMu daripada kemurkaanMu dan dengan pengampunanMu dari siksaanMu. Juga saya mohon perlindungan padaMu, saya tidak menghitung-hitungkan pujian atasMu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau pujikan pada diriMu sendiri. (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a., katanya: “Kita semua berada di sisi Rasulullah s.a.w., lalu beliau bersabda: “Adakah seorang diantara engkau semua itu tidak kuasa mencari seribu kebaikan dalam setiap harinya?” Kemudian ada seorang dari golongan yang duduk-duduk di waktu itu bertanya pada beliau s.a.w.: “Bagaimanakah caranya mencari seribu kebaikan itu?” Beliau s.a.w. menjawab: “Hendaknya orang -yang ingin mendapat seribu kebaikan dalam sehari itu- tadi membaca tasbih seratus kali, maka untuknya dicatatlah sebanyak seribu kebaikan atau dihapuskanlah dari dirinya seribu kesalahan.” (Riwayat Muslim) Al-Humaidi berkata: “Demikianlah yang disebutkan dalam kitab Muslim yakni dengan kata-kata: “Au yuhaththu” -artinya: atau dihapuskan. Al-Barqani berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh Syu’bah dan juga Abu ‘Awanah dan Yahya al-Qaththan dari Musa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari arahnya itu. Mereka mengatakan: Wa yuhaththu -artinya: dan dihapuskan, tanpa kata: “Alfin -yakni seribu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Zar r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Atas setiap ruas tulang dari seorang diantara engkau semua itu pada setiap paginya harus ada masing-masing sedekahnya. Maka setiap sekali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahmid adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahlil adalah sedekah, setiap sekali bacaan takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan juga sedekah, mencegah dari kemungkaran juga sedekah dan keseluruhannya itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dikerjakan oleh seorang itu dari shalat Dhuha.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummul mu’minin yaitu Juwairiyah binti al-Harits radhiallahu ‘anha bahwasanya Nabi s.a.w. keluar dari rumahnya pada pagi hari ketika bershalat Subuh. Waktu itu Juwairiyah ada di dalam masjidnya. Kemudian beliau s.a.w. kembali setelah melakukan shalat Dhuha, sedangkan Juwairiyah duduk. Kemudian beliau s.a.w. bersabda: “Engkau masih tetap dalam keadaan di waktu tadi saya tinggalkan.” Juwairiyah menjawab: “Ya.” Nabi s.a.w. lalu bersabda: “Saya telah mengucapkan setelah meninggalkan engkau tadi empat macam kalimat, sebanyak tiga kali, andaikata kalimat-kalimat itu ditimbang dengan kalimat-kalimat yang engkau ucapkan sejak hari ini tadi, niscaya kalimat-kalimat yang saya ucapkan itu menang daripada yang engkau ucapkan. Kalimat-kalimat itu ialah: “Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridba nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatibi -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan ZatNya, seberat timbangan ‘arasyNya dan sepanjang beberapa kalimatNya.” (Riwayat Muslim) Dalam riwayat Imam Muslim lainnya disebutkan: Subhanallah ‘adada khalqihi. Subhanalfah ridha nafsihi. Subhanallah zinata ‘arsyihi. Subbanallah midada kalimatihi.” Dalam riwayat Imam Tirmidzi disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau suka kalau saya ajari beberapa kalimat yang baik engkau membacanya, yaitu: Subhanallah ‘adada khalqihi, tiga kali; Subhanallah ridha nafsihi, tiga kali; Subhanatlah zinata ‘arsyihi, tiga kali; Subhanallah midada kalimatihi, tiga kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a. dari Nabi s.a.w,, sabdanya: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir kepadaNya ialah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu sabda Nabi s.a.w. “Perumpamaan rumah yang di dalamnya digunakan untuk berdzikir kepada Allah dan rumah yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah adalah seperti benda yang hidup dan benda yang mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman -dalam hadits qudsi: “Aku adalah menurut sangkaan -keyakinan- hambaKu kepadaKu. Aku adalah beserta hambaKu itu apabila ia berdzikir -ingat- kepadaKu. Maka jikalau ia berdzikir kepadaKu dalam dirinya, maka Akupun ingat padanya dalam diriKu dan jikalau ia berdzikir kepadaKu di kalangan orang banyak, maka Aku ingat pada orang itu di kalangan makhluk yang lebih baik dari mereka itu -yakni di kalangan para malaikat.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Telah dahululah orang-orang yang menyendiri.” Para sahabat bertanya: “Siapakah orang-orang yang menyendiri itu, ya Rasulullah?” Beliau s.a.w. menjawab: “Mereka itu ialah yang sama berdzikir kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, baik lelaki ataupun perempuan.” (Riwayat Muslim) Maksudnya: Menyendiri dalam ingatnya kepada Allah di waktu orang-orang lain tidak mengingat kepadaNya. Inilah yang lebih dahulu memperoleh keridhaan Allah Ta’ala. Diriwayatkan Almufarridun dengan tasydidnya ra’ dan ada yang meriwayatkan dengan takhfifnya -yakni ra’nya tanpa syaddah lalu dibaca mufridun. Tetapi yang masyhur yang dikatakan oleh Jumhur Ulama ialah dengan tasydid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Seutama-utama dzikir ialah lafaz ‘La ilaha illallah’.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Busr r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak -yakni hukum-hukumnya sudah lengkap- atas diriku, maka beritahukanlah kepada saya akan sesuatu yang saya dapat berpegang padanya.” Beliau s.a.w. bersabda: “Supaya lisanmu itu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih, maka ditanamlah untuknya sebatang pohon kurma dalam syurga.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Saya bertemu Nabi Ibrahim a.s., pada malam saya di isra’ kan, lalu beliau berkata: “Hai Muhammad, sampaikanlah salam saya kepada umatmu dan beritahukanlah kepada mereka bahwasanya syurga itu bagus tanahnya, tawar airnya dan bahwasanya ia adalah merupakan tanah datar yang rata dan benih tanaman syurga itu ialah: ‘Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar’.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abuddarda’ r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau semua suka kalau saya beritahukan kepadamu semua akan sebaik-baik amalanmu, juga seindah-indahnya bagi Tuhan yang Maha Merajaimu semua, serta yang tertinggi dalam derajat-derajatmu semua, bahkan lebih baik untukmu semua daripada menafkahkan emas dan perak, juga lebih baik untukmu semua daripada engkau semua bertemu dengan musuhmu lalu engkau tebas leher-leher mereka itu dan merekapun menebas leher-lehermu semua?” Para sahabat berkata: “Baiklah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Yaitu berdzikir kepada Allah Ta’ala.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Imam Hakim, Abu Abdillah mengatakan bahwa isnad hadits ini adalah shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a. bahwasanya ia bersama Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat seorang wanita dan di mukanya ada beberapa biji atau beberapa kerikil -batu-batu kecil- yang digunakan untuk menghitung tasbihnya, lalu beliau s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau suka kalau saya memberitahukan padamu tentang sesuatu yang lebih mudah untukmu daripada ini dan bahkan lebih utama?” Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: “Yaitu suatu bacaan -yang artinya: Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang diciptakan olehNya di langit. Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang diciptakan olehNya di bumi. Juga Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang ada diantara langit dan bumi. Maha Suci Allah sebanyak hitungan apa-apa yang diciptakan olehNya. Allah adalah Maha Besar sebanyak seperti itu pula. Segenap puji bagi Allah sebanyak seperti itu pula. Tiada Tuhan melainkan Allah sebanyak seperti itu pula dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah sebanyak seperti itu pula.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah sa..w. bersabda kepadaku: “Tidakkah engkau suka kalau saya tunjukkan kepadamu pada sesuatu gedung simpanan dari beberapa gedung simpanan syurga?” Saya -Abu Musa- berkata: “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Yaitu ucapan: La haula wala quwwata illa billah -Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINTA TOLONG DENGAN SABAR DAN SHOLAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 45-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hidup kita selalu didera berbagai kesukaran dan kesulitan hidup. Kita harus berjuang menempuh berbagai kesulitan dan kesukaran untuk mendapatkan berbagai hal yang kita inginkan. Tidak ada kenikmatan dan kegembiraan yang datang begitu saja tanpa perjuangan. Semua harus ditebus dengan perjuangan,pengorbanan, kelelahan dan berbagai hal yang tidak menyenangkan. Itulah kehidupan. Suka tidak suka, kita sudah hidup didunia ini. Kita harus berani menempuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia yang tidak tahan menghadapi berbagai penderitaan dan kesulitan mempertahankan hidup atau mendapatkan berbagai hal yang diinginkan. Putus asa…. kecewa… tertekan…. akhirnya bunuh diri dengan berbagai cara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap manusia dalam menghadapi berbagai masalah ada dua macam:&lt;br /&gt;Fight… berjuang dengan ulet, sabar dan tangguh sampai masalah dapat diatasi&lt;br /&gt;Flight… lari, meninggalkan masalah, namun ia akan berhadapan dengan masalah lain, lari lagi… ketemu masalah baru…… lari lagi….. akhirnya ia dikepung masalah… tidak ada jalan keluar… putus asa… akhirnya bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pesan singkat yang tercantum  dalam al Qur’an surat al Baqarah ayat 45 -46 Allah mengingatkan 3 hal dalam menghadapi dan  menyelesaikan berbagai masalah kehidupan:&lt;br /&gt;1.      Minta tolong pada Allah dengan  sabar dan sholat&lt;br /&gt;2.      Sholat memang berat kecuali bagi orang yang khusuk&lt;br /&gt;3.      Yaitu orang yang yakin akan menemui Allah dan akan kembali padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah mengatakan :”Sholat adalah tiang agama”, dalam arti yang lebih luas sebenarnya sholat itu adalah tiang kehidupan bagi kita masing masing. Bagunan rumah akan ambruk dan runtuh jika tiangnya tidak kokoh. Apalagi jika tiang nya tidak ada. Rumah tidak mungkin ditegakan tanpa tiang yang menyokongnya. Orang yang khusuk dan benar sholatnya pasti akan mendapat kehidupan yang mudah. Ia dapat mengatasi berbagai masalah hidupnya dengan sholat. &lt;br /&gt;Kalau sholat dapat menjadikan hidup jadi mudah, mengapa banyak orang yang sholat tapi hidupnya tetap dalam kesulitan, kesukaran dan pederitaan yang berkepanjangan? Banyak orang yang tidak sholat , hidupnya mudah dan berlimpah.  Hidup mewah, berlimpah harta bukanlah ukuran kebahagiaan. Banyak hal yang tidak bisa diatasi dengan harta dan uang berlimpah. Banyak orang yang hidup mewah berlimpah harta namun hidupnya tertekan, kecewa, gelisah. &lt;br /&gt;Allah menjamin kehidupan orang yang sholat dengan benar dan khusuk sebagai disebutkan dalam surat al Mukminun ayat 1 ” Telah mendapat kemenangan orang yang beriman, yaitu orang yang khusuk dalam sholatnya ” . Dengan sholat yang khusuk dan benar hidup jadi mudah dan lapang. Walau secara dhohir hidupnya pas pasan, sederhana, kadang dibawah garis kemiskinan, namun hatinya merasa bahagia, berkecukupan dan penuh kelimpahan. Jauh dari rasa tertekan, gelisah dan stress berkepanjangan. &lt;br /&gt;Rasa bahagia, berkelimpahan, selalu dalam kecukupan ini hanya dimiliki oleh orang yang yakin bahwa ia akan menemui Allah, dan yakin bahwa kita semua akan kembali kepadaNya. Orang ini tidak takjub dan kagum dengan kehidupan dunia. Dunia hanya tempat singgah sementara, kehidupan sementara yang tidak kekal. Dunia tempat mengumpulkan perbekalan untuk kehidupan abadi diakhirat kelak. Hidup yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. &lt;br /&gt;Sebaliknya orang yang menganggap dunia sebagai kehidupan yang utama, dunia adalah segala galanya baginya. Dia tidak yakin pada Allah dan kehidupan akhirat. Orang itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Ia akan dipermainkan oleh kehidupan dunia, ia akan lelah dan letih mengejar dunia yang tidak pernah terpuaskan. Walaupun secara dhohir hidupnya berlimpah harta dan kemewahan, semua itu tidak akan menentramkan hatinya. Ia selalu merasa hidup dalam kekurangan. &lt;br /&gt;Waspadalah jangan tertipu kehidupan dunia. Mintalah pertolongan kepada Allah dengan  sabar dan  sholat. Orang yang yakin bersama Allah pasti mendapat kemenangan. Jangan minta tolong kepada selain Allah. Jangan minta tolong pada paranormal, perdukunan dan perbuatan musyrik lainnya. Jangan percaya pada kekuatan azimat, benda keramat, benda pusaka dan benda bertuah lainnya. Mintalah pertolongan hanya pada Allah, dan bersabarlah menunggu keputusanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDO’A DENGAN ASMAULHUSNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menganjurkan kita untuk berdoa padaNya dengan menyebut asmaulhusna sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 180 diatas. Berdoa dilakukan dengan menyebut Asmaulhusna misalnya ya Rahman, ya Rohim , ya Malik dan seterusnya secara berulang ulang hingga hati dan fikiran betul betul fokus pada kalimat asmaulhusna tersebut. Kemudian ucapkan do’a yang sesuai dengan pengertian kalimat asmaulhusna yang diucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya asmaulhusna ya Rozak…diikuti dengan do’a mohon rezeki, ya Ghoffar diikuti dengan istighfar, ya Aziz mohon kekuatan dan perlindungan dari Allah ….demikian seterusnya. Berikut ini kami berikan beberapa contoh berdo’a dengan menyebut kalimat Asamaulhusna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ya Rahman ( Wahai yang Maha Pengasih),&lt;br /&gt;Baca kalimat ya Rahman berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang Maha Pengasih. Selanjutnya baca do’a :” bi Rohmatika ya Ar Raharroohimiin irhamna…irhamna…irhamna …dengan rahmatMu wahai yang maha pengasih dan maha penyayang…kasihi kami (3x). Boleh dilanjutkan dengan do’a dari surat Al Israk ayat 80&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa qur robbi adkhilni mudkhola shiddqi wa akhrijjni mukhrojashidqi waj alli milladunka shultoonan nashiiro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat: &lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin akan selalu mendapat rahmat dan kasih sayang Allah. Selalu mendapat keberuntungan dan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan. Dimasukan ketempat yang mulia dan terhormat, keluar dari situ masuk ketempat yang lebih baik lagi. Selalu terhindar dari hal yang dapat mendatangkan berbagai kesulitan seperti orang yang keluar dari mulut singa , masuk mulut buaya selalu dirudung kesulitan dan kesengsaraan dimanapun berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ya Malik ( Wahai yang Maha Memiliki Kekuasaan)&lt;br /&gt;Baca Ya Malik berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada kebesaran dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Selanjutnya baca do’a:” Ya Allah Raja yang berkuasa penuh disegala penjuru langit dan Bumi, hamba mohon padaMu beri hamba kerajaan dan kekuasaan dari sisiMu. Beri hamba kerajaan yang membawa rahmat dan berkah bagi hamba dalam kehidupan dunia dan akhirat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga sesudah membaca ya Malik diiringi dengan membaca surat Ali Imran ayat 26 dan 27:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qul lillahumma malikal mulki tu’tilmulka man tasyaa wa tannzi’ul mulka mimmantasyaa  watu izzu mantasyaa watu dzillu man tasyaa. biyadikal khoiri  innaka ala kulli syai’inqoodir&lt;br /&gt;Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuulijullaila finnahaari watuulijunnahaara fillaili watukhrijul hayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyi watarzuqu mantasyaa bighoiri hisab&lt;br /&gt;Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup[191]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat: &lt;br /&gt;Dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari insya Allah dilindungi dari kehinaan,kemiskinan, kepapaan, kemelaratan, serta didholimi oleh orang yang dholim. Orang yang mewiridkan doa ini secara rutin insya Allah akan menjadi orang yang tangguh, kuat, dihormati dan disegani. Memiliki kekuasaan berupa kerajaan , perusahaan atau kewenangan dalam pemerintahan. &lt;br /&gt;Doa ini baik sekali dibaca secara rutin bagi mereka yang mempunyai ambisi untuk meraih jabatan, kedudukan dalam perusahaan , pemerintahan, organisasi sosial atau politik. Do’a ini juga sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin meraih sukses dalam bisnis ,perdagangan, mendirikan perusahaan dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ya Latif (Wahai yang Maha Halus dan Lembut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Kalimat Ya Latif berulang ulang hingga fikiran dan hati fokus pada sifat Allah yang Maha Halus dan Maha Lembut. Kemudian baca Do’a  :” Ya Allah ya Latif Engkau yang Maha Halus dan maha Lembut hamba mohon padaMu sempurnakan fungsi dari segenap organ tubuh hamba, sempurnakan komposisi berbagai zat yang ada didalam tubuh hamba. Beri hamba kekuatan , kesehatan dan kesegaran dari sisiMu. Jadikan tubuh ini tetap sehat kuat dan segar sepanjang waktu / masa, jadikan tubuh ini tetap sehat, kuat dan segar sampai datang ajal yang telah engkau tetapkan”&lt;br /&gt;Doa seperti tersebut diatas bisa juga dibaca mengikuti kalimat Asmaulhusna Ya Jabbar…Ya Aziz…atau Ya Qohhar. &lt;br /&gt;Ya Allah ya Jabbar Engkau yang maha berkehendak , hamba mohon padamu…..dst&lt;br /&gt;Ya Allah ya Aziz Engkau yang maha perkasa , hamba mohon padsaMu….dst&lt;br /&gt;Ya Allah ya Qohhar Engkau yang maha gagah, hamba mohon padamu……dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat:&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin Allah akan menyempurnakan fungsi berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, lambung, liver, pankreas, ginjal dan menyempurnakan komposisi berbagai zat seperti kadar gula, kolesterol, tekanan darah dan lain sebagainya. Insya Allah badan akan terasa selalu sehat , kuat dan segar, terhindar dari rasa lesu, letih dan cepat lelah. &lt;br /&gt;Dengan membaca doa ini secara rutin tubuh akan tetap sehat kuat dan segar serta memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gangguan berbagai penyakit. Bagi mereka yang sedang mengidap penyakit tertentu, insya Allah akan diberi kekuatan untuk mempercepat proses penyembuhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ya Salam (Wahai yang Maha memberi Keselamatan)&lt;br /&gt;Baca ya Salam berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi keselamatan. Selanjutnya baca doa sebagai berikut:” Ya Allah ya Salam, Engkau yang memberi keselamatan pada siapa yang Engkau kehendaki. Hamba mohon padamu keselamatan hidup didunia maupun akhirat. Selamatkan hamba dari njeratan tipu daya syetan yang meyesatkan, selamatkan hamba dari tipu daya dunia yang melalaikan. Selamatkan hamba dari kesukaran , kesempitan dan kegelapan hidup, kesukaran kesempitan dan kegelapan mati, kesukaran kesempitan dan kegelapan dialam kubur, kesukaran kesempitan dan kegelapan dihari berbangkit, kesukaran kesempitan dan kegelapan dipadang mahsyar, kesukaran kesempitan dan kegelapan dihari berhisab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaatnya:&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin Allah akan menyelamatkan kita dari jeratan tipu daya syetan yang menyesatkan dan tipu daya dunia yang melalaikan. Allah akan menyelamatkan kita dari kesukaran, kesempitan dan kegelapan hidup didunia,ketika sakratul maut, dialam kubur, ketika hari kebangkitan, dipadang mahsyar dan ketika dihisab. Doa ini merupakan investasi masa depan yang paling berharga insya Allah mendapat keselamatan hidup didunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ya Mukmin ( Wahai yang Maha Memberi Rasa Aman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Ya Mukmin berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi rasa aman. Kemudian baca doa sebagai berikut :” Ya Allah Ya mukmin yang memberi rasa aman bagi siapa yang dikehendaki, hamba berlindung padaMu dari bahaya dan kemudaratan apa apa yang kami takuti, dsari bahaya dan kemudaratan apa apa yang kami kuatiri, dari bahaya dan kemudaratan apap yang kami cemasi, dari bahaya dan kemudaratan apa yang hamba temui, dari bahaya dan kemudaratan apa apa yang menghampiri hamba , yang terlihat maupun tak terlihat yang hamba ketahui maupun tidak hamba ketahui “. Doa ini juga bisa dibaca mengikuti kalimat asmaulhusna ya Jabbar, Ya Aziz, ya Qohhar atau ya Malik seperti pada contoh asmaulhusna ya Latif diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat:&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari kita akan dilindungi dari bahaya dan kemudaratan apa-apa yang ditakuti, dicemasi, dikuatiri, ditemui, menghampiri baik yang terlihat maupun tak terlihat, diketahui maupun tidak diketahui. Ini merupakan sistim proteksi otomatis, setiap kita mengalami rasa cemas atau kuatir terhadap sesuatu maka secara otomatis sistim proteksi akan bekerja. Di jalan bisa saja secara tak terduga kita mengalami situasi yang membahayakan keselamatan kita, misalnya kecelakaan pesawat, mobil atau kedaraan lainnya, ancaman penodongan, perampokan, serangan secara brutal, ancaman virus dan penyakit menular. Insya Allah Dia akan melindungi kita dari bahaya dan kemudaratan semua ancaman tersebut dengan cara yang tidak kita mengerti. Allah maha kuat untuk menyelamatkan dan melindungi siapa saja yang dikehendakiNya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ya Quddus ( Yang Maha suci )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca ya Quddus berulang-ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha bersih dan suci. Lanjutkan dengan doa:” Ya Allah ya Quddus, hamba mohon padaMu bersihkan hati dan fikiran hamba dari berbagai kotoran dan penyakit, bersihkan hati dan fikiran hamba dari berbagai sifat buruk dan negatif, bersihkan hati dan fikiran hamba dari berbagai sifat buruk dan tercela, ganti semua keburukan hamba dengan kebaikan dari sisiMu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat:&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca doa ini setiap hari Allah akan menghilangkan berbagai sifat buruk dan negatif yang sering kita lakukan, seperti sifat emosional, buruk sangka, dengki, cemas, malas, pemarah, pesimis, dan lain sebagainya. Insya Allah Dia akan mengganti berbagai sifat buruk itu dengan sifat yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.   Ya  Fattah ( Yang Maha Membukakan jalan)&lt;br /&gt;Baca ya Fattah berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha membukakan jalan. Lanjutkan dengan doa:” Ya Allah ya Fattah , bukakan bagi hamba jalan menuju sukses dan kemenangan, bukakan bagi hamba pintu rahmat dari langit dan bumiMu, bukakan bagi hamba pintu rahmat dari segala penjuru yang Kau berkahi, bukakan bagi hamba pintu kemenangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat :&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari akan selalu mendapat kemudahan dalam berbagai hal. Mendapat hidayah dan bimbingan untuk meraih kemenangan dan kesuksesan dalam berbagai bidang. Mendapat bimbingan dan hidayah dalam menyelesaikan berbagai hal seperti masalah rumah tangga, mengembangkan usaha bisnis, masalah organisasi, karir dan jabatan,  pertanian, peternakan , industri, perdagangan dan lain sebagainya.  Selalu mendapat keberuntungan dan terhindar dari berbagai hal yang dapat menyulitkan seperti  ancaman fitnah, kedengkian, dihianati atau  didholimi teman seiring dan berbagai kejadian buruk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ya Alim ( Yang maha menguasai ilmu pengetahuan)&lt;br /&gt;Baca ya  Alim berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha menguasia berbagai ilmu pengetahuan. Kemudian lanjutkan dengan do’a :” Ya Allah ya Alim yang menguasai segala ilmu pengetahuan , yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya . Ajarkan hamba berbagai ilmu dari sisiMu, Ilmu yang membawa rahmat dan berkah bagi kami dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ajarlkan kami ilmu hikmah dari sisiMu, ajari kami ilmu hikmah dari Qur’anMu. Kami tidak memiliki ilmu melainkan apa yang telah Kau ajarkan kepada kami :”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat :&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari akan diberi bimbingan dan hidayah dalam meraih berbagai ilmu yang bermanfaat didunia maupun akhirat. Bagi mereka yang bergerak dibidang riset dan penelitian insya Allah diberi kemudahan dan bimbingan dalam melakukan riset dan penelitiannya. Bagi mereka yang rajin membaca, menuntut ilmu akan dibukakan hati dan fikirannya menerima berbagai ilmu baru yang bermanfaat bagi kehidupannya didunia dan akhirat. Doa ini sangat membantu bagi mereka yang sedang belajar, kuliah atau  study didalam maupun luar negeri. Bagi mereka yang mempelajari Qur’an akan diberi pemahaman dan berbagai ilmu hikmah dari Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ya Rozak ( Yang Maha memberi Rezeki)&lt;br /&gt;Baca ya Rozak berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya. Kemudian baca doa:” Ya Allah ya Rozak yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya. Lapangkan rezeki kami selapang lapangnya, bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu . Bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Kau berkahi. Jangan Kau sempitkan rezeki kami ya Allah, jangan Kau tutup rezeki kami ya Allah. Cukupkan kami dengan rezeki berlimpah dari sisiMU”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat:&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca doa ini secara rutin setiap hari akan dibukakan baginya pintu rezeki dari langit , bumi dan segala penjuru yang diberkahi. Hidup lapang berkecukupan jauh dari kemiskinan , kemelaratan dan kepapaan. Bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan, kemelaratan, serba kekurangan, dililit hutang yang mencekik, jika mengamalkan doa ini dengan sunguh sunguh insya Allah akan dibebaskan dari semua kondisi yang menghhimpit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ya Mughni (Yang Maha Memberi Kekayaan)&lt;br /&gt;Baca ya Mughni berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang maha memberi kekayaan kepada siapa yang dikehendaki. Kemudian baca doa :” Ya Allah ya Mughni yang maha memberi kekayaan kepada siapa yang dikehendaki, cukupkan kami dengan kekayaanMu yang berlimpah dilangit dan bumi. Cukupkan kami dengan kekayaanMu yang tak terbatas, cukupkan kami dengan kekayaanMu yang tak terhingga, cukupkan kami dengan kekayaanMu yang berlimpah. Jangan Kau hinakan kami dengan kemiskinan, kepapaan , kemelaratan dan hidup serba kekurangan. Ya Allah karuniai kami kekayaan berlimpah yang  penuh dengan rahmat dan berkah dari sisiMu. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa yang sama bisa dibaca untuk Asamaulhusna ya Ghoniy (Yang maha kaya), Ya Allah ya Ghoniyy yang maha kaya…..cukupkan kami dengan kekayaanMu yang berlimpah …dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan manfaat:&lt;br /&gt;Insya Allah dengan membaca doa ini setiap hari akan mendapat kehidupan yang baik didunia dan akhirat selalu dalam kelapangan dan hidup berkecukupan  ,dijauhi dari hidup dalam kemiskinan, kemelaratan , kepapaan serta selalu  dililit hutang . Bagi mereka yang terlanjur hidup dalam kemiskinan, kemelaratan, serba kekurangan, dililit hutang yang mencekik, jika mengamalkan doa ini dengan sunguh sunguh insya Allah akan dibebaskan dari semua kondisi yang menghimpit tersebut. Doa ini baik juga dibaca bersama dengan doa minta rezeki yang mengiringi asmaulhusna ya Rozak. &lt;br /&gt;Selanjutnya silahkan disusun sendiri doa dengan menggunakan asmaulhusna yang lain seperti Ya Ghaffar (yang maha pengampun), Ya Roofi’ (yang maha meninggikan derajat), Ya Mu’iz (yang maha memberi kemuliaan) Ya Nur (Yang maha memberi cahaya) dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Namun demikian membiasakan diri berdoa dengan asmaulhusna diatas bukanlah hal yang mudah. Sifat manusia cepat bosan dan malas. Mengucapkan kalimat asamulhusna berulang –ulang sambil duduk terasa membosankan . Irama yang monoton kadangkala malah menimbulkan rasa kantuk. &lt;br /&gt;Dari pengalaman kami semua kendala tersebut bisa diatasi dengan membaca dzikir dan doa tersebut sambil melakukan senam pernapasan. Dengan gerak senam pernapasan yang lembut kita bisa membaca semua doa tersebut diatas didalam hati tanpa merasa bosan dan lelah. Semua doa diatas bisa kita baca setiap hari tanpa merasa bosan , lelah atau mengantuk ,bahkan badan terasa segar dan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa tersebut juga bisa dibaca sambil melakukan pernapasan konsentrasi atau relaksasi seperti ysang telah disampaikan pada tulisan diblog ini . Dengan teknik pengolahan napas yang  tepat dan benar kita bisa membaca semua dzikir dan doa tersebut diatas tanpa merasa bosan, lelah atau mengantuk. Jika berminat anda bisa mengikuti pelatihan yang kami adakan sesuai jadwal yang ada diblog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK SEORANGPUN TAHU APA YANG AKAN TERJADI BESOK&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Luqman 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ada 6 pesan singkat yang terkandung dalam surat Luqman ayat 34 ini:&lt;br /&gt;1. Hanya Allahlah yang tahu , kapan terjadinya peristiwa kiamat&lt;br /&gt;2. Allahlah yang mengatur dan mengendalikan turunnya hujan dari langit&lt;br /&gt;3. Hanya Allah yang tahu apa yang ada dalam rahim seorang ibu&lt;br /&gt;4. Tidak seorangpun tahu , apa yang akan terjadi dan dialaminya besok hari&lt;br /&gt;5. Tidak seorangpun tahu kapan dan dimana ia akan wafat.&lt;br /&gt;6. Hanya Allah yang Maha Mengetahui dan mengenal segala sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 26 Desember 2004 pagi sebagian besar penduduk Aceh melaksanakan aktifitas sebagaimana yang mereka lakukan sehari hari. Belanja kepasar, menuju tempat kerja, kesekolah, bermain, kekebun, bersiap melaut, tidak seorangpun yang tahu bahwa hari itu akan terjadi Kiamat kecil yang menyebabkan ratusan ribu nyawa melayang dalam sekejap mata. Pagi itu sebagian besar wilayah Aceh diguncang gempa, penduduk panik, berhamburan lari keluar rumah. Penduduk yang berada ditepi pantai heran melihat air laut tiba tiba menyusut dengan mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian warga Banda Aceh, Meulaboh dan penduduk ditepi pantai Aceh dikejutkan dengan datangnya gelombang pasang setinggi pohon kelapa. Dengan ganas ombak besar itu menyapu apa saja yang menghadangnya, gelombang pasang terus masuk kedaratan sampai beberapa kilometer. Ratusan ribu nyawa melayang dalam waktu yang singkat. Demikianlah Allah mencontohkan kejadian Kiamat sebagaimana yang sering disebutkan dalam Al-Qur’an. Kejadiannya begitu tiba-tiba, tidak seorangpun pernah menyangka peristiwa itu akan terjadi. Memisahkan ibu dari anak, ayah dengan keluarganya, menghilangkan nyawa ratusan ribu orang dalam sekejap mata. Melenyapkan semua yang ada dimuka bumi, rumah, gedung, pohon, binatang ternak, kendaraan, harta benda, semua musnah tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu dengan pasti kapan akan turun hujan, apa yang tersembunyi dirahim seorang ibu, apa yang akan terjadi dan kita alami besok hari, kapan dan dimana kita akan wafat. Kita hanya bisa menduga-duga dan membuat prediksi atau perkiraan. Dugaan dan perkiraan kita kadang benar, kadang meleset. Hanya Allahlah yang tahu segala gala-nya. Tidak tersembunyi bagi Allah sesuatu dilangit dan dibumi, juga yang ada didalam diri kita masing masing. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laa haulaa walaa kuwwata illa billahi” kita memang tidak punya daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Mari kita sadari kelemahan kita, jangan sombong, takabur, bangga dan takjub dengan kemampuan diri. Kita tidak berarti tanpa bimbingan dan pertolongan Allah. Bertaqwa dan tawakkallah pada-Nya. Allah akan membimbing dan menuntun orang yang bertaqwa dan ber-tawakkal padaNya. Sebagaimana firman Allah dalam surat A Thalaq ayat 2-3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“……. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.(2) Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(3) ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi beberapa jam lagi dihadapan kita, apa yang akan terjadi besok terhadap diri kita . Hanya Allah yang tahu pasti apa yang akan terjadi terhadap diri kita besok, kita hanya bisa berusaha, berharap dan berserah diri pada keputusan-Nya. Allah tidak akan pernah menyia- nyiakan orang yang selalu ingat dan berbakti pada-Nya. Dialah pemimpin dan pelindung orang yang ber-Iman dan bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUNCI MENDAPATKAN KEHIDUPAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&lt;br /&gt;(An Nahl 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua manusia ingin hidup bahagia, aman, tentram sejahtera, berkecukupan. Semua manusia takut hidup sengsara, melarat, dikucilkan masyarakat,hidup miskin dan serba kekurangan. Hal yang wajar, hanya saja untuk mendapatkan semua yang diinginkan itu banyak manusia yang salah kaprah. Mereka mengerjakan sesuatu yang menurut perkiraannya akan mendapatkan semua yang diinginkan, tapi kenyataannya apa yang dikerjakan dan diusahakannya justru mendatangkan hal yang sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat An Nahl ayat 97 diatas Allah menunjukan suatu cara untuk mendapatkan kehidupan yang baik didunia dan akhirat, yaitu dengan cara terus menerus mengerjakan amal kebaikan dan ber-Iman pada Allah. Ini adalah janji Allah, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Mengerjakan amal saleh dan ber-Iman pada Allah adalah syarat mutlak untuk mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan orang yang terus menerus mengerjakan amal kebaikan, dengan menyantuni yatim piatu, membantu memerangi kemiskinan, memberikan bea siswa, membantu fakir miskin dan banyak lagi kegiatan sosial lainnya, namun ia tidak ber-Iman pada Allah, apakah ia akan mendapat kehidupan yang baik juga? Pada kenyataannya orang yang seperti ini kekayaannya terus bertambah, ia bisa mendapatkan apa saja yang diingini didunia ini. Allah membalasi kebaikan mereka hanya didunia saja. Diakhirat ia tidak mendapatkan apa – apa, semua amalannya didunia jadi sia – sia. Karena dia memang tidak percaya pada Allah dan kehidupan akhirat, dia tidak pernah mengharapkan balasan di akhirat, ia hanya butuh penghargaan dan balasan kebaikan didunia, dan ia telah mendapatkan semua yang diinginkan didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah meng-umpamakan amalan orang yang berbuat baik tapi tidak ber-Iman pada Allah bagaikan tanah yang berada diatas batu yang licin kemudian ditimpa hujan, tanah itu hanyut, hilang tak berbekas. Allah menyampaikan ini dalam surat Al Baqarah ayat 264:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Al Baqarah 264)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal kebaikan atau amal saleh yang didasari karena Iman pada Allah dan hari akhirat, pasti dibalasi Allah dengan kebaikan didunia dan akhirat. Namun amal kebaikan atau amal saleh yang tidak didasari oleh Iman dan keyakinan pada Allah serta kehidupan akhirat, hanya dibalasi Allah dengan kebaikan didunia saja. Ia mendapat rezeki berlimpah pujian, sanjungan dan penghargaan dari berbagai pihak didunia ini, namun diakhirat kelak ia tidak mendapatkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kunci kesejahteraan hidup yang disampaikan Allah dalam surat An Nahl ayat 97, yaitu terus menerus berbuatan amal saleh dan kebaikan serta ber-Iman pada Allah dan kehidupan akhirat. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya apa yang dijanjikan-Nya pasti terjadi . Allah akan membalasi kebaikan setiap orang yang ber-Iman dan yakin pada-Nya dengan kebaikan yang banyak dan berlipat ganda di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERUSAKAN DIDARAT DAN LAUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Rum 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir akhir ini sering terjadi bencana alam yang melanda kota, desa dan kampung, merusak bangunan, harta benda bahkan meminta korban jiwa yang tidak sedikit. Tanah longsor, banjir bandang, sungai meluap, kebakaran hutan, kekeringan dan lain sebagainya. Jika diteliti ternyata semua bencana itu bersumber dari ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penebangan pohon dihutan yang semena mena mengakibatkan hutan jadi gundul dan gersang. Ketika hujan turun tidak ada lagi pohon yang menahan air hujan. Dahulu semua air yang turun ditahan oleh pepohonan, kemudian meresap dan disimpan didalam tanah. Sekarang tidak ada lagi pepohonan yang menahan air hujan, air terus meluncur kesungai mengalir deras menuju laut. Sungai yang ada tidak mampu menampung luapan air , akibatnya terjadilah banjir di mana mana. Penebangan pohon dengan semena mena oleh segelintir orang telah menimbulkan kerusakan dan bencana berkepanjangan. Musim hujan terjadi banjir dimana mana. Musim panas terjadi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilautan juga terjadi kerusakan akibat ulah sebagian manusia, pencemaran laut oleh sampah dan minyak, pengrusakan terumbu karang, penangkapan ikan dengan rakus yang merusak bibit dan ikan yang masih kecil, telah menimbulkan kerusakan pula di lautan. Bukan tidak mungkin jika pencemaran ini terus berlanjut satu ketika akan sulit bagi kita mendapatkan ikan dari laut. Sebagian nelayan tradisional yang mencari ikan dengan alat sederhana sudah mulai merasakan dampak kerusakan ini. Pantai yang dahulu dipenuhi ikan kini sudah kosong. Mereka harus berlayar jauh ketengah laut untuk mendapatkan ikan. Bukan tidak mungkin satu ketika sebagian besar ikan dilaut juga akan musnah, sehingga sulit bagi manusia mendapatkan daging ikan sebagai sumber makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diudarapun terjadi kerusakan akibat ulah sebagian manusia. Pencemaran udara oleh berbagai alat teknologi seperti mobil, motor, pabrik, yang menghasilkan gas dan zat berbahaya juga telah merusak sistim lapisan ozon yang pada akhirnya menimbulkan pemanasan global. Kebakaran hutan menimbulkan kabut asap yang mengotori udara, manusia sulit bernafas. Akibat pemanasan global gunung es di kutub utara dan selatanpun mulai mencair, permukaan air laut di seluruh pantai didunia mulai naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian ini telah diingatkan Allah 14 abad yang lalu melalui firman-Nya dalam surat Ar Rum ayat 41 sebagai tertulis pada awal artikel ini. Semua ini sebagai peringatan bagi manusia agar segera kembali kepada Allah dan berusaha memperbaiki perilaku buruk yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan tersebut Jika tidak niscaya Allah akan merasakan azab, yang kenyataannya telah dirasakan oleh sebagian dari kita. Memang sudah banyak organisasi didunia ini yang berusaha menyadarkan manusia tentang dampak kerusakan oleh ulah segelintir orang ini. Bahkan Negara besar diduniapun telah mulai memberikan perhatian untuk masalah ini. Selamat berjuang bagi rekan dan organisasi penyelamat lingkungan, mudah mudahan Allah mengampuni kita dan menurunkan rahmatnya pada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL YANG MENYEBABKAN MANUSIA MASUK NERAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&lt;br /&gt;(Al-A’raaf 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al-A’raaf ayat 179 ini Allah menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan manusia dan jin terjerumus masuk kedalam neraka jahanam, antara lain :&lt;br /&gt;Mereka mempunyai hati namun tidak digunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah&lt;br /&gt;Mereka mempunyai mata namun tidak dipergunakannya untuk melihat tanda kekuasaan Allah&lt;br /&gt;Mereka mempunyai telinga namun tidak digunakannya untuk mendengarkan nasehat dan ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan mereka tersebut diatas bagaikan binatang ternak bahkan lebih sesat lagi dari itu,dan mereka termasuk kedalam kelompok orang yang lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang sakit&lt;br /&gt;Hati manusia ada yang sehat bercahaya menerangi kehidupan diri dan lingkungannya dan ada pula yang sakit dan gelap serta merongrong kehidupan diri dan lingkungannya. Hati yang sehat dipenuhi dengan rasa Iman, takwa, tawakkal, sabar, dan sangat cinta mendengarkan nasehat dan ayat Qur’an, membawa rahmat dan manfaat bagi diri dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang sakit dan gelap dipenuhi rasa takut, cemas,kecewa, dendam, benci, sombong, ria, suka dipuji, tamak, cinta dunia dan lain sebagainya. Orang yang ada penyakit dalam hatinya merasa benar sendiri, dan sulit menerima nasehat saran atau kritik dari orang lain. Mereka enggan untuk sujud dan tunduk pada Allah. Seluruh usaha dan kegiatannya hanya ditujukan untuk meraih kehidupan dunia, mereka mengabdi pada kepentingan syahwatnya. Mereka berusaha memuaskan kebutuhan syahwat dan nafsunya dengan berbagai cara, tidak peduli halal dan haram. Inilah orang yang telah ditutup hatinya oleh Allah dengan pernyataannya dalam surat Al Baqarah ayat 7 dan Jatsiyah ayat 23 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Al Baqarah 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?&lt;br /&gt;(Al Jatsiyah 23)&lt;br /&gt;Peliharalah hati dari berbagai penyakit yang dapat membutakan hati dari menerima kebenaran. Hati yang dipenuhi penyakit hanya akan mendorong seseorang untuk mengerjakan perbuatan keji dan mungkar yang akan nmenjerumuskannya kedalam api neraka jahannam yang panas membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yang buta&lt;br /&gt;Orang yang buta mata hatinya tidak mampu melihat tanda tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang banyak bertebaran dilangit dan bumi ini. Kalau diperhatikan sebenarnya pada penciptaan langit dan bumi serta tumbuh2an dan hewan yang terdapat didarat, laut maupun angkasa serta pada diri manusia sediri, terdapat tanda tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Namun sedikit sekali orang yang mampu melihat tanda kebesaran Allah tersebut, walaupun matanya sehat, tidak buta dan dapat melihat dengan jelas. Mereka hanya mampu melihat benda disekitarnya dengan jelas, namun tidak mampu melihat tanda kebesaran Allah yang ada pada benda tersebut. Kalau mereka mampu memanfaatkan matanya dengan benar mereka akan dapat melihat tanda kebesaran Allah pada sesuatu yang mereka lihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (Ali Imran 190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang sebagian besar manusia tidak mampu mengambil pelajaran dari berbagai kejadian yang mereka lihat dan alami. Berbagai kejadian yang mereka alami dan lihat berlalu begitu saja. Mereka menganggap itu sebagai hukum alam, suatu kejadian atau materi hadir dalam kehidupan mereka dari tiada menjadi ada, dan kembali menjadi tiada hanya karena suatu proses alami saja. Kita hidup, mati kemudian berlalu begitu saja , tidak ada lagi kehidupan sesudah mati, semua itu terjadi karena proses alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikiran, cita cita dan usaha mereka seluruhnya ditujukan hanya untuk kehidupan dunia. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tidak peduli halal dan haram. Mereka tidak paham kalau kehidupan ini ada yang memiliki dan mengaturnya,sikap ini menggiring mereka untuk maasuk kedalam api neraka jahannam yang panas membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telinga yang tuli&lt;br /&gt;Sebagian manusia ada yang telinga batinnya tuli, mereka lebih tertarik mendengar musik, cerita gosip, berbagai berita dan kejadian didunia yang menarik hati. Mereka tidak tertarik untuk mendengar nasehat, kajian agama, ataupun ayat-ayat Qur’an. Mereka terlalu asyik dengan kehidupan dunia, enggan mendengar lantunan ayat Qur’an yang menasehati atau kajian tentang Iman, Tauhid, kebesaran Allah, kehidupan akhirat yang banyak diperdengarkan melalui media radio, televisi maupun ceramah umum. Mereka lebih suka mendengar suara musik, nyanyian, berita politik dan kejadian dari segala penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang penuh penyakit, mata hati yang buta, telinga batin yang tuli menyebabkan mereka hidup bagai binatang ternak, yang tujuan hidupnya hanya untuk makan minum, tidur dan mendapatkan kesenangan dunia. Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk kehidupan dunia, mereka lalai dari mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat, itulah yang menyebabkan mereka terjerumus kedalam jurang neraka yang dalam. Bersihkan hati dari berbagai penyakit, latih mata dan telinga untuk memahami tanda kebesaran Allah dialam ini. Insya Allah selamat hidup didunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG YANG PALING RUGI HIDUPNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” 104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. 105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. 106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku        sebagai olok-olok.  (Al Kahfi 103-106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al Kahfi 103-106 Allah menceritakan tentang orang yang paling rugi dalam kehidupannya. Mereka adalah orang yang sia-sia semua amal perbuatannya. Mereka menyangka telah banyak berbuat amal kebaikan padahal diakhirat nanti Allah tidak akan  memberikan penilaian pada semua amal kebaikan yang telah mereka lakukan . Mereka akan dilemparkan kedalam neraka jahanam , dan semua amal kebaikan yang telah mereka kerjakan tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama kondisi ini adalah karena mereka tidak beriman kepada Allah dan ayat ayat-Nya, serta mereka tidak percaya akan adanya kehidupan akhirat. Mereka menjadikan ayat ayat Allah dan rasulNya sebagai bahan ejekan dan olok olok. Iman pada Allah dan yakin akan adanya kehidupan akhirat merupakan syarat utama untuk diterima amalnya oleh Allah. Orang yang tidak beriman pada Allah dan kehidupan akhirat amalnya akan sia sia. Allah menegaskan kembali hal ini dalam surat Al Furqon ayat 23 dan surat an Nur ayat 39. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan , lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Furqon 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya (An Nur 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan firman Allah diatas , bagaimanakah keadaannya umat manusia dewasa ini yang sebagian besar tidak ber-iman pada Allah dan rasulNya ?, mereka menyembah Tuhan  yang lain selain Allah. Penduduk dunia dewasa ini hampir mencapai tujuh milyar, yang beragama Islam hanya sekitar 1,6 milyar. Banyak orang yang tidak percaya pada Allah, tidak menganut agama apapun (atheis), atau mereka menganut salah satu kepercayaan yang tidak menyembah  Allah. Mereka banyak melakukan amal kebaikan yang bermanfaat bagi umat manusia, menolong dengan  sesama, ikut mengentaskan kemiskinan, peduli dengan orang yang tertindas dan papa. Bagaimana keadaan meraka? Apakah mereka termasuk golongan orang yang rugi itu?. Ya mereka hanya mendapatkan manfaat duniawi dari amal perbuatan mereka, mereka mendapat sanjungan dan pujian dari berbagai pihak didunai ini. Mereka menjadi orang yang mulia dan terhormat didunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhirat mereka tercengang dan heran, semua amal kebaikan mereka telah lenyap. Allah telah membalasi semua kebaikan mereka ketika hidup didunia, dengan kemulian, berbagai penghargaan dan penghormatan. Diakhirat mereka tidak mendapatkan apa apa selain api Neraka yang panas membakar.  Semua amal kebaikan yang mereka kerjakan didunia hanya sia sia saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingatkan dalam surat Ali Imran ayat 85, bahwa barang siapa mencari agama selain Islam tidak akan diterima amalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Islam agama yang diridhoi Allah, namun demikian pada kenyataannya sebagaian besar manusia didunia ini lebih memilih agama dan Tuhan yang lain sebagai sembahannya. Bagaimana nasib mereka diakhirat kelak? Apakah mereka termasuk orang yang rugi sebagaimana disebutkan pada firman Allah diatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati hati terhadap paham yang mengatakan bahwa semua agama sama, semua menuju kepada Tuhan yang satu. Islam mengakui pluralitas agama , yaitu keberagaman aliran dan kepercayaan . Islam mengakui keberadaan agama lain selain Islam. Islam mengakui keberadaan pengikut agama Nasrani, Yahudi, Sabiin, Majusi , Budha, Hindu , Shinto , aliran kepercayaan, animisme dan lain sebagainya. Namun Islam menolak paham Pluralisme yang menganggap semua agama sama dan benar. Agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam. Siapa yang memilih selain Islam akan ditolak semua amal kebaikannya seperti yang disebutkan Allah dalam surat Al Kahfi ayat 103-106 diatas. &lt;br /&gt;Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih apa yang mau disembah. Tidak ada paksaan dalam Islam untuk memeluk Islam dan menyembah Allah. Setiap orang bertanggung jawab atas pilihannya masing masing. Al-Qur’an para Rasul, Mubaligh , Ulama , Kyai dan Ustads telah menjelaskan mana agama yang haq mana yang bathil. Terserah pada masing masing orang untuk menentukan sikap. Orang yang memilih agama yang benar beruntunglah dia siapa memilih agama yang bathil maka celakalah dia . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjadikan Dinul Islam sebagai jalan keselamatan bagi orang yang mau menempuh jalan tersebut. Semua ritual dan amal ibadah dalam Islam adalah untuk kebajikan orang yang melakukannya. Allah tidak bertambah kaya dan mulia jika disembah dan ia tidak akan hina dan miskin jika tidak disembah. Allah membalasi orang yang patuh dan taat padaNya dengan Syurga dan kesejahteraan hidup didunia . Dan Dia membalasi orang yang durhaka serta berpaling dari menyembhaNya dengan Neraka jahannam dan kesengsaraan hidup didunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memilih agama yang lain dari Islam telah tertipu oleh kehidupan dunia mereka menyangka berada pada jalan yang benar. Mereka bangga dengan kehebatan dan berbagai kebaikan yang mereka perbuat. Mereka selalu mendapat penghormatan dan sanjungan dimana mana. Tidak dipungkiri bahwa pada kenyataannya dunia dewasa ini dikuasai oleh kekuatan non Muslim. Sebaliknya umat Islam digempur dengan berbagai fitnah, dituduh sebagai teroris, ditindas, bahkan negaranya dihancurkan. Itulah tipu daya dunia yang baik kelihatan buruk, yang buruk kelihatan baik. Orang yang tidak paham akan mudah tertipu oleh tipu daya syetan dan tipuan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kagum dan takjub atas kelebihan yang Allah berikan kepada orang yang tidak berIman kepada Allah dan kehidupan akhirat. Itu hanya kesenangan sementara didunia, dan di akhirat mereka akan dibenamkan didalam neraka jahanam .  Kehidupan akhirat jauh lebih baik bagi orang yang beriman kepada Allahdan Rasul-Nya. Allah mengingatkan ini dalam surat Thaha ayat 131. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;131. Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (Thaha 131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah jalan untuk mendapatkan keselamatan hidup didunia maupun akhirat. Orang yang sombong dan bangga dengan kekuatan, kekayaan dan kemakmuran yang dimilikinya dan tidak mau tunduk pada Allah, bahkan ia menyembah tuhan yang lain selain Allah, baru menyadari kekeliruannya jika nyawa sudah berpisah dari badan. Mereka akan menyeru memohon pada Allah agar dihidupkan kembali , meraka akan berbuat amal kebaikan berbeda dengan yang selama ini mereka lakukan. Namun seruan dan teriakan mereka hanya sia sia belaka….semua sudah terlambat. Allah mengingatkan ini dalam surat Al Mukminun ayat 99-100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) , 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHOLAT SEBAGAI SOLUSI BERBAGAI MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat manusia selalu dihadang berbagai masalah dalam hidupnya. Selesai satu masalah sudah menunggu masalah berikutnya. Banyak orang yang bingung, tertekan, stress, depresi dan menemui jalan buntu dalam menyelesaikan berbagai masalah tersebut. Mereka jadi putus asa , diantaranya ada yang mengakhiri hidupnya dengan melakukan tindakan bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat yang benar dan khusuk adalah cara paling jitu untuk mengatasi berbagai masalah yang datang menghadang dalam hidup ini. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 45 dan 153 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululllah jika ditimpa masalah yang sulit juga selalu memohon pertolongan pada Allah dengan mengerjakan shalat , sebagaimana diriwayatkan dari Huzaifah ra , ia berkata:”Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan maka beliau selalu mengerjakan shalat (Ahmad, Abu Dawud-Durul Mantsur). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda saat ini sedang dirudung berbagai kesulitan?. Hutang menumpuk, belum mendapatkan pekerjaan, belum mendapat jodoh, bisnis selalu gagal, karir macet, terancam PHK, rumah tangga kalut dan kacau, didera berbagai penyakit dan lain sebagainya. Anda selalu bertanya , mengapa semua ini terjadi pada diri anda. Allah mengingatkan bahwa apa saja bencana dan musibah yang menimpa adalah karena ulah perbuatan tangan anda sendiri. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Asy Syuura ayat 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu (Asy Syuura 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin keluar dari semua kesulitan tersebut? Lakukanlah introspeksi diri, bertaubatlah pada-Nya atas segala kesalahan dan kekeliruan yang pernah anda lakukan. Periksalah sholat anda , apakah anda sudah melakukan shalat dengan khusuk dan benar. Dengan melakukan perubahan dan perbaikan Allah akan merubah semua kehidupan anda dari keadaan terpuruk menjadi aman sejahtera , dan selalu hidup berkecukupan. Allah menegaskan hal tersebut dalam surat Huud ayat 3. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Huud 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertaubat padaNya periksalah shalat anda, sudahkah anda shalat dengan khusuk dan benar. Perhatikan shalat yang anda lakukan setiap hari&lt;br /&gt;Apakah anda shalat hanya sekadar memenuhi kewajiban?&lt;br /&gt;Apakah shalat terasa sebagai beban yang memberatkan?&lt;br /&gt;Apakah anda shalat dengan malas ?&lt;br /&gt;Apakah anda sering meninggalkan shalat wajib?&lt;br /&gt;Apakah anda tidak mengerti bacaan yang anda baca dalam shalat?&lt;br /&gt;Apakah fikiran anda melayang tak tentu arah ketika mengerjakan shalat?&lt;br /&gt;Apakah anda mengerjakan shalat dengan tergesa gesa dan ingin cepat selesai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jawaban anda , berapa banyak anda menjawab dengan “ya”. Semakin banyak anda menjawab dengan”ya” itulah salah satu penyebab kesulitan anda. Coba pula jawab pertanyaan berikut ini :&lt;br /&gt;Apakah anda merasa shalat sebagai suatu kebutuhan hidup?&lt;br /&gt;Apakah anda mengerjakan shalat dengan senang dan penuh kegairahan?&lt;br /&gt;Apakah anda sering mengerjakan shalat sunah disamping shalat wajib?&lt;br /&gt;Apakah anda sering mengerjakan shalat tahajud atau dhuha?&lt;br /&gt;Apakah jika menghadapi masalah yang sulit anda mengerjakan shalat khusus untuk mengatasi masalah yang anda hadapi?&lt;br /&gt;Apakah anda mengerti setiap kalimat/bacaan yang anda ucapkan dalam shalat ?&lt;br /&gt;Apakah fikiran anda fokus pada apa yang anda ucapkan/baca dalam shalat?&lt;br /&gt;Apakah anda merasa sedang berdialogh dengan Allah ketika melakukan shalat?&lt;br /&gt;Apakah anda merasa mesra dan sangat dekat dengan Allah ketika shalat?&lt;br /&gt;Apakah anda senang berlama lama dalam shalat sunah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jawaban anda , berapa banyak anda menjawab “ya”. Semakin banyak anda menjawab dengan “ya” , semakin mudah anda mengatasi berbagai masalah hidup, dan semakin jauh kesulitan hidup dari diri anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin memperbaiki mutu hidup, perbaikilah mutu shalat anda. Allah menjamin kesejahteraan dan kemenangan bagi orang yang khusuk dalam shalatnya sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 1-2:&lt;br /&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya (Al Mukminun 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kehidupan anda merupakan refleksi dari kondisi shalat anda. Jika shalat anda beres pasti hidup anda beres pula. Jika shalat anda kacau maka kehidupan andapun akan kacau pula. Diakhiratpun kelak yang pertama dihisab adalah shalat sebagaimana disebutkan dalam salah satu Hadist:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi “. (HR. An-Nasaa’i dan Tirmidzi&lt;br /&gt;Jika saat ini hidup anda selalu dirongrong berbagai masalah, hidup terasa sempit, sulit, hutang menumpuk, bisnis selalu merugi, karir mandek, terancam PHK, rumah tangga kalut, perasaan selalu tertekan, stress berkepanjangan, periksalah shalat anda. Orang yang shalatnya benar dan khusuk tidak akan mengalami hal seperti itu. Orang yang shalatnya benar dan khusuk selalu hidup bekecukupan dan dilapangkan rezekinya, hidup aman sejahtera dalam naungan dan pertolongan Allah. Berbagai masalah yang datang selalu bisa diatasi dengan cepat dan mudah. Jika terjadi bencana atau musibah selalu mendapat pertolongan dan jalan keluar dari tempat yang tidak pernah diduga. Semua itu dijamin oleh Allah. Anda bisa lihat dalam kehidupan sehari hari bukti nyata dari semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu mendatangi paranormal,dukun atau tempat pesugihan untuk mengatasi problem yang membelit anda . Walaupun diantaranya ada yang berhasil , semua itu adalah tipu daya syetan untuk menyesatkan anda. Syetan menjanjikan kesenangan dan kesuksesan semu, yang pada akhirnya anda akan terjebak pada perbuatan musyrik mempersekutukan Allah. Janji Allah benar dan pasti dipenuhi. Shalat merupakan solusi jitu bagi berbagai masalah yang anda hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera perbaiki mutu hidup anda dengan memperbaiki mutu shalat. Jangan biarkan diri dan keluarga anda hidup terus menerus dalam kesulitan, penderitaan, kebingungan dan kekalutan yang berkepanjangan. Orang yang khusuk dalam shalatnya , segera bisa mengatasi berbagai masalah yang datang dengan baik. Allah akan memberi jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi, dan menolongnya dengan pertolongan yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG YANG DISESATKAN SYETAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan adalah balatentara Iblis yang ditugaskan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Balatentara Iblis ini terdiri atas syetan dari golongan manusia dan syetan dari golongan Jin, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Al An aam 112&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;112- Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Al An Aam 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan dari golongan manusia &lt;br /&gt;Syetan dari golongan manusia bisa dilihat dengan kasat mata , karena dia adalah manusia yang sudah dipengaruhi oleh Iblis . Hidupnya hanya ditujukan pada kehidupan dunia mengabdi pada kepentingan syahwat dan memperturutkan hawa nafsu duniawi. Syetan dari golongan manusia ini banyak menimbulkan bencana dan kerusakan dimuka bumi ia aktif dan bergerak dibidang politik, ekonomi , pemerintahan, lingkungan hidup serta menimbulkan bencana dimana mana. Syetan dari golongan manusia ini karena berujud fisik harus dihadapi pula secara fisik. Dia bisa berujud sebagai seorang pejabat, pengusaha, politikus, pedagang, guru, profesor, teknisi , dokter dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergaulan sehari hari kita bisa menemui syetan dari golongan manusia ini dengan mudah, Ia dapat kita kenali dari ciri cirinya antara lain &lt;br /&gt;Seluruh usaha dan kegiatannya hanya untuk mendapatkan harta dan kesenangan duniawi, tidak peduli halal dan haram untuk mendapatkannya&lt;br /&gt;Mengukur keberhasilan dan sukses hanya dari ukuran duniawi&lt;br /&gt;Tidak percaya pada Allah dan kehidupan akhirat&lt;br /&gt;Menyebarkan perbuatan maksiat, judi, narkoba, perzinahan untuk mendapatkan kesenangan duniawi&lt;br /&gt;Membenci dan berusaha menghalangi kegiataan keagamaan karena dianggap merintangi kegiatan dan usahanya&lt;br /&gt;Melakukan pemujaaan terhadap syetan, berhala dan thoghut untuk mendapatkan harta , pangkat , kekuasaan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan dari golongan Jin &lt;br /&gt;Syetan dari golongan Jin tidak bisa dilihat dengan kasat mata , ia menghasut dan membujuk manusia untuk melakukan perbuatan maksiat dan durhaka pada Allah. Ia mendorong manusia untuk memperturutkan hawa nafsu, mencintai kehidupan dunia, melupakan Allah dan kehidupan akhirat, menjauhkan manusia dari dzikrullah dan kegiatan ibadah, menyuruh manusia menumpuk harta dan berlaku kikir. Syetan dari golongan Jin ini menjadikan manusia panjang angan angan dan menjanjikan berbagai kesenangan kepada orang yang mau mengikutinya . Syetan dari golongan Jin karena merupakan mahluk ruh tidak bisa dihadapi secara fisik. Ia harus dihadapi dengan tausiah, dakwah, kegiatan dzikrullah , membaca dan mentadabburi Qur’an , memperbanyak ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah, serta mohon perlindungan Allah dari godaan syetan yang terkutuk ini. Allah mengingatkan dalam surat Fushilat ayat 36:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36- Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fushilat 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang jauh dari tuntunan Qur’an , enggan melaksanakan ibadah dan mengingat Allah, malas mendatangi tausiah dan pengajian, membangkang dan tidak mau patuh pada Allah dan RasulNya , sangat mudah ditipu dan diperdayakan syetan dari golongan Jin. Mereka menyangka berada pada jalan yang benar dan tidak menyadari bahwa syetan telah menyesatkan mereka dari jalan Allah yang lurus, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Az Zukhruf 36-37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36- Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. 37- Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (Az Zukhruf 36-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang telah disesatkan syetan itu menyangka bahwa ia berada pada jalan yang benar, padahal syetan yang mendampinginya sudah menjerumuskannya pada jalan yang sesat dan ia tidak menyadari hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian dengan syetan&lt;br /&gt;Diantara manusia ada yang mengadakan perjanjian dengan syetan dari golongan Jin untuk memenuhi ambisinya dibidang politik, bisnis, kebutuhan syahwat dan lain sebagainya. Mereka rela mengorbankan keluarga dan dirinya demi memenuhi ambisi pribadi yang yang telah menutup mata hati dan fikiran sehatnya. Mereka mendatangi tempat pemujaan mengadakan perjanjian dengan Jin penguasa tempat pemujaan tersebut untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan Jin yang menguasai tempat pemujaan itu bersedia membantu orang yang bersangkutan asal mereka mau memenuhi persyaratan yang diajukan, antara lain mengorbankan orang yang dicintai seperti anak, istri, anggota keluarga dan lain sebagainya sebagai tumbal. Jika ia tidak bisa memenuhi perjanjian maka ia sendiri yang dijadikan tumbalnya. Orang yang sudah gelap mata tidak peduli dengan syarat itu, ia mau menerimanya asal keinginannya terpenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kurang kuat imannya dan tidak tahan menghadapi ujian hidup , cenderung mengambil jalan pintas dengan mengadakan perjanjian dengan Syetan Jin yang menguasai tempat pesugihan tersebut untuk mendapatkan kekayaan. Mereka tidak peduli dengan peringatan saudara atau teman yang menasehati, mereka juga tidak menghiraukan peringatan kuncen penjaga pesugihan tentang resiko besar yang menghadang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan syetan pada manusia&lt;br /&gt;Syetan menimbulkan panjang angan angan dan membisikan perbuatan maksiat serta menjanjikan berbagai kenikmatan dan kesenangan palsu pada manusia yang mau mengikuti bisikannya. Orang yang jauh dari tuntunan agama sangat mudah terbius bujukan syetan ini. Syetan menjajikan kenikmatan sementara, kesenangan palsu yang ujungnya hanya menimbulkan penyesalan dan kesengsaraan bagi orang yang mengikutinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita saksikan orang yang terjebak perjudian, perzinahan, narkoba , baru menyadari kekeliruaannya setelah merasakan akibat yang merusak pada dirinya, namun mereka tidak bisa melepaskan diri diri kebiasaan buruk tersebut. Seorang artis tenar terpaksa berurusan dengan yang berwajib akhirnya masuk bui karena menyimpan dan mengkonsumsi narkoba. Seorang artis atau pejabat terkenal menjadi hancur karir dan masa depannya karena terlibat kasus zinah atau perselingkuhan. Seorang pejabat pemerintahan terpaksa meringkuk dalam penjara dan jeruji besi karena terlibat kasus korupsi. Itu baru kesengsaraan yang mereka terima didunia akibat mengikuti bujuk rayu syetan, kesengsaraan akhirat jauh lebih dahsyat dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mengalami kesengsaraan duniawi akibat mengikuti bujukan syetan kemudian menyadarinya, tentu masih ada jalan dan kesempatan untuk membebaskan diri dari sangsi akhirat yang lebih berat kelak, asal mereka mau bertaubat dan memperbaiki tingkah lakunya itu. Allah maha pengampun dan maha menerima taubat, asalkan mereka betul betul menyesali kekeliruannya dan mengadakan perbaikan dengan memperbanyak ibadah dan amal soleh. Bagi mereka yang tidak mau bertaubat dan tidak menyesali kekeliruannya serta tidak berusaha memperbaiki diri, tentu kelak akan menghadapi sangsi yang berat diakhirat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingatkan agar kita jangan tertipu dan terpedaya oleh bujuk rayu syetan yang menganjurkan melakukan perbuatan maksiat dan melawan hukum sebagaimana disebutkan dalam surat An Nur ayat 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.                 ( An Nur 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan hanya mengajak dan menganjurkan manusia untuk melakukan perbuatan keji dan munkar yang pada awalnya memang dirasakan nikmat, namun pada akhirnya akan membawa kehancuran hidup didunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil jalan pintas&lt;br /&gt;Allah pasti memberikan cobaan pada manusia dengan kesulitan dan kesenangan. Orang yang beriman ketika ditimpa kesulitan akan bersabar dan mohon pertolongan pada Allah, Jika mendapat kebahagiaan dan kenikmatan bersyukur dan berusaha membagikan kenikmatan itu pada orang lain. Orang yang tidak beriman jika ditimpa kesulitan jadi putus asa dan berkeluh kesah, jika mendapat kebahagian dan kenikmatan jadi sombong dan kikir tidak mau berbagi kenikmatan dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kurang teguh imannya dan tidak yakin akan datangnya pertolongan Allah, cenderung mengikuti bujukan syetan untuk mengambil jalan pintas dalam mengatasi berbagai kesulitan dan masalah yang dihadapi. Diantaranya ada yang mendatangi pesugihan mengadakan perjanjian dengan syetan untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan merampok, mencuri, menipu, mengurangi timbangan dan lain sebagainya , yang pada akhirnya terpaksa berurusan dengan aparat hukum. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan aksi bunuh diri terjun dari gedung bertingkat atau menabrakan diri pada kendaraan yang melintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bebas dari pengaruh syetan&lt;br /&gt;Orang yang istiqomah yakin pada Allah dan kehidupan akhirat, selalu bertawakkal dan ikhlas dengan berbagai ketetapan Allah padanya tidak bisa dipengaruhi oleh syetan dari golongan Jin. Allah memberi jaminan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal ini sebagai disebutkan dalam surat al Israak ayat 65 dan an Nahl 99&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65- Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, Kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (Al Israak 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99- Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. (An Nahl 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis sebagai panglima tertinggi bala tentara syetan didunia ini juga mengakui bahwa ia tidak mampu menyesatkan hamba Allah yang ikhlas sebagai disebutkan dalam surat Shod ayat 82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82- Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, 83- kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (Shod 82-83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang ikhlas, istiqomah dan berpegang teguh pada tali Allah yang bebas dari pengaruh bujuk rayu syetan yang menyesatkan. Syetan dari golongan Jin dan manusia tidak dapat mengalahkan orang yang beriman dan bertawakkal pada Allah. Karena mereka mendapat jaminan dan perlindungan dari Allah dengan tentara Malaikat yang ada dilangit dan bumi, sebagaimana disebutkan dalam surat Fushilat ayat 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30- Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” 31- Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta..(Fushilat 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESONA DUNIA YANG MEMBINASAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu ketika nabi Isa mengembara dibumi dengan ditemani oleh seorang Yahudi . Ia membawa dua potong roti sedang nabi Isa hanya membawa sepotong roti. Nabi Isa bertanya pada orang Yahudi itu:”Apakah engkau akan mengajakku makan bersama?”. Orang Yahudi itu menjawab:”Tentu”. Namun ketika ia mengetahui bahwa nabi Isa hanya membawa sepotong roti, ia menyesal. Ketika nabi Isa pergi untuk menunaikan shalat, orang Yahudi itu segera memakan sepotong roti yang ada padanya. Setelah nabi Isa selesai mengerjakan shalat, mereka berdua mengeluarkan makanannya. Nabi Isa bertanya:” Mana roti yang sepotong lagi?”. Orang Yahudi itu menjawab: “Aku hanya membawa sepotong roti”. Lalu nabi Isa makan satu roti dan orang Yahudi itu satu roti pula. Setelah itu mereka berdua melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berjalan, pada suatu sore merekapun sampai pada sebuah pohon yang rindang. Nabi Isa mengajak Yahudi itu untuk beristirahat dan bermalam dibawah pohon itu. Mereka bermalam dibawah pohon itu hingga datang pagi hari. Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu melanjutkan perjalalanan hingga bertemu dengan seorang yang buta. Nabi Isa bertanya pada orang buta itu: “Jika aku mengobatimu hingga Allah mengembalikan penglihatanmu, apakah engkau akan bersyukur pada-Nya?”. Orang buta itu menjawab: “Tentu saja”. Lalu nabi Isa mengusap mata orang buta itu seraya berdo’a kepada Allah,seketika itu juga ia dapat melihat kembali. Kemudian nabi Isa bertanya pada orang Yahudi yang bersamanya: “Demi Allah yang membuat engkau melihat orang buta dapat melihat kembali, dimanakah roti yang sepotong lagi?”. Yahudi itu menjawab:” Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti”. Nabi Isa hanya diam mendengar jawaban Yahudi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua kemudian meneruskan perjalanan hingga lewat pada sekawanan rusa yang sedang merumput. Nabi Isa kemudian memanggil salah seekor rusa itu dan menyembelihnya. Mereka kemudian makan sebagian dagingnya. Setelah itu nabi Isa berkata pada rusa yang telah mati dan sudah tidak utuh itu: “Bangunlah, dengan izin dan kehendak Allah”. Rusa itupun bangun dengan keadaan utuh seperti semula. Melihat keajaiban itu, orang yahudi itu berkata:”Maha suci Allah”. Nabi Isa kemudian bertanya:” Demi Allah yang telah memperlihatkan kekuasaan-Nya padamu, siapakah yang telah memakan roti yang ketiga?”. Yahudi itu menjawab :”Demi Allah, yang ada padaku hanya sepotong roti”. Nabi Isapun diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengulang pertanyaannya,nabi Isa mengajak Yahudi itu melanjutkan perjalanannya, hingga sampai pada sebuah sungai yang lebar. Lalu Nabi Isa menuntun tangan Yahudi itu berjalan diatas air menyeberangi sungai tersebut. Sampai diseberang orang yahudi itu berkata : “Maha suci Allah”. Nabi Isa kemudian bertanya: “Demi Allah yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya padamu, dimanakah roti yang ketiga?”. Orang Yahudi itu menjawab: “Demi Allah yang ada padaku hanya satu potong roti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengulang pertanyaannya, nabi Isapun mengajak Yahudi itu untuk melanjutkan perjalanan, hingga sampailah mereka pada suatu perkampungan yang telah hancur. Disana mereka menemukan tiga bongkah emas yang besar, lalu nabi Isa berkata:” Satu bongkah untukku, yang satu bongkah untukmu dan satu bongkah lagi untuk orang yang mengambil roti ketiga”. Yahudi itu berkata:”Akulah yang mengambil roti ketiga itu, aku telah memakannya saat engkau sedang shalat”. Nabi Isa berkata:”Jika demikian ambillah semua emas ini untukmu, dan tiba saatnya bagi kita untuk berpisah”. Kemudian Nabi Isa melanjutkan perjalananya meninggalkan Yahudi itu sibuk dengan bongkahan emas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang Yahudi tersebut terpaksa tinggal dikampung itu karena tidak menemukan apa apa untuk mengakut bongkahan emas tersebut. Tidak lama kemudian lewatlah tiga orang yang juga tertarik dengan emas tersebut, mereka membunuh Yahudi tersebut untuk menguasai bongkahan emas itu. Sekarang bongkahan emas itu dikuasai oleh ketiga orang tersebut. Dua dari tiga orang itu berkata kepada temannya yang satu: “Pergilah engkau mencari makanan untuk kita bertiga”. Iapun pergi mencari makanan. Sementara itu dua orang yang tinggal merencanakan untuk membunuh temannya itu jika ia kembali, kemudian emas itu dibagi antara mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan orang yang ditugasi mencari makanan juga membuat rencana busuk. Makanan yang dibawanya akan diberi racun agar kedua temannya itu mati, sehingga ia dapat menguasai emas itu seorang diri. Ketika ia kembali dengan membawa makanan yang telah diberi racun, ia segera dibunuh, lalu mereka berdua segera menyantap makanan itu. Tidak lama kemudian mereka berdua juga mati didekat emas itu. Ketika nabi Isa kembali lewat ditempat itu ia melihat keempat orang tersebut dalam keadaan tidak bernyawa didekat tumpukan emas itu. Ia berkata:”Demikianlah pesona dunia berbuat terhadap penghuninya, maka berhati hatilah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat diambil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona kehidupan dunia dapat membuat manusia silap dan lupa diri. Sifat tamak dan rakus menyebabkan ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dunia. Berbagai bencana yang terjadi didunia ini sebagian besar diakibatkan oleh sifat rakus dan tamak dari segelintir orang. Mereka tidak segan mengorbankan nyawa dan kepentingan orang lain untuk keuntungan dirinya. Bahkan tanpa disadari kadangkala ketamakan tersebut justru mencelakakan diri mereka sendiri, seperti yang dialami oleh para koruptor, pencuri ataupun perampok, mereka harus mendekam dalam penjara akibat ulah mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96- Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Al Baqarah 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Al Fajr 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat rakus, tamak dan cinta dunia secara berlebihan dapat membuat seseorang lupa pada kehidupan akhirat. Karena itu bersihkanlah diri dari sifat rakus dan tamak tersebut. Insya Allah selamat hidup didunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa Dan Tasbih Bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Al-Isra’ : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa berkekuatan 7.6 SR kembali mengguncang bumi Indonesia. Kali ini Sumatera Barat, “mendapat giliran.” Sebelumnya Tasik Malaya dan sekitarnya (Jawa Barat) juga bergoyang digoncang gempa dengan kekuatan 7,3 SR. Tentu gempa di ranah Minang bukan yang terakhir. Setelahnya akan ada gempa-gempa lainnya yang akan menyusul. Entah di mana. Sayangnya, sampai hari ini ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi kapan dan di mana terjadinya gempa yang “baru”. Suka atau tidak suka, kita menunggu giliran saja. Kita sepertinya tidak memiliki pilihan lain. Kita terlahir sebagai anak Indonesia yang wilayahnya rawan gempa. Satu sisi kita bersyukur. Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Namun pada sisi lain, kita harus bersabar, mana kala gempa memporak-porandakan apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menafikan apa lagi menolak analisis ilmiah yang mengatakan gempa adalah gejala atau fenomena alam “biasa”. Gempa dapat terjadi kapan dan di mana saja. Terlebih-terlebih Indonesia yang disebut-sebut sebagai tempat pertemuan empat lempeng dunia. Namun tetap saja, kita memerlukan cara pandang baru. Analisis yang mencerahkan dan lebih menenteramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping analisis ilmiah yang tetap diperlukan, sejatinya kita juga harus melihat gempa dari sudut pandang yang berbeda. Kita memerlukan pendekatan teologis-spiritualistik. Pendekatan ini menurut saya akan membuat kita lebih siap secara spiritual dalam menerima akibat gempa.  Saya tidak mengatakan, gempa adalah takdir Allah yang harus diterima. Jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersikpa terhadap alam. Gempa membuat kita tersadar bahwasanya, selain manusia, langit dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya juga makhluk Allah yang memiliki hukum dan kehidupannya sendiri. Manusia bukanlah makhluk tunggal di muka bumi ini. Manusia bersama “jenis makhluk dan benda lainnya” juga memiliki hak yang sama untuk dapat hidup dan tentu saja mengikuti sunnatullah yang telah ditetapkan Allah SWT. Kendatipun alam dengan segala isinya sangat mungkin ditundukkan (taskhir) oleh manusia –tentu saja dengan ilmu pengetahuan- namun tidak berarti alam harus tunduk kepada manusia. Alam tetap tunduk dan pasrah (islam) kepada Allah. Apa bila alam dapat ditundukkan manusia itu adalah dalam rangka memudahkan kehidupan dan “mensubsidi” kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam dengan isinya sesungguhnya memiliki kehidupannya sendiri. Harus disadari, kita dan alam memiliki hak yang sama untuk mengabdi kepada Allah, tentu saja dengan caranya masing-masing. Sejatinya, sesama makhluk Allah, kita harus dapat mengharmonisasikan kehidupan kita dengan kehidupan alam. Apabila kita tidak memiliki kemampuan dalam mengharmonisasikan kehidupan kita dengan alam, yang terjadi adalah disharmonisasi, ketegangan, benturan dan saling menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks artikel ini, salah satu yang perlu kita perhatikan adalah apa yang disebut Al-Qur’an dengan “tasbih bumi”. Ayat yang dikutip diawal tulisan ini cukup untuk menjadi dalil bahwa bumi (juga makhluk Allah lainnya) bertasbih kepada Allah. mereka menjauhkan Allah dari sifat-sifat yang tak pantas dipikulnya. Mereka sucikan Allah dengan cara yang sama sekali tidak diketahui manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut bahasa, tasbih berasal dari kata sabbaha-yusabbihu-tasbihan. Di dalam kamus, arti dasar dari tasbih (al-sabh) adalah menjauh dari tempat asal. Al-sabh atau as-sibahah juga diterjemahkan dengan berenang. Ada juga yang langsung menterjemahkan tasbih dengan mensucikan Allah. Al-Sabh bisa juga berarti kosong, hampa. Agaknya kata tasbih memiliki kedekatan arti dengan tanzih dan taqdis (quddus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arti inilah tasbih diartikan sebagai upaya menjauhkan Allah dari sifat-sifat yang tidak pantas baginya. Orang yang bertasbih adalah orang yang mensucikan Allah dari segala macam sifat dan perbuatan yang tidak layak dilekatkan kepada Allah. Kata subhana Allah yang sering kita lafalkan setiap kali selesai shalat berarti maha suci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan muslim yang bernama Zaghlul An-Najjar menulis buku yang  berjudul, Shuarun min Tasbih al-Kainaat Lillah. Buku ini terbit di Mesir pada tahun 2003. Pada tahun 2008, penerbit Al-Kautsar menterjemahkan buku tersebut dengan judul, Ketika Alam Bertasbih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menarik ketika An-Najjar mengatakan, “Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap langit dan bumi di dunia dapat merasa, berbicara, menangis dan merasa sakit dan pedih. Ketika hari kiamat terjadi, masing-masing akan membeberkan dan menceritakan semua itu. Tentang masalah ini, Allah SWt berfirman sebagai komentar terhadap perbuatan maksiat yang dilakukan oleh Fir’aun dan kaumnya, “maka langit dan bumi tidak akan menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh. (Zaghlul An-Najjar: hal. 129).&lt;br /&gt;Ada riwayat dari Nabi yang menjelaskan makna surah Al-Zalzalah ayat 3 yang mengatakan, Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Lalu beliau bertanya, tahukah kalian apa beritanya ? “ mereka menjawab, “Allah dan Rasulnya yang lebih tahu.” Beliau berkata, “Sesungguhnya beritanya bahwa ia (bumi) bersaksi atas setiap hamba atau umat yang berada di atasnya. Ia berkata, Ia melakukan ini pada hari ini, begini dan begitu…seterusnya. Inilah beritanya, (HR. At-Tirmizi hadis 2429 dan 353).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah keliru jika kita menganggap bumi sebagai benda mati yang sama sekali tidak memberi respon dan reaksi terhadap apa yang dilakukan manusia di muka bumi ini. Jelas bahwa bumi tempat kita berpijak selalu bertasbih dan bertahmid kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi selalu mensucikan Allah dan memujinya dengan cara yang tidak pernah kita ketahui. Bisa dibayangkan jika manusia yang hidup di atas muka bumi ini tidak bertasbih kepada Allah. Betapa tersiksanya bumi menampung manusia-manusia kufur yang melupakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan bumi merasa berat dan menanggung beban yang tak tertahankan karena diinjak manusia-manusia kotor. Jangan-jangan, gempa adalah reaksi bumi. Bumi marah kepada manusia yang tidak pernah tersadar, kufur dan ingkar kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menarik jika kita merenungkan firman Allah pada surah Al-Zilzalah ayat 1-3 sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat).(1).  dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (2). Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini dipahami ulama tafsir sebagai informasi tentang dahsyatnya kiamat. Saya berpikir, jika ayat ini sekedar berita tentang kiamat, lalu apa manfaatnya buat kita di dunia ini. Bukankah banyak ayat lain yang berbicara tentang kiamat. Adalah lebih penting bagi saya untuk mengkontekstualisasikan ayat ini dengan kondisi kekinian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik di dalam Tafsir Depag yang terbaru. Ketika menafsirkan ayat ini dijelaskan bahwa letusan gunung Krakatau pada tahun 1883, gempa dan tsunami di Aceh 2004, Lumpur panas di Sidoarjo untuk sekedar menyebut contoh- adalah penjelasan bagaimana bumi digoncangkan. Lalu bayangkan pula bagaimana ketika kiamat terjadi, tentu lah lebih dahsyat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan bumi bergoncang ? Jawabnya, karena bumi saat ini merasakan beban yang terlalu berat seakan ia tak lagi mampu memikulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi tak kuasa menampung beban berupa dosa-dosa manusia yang tak pernah sadar melakukan maksiat di atas bumi yang selalu bertasbih kepada Allah. Bagaimana mungkin kita mempertontonkan kemaksiatan dan kejahatan kita di atas bumi yang selalu bertasbih kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin kita tidak merasa bersalah ketika melakukan kemaksiatan di bawah naungan langit yang juga tidak pernah absent bertasbih kepada Allah ?&lt;br /&gt;Sejatinya manusia harus mengharmonisasikan kehidupannya dengan bumi. Jika manusia bertasbih, menundukkan dirinya kepada Allah, dan semesta juga bertasbih, bisa dibayangkan kehidupan kita di alam ini. Semuanya berjalan damai, aman dan sejahtera. Bukanlah Allah pernah berfirman, “Allah tidak akan menghancurkan suatu negeri dengan kezaliman, padahal penduduknya (ahluha) orang-orang saleh. (Periksa Surah Hud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukupkah peringatan yang diberikan Allah kepada kita ? Kapankah kita akan sadar bahwa hidup kita saat ini telah keluar dari sunnatullah?  Hidup kita tidak lagi harmonis denga kehidupan semesta.! Jika kita tak juga sadar, bersiaplah menunggu giliran ? Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BULAN PERNAH TERBELAH ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. &lt;br /&gt;(Al Qomar 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadist Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiys, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Untuk membuktikan kenabiannya mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “ Ya Muhammad seandainya engkau benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan itu menjadi dua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!, ya Muhammad engkau benar benar telah menyihir kami ” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa sihir, bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.&lt;br /&gt;Ketika ada romboingan kafilah yang baru pulang dari perjalanan orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti rombongan kafilah tersebut. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan kafilah itu maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya tetap kafir (ingkar). Sehubungan dengan itu , Allah menurunkan firmannya yng tertulis dalam surat Al Qomar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. 2- Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.3- Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya………(sampai akhir surat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sebuah naskah lama yang tersimpan di Kantor Perpustakaan India , London dengan nomor: Arabic, 2807, 152-173. Yang dikutip di buku “Muhammad Rasulullah” oleh M. Hamidullah , diceritakan bahwa seorang Raja India dari Malabar Cakrawati Farmas juga telah menyaksikan peristiwa terbelahnya bulan tersebut . Chakrawati bingung dengan fenomena bulan terbelah yang disaksikannya. Akhirnya sekumpulan pedagang muslim yang ingin berdagang ke China yang singgah di Malabar menjelaskan kepada Raja Chakrawati bahwa peristiwa terbelahnya bulan itu adalah Mu’jizat dari seorang Rasul di Mekah yang bernama Muhammad . Mendengar kisah ajaib ini, raja Malabar ini terus menitahkan anakanda baginda menggantikan dirinya untuk menjadi raja di Malabar. Bagindapun bersiap untuk menuju ke Mekah demi untuk menemui Rasulullah Muhammad S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuskrip ini menceritakan bahwa raja ini akhirnya berhasil menemui Rasulullah dan selanjutnya memeluk Islam. Setelah mempelajari seluk-beluk agama suci ini, baginda bertolak kembali ke Malabar untuk menyampaikan Islam kepada rakyat Malabar. Namun takdir Allah menetapkan lain , baginda wafat dalam perjalanan pulang di satu tempat bernama Zafar didaerah Yaman. Peristiwa pengislaman Raja Chakrawati ini telah membuka lembaran baru kepada pengislaman rakyat India di Malabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa terbelahnya bulan ini adalah salah satu dari mu’jizat Nabi Muhammad saw yang diperlihatkan kepada kaum Musyrikin Qurais di Mekah ketika itu. Mereka yang menyaksikan peristiwa itu ada yang terbuka hatinya menyaksikan kebesaran Allah, kemudian ber-Iman ,termasuk Cakrawati Farmas Raja Malabar di India yang menyaksikan peristiwa itu dari tempat yang sangat jauh dari Mekah , namun tidak sedikit pula yang tertutup hatinya dan menuding itu adalah perbuatan sihir dari Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan NASA bulan pernah terbelah ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Internet beredar foto dari NASA yang memperlihatkan permukaan bulan seperti pernah terbelah, benar atau tidaknya hal tersebut tentunya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Berikut keterangan dari 3 atariksawan NASA Thomas P. Stafford Commander, John W. Young Command Module Pilot. Eugene A. Cernan Lunar Module Pilot meluncur ke bulan untuk mempotret keaadan bulan Tapi dia kaget melihat permukaan bulan yang terlihat seperti pernah terbelah sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:&lt;br /&gt;berikut kupasan dari tiga astronout orang tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Lunar Rille&lt;br /&gt;Credit: Apollo 10, NASA.&lt;br /&gt;Explanation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What could cause a long indentation on the Moon? First discovered over 200 years ago with a small telescope, rilles (rhymes with pills) appear all over the Moon Three ypes of rilles are now recognized: sinuous rilles, which have many meandering curves, arcuate rilles which form sweeping arcs, and straight rilles,. like Ariadaeus Rille ictured above. Long rilles such as Ariadaeus Rille extend for hundreds of kilometers. Sinuous rilles are now thought to be remnants of ancient lava flows, but the origins of rcuate and linear rilles are still a topic of research. The above linear rille was photographed by the Apollo 10 crew in 1969 during their historic approach to only 14-ilometers above the lunar surface. Two months later, Apollo 11, incorporating much knowledge gained from Apollo 10, landed on the Moon&lt;br /&gt;penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya:&lt;br /&gt;(apakah yang menyebabkan lekuk panjang di bulan ?penemuan pertama ditemukan 200 tahun yang lalu dengan sebuah teleskop kecil , rilles nampak seperti bulan tiga yang berjenisan rilles sekarang dikenali dengan istilah: berliku-liku rilles , yang mana banyak tikungan kelok-kelok , arcuate rilles yang mana bentuk busur melingkar , dan rilles yang lurs ,.seperti Ariadaeus sungai kecil yang diatas digambar . panjang rilles seperti Ariadaeus sungai kecilyang panjangnya ratusan kilometer . rilles yang berliku-liku dijabarka sebagai sisa-sisa aliran lahar kuno , tetapi origin arcuate dan linier rilles masih topik riset . sungai kecil linier yang diatas dipotret oleh Apollo 10 awak kapal pada tahun 169 dalam perjalanan bersejarah yang mereka adakan mereka hanya berada sekitar 14-kilometers diatas permukaan lunar . dua bulan , Apollo 11 , pengetahuan banyak diperoleh dari Apollo 10 , yang pernah mendarat di bulan)&lt;br /&gt;Kesimpulan mereka menujukan bahwa bulan pernah terbelah dua dan membentuk suatu garis panjang seperti sungai yang meliuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan NASA ini tentu masih memerlukan pembuktian ilmiah. Kalau dizaman Rasulullah saja kejadian terbelahnya bulan ini masih menimbulkan pro dan kontra pada orang yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, apalagi bagi manusia zaman sekarang yang tidak menyaksikan langsung kejadian itu. Peristiwa terbelahnya bulan ini akan menambah keimanan sebagian orang namun bisa juga menimbulkan sikap sinis dan tetap saja tidak percaya pada kebesaran Allah bagi sebagaian yang lain. Mudah2an artikel ini bisa membuka mata hati serta menambah keimanan dan keyakinan kita pada kebesaran dan kekuasaan Allah. Amin…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-7490477292877172207?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/7490477292877172207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/khilafah-bukan-ancaman-jakarta-kompas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7490477292877172207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7490477292877172207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/khilafah-bukan-ancaman-jakarta-kompas.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-5813043076391283967</id><published>2011-12-10T06:08:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T06:11:08.030-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Si Kancil dan Siput     &lt;br /&gt;Pada suatu hari si kancil nampak ngantuk sekali. Matanya serasa berat sekali untuk dibuka. “Aaa....rrrrgh”, si kancil nampak sesekali menguap. Karena hari itu cukup cerah, si kancil merasa rugi jika menyia-nyiakannya. Ia mulai berjalan-jalan menelusuri hutan untuk mengusir rasa kantuknya. Sampai di atas sebuah bukit, si Kancil berteriak dengan sombongnya, “Wahai penduduk hutan, akulah hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar di hutan ini. Tidak ada yang bisa menandingi kecerdasan dan kepintaranku”. &lt;br /&gt;Sambil membusungkan dadanya, si Kancil pun mulai berjalan menuruni bukit. Ketika sampai di sungai, ia bertemu dengan seekor siput. “Hai kancil !”, sapa si siput. “Kenapa kamu teriak-teriak? Apakah kamu sedang bergembira?”, tanya si siput. “Tidak, aku hanya ingin memberitahukan pada semua penghuni hutan kalau aku ini hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar”, jawab si kancil dengan sombongnya.&lt;br /&gt;“Sombong sekali kamu Kancil, akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini”, kata si Siput. “Hahahaha......., mana mungkin” ledek Kancil. “Untuk membuktikannya, bagaimana kalau besok pagi kita lomba lari?”, tantang si Siput. “Baiklah, aku terima tantanganmu”, jawab si Kancil. Akhirnya mereka berdua setuju untuk mengadakan perlombaan lari besok pagi.&lt;br /&gt;Setelah si Kancil pergi, si siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong agar teman-temannya berbaris dan bersembunyi di jalur perlombaan, dan menjawab kalau si kancil memanggil.&lt;br /&gt;Akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, kancil dan siput pun sudah siap untuk lomba lari. “Apakah kau sudah siap untuk berlomba lari denganku”, tanya si kancil. “Tentu saja sudah, dan aku pasti menang”, jawab si siput. Kemudian si siput mempersilahkan kancil untuk berlari dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana si siput.&lt;br /&gt;Kancil berjalan dengan santai, dan merasa yakin kalau dia akan menang. Setelah beberapa langkah, si kancil mencoba untuk memanggil si siput. “Siput....sudah sampai mana kamu?”, teriak si kancil. “Aku ada di depanmu!”, teriak si siput. Kancil terheran-heran, dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi, dan si siput menjawab dengan kata yang sama.”Aku ada didepanmu!” &lt;br /&gt;Akhirnya si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul dan berkata kalau dia ada depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal.&lt;br /&gt;Kancil berlari terus, sampai akhirnya dia melihat garis finish. Wajah kancil sangat gembira sekali, karena waktu dia memanggil siput, sudah tidak ada jawaban lagi. Kancil merasa bahwa dialah pemenang dari perlombaan lari itu.&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya si kancil, karena dia melihat si siput sudah duduk di batu dekat garis finish. “Hai kancil, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah sampai dari tadi!”, teriak si siput. Dengan menundukkan kepala, si kancil menghampiri si siput dan mengakui kekalahannya. “Makanya jangan sombong, kamu memang cerdik dan pandai, tetapi kamu bukanlah yang terpandai dan cerdik”, kata si siput. “Iya, maafkan aku siput, aku tidak akan sombong lagi”, kata si kancil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puteri Tidur       &lt;br /&gt;Dahulu kala, ada sepasang Raja dan Ratu yang berbahagia, karena setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Ratu melahirkan seorang Puteri. &lt;br /&gt;Raja dan Ratu mengundang tujuh peri untuk datang dan memberkati Puteri yang baru saja lahir itu. &lt;br /&gt;Dalam acara megah yang diselenggarakan sebagai penghormatan kepada para peri itu, masing-masing peri memberikan berkat kepada sang Puteri.&lt;br /&gt;Peri pertama mengatakan “Kamu akan menjadi Puteri tercantik di dunia.”Peri kedua mengatakan “Kamu akan menjadi seorang Puteri yang periang.”Peri ketiga mengatakan “Kamu akan selalu mendapatkan banyak kasih sayang.”Peri keempat mengatakan “Kamu akan dapat menari dengan sangat anggun.”Peri kelima mengatakan “Kamu akan dapat bernyanyi dengan sangat merdu.” &lt;br /&gt;Peri keenam mengatakan “Kamu akan sangat pintar memainkan alat musik.”&lt;br /&gt;Tiba2 datang peri tua ke tengah acara itu. Ia sangat marah karena tidak diundang. Semua orang memang sudah lama tidak pernah melihat peri tua itu, dan mengira bahwa ia sudah meninggal atau pergi dari kerajaan itu.&lt;br /&gt;Peri tua yang marah itu mendekati sang Puteri dan mengutuknya “Jarimu akan tertusuk jarum pintal dan kamu akan mati!” dan kemudian peri tua itu pun menghilang.&lt;br /&gt;Semua orang sangat terkejut. Ratu pun mulai menangis.&lt;br /&gt;Peri ketujuh mendekati sang Puteri dan memberikan berkatnya “Aku tidak bisa membatalkan kutukan, tapi aku dapat memberikan berkatku supaya Puteri tidak akan mati karena terkena jarum pintal, melainkan hanya tertidur pulas selama seratus tahun. Setelah seratus tahun, seorang Pangeran tampan akan datang untuk membangunkannya.”&lt;br /&gt;Raja dan Ratu merasa sedikit lega mendengarnya. Mereka lalu mengeluarkan peraturan baru bahwa di kerajaan itu tidak boleh ada alat pintal satu pun. Mereka menyita dan menghancurkan semua alat pintal yang ada di kerajaan itu demi selamatan sang Puteri. Pada suatu hari disaat Puteri berusia 18 tahun, Raja dan Ratu pergi sepanjang hari. &lt;br /&gt;Karena kesepian, sang Puteri berjalan-jalan menjelajahi istana dan sampai di sebuah loteng. Disana ia menjumpai seorang wanita tua yang sedang memintal benang menggunakan alat pintal.  Karena belum pernah melihat alat pintal, sang Puteri sangat tertarik dan ingin mencoba. &lt;br /&gt;Wanita tua itu sebenarnya adalah peri tua jahat yang dulu mengutuknya. Saat sang Puteri mencoba alat pintal itu, ia pun dengan sengaja menusukkan jarum pintal ke tangan sang Puteri.  &lt;br /&gt;Sang Puteri jatuh tak sadarkan diri dan tertidur karena terkena kutukan. Peri tua jahat tertawa puas dan menghilang dalam kegelapan. &lt;br /&gt;Saat Raja dan Ratu kembali, mereka dan seluruh pegawai kerajaan kebingungan mencari sang Puteri. Saat mereka menemukannya, Raja tersadar bahwa kutukan peri tua jahat telah menjadi kenyataan. Sang Puteri lalu dibawa ke kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Raja lalu mengirimkan kabar mengenai peristiwa itu ke peri ketujuh yang baik hati. &lt;br /&gt;Peri ketujuh yang baik hati lalu bergegas ke istana. Ia memutuskan untuk menidurkan semua orang di kerajaan itu supaya kelak saat kutukan sang Puteri berakhir mereka semua akan bangun bersama-sama.  &lt;br /&gt;Dalam waktu singkat pohon-pohon besar dan semak belukar yang lebat dan berduri tumbuh di seluruh wilayah kerajaan, sehingga sangat sulit bagi siapapun untuk menerobosnya. Bahkan puncak-puncak istana pun hanya dapat terlihat ujungnya saja. Karena menjadi sangat tertutup, sang Puteri dan seluruh kerajaan menjadi aman, walaupun mereka semua tertidur.  &lt;br /&gt;Setelah masa seratus tahun berakhir, seorang Pangeran tampan yang kebetulan sedang berburu di dekat wilayah kerajaan itu melihat pucuk-pucuk istana itu. Ia sudah banyak mendengar cerita tentang kerajaan itu, antara lain tentang istana yang dianggap berhantu, para penyihir, dan cerita-cerita lain yang sangat menyeramkan yang sebenarnya tidak benar.  &lt;br /&gt;Karena penasaran, saat kembali dari berburu sang Pangeran mencari orang tua yang paling bijaksana dan pintar di kerajaan untuk menanyakan tentang kerajaan tetangga yang penuh misteri itu. &lt;br /&gt;Orang tua yang bijaksana itu lalu bercerita bahwa menurut leluhurnya, di dalam istana di kerajaan yang misterius itu terbaring seorang Puteri yang paling cantik di dunia, yang tertidur karena terkena kutukan dari peri tua jahat. Sang Puteri akan terus tidur hingga ada seorang Pangeran yang datang untuk membangunkannya.  &lt;br /&gt;Pangeran tampan yang pemberani itu lalu bergegas berangkat menuju kerajaan misterius itu. Ia berniat untuk menyelamatkan sang Puteri. Sang Pangeran berjuang menembus semak belukar dan pepohonan untuk dapat mencapai kedalam wilayah kerajaan yang misterius itu. &lt;br /&gt;Sesampainya disana, ia melihat banyak sekali orang dan hewan peliharaan yang terbaring dimana-mana. Tetapi mereka tidak mati, sepertinya mereka hanya tertidur sangat nyenyak.  Pangeran lalu masuk ke dalam istana. Disana ia pun melihat seluruh pegawai kerajaan yang tertidur pulas.  &lt;br /&gt;Setelah berjalan-jalan menjelajahi istana itu, sang Pangeran berhasil menemukan sang Puteri di sebuah kamar. Sang Pangeran terpesona oleh kecantikan sang Puteri. Pangeran pun berlutut dan memegang tangan sang Puteri. Saat itulah kutukan berakhir dan sang Puteri membuka matanya. Ia menyambut sang Pangeran yang telah lama ia tunggu dengan bahagia.&lt;br /&gt;Dalam waktu yang bersamaan seluruh penghuni istana dan seluruh kerajaan terbangun. Semak belukar dan pepohonan menghilang. Semua orang kembali mengerjakan urusan mereka masing-masing. Raja dan Ratu juga terbangun dan segera menyambut sang Pangeran dari kerajaan tetangga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tak lama kemudian, sang Puteri dan sang Pangeran tampan menikah. Mereka lalu hidup berbahagia selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aladin dan lampu ajaib       &lt;br /&gt;Aladin adalah seorang laki-laki yang berasal dari Negara Persia. Dia tinggal berdua dengan ibunya. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Hingga pada suatu hari ada seorang laki-laki yang datang kerumah Aladin. Laki-laki itu berkata kalau dia adalah saudara laki-laki almarhum bapaknya yang sudah lama merantau ke Negara tetangga. Aladin dan ibunya sangat senang sekali, karena ternyata mereka masih memiliki saudara.&lt;br /&gt;“Malang sekali nasibmu saudaraku”, kata laki-laki itu kepada aladin dan ibunya. “Yang penting kita masih bisa makan,paman”, jawab Aladin. Karena merasa prihatin dengan keadaan saudaranya tersebut, maka laki-laki itu bermaksud untuk mengajak Aladin ke luar kota. Dengan seijin ibunya,lalu Aladin mengikuti pamannya pergi ke luar kota.&lt;br /&gt;Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh sekali, dan pamannya tidak mengijinkan Aladin untuk beristirahat. Saat Aladin meminta pamannya untuk berhenti sejenak, pamannya langsung memarahinya. Hingga akhirnya mereka sampai di suatu tempat di tengah hutan. Aladin lalu diperintahkan pamannya untuk mencari kayu bakar. “Nanti ya paman, Aladin mau istirahat dulu”, kata Aladin. Pamannya sangat marah setelah mendengar jawaban Aladin tersebut. “Berangkatlah sekarang, atau kusihir engkau menjadi katak”, teriak pamannya. Melihat pamannya sangat marah,lalu Aladin bergegas berangkat mencari kayu.&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan kayu, pamannya lalu membuat api dan mengucapkan mantera. Aladin sangat terkejut sekali, karena setelah pamannya membacakan mantera, tiba-tiba tanah menjadi retak dan membentuk lubang. Aladin mulai bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah dia benar pamanku? Atau dia hanya seorang penyihir yang ingin memanfaatkan aku saja?”&lt;br /&gt;“Aladin, turunlah kamu kelubang itu. Ambilkan aku lampu antic di dasar gua itu”, suruh pamannya. “AKu takut paman”, kata Aladin. Pamannya lalu memberikan cincin kepada Aladin. “Pakailah ini, cincin ini akan melindungimu”, kata pamannya. Kemudian Aladin mulai turun kebawah.&lt;br /&gt;Setelah sampai di bawah, Aladin sangat takjub dengan apa yang dia lihat. Di dasar gua tersebut Aladin menemukan pohon yang berbuahkan permata dan banyak sekali perhiasan. “Cepat kau bawa lampu antiknya padaku, Aladin. Jangan perdulikan yang lain”, teriak pamannya dari atas. Aladin lalu mengambil lampu antik itu, dan mulaimemanjat ke atas. Tetapi setelah hamper sampai di atas, Aladin melihat pintu gua sudah tertutup dan hanya terbuka sedikit. Aladin mulai berpikir kalau pamannya akan menjebaknya. “Cepat Aladin, lemparkan saja lampunya”, teriak pamannya. “Tidak, aku tidak akan memberikanlampu ini, sebelum aku sampai di atas”,jawab Aladin.&lt;br /&gt;Setelah berdebat, paman Aladin menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!" pintu lubang ditutup, dan pamannya meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. Kini dia tau kalau sebenarnya laki-laki tersebut bukanlah pamannya, dan dia hanya diperalat oleh laki-laki itu. Aladin lalubmencari segala cara supaya dapat keluar dari gua, tetapi usahanya selalu sia-sia. "Aku sangat lapar, dan ingin bertemu ibuku, ya Tuhan, tolonglah hambamu ini !", ucap Aladin.&lt;br /&gt;Sambil berdoa, Aladin mengusap-usap lampu antik dan berpikir kenapa laki-laki penyihir itu ingin sekali memiliki lampu itu. Setelah digosok-gosok, tiba-tiba di sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan", saya adalah Jin penunggu lampu. Apa perintah tuan padaku?”, kata raksasa "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", kata Jin lampu. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya, panggillah saya dengan menggosok lampu itu".&lt;br /&gt;Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu Aladin. “Ini adalah lampu ajaib Bu!”, jawab Aladin. Karena ibunya tidak percaya, maka Aladin lalu menggosok lampu itu. Dan setelah Jin lampu keluar, Aladin meminta untuk disiapkan makanan yang enak-enak. Taklama kemudian ibunya terkejur,karena hidangan yang sangat lezat sudah tersedia di depan mata.&lt;br /&gt;Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku". Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta Jin lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian jin lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.&lt;br /&gt;Tidak disangka, ternyata si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan jin lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.&lt;br /&gt;Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut karena istananya hilang. Aladin lalu teringat dengan cincin pemberian laki-laki penyihir. Digosoknya cincin tersebut, dan keluarlah Jin cincin. Aladin bertanya kepada Jin cincin tentang apa yang sudah terjadi dengan istananya. Jin Cincin kemudian menceritakan semuanya kepada Aladin. "Kalau begitu tolong bawakan istana dan istriku kembali lagi kepadaku”, seru Aladin. "Maaf Tuan, kekuatan saya tidaklah sebesar Jin lampu," kata Jin cincin. "Kalau begitu, Tolong Antarkan aku ke tempat penyihir itu. Aku akan ambil sendiri", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. Putri lalu bilang kalau penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum Bir. Setelah mengetahui kalau penyihir itu tidur, maka Aladin menyelinap ke dalam kamar laki-laki penyihir tersebut.&lt;br /&gt;Setelah berhasil masuk dalam kamar, Aladin lalu mengambil lampu ajaibnya yang penyihir dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada Jin lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi Jin lampu langsung membanting penyihir itu dan melemparkan ke luar istana. "Terima kasih Jin lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke tempatnya semula". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Katak yang Sombong dan Anak Lembu   &lt;br /&gt;Di tengah padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Diantara katak-katak tersebut ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang dapat mengalahkannya.&lt;br /&gt;  Sebenarnya kakak Kenthus sudah sering menasehati agar Kentus tidak bersikap sombong pada teman-temannya yang lain. Tetapi nasehat kakaknya tersebut tidak pernah dihiraukannya. Hal ini yang menyebabkan teman-temannya mulai menghindarinya, hingga Kenthus tidak mempunyai teman bermain lagi.&lt;br /&gt;  Pada suatu pagi, Kenthus berlatih melompat di padang rumput. Ketika itu juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain di situ. Sesekali, anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Anak lembu itu gembira sekali, dia berlari-lari sambil sesekali menyenggok rumput yang segar. Secara tidak sengaja, lidah anak sapi yang dijulurkan terkena tubuh si Kenthus.&lt;br /&gt;  "Huh, berani makhluk ini mengusikku," kata Kenthus dengan perasaan marah sambil coba menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya anak lembu itu pula tidak berniat untuk mengganggunya. Kebetulan pergerakannya sama dengan Kenthus sehingga menyebabkan Khentus menjadi cemas dan melompat dengan segera untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;  Sambil terengah-engah, Kenthus sampai di tepi kolam. Melihat Kenthus yang kelihatan sangat capek, kawan-kawannya nampak sangat heran. "Hai Khentus, mengapa kamu terengah-engah, mukamu juga kelihatan sangat pucat sekali,” Tanya teman-temannya.&lt;br /&gt;  "Tidak ada apa-apa. Aku hanya cemas saja. Lihatlah di tengah padang rumput itu. Aku tidak tahu makhluk apa itu, tetapi makhluk itu sangat sombong. Makhluk itu hendak menelan aku." Kata Kenthus..&lt;br /&gt;Kakaknya yang baru tiba di situ menjelaskan. " Makhluk itu anak lembu. sepengetahuan kakak, anak lembu tidak jahat. Mereka memang biasa dilepaskan di padang rumput ini setiap pagi."&lt;br /&gt;  "Tidak jahat? Kenapa kakak bias bilang seperti itu? Saya hampir-hampir ditelannya tadi," kata Kenthus. "Ah, tidak mungkin. Lembu tidak makan katak atau ikan tetapi hanya rumput." Jelas kakaknya lagi.&lt;br /&gt;  "Saya tidak percaya kakak. Tadi, aku dikejarnnya dan hampir ditendang olehnya." Celah Kenthus. "Wahai kawan-kawan, aku sebenarnya bisa melawannya dengan mengembungkan diriku," Kata Kenthus dengan bangga.&lt;br /&gt;  " Lawan saja Kenthus! Kamu tentu menang," teriak anak-anak katak beramai-ramai.&lt;br /&gt;  "Sudahlah Kenthus. Kamu tidak akan dapat menandingi lembu itu. Perbuatan kamu berbahaya. Hentikan!" kata Kakak Kenthus berulang kali tetapi Kenthus tidak mempedulikan nasehat kakaknya. Kenthus terus mengembungkan dirinya, karena dorongan dari teman-temannya. Sebenarnya, mereka sengaja hendak memberi pelajaran pada Kenthus yang sombong itu.&lt;br /&gt;  "Sedikit lagi Kenthus. Teruskan!" Begitulah yang diteriakkan oleh kawan-kawan Kenthus. Setelah perut Kenthus menggembung dengan sangat besar, tiba-tiba Kenthus jatuh lemas. Perutnya sangat sakit dan perlahan-lahan dikempiskannya. Melihat keadaan adiknya yang lemas, kakak Kenthus lalu membantu.&lt;br /&gt;  Mujurlah Kenthus tidak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal Mula Guntur       &lt;br /&gt;Dahulu kala peri dan manusia hidup berdampingan dengan rukun. Mekhala, si peri cantik dan pandai, berguru pada Shie, seorang pertapa sakti. Selain Mekhala, Guru Shie juga mempunyai murid laki-laki bernama Ramasaur. Murid laki-laki ini selalu iri pada Mekhala karena kalah pandai. Namun Guru Shie tetap menyayangi kedua muridnya. Dan tidak pernah membedakan mereka. &lt;br /&gt;Suatu hari Guru Shie memanggil mereka dan berkata, “Besok, berikan padaku secawan penuh air embun. Siapa yang lebih cepat mendapatkannya, beruntunglah dia. Embun itu akan kuubah menjadi permata, yang bisa mengabulkan permintaan apapun.” Mekhala dan Ramasaur tertegun. Terbayang oleh Ramasaur ia akan meminta harta dan kemewahan. Sehingga ia bisa menjadi orang terkaya di negerinya. Namun Mekhala malah berpikir keras. Mendapatkan secawan air embun tentu tidak mudah, gumam Mekhala di dalam hati.&lt;br /&gt;Esoknya pagi-pagi sekali kedua murid itu telah berada di hutan. Ramasaur dengan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman kecil lainnya. Tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Air embun selalu tumpah sebelum dituang ke cawan. Sebaliknya, Mekhala dengan hati-hati menyerap embun dengan sehelai kain lunak. Perlahan diperasnya lalu dimasukan ke cawan. Hasilnya sangat menggembirakan. Tak lama kemudian cawannya telah penuh. Mekhala segera menemui Guru Shie dan memberikan hasil pekerjaannya.&lt;br /&gt;Guru Shie menerimanya dengan gembira. Mekhala memang murid yang cerdik. Seperti janjinya, Guru Shie mengubah embun itu menjadi sebuah permata sebesar ibu jari. ” Jika kau menginginkan sesuatu, angkatlah permata ini sejajar dengan keningmu. Lalu ucapkan keinginanmu,” ujar Guru Shie. Mekhala mengerjakan apa yang diajarkan gurunya, lalu menyebut keinginannya. Dalam sekejap Mekhala telah berada di langit biru. Melayang-layang seperti Rajawali. Indah sekali.&lt;br /&gt;Sementara itu, baru pada senja hari Ramasaur berhasil mendapat secawan embun. Hasilnya pun tidak sejernih yang didapat Mekhala. Tergopoh-gopoh Ramasaur menyerahkannya pada Guru Shie. “Meskipun kalah cepat dari Mekhala, kau akan tetap mendapat hadiah atas jerih payahmu,” kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti. Kapak itu terbuat dari perak. Digunakan untuk membela diri bila dalam bahaya. Bila kapak itu dilemparkan ke sasaran, gunung pun bisa hancur. &lt;br /&gt;Ternyata Ramasaur menyalahgunakan hadiah itu. Ia iri melihat Mekhala yang bisa melayang-layang di angkasa. Ramasaur segera melemparkan kapak itu ke arah Mekhala. Tahu ada bahaya mengancam, Mekhala menangkis kapak itu dengan permatanya. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dan cahaya yang sangat menyilaukan. Benturan itu terus terjadi hingga saat ini, berupa gelegar yang memekakkan telinga. Orang-orang menyebutnya “guntur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyamuk Pertama       &lt;br /&gt;Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani sederhana bersama istrinya yang cantik. Petani itu selalu bekerja keras, tetapi istrinya hanya bersolek dan tidak mempedulikan rumah tangganya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup dari hasil pertanian sebagaimana layaknya keluarga petani.&lt;br /&gt;          Sang istri yang cantik itu tidak puas dengan keadaan mereka. Dia merasa, sudah selayaknya jika suaminya berpenghasilan lebih besar supaya dia bisa merawat kecantikannya. Untuk memenuhi tuntutan istrinya, petani itu bekerja lebih keras. Namun, sekeras apa pun kerja si petani, dia tak mampu memenuhi tuntutan istrinya. Selain minta dibelikan obat-obatan yang dapat menjaga kecantikanya, istrinya juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus-bagus --yang tentunya sangat mahal.&lt;br /&gt;            “Bagaimana bisa kelihatan cantik kalau pakaianku buruk,” kata sang istri.&lt;br /&gt;           Karena hanya sibuk mengurusi penampilan, istri yang cantik itu tidak memperhatikan kesehatannya. Dia jatuh sakit. Sakitnya makin parah hingga akhirnya meninggal dunia. Suaminya begitu sedih. Sepanjang hari dia menangisi istrinya yang kini terbujur tanpa daya. Karena tak ingin kehilangan, petani itu tak mau mengubur tubuh istrinya yang amat dicintainya itu. Dia ingin menghidupkan kembali istrinya. &lt;br /&gt;          Esok harinya suami yang malang itu menjual semua miliknya dan membeli sebuah sampan. Dengan sampan itu dia membawa jasad istrinya menyusuri sungai menuju tempat yang diyakini sebagai persemayaman para dewa. Dewa tentu mau menghidupkan kembali istriku, begitu pikirnya.&lt;br /&gt;            Meskipun tak tahu persis tempat persemayaman para dewa, petani itu terus mengayuh sampannya. Dia mengayuh dan mengayuh tak kenal lelah. Suatu hari, kabut tebal menghalangi pandangannya sehingga sampannya tersangkut. Ketika kabut menguap, di hadapannya berdiri sebuah gunung yang amat tinggi, yang puncaknya menembus awan. Di sinilah tempat tinggal para dewa, pikir Petani. Dia lalu mendaki gunung itu sambil membawa jasad istrinya.&lt;br /&gt;           Dalam perjalanan dia bertemu dengan seorang lelaki tua.&lt;br /&gt;            “Kau pasti dewa penghuni kayangan ini,” seru si petani dengan gembira.&lt;br /&gt;            Dikatakannya maksud kedatangannya ke tempat itu.&lt;br /&gt;            Laki-laki tua itu tersenyum.&lt;br /&gt;           “Sungguh kau suami yang baik. Tapi, apa gunanya menghidupkan kembali istrimu?”&lt;br /&gt;            “Dia sangat berarti bagiku. Dialah yang membuat aku bersemangat. Maka hidupkanlah dia kembali,” kata si petani.&lt;br /&gt;            Laki-laki tua itu menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;            “Baiklah kalau begitu. Akan kuturuti permintaanmu. Sebagai balasan atas kebaikan dan kerja kerasmu selama ini, aku akan memberimu rahasia bagaimana cara menghidupkan kembali istrimu. Tusuk ujung jarimu, lalu percikkan tiga tetes darah ke mulutnya. Niscaya dia akan hidup kembali. Jika setelah itu istrimu macam-macam, ingatkan bahwa dia hidup dari tiga tetes darahmu.”&lt;br /&gt;           Petani itu segera melaksanakan pesan dewa itu. &lt;br /&gt;Ajaib, istrinya benar-benar hidup kembali.&lt;br /&gt;            Tanpa pikir panjang, suami yang bahagia itu pun membawa pulang istrinya. Tapi, sang istri tahu, selain sampan yang dinaiki mereka, kini suaminya tak punya apa-apa lagi. Lalu, dengan apa dia merawat kecantikannya?&lt;br /&gt;            Suatu hari, sampailah suami-istri itu di sebuah pelabuhan yang sangat ramai. Petani turun dari sampan dan pergi ke pasar untuk membeli bekal perjalanan dan meninggalkan istrinya sendirian di sampan. Kebetulan, di sebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat indah milik seorang saudagar kaya yang sedang singgah di tempat itu. Melihat kecantkan istri si petani, pemiliik perahu itu jatuh cinta dan membujuk perempuan cantik itu untuk ikut bersamanya.&lt;br /&gt;            “Kalau kau mau ikut denganku, akan aku belikan apa saja yang kau minta,” kata sang saudagar.&lt;br /&gt;            Sang istri petani tergoda. Dia lalu pergi dengan saudagar itu.&lt;br /&gt;            Pulang dari pasar Petani terkejut karena istrinya tak ada lagi di sampannya. Dia mencari ke sana-kemari, tetapi sia-sia. Setahun kemudian, bertemulah dia dengan istrinya, tetapi istrinya menolak kembali kepadanya. Petani lalu teringat kepada dewa yang memberinya rahasia menghidupkan kembali istrinya.&lt;br /&gt;            “Sungguh kau tak tahu berterima kasih. Asal tahu saja, kau hidup kembali karena minum tiga tetes darahku.”&lt;br /&gt;            Istrinya tertawa mengejek.&lt;br /&gt;            “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darahmu? Baiklah…”&lt;br /&gt;            Sang istri pun menusuk salah satu jarinya dengan maksud memberi tiga tetes darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jarinya, wajahnya memucat, tubuhnya lemas, makin lemas, hingga akhirnya jatuh tak berdaya. Mati.&lt;br /&gt;           Setelah mati, dia menjelma menjadi nyamuk. Sejak itu, setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia agar dapat kembali ke ujudnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani yang Baik Hati &lt;br /&gt;Di suatu desa, hiduplah seorang petani yang sudah tua. Petani ini hidup seorang diri dan sangat miskin, pakaiannya penuh dengan tambalan dan rumahnya terbuat dari gubuk kayu. Musim dingin sudah tiba, Pak Petani tidak punya makanan , juga tidak mempunyai kayu bakar untuk menghangatkan diri, jadi hari ini Pak Petani hendak pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan. Ketika keluar dari rumah, dilihatnya ada sebutir telur tergeletak diatas tanah bersalju.&lt;br /&gt;Dengan hati-hati dipungutnya telur tersebut dan dibawanya ke dalam rumah. Pak Petani menyelimuti telur itu dengan kain lusuh dan meletakkannya di dalam kardus agar tetap hangat. Setelah itu dia pergi ke pasar untuk bekerja.&lt;br /&gt;Pak Petani membuat telur itu menjadi hangat setiap hari sampai telur itu menetas. Ternyata telur itu adalah telur Burung Camar, mungkin induknya menjatuhkannya ketika hendak pindah ke tempat yang lebih hangat. Pak Petani merawat Burung Camar kecil itu dengan penuh kasih sayang. Dia selalu membagi setiap makanan yang diperolehnya dari bekerja di pasar. Ketika harus meninggalkan Burung Camar itu sendirian, Pak Petani akan meletakkannya di dalam kardus dan menyalakan perapian agar Burung Camar tetap hangat.&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu, Burung camar kecil tumbuh semakin besar. Pak Petani sadar, Burung Camar ini tidak selamanya akan tinggal bersama dirinya. Dengan berlinang air mata, Pak Petani melepaskan Burung Camar itu agar pergi ke selatan, ke tempat yang hangat.&lt;br /&gt;Suatu hari, Pak Petani terbaring sakit karena kedinginan, dia tidak punya uang untuk membeli obat, kayu bakar dan makanan. &lt;br /&gt;Tok…tok…..tok……., terdengar suara dari pintu rumah Pak Petani. &lt;br /&gt;Ternyata Burung Camar itu kembali, diparuhnya terdapat benih tanaman.&lt;br /&gt;Pak Petani heran Burung Camar itu masih mengingatnya, dibiarkannya Burung Camar itu masuk dan memberinya minum. Sambil memandang benih yang dibawa oleh burung Camar, Pak Petani bertanya-tanya… benih apakah ini ? dapatkah aku menanamnya di tengah musim dingin ini ? tanyanya dalam hati.&lt;br /&gt;Burung Camar keluar dari rumah Pak Petani, membuat lubang di halaman rumah Pak Petani lalu menanam benih itu . Ketika hari menjelang senja Burung Camar itu pergi meninggalkan Pak Petani.&lt;br /&gt;Esok harinya, keajaiban terjadi, benih yang ditanam Burung Camar tumbuh menjadi Pohon lengkap dengan buahnya hanya dalam sehari !!!! Pak Petani sangat terkejut melihatnya.&lt;br /&gt;Karena lapar, Pak Petani memakan buah pohon itu. Ajaib, tubuhnya menjadi kuat dan dia tidak merasa sakit. Karena Keajaibannya, Pak Petani menamakan Pohon itu Pohon Dewa, karena buahnya dapat membuat Pak Petani menjadi sehat kembali.&lt;br /&gt;Pak Petani merawat pohon itu dengan baik. Meskipun musim dingin, pohon itu terus berbuah dan tidak menjadi kering. Pak Petani menjual buah itu dan mendapatkan banyak uang. &lt;br /&gt;Sekarang Pak Petani tidak lagi kedinginan dan kelaparan. Meskipun demikian , Pak Petani tetap murah hati, dia ingat bahwa apa yang diterimanya sekarang adalah buah dari ketulusannya menolong sesama makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Raja Yang Bodoh       &lt;br /&gt;Dahulu kala, ada seorang raja yang pesolek dan sangat suka mengenakan baju-baju baru. Dia banyak menghabiskan waktu hanya untuk memandangi dirinya sendiri di cermin, dan selalu ingin mengenakan baju-baju baru di pagi, siang dan malam hari!! &lt;br /&gt;Pada suatu hari, datanglah dua orang penipu yang menyamar sebagai pembuat baju yang hebat. Mereka mengaku bahwa mereka pandai menenun dan membuat baju dengan kualitas yang sangat bagus, sampai-sampai kain yang mereka pakai untuk membuat baju tidak akan terlihat, kecuali oleh orang-orang pintar.  &lt;br /&gt;Ketika raja mendengar hal itu, dia sangat tertarik. “Itu bagus, aku bisa tahu siapa saja yang bodoh dan siapa saja yang pintar di kerajaan ini.” Pikirnya. Raja segera memerintah kedua orang itu untuk membuatkan baju baru untuk dirinya, menggunakan bahan kain istimewa itu. Mereka diberi sebuah ruangan khusus di istana, beserta benang-benang emas yang mereka minta. Kedua penipu itu menyembunyikan benang-benang emas yang mereka terima, kemudian berpura-pura sedang bekerja keras untuk membuat sebuah baju. &lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, raja yang tidak sabar mengutus menteri nya untuk menengok baju istimewa yang sedang dibuat itu. Ketika menteri mengunjungi para penipu yang menyamar itu, ia pun kebingungan. “Aku tidak melihat apa pun disini” pikirnya. Akan tetapi menteri itu tidak mau mengakuinya karena tidak ingin dianggap bodoh. Maka ia pun memuji kedua penipu itu dan mengatakan bahwa baju yang mereka buat sangat indah. Setelah menteri keluar dari ruangan itu, kedua penipu tertawa terbahak-bahak. &lt;br /&gt;Tak lama kemudian sang raja datang untuk melihat sendiri. Dia berusaha melihat keseluruh ruangan, tapi ia tidak melihat apa pun. Namun, karena tidak ingin dianggap bodoh, raja pun berpura-pura bisa melihat baju yang istimewa itu dan berkata, “Baju yang sangat indah, aku tidak sabar ingin segera memakainya” &lt;br /&gt;Keesokan harinya adalah hari dimana sang raja akan mengenakan baju barunya pada acara pawai keliling kota. Kedua penipu yang menyamar telah berpamitan dan pergi dengan alasan akan membuatkan baju untuk raja dari kerajaan-kerajaan lain. Tentu saja, mereka tidak lupa membawa benang-benang emas yang telah mereka sembunyikan, beserta uang emas upah membuat baju. &lt;br /&gt;Saat raja memakai baju barunya, ia tetap saja tidak bisa melihat baju itu, dan ia merasa kedinginan. Tapi karena tidak ingin dibilang bodoh, raja pun berputar-putar di depan cermin dan mengagumi baju barunya, walaupun ia tidak melihat apa-apa. Semua pegawai kerajaan juga mengatakan bahwa baju baru itu sangat indah, karena mereka juga tidak ingin dianggap bodoh.&lt;br /&gt;Seluruh rakyat telah mendengat bahwa raja akan mengenakan baju baru sang spesial hari itu. Saat sang raja muncul, semuanya terkejut. Akan tetapi mereka juga telah mendengar kabar bahwa baju baru yang spesial itu hanya dapat dilihat oleh orang yang pintar saja, dan karena mereka tidak ingin dianggap bodoh, mereka pun berseru-seru memuji sang raja.  &lt;br /&gt;Mendadak terdengar suara anak kecil berteriak, “tetapi, dia kan tidak pakai baju, sang raja telanjang!” Semua terdiam. Raja pun menyadari bahwa anak kecil itu berkata jujur, dan dengan terburu-buru ia berjalan kembali ke istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alibaba dan Penyamun       &lt;br /&gt;Pada jaman dahulu dikota Persia, hidup 2 orang bersaudara yang bernama Kasim dan Alibaba. Kedua saudara itu memiliki perbedaan dalam hidupnya. Alibaba hidup dalam kemiskinan dan tinggal di daerah pegunungan. Ia mengandalkan hidupnya dari penjualan kayu bakar yang dikumpulkannya. Berbeda dengan kakaknya yang hidup kecukupan, tetapi serakah.&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika Alibaba pulang dari mengumpulkan kayu bakar, ia melihat segerombol penyamun yang berkuda. Alibaba segera bersembunyi karena takut dibunuh jika para penyamun melihatnya. Dari tempat persembunyiannya, Alibaba memperhatikan para penyamun sedang sibuk menurunkan harta rampokannya dari kuda mereka. Kepala penyamun tiba-tiba berteriak, "Alakazam ! Buka…..". Pintu gua yang ada di depan mereka tiba-tiba terbuka perlahan-lahan. Setelah itu mereka segera memasukkan seluruh harta rampokan mereka. "Alakazam ! tutup… " teriak kepala penyamun, pintu gua pun tertutup.&lt;br /&gt;Setelah para penyamun tersebut pergi, Alibaba memberanikan diri keluar dari tempat sembunyinya. Ia mendekati pintu gua tersebut dan meniru teriakan kepala penyamun tadi. "Alakazam! Buka….." pintu gua yang terbuat dari batu itu terbuka. "Wah… Hebat!", teriak Alibaba sambil terpana sebentar karena melihat harta yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung. "Gunungan harta ini akan Aku ambil sedikit, semoga aku tak miskin lagi, dan aku akan membantu tetanggaku yang kesusahan". Setelah mengarungkan harta dan emas tersebut, Alibaba segera pulang setelah sebelumnya menutup pintu gua. Istri Alibaba sangat terkejut melihat barang yang dibawa Alibaba. Alibaba kemudian bercerita pada istrinya apa yang baru saja dialaminya. "Uang ini sangat banyak… bagaimana jika kita bagikan kepada orang-orang yang kesusahan.." ujar istri Alibaba. Karena terlalu banyak, uang emas tersebut tidak dapat dihitung Alibaba dan istrinya. Akhirnya mereka sepakat untuk meminjam timbangan kepada saudaranya, Kasim. Istri Alibaba segera pergi meminjam timbangan kepada istri Kasim. Karena istri Kasim sangat pencuriga, maka ia mengoleskan minyak yang sangat lengket di dasar timbangan.&lt;br /&gt;Keesokannnya, setelah timbangan dikembalikan, ternyata di dasar timangan ada sesuatu yang berkilau. Istri Kasim segera memanggil suaminya dan memberitahu suaminya bahwa di dasar timbangan ada uang emas yang melekat. Kasim segera pergi ke rumah Alibaba untuk menanyakan hal tersebut. Setelah semuanya diceritakan Alibaba, Kasim segera kembali kerumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya. Ia pergi ke gua harta dengan membawa 20 ekor keledai. Setibanya di depan gua, ia berteriak "Alakazam ! Buka…", pintu batu gua bergerak terbuka. Kasim segera masuk dan langsung mengarungkan emas dan harta yang ada didalam gua sebanyak-banyaknya. Ketika ia hendak keluar, Kasim lupa mantra untuk membuka pintu, ia berteriak apa saja dan mulai ketakutan. Tiba-tiba pintu gua bergerak, Kasim merasa lega. Tapi ketika ia mau keluar, para penyamun sudah berada di luar, mereka sama-sama terkejut. "Hei maling! Tangkap dia, bunuh!" teriak kepala penyamun. "Tolong… saya jangan dibunuh", mohon Kasim. Para penyamun yang kejam tidak memberi ampun kepada Kasim. Ia segera dibunuh.&lt;br /&gt;Istri Kasim yang menunggu di rumah mulai kuatir karena sudah seharian Kasim tidak kunjung pulang. Akhirnya ia meminta bantuan Alibaba untuk menyusul saudaranya tersebut. Alibaba segera pergi ke gua harta. Disana ia sangat terkejut karena mendapati tubuh kakaknya sudah tergeletak di tanah. Setibanya dirumah, istri Kasim menangis sejadi-jadinya. Dia sangat sedih karena suaminya sudah meninggal dunia. Sebelum Kasim dimakamkan, Alibaba membawa tubuh kakaknya itu ke tabib. Alibaba meminta tabib itu menjahit luka di tubuh kakaknya. Setelah selesai menjahit, Alibaba memberikan upah beberapa uang emas. &lt;br /&gt;Dilain tempat, di gua harta, para penyamun terkejut, karena mayat Kasim sudah tidak ada lagi. "Tak salah lagi, pasti ada orang lain yang tahu tentang rahasia gua ini, ayo kita cari dan bunuh dia!" kata sang kepala penyamun. Merekapun mulai berkeliling pelosok kota. Ketika bertemu dengan seorang tabib, mereka bertanya,"Apakah akhir-akhir ini ada orang yang kaya mendadak ?". "Akulah orang itu, karena setelah menjahit luka mayat, aku menjadi orang kaya". "Apa! Mayat! Siapa yang memintamu melakukan itu?" Tanya mereka. "Tolong antarkan kami padanya!". Setelah menerima uang dari penyamun, si tabib lalu mengantar mereka ke rumah Alibaba. Si penyamun segera memberi tanda silang dipintu rumah Alibaba. "Aku akan melaporkan pada ketua, dan nanti malam kami akan datang untuk membunuhnya," kata si penyamun. Tetangga Alibaba, Morijana yang baru pulang berbelanja melihat dan mendengar percakapan para penyamun. &lt;br /&gt;Malam harinya, Alibaba didatangi seorang penyamun yang menyamar menjadi seorang pedagang minyak yang kemalaman dan memohon untuk menginap sehari dirumahnya. Alibaba yang baik hati mempersilakan tamunya masuk dan memperlakukannya dengan baik. Ia tidak mengenali wajah si kepala penyamun. Morijana, tetangga Alibaba yang sedang berada diluar rumah, melihat dan mengenali wajah penyamun tersebut. Ia berpikir keras bagaimana cara untuk memberitahu Alibaba. Akhirnya ia mempunyai ide, dengan menyamar sebagai seorang penari. Ia pergi kerumah Alibaba untuk menari. Ketika Alibaba, istri dan tamunya sedang menonton tarian, Morijana dengan cepat melemparkan pedang kecil yang sengaja diselipkannya dibajunya ke dada tamu Alibaba. &lt;br /&gt;Alibaba dan istrinya sangat terkejut, sebelum Alibaba bertanya, Morijana membuka samarannya dan segera menceritakan semua yang telah dilihat dan didengarnya. "Morijana, engkau telah menyelamatkan nyawa kami, terima kasih". Setelah semuanya berlalu, Alibaba membagikan uang peninggalan para penyamun kepada orang-orang miskin dan yang sangat memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pulau Kakak-Beradik       &lt;br /&gt;Karena dianggap sudah cukup umur, Mina dan Lina dipanggil ibu mereka untuk membicarakan rencana perkawinan kakak-beradik itu.&lt;br /&gt;“Kalian sudah cukup dewasa. Sudah waktunya kalian membangun rumah tangga,” kata sang ibu.&lt;br /&gt;“Kami mau dikawinkan dengan satu syarat,” kata Mina dan Lina.&lt;br /&gt;“Apa syaratnya?”&lt;br /&gt;“Karena kami kakak-beradik, suami kami juga harus kakak-beradik.”&lt;br /&gt;Sang ibu tahu, itu adalah cara mereka menolak perkawinan. Menurut Mina dan Lina, perkawinan membuat orang kehilangan segala sesuatu yang mereka cintai: orang tua, teman, sanak-saudara, bahkan kampung halaman.&lt;br /&gt;Demikianlah, karena tak ada laki-laki kakak-beradik yang menyunting Mina dan Lina, mereka tak kunjung menikah. Waktu pun terus berlalu. Ibu Mina dan Lina meninggal karena usia yang semakin tua. Sepeninggal ibunya, gadis kakak-beradik itu tinggal bersama dengan paman mereka.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, sekelompok bajak laut menculik Lina. Pemimpin bajak laut itu ingin memperistri Lina. Lina menolak dan meronta sekuat tenaga.&lt;br /&gt;Penculikan itu diketahui oleh Mina. Karena tak ingin terpisah dari adiknya, Mina bertekad menyusul Lina. Dengan perahu yang lebih kecil, Mina mengejar perahu penculik Lina. Teriakan orang sekampung tak dihiraukannya. Mina terus mengejar sampai tubuhnya tak kelihatan lagi.&lt;br /&gt;Tiba-tiba mendung datang. Tak lama kemudian hujan pun turun. Halilintar menggelegar, petir menyambar-nyambar. Orang-orang berlarian ke rumah masing-masing. Ombak bergulung-gulung. Menelan perahu penculik Lina, menelan Lina, menelan Mina, menelan semuanya. &lt;br /&gt;Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Ibu tercinta &lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;kala aku beranjak dewasa,&lt;br /&gt;kala aku membutuhkan tempat bertanya,&lt;br /&gt;kenapa Ibu pergi?&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;ibu tahu tidak kalau aku sedih?&lt;br /&gt;ibu tahu tidak kalau aku takut?&lt;br /&gt;tapi kenapa Ibu pergi?&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;bicara dong, kenapa cuma diam saja?&lt;br /&gt;memang beban ini cuma milikku saja?&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;kalau memang begitu adanya,&lt;br /&gt;doakan aku supaya kuat,&lt;br /&gt;doakan aku supaya bijak&lt;br /&gt;dan tidak terinjak-injak…&lt;br /&gt;Dari putrimu&lt;br /&gt;yang sangat menyayangi,&lt;br /&gt;merindukan,&lt;br /&gt;dan membutuhkanmu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Perjalanan Jarum Jam&lt;br /&gt;Kupandang kau bergerak&lt;br /&gt;Mengikuti putaran yang menjingkrak&lt;br /&gt;Putaranmu searah dan tak&lt;br /&gt;pernah berbalik arah&lt;br /&gt;Mengapa kau tidak pernah berbalik ?&lt;br /&gt;Ataukah memang tak ingin kembali&lt;br /&gt;Ku lihat sekali lagi kau tetap begitu&lt;br /&gt;dan tetap begitu saja&lt;br /&gt;Dan ku tahu apapun yang terjadi&lt;br /&gt;Kau memang tetap begitu&lt;br /&gt;Sungguh pendirianmu begitu kuat&lt;br /&gt;dan tak ada satupun yang  menyamaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumpah Pemuda&lt;br /&gt;Wahai para pemuda pendahulu…..&lt;br /&gt;Yang telah hidup puluhan tahun berlalu&lt;br /&gt;Yang telah membuat semua bersatu&lt;br /&gt;Mengabadikan lentera nusantaramu&lt;br /&gt;Di kala sekarang telah tiada&lt;br /&gt;Gema janji sumpahmu tetap masih meraung&lt;br /&gt;Meraung keras di seluruh penjuru sudut bangsa ini&lt;br /&gt;28 oktober, karenamu pemuda Indonesia melebur&lt;br /&gt;Menjadi sebuah pedang yang diasah tajam&lt;br /&gt;Dan siap di gunakan untuk mengisi kemerdekaan ini&lt;br /&gt;Terima kasih sumpahmu&lt;br /&gt;28 oktober kan kugemakan slalu sampai nanti&lt;br /&gt;mentari tenggelam di seberang timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Petualang Kecil&lt;br /&gt;Jalan merayap, jalan merangkak&lt;br /&gt;Berdiri tegap, berbadan kuat&lt;br /&gt;Melewati belantara terjal pegunungan&lt;br /&gt;Menemani nuansa riuh berkicaunya burung&lt;br /&gt;Mengalahkan kejamnya tantangan alam&lt;br /&gt;Sang petualang kecil bertoreh keberanian&lt;br /&gt;Tak pernah takut ataupun sirna&lt;br /&gt;Melawan kesegala mara bahaya&lt;br /&gt;Yang bermunculan di jalanan&lt;br /&gt;Dan bila haus mendahagakan&lt;br /&gt;Mengeringkerontangkan tenggorokan&lt;br /&gt;Kau tetap menggeliat&lt;br /&gt;Mencari timbunan asamu yang masih terpendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepertiga Akhir Malam&lt;br /&gt;Kubuka di kecoklatan depan rumah&lt;br /&gt;Kusaksikan langit begitu berkilauan&lt;br /&gt;Dihiasi gugusan bintang&lt;br /&gt;Sungguh hatiku pun ikut senang&lt;br /&gt;udara dan pikiran begitu lengang&lt;br /&gt;di sepertiga akhir malam&lt;br /&gt;Kulawan dan kukalahkan udara dingin&lt;br /&gt;Air wudlu pun menembus membasahi kulitku&lt;br /&gt;Dalam sujudku kupanjatan doa kehadiratMu&lt;br /&gt;Jadikanlah bangsa ini,&lt;br /&gt;Bangsa yang aman ,tenteram&lt;br /&gt;dan sejahtera&lt;br /&gt;Bangsa yang menghidupkan&lt;br /&gt;akhir sepertiga malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Istana Langit&lt;br /&gt;Memandang ke angkasa lepas&lt;br /&gt;biru,putih bahkan abu-abu&lt;br /&gt;warnamu menampakkan&lt;br /&gt;Tak terbayang jika manusia&lt;br /&gt;berpijak di atasnya&lt;br /&gt;Apa yang akan dirasa,&lt;br /&gt;senang, gembira pasti bahagia disana.&lt;br /&gt;Memang manusia tak berhak tinggal&lt;br /&gt;Apalagi tidur di istana langit&lt;br /&gt;Hanya Tuhan sang pencipta alam&lt;br /&gt;Yang menguasai jagad raya,&lt;br /&gt;Yang bersemayam didalamnya&lt;br /&gt;Untuk mengatur kehidupan ini&lt;br /&gt;sampai kiamat nanti tiba&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sinar Mentari Pukul Sepuluh Pagi&lt;br /&gt;Pukul sepuluh pagi aku berdiri&lt;br /&gt;berjalan dan lalu berlari,&lt;br /&gt;di bawah sinar mentari.&lt;br /&gt;Panasnya menusuk kulitku,&lt;br /&gt;dan menyilaukan mataku,&lt;br /&gt;namun tenang menembus hatiku.&lt;br /&gt;Ingin ku utarakan semua&lt;br /&gt;biar dunia tahu,&lt;br /&gt;aku bangga sebagai makhlukNya!&lt;br /&gt;Terima kasih,Tuhan&lt;br /&gt;Kau masih biarkan aku terbangun hari ini&lt;br /&gt;Kau masih ijinkan hidungku bernafas hari ini&lt;br /&gt;Kau masih memberikanku hidup hari ini&lt;br /&gt;Sehingga aku masih dapat menikmati&lt;br /&gt;karuniaMu yang terindah&lt;br /&gt;dalam permata yang terus bersinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tuhanku Aku Mengadu&lt;br /&gt;Aku kecil di kala dulu berada&lt;br /&gt;Tak satupun tahu hasrat yang kusimpan&lt;br /&gt;Di saat waktu terus berputar&lt;br /&gt;Di kala usia bertambah angka&lt;br /&gt;Tuhan bolehkah aku bicara padamu ?&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah besar&lt;br /&gt;Detik demi detik kulewati bersamaMu&lt;br /&gt;Senang dan sedih kulalui dengan mengenalMu&lt;br /&gt;Tuhan aku punya hasrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HambaMu punya timbunan cita –cita&lt;br /&gt;Wujudkanlah di kala aku besar nanti&lt;br /&gt;Tuhan, ku percaya engkaulah pengatur jagad raya&lt;br /&gt;penentu segala takdir ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mu’jizat Di Atas Doa&lt;br /&gt;Segudang harapan manusia&lt;br /&gt;tersimpan dalam kata – kata&lt;br /&gt;Terpanjatkan bersama untaian suara&lt;br /&gt;yang berisi harapan tuk kehidupan&lt;br /&gt;Untukmu para siswa Indonesia,&lt;br /&gt;untaian harapanmu  tersimpan dalam doa.&lt;br /&gt;Terus dan teruslah berdoa&lt;br /&gt;mendekatlah kepada sang pencipta&lt;br /&gt;Kuasa ada bersamaNya&lt;br /&gt;Tak perlu kau resah&lt;br /&gt;pabila harapan tidak terwujudkan&lt;br /&gt;Janganlah berputus asa dan tetap berdoa&lt;br /&gt;karena doa adalah mu’jizatNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seperti Bintang&lt;br /&gt;Kutatap langit nan berkilau di kala malam&lt;br /&gt;Kusaksikan gugusan bintang begitu bercahaya&lt;br /&gt;Cahayanya  begitu indah&lt;br /&gt;Sinarnya sungguh menggugah&lt;br /&gt;Oh, Bintang daku ingin seperti dikau&lt;br /&gt;Menjadi pelita terang di kala gelap&lt;br /&gt;Membuat penyejuk hati untuk setiap insan&lt;br /&gt;Oh, Tuhan sungguh kuasaMu begitu sempurna&lt;br /&gt;Engkau ciptakan hiasan maha sempurna&lt;br /&gt;Sebagai pelengkap dunia di kala kelam&lt;br /&gt;Sebagai permata berlian bagi setiap mata yang memandang&lt;br /&gt;Oh, Tuhan izinkanlah aku bersinar seperti bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nyiur Hijau&lt;br /&gt;Nyiur hijau di tepi pantai&lt;br /&gt;Bang kuning meraya&lt;br /&gt;Siur siur daunnya melambai&lt;br /&gt;Burung-burung berpada menyanyi gembira&lt;br /&gt;Tanah airku tumpah darahku&lt;br /&gt;Tanah yang subur kaya makmur&lt;br /&gt;Tanah airku tumpah darahku&lt;br /&gt;Tanah yang indah permai nyata&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan &lt;br /&gt;Kulihat awan seputih bunga melati&lt;br /&gt;Kesana kemari dilangit luas&lt;br /&gt;Andai saja aku bisa menggapainya&lt;br /&gt;Agar aku bisa melihatmu&lt;br /&gt;Akan kuraih bila aku dapat&lt;br /&gt;Akankah aku bisa menggapainya&lt;br /&gt;Aku akan berusaha&lt;br /&gt;sekuat mungkin……&lt;br /&gt;sekuat mungkin…..dan&lt;br /&gt;sekuat mungkin…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Bunga……&lt;br /&gt;Engkau mekar di taman beraneka warna&lt;br /&gt;Merah dan putih selau berseri&lt;br /&gt;Mawar dan melati berwarna warni&lt;br /&gt;Di atasmu penuh kumbang dan kupu&lt;br /&gt;Menari, menyanyi dan menghirup madumu&lt;br /&gt;Bagaikan mimpi dikhayalku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda Ular n’Daung&lt;br /&gt; Print This Post&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ular&lt;br /&gt;Dahulu kala, di kaki sebuah gunung di daerah Bengkulu hiduplah seorang wanita tua dengan tiga orang anaknya. Mereka sangat miskin dan hidup hanya dari penjualan hasil kebunnya yang sangat sempit. Pada suatu hari perempuan tua itu sakit keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pintar di desanya itu meramalkan bahwa wanita itu akan tetap sakit apabila tidak diberikan obat khusus. Obatnya adalah daun-daunan hutan yang dimasak dengan bara gaib dari puncak gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sedihnya keluarga tersebut demi mengetahui kenyataan itu. Persoalannya adalah bara dari puncak gunung itu konon dijaga oleh seekor ular gaib. Menurut cerita penduduk desa itu, ular tersebut akan memangsa siapa saja yang mencoba mendekati puncak gunung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ketiga anak perempuan ibu tua itu, hanya si bungsu yang menyanggupi persyaratan tersebut. Dengan perasaan takut ia mendaki gunung kediaman si Ular n’Daung. Benar seperti cerita orang, tempat kediaman ular ini sangatlah menyeramkan. Pohon-pohon sekitar gua itu besar dan berlumut. Daun-daunnya menutupi sinar matahari sehingga tempat tersebut menjadi temaram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis rasa khawatir si Bungsu, tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh dan raungan yang keras. Tanah bergetar. Inilah pertanda si Ular n’Daung mendekati gua kediamannya. Mata ular tersebut menyorot tajam dan lidahnya menjulur-julur. Dengan sangat ketakutan si Bungsu mendekatinya dan berkata, “Ular yang keramat, berilah saya sebutir bara gaib guna memasak obat untuk ibuku yang sakit. Tanpa diduga, ular itu menjawab dengan ramahnya, “bara itu akan kuberikan kalau engkau bersedia menjadi isteriku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bungsu menduga bahwa perkataan ular ini hanyalah untuk mengujinya. Maka iapun menyanggupinya. Keesokan harinya setelah ia membawa bara api pulang, ia pun menepati janjinya pada Ular n’Daung. Ia kembali ke gua puncak gunung untuk diperisteri si ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terkejutnya si bungsu menyaksikan kejadian ajaib. Yaitu, pada malam harinya, ternyata ular itu berubah menjadi seorang ksatria tampan bernama Pangeran Abdul Rahman Alamsjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi harinya ia akan kembali menjadi ular. Hal itu disebabkan oleh karena ia disihir oleh pamannya menjadi ular. Pamannya tersebut menghendaki kedudukannya sebagai calon raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kepergian si bungsu, ibunya menjadi sehat dan hidup dengan kedua kakaknya yang sirik. Mereka ingin mengetahui apa yang terjadi dengan si Bungsu. Maka merekapun berangkat ke puncak gunung. Mereka tiba di sana diwaktu malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah kagetnya mereka ketika mereka mengintip bukan ular yang dilihatnya tetapi lelaki tampan. Timbul perasaan iri dalam diri mereka. Mereka ingin memfitnah adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengendap ke dalam gua dan mencuri kulit ular itu. Mereka membakar kulit ular tersebut. Mereka mengira dengan demikian ksatria itu akan marah dan mengusir adiknya itu. Tetapi yang terjadi justru kebalikannya. Dengan dibakarnya kulit ular tersebut, secara tidak sengaja mereka membebaskan pangeran itu dari kutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menemukan kulit ular itu terbakar, pangeran menjadi sangat gembira. Ia berlari dan memeluk si Bungsu. Di ceritakannya bahwa sihir pamannya itu akan sirna kalau ada orang yang secara suka rela membakar kulit ular itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, si Ular n’Daung yang sudah selamanya menjadi Pangeran Alamsjah memboyong si Bungsu ke istananya. Pamannya yang jahat diusir dari istana. Si Bungsu pun kemudian mengajak keluarganya tinggal di istana. Tetapi dua kakaknya yang sirik menolak karena merasa malu akan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda Ular Kepala Tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebong adalah salah satu nama kabupaten di Provinsi Bengkulu, Indonesia. Konon, di daerah ini pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Kutei Rukam. Pada suatu hari, keluarga kerajaan ini dilanda kepanikan luar biasa, karena putra mahkota menghilang pada saat melakukan prosesi upacara mandi bersama dengan calon istrinya di Danau Tes. Hilang kemanakah putra mahkota dengan istrinya? Temukan jawabannya dalam cerita Legenda Ular Kepala Tujuh berikut ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, di sebuah daerah di Bengkulu, Indonesia, berdiri sebuah kerajaan bernama Kutei Rukam yang dipimpin oleh Raja Bikau Bermano. Raja Bikau Bermano mempunyai delapan orang putra. Pada suatu waktu, Raja Bikau Bermano melangsungkan upacara perkawinan putranya yang bernama Gajah Meram dengan seorang putri dari Kerajaan Suka Negeri yang bernama Putri Jinggai. Mulanya, pelaksanaan upacara tersebut berjalan lancar. Namun, ketika Gajah Meram bersama calon istrinya sedang melakukan upacara prosesi mandi bersama di tempat pemandian Aket yang berada di tepi Danau Tes, tiba-tiba keduanya menghilang. Tidak seorang pun yang tahu ke mana hilangnya pasangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di istana, Raja Bikau Bermano dan permaisurinya mulai cemas, karena Gajah Meram dan calon istrinya belum juga kembali ke istana. Oleh karena khawatir terjadi sesuatu terhadap putra dan calon menantunya, sang Raja segera mengutus beberapa orang hulubalang untuk menyusul mereka. Alangkah terkejutnya para hulubalang ketika sampai di tepi danau itu tidak mendapati Gajah Meram dan calon istrinya. Setelah mencari di sekitar danau dan tidak juga menemukan mereka berdua, para hulubalang pun kembali ke istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Baginda! Kami tidak menemukan putra mahkota dan Putri Jinggai,” lapor seorang hulubalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa katamu?” tanya sang Raja panik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Baginda! Kami sudah berusaha mencari di sekitar danau, tapi kami tidak menemukan mereka,” tambah seorang hulubalang lainnya sambil memberi hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ke mana perginya mereka?” tanya sang Raja tambah panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Baginda! Kami juga tidak tahu,” jawab para utusan hulubalang serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, Raja Bikau Bermano terdiam. Ia tampak gelisah dan cemas terhadap keadaan putra dan calon menantunya. Ia pun berdiri, lalu berjalan mondar-mandir sambil mengelus-elus jenggotnya yang sudah memutih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bendahara! Kumpulkan seluruh hulubalang dan keluarga istana sekarang juga!” titah sang Raja kepada bendahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Baginda!” jawab bendahara sambil memberi hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, seluruh hulubalang dan keluarga istana berkumpul di ruang sidang istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai, rakyatku! Apakah ada di antara kalian yang mengetahui keberadaan putra dan calon menantuku?” tanya Raja Bikau Bermano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun peserta sidang yang menjawab pertanyaan itu. Suasana sidang menjadi hening. Dalam keheningan itu, tiba-tiba seorang tun tuai (orang tua) kerabat Putri Jinggai dari Kerajaan Suka Negeri yang juga hadir angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hormat hamba, Baginda! Jika diizinkan, hamba ingin mengatakan sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah itu, Tun Tuai! Apakah kamu mengetahui keberadaan putraku dan Putri Jinggai?” tanya sang Raja penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Baginda! Setahu hamba, putra mahkota dan Putri Jinggai diculik oleh Raja Ular yang bertahta di bawah Danau Tes,” jawab tun tuai itu sambil memberi hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Raja Ular itu sangat sakti, tapi licik, kejam dan suka mengganggu manusia yang sedang mandi di Danau Tes,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah yang kamu katakan itu, Tun Tuai?” tanya sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Baginda!” jawab tun tuai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, kita harus segera menyelamatkan putra dan calon menantuku. Kita tidak boleh terus larut dalam kesedihan ini,” ujar sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi bagaimana caranya, Baginda?” tanya seorang hulubalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja kembali terdiam. Ia mulai bingung memikirkan cara untuk membebaskan putra dan calon menantunya yang ditawan oleh Raja Ular di dasar Danau Tes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Ayahanda!” sahut Gajah Merik, putra bungsu raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa, Putraku!” jawab sang Raja sambil melayangkan pandangannya ke arah putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izinkanlah Ananda pergi membebaskan abang dan istrinya!” pinta Gaja Merik kepada ayahandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peserta sidang terkejut, terutama sang Raja. Ia tidak pernah mengira sebelumnya jika putranya yang baru berumur 13 tahun itu memiliki keberanian yang cukup besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah Ananda sanggup melawan Raja Ular itu?” tanya sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sanggup, Ayahanda!” jawab Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang akan kamu lakukan, Putraku? Abangmu saja yang sudah dewasa tidak mampu melawan Raja Ular itu,” ujar sang Raja meragukan kemampuan putra bungsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Ayahanda! Ananda ingin bercerita kepada Ayahanda, Ibunda, dan seluruh yang hadir di sini. Sebenarnya, sejak berumur 10 tahun hampir setiap malam Ananda bermimpi didatangi oleh seorang kakek yang mengajari Ananda ilmu kesaktian,” cerita Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita Gajah Merik, sang Raja tersenyum. Ia kagum terhadap putra bungsunya yang sungguh rendah hati itu. Walaupun memiliki ilmu yang tinggi, ia tidak pernah memamerkannya kepada orang lain, termasuk kepada keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, benarkah yang kamu katakan itu, Putraku?” tanya sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Ayahanda!” jawab Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah! Besok kamu boleh pergi membebaskan abangmu dan istrinya. Tapi, dengan syarat, kamu harus pergi bertapa di Tepat Topes untuk memperoleh senjata pusaka,” ujar sang Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Ayahanda!” jawab Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, berangkatlah Gajah Merik ke Tepat Topes yang terletak di antara ibu kota Kerajaan Suka Negeri dan sebuah kampung baru untuk bertapa. Selama tujuh hari tujuh malam, Gajah Merik bertapa dengan penuh konsentrasi, tidak makan dan tidak minum. Usai melaksanakan tapanya, Gajah Merik pun memperoleh pusaka berupa sebilah keris dan sehelai selendang. Keris pusaka itu mampu membuat jalan di dalam air sehingga dapat dilewati tanpa harus menyelam. Sementara selendang itu dapat berubah wujud menjadi pedang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Gajah Merik kembali ke istana dengan membawa kedua pusaka itu. Namun, ketika sampai di kampung Telang Macang, ia melihat beberapa prajurit istana sedang menjaga perbatasan Kerajaan Kutei Rukam dan Suka Negeri. Oleh karena tidak mau terlihat oleh prajurit, Gajah Merik langsung terjun ke dalam Sungai Air Ketahun menuju Danau Tes sambil memegang keris pusakanya. Ia heran karena seakan-seakan berjalan di daratan dan sedikit pun tidak tersentuh air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula Gajah Merik berniat kembali ke istana, namun ketika sampai di Danau Tes, ia berubah pikiran untuk segera mencari si Raja Ular. Gajah Merik pun menyelam hingga ke dasar danau. Tidak berapa lama, ia pun menemukan tempat persembunyian Raja Ular itu. Ia melihat sebuah gapura di depan mulut gua yang paling besar. Tanpa berpikir panjang, ia menuju ke mulut gua itu. Namun, baru akan memasuki mulut gua, tiba-tiba ia dihadang oleh dua ekor ular besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, manusia! Kamu siapa? Berani sekali kamu masuk ke sini!” ancam salah satu dari ular itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya adalah Gajah Merik hendak membebaskan abangku,” jawab Gaja Merik dengan nada menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak boleh masuk!” cegat ular itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena Gajah Merik tidak mau kalah, maka terjadilah perdebatan sengit, dan perkelahian pun tidak dapat dihindari. Pada awalnya, kedua ular itu mampu melakukan perlawanan, namun beberapa saat kemudian mereka dapat dikalahkan oleh Gajah Merik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Gajah Merik terus menyusuri lorong gua hingga masuk ke dalam. Setiap melewati pintu, ia selalu dihadang oleh dua ekor ular besar. Namun, Gajah Merik selalu menang dalam perkelahian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akan melewati pintu ketujuh, tiba-tiba Gajah Merik mendengar suara tawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha... ha... ha..., anak manusia, anak manusia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, Raja Ular! Keluarlah jika kau berani!” seru Gajah Merik sambil mundur beberapa langkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa ditantang, sang Raja Ular pun mendesis. Desisannya mengeluarkan kepulan asap. Beberapa saat kemudian, kepulan asap itu menjelma menjadi seekor ular raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hebat sekali kau anak kecil! Tidak seorang manusia pun yang mampu memasuki istanaku. Kamu siapa dan apa maksud kedatanganmu?” tanya Raja Ular itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku Gajah Merik, putra Raja Bikau Bermano dari Kerajaan Kutei Rukam,” jawab Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepaskan abangku dan istrinya, atau aku musnahkan istana ini!” tambah Gajah Merik mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha... ha.... ha...., anak kecil, anak kecil! Aku akan melepaskan abangmu, tapi kamu harus penuhi syaratku,” ujar Raja Ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa syarat itu?” tanya Gajah Merik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama, hidupkan kembali para pengawalku yang telah kamu bunuh. Kedua, kamu harus mengalahkan aku,” jawab Raja Ular sambil tertawa berbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, kalau itu maumu, hei Iblis!” seru Gajah Merik menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesaktian yang diperoleh dari kakek di dalam mimpinya, Gajah Merik segera mengusap satu per satu mata ular-ular yang telah dibunuhnya sambil membaca mantra. Dalam waktu sekejap, ular-ular tersebut hidup kembali. Raja Ular terkejut melihat kesaktian anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kagum kepadamu, anak kecil! Kau telah berhasil memenuhi syaratku yang pertama,” kata Raja Ular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, kamu tidak akan mampu memenuhi syarat kedua, yaitu mengalahkan aku. Ha... ha... ha....!!!” tambah Raja Ular kembali tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunjukkanlah kesaktianmu, kalau kamu berani!” tantang Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berpikir panjang, Raja Ular itu langsung mengibaskan ekornya ke arah Gajah Merik. Gajah Merik yang sudah siap segera berkelit dengan lincahnya, sehingga terhindar dari kibasan ekor Raja Ular itu. Perkelahian sengit pun terjadi. Keduanya silih berganti menyerang dengan mengeluarkan jurus-jurus sakti masing-masing.  Perkelahian antara manusia dan binatang itu berjalan seimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lima hari lima malam mereka berkelahi, namun belum ada salah satu yang terkalahkan. Ketika memasuki hari keenam, Raja Ular mulai kelelahan dan hampir kehabisan tenaga. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Gajah Merik. Ia terus menyerang hingga akhirnya Raja Ular itu terdesak. Pada saat yang tepat, Gajah Merik segera menusukkan selendangnya yang telah menjelma menjadi pedang ke arah perut Raja Ular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduuuhh... sakiiit!” jerit Raja Ular menahan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Raja Ular sudah tidak berdaya, Gajah Merik mundur beberapa langkah untuk berjaga-jaga siapa tahu raja ular itu tiba-tiba kembali menyerangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu memang hebat, anak kecil! Saya mengaku kalah,” kata Raja Ular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengakuan itu, Gajah Merik pun segera membebaskan abangnya dan Putri Jinggai yang dikurung dalam sebuah ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di istana, Raja Bikau Bermano beserta seluruh keluarga istana dilanda kecemasan. Sudah dua minggu Gajah Merik belum juga kembali dari pertapaannya. Oleh karena itu, sang Raja memerintahkan beberapa hulubalang untuk menyusul Gajah Merik di Tepat Topes. Namun, sebelum para hulubalang itu berangkat, tiba-tiba salah seorang hulubalang yang ditugaskan menjaga tempat pemandian di tepi Danau Tes datang dengan tergesa-gesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Baginda! Gajah Merik telah kembali bersama Gajah Meram dan Putri Jinggai,” lapor hulubalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, bagaimana mungkin? Bukankah Gajah Merik sedang bertapa di Tepat Topes?” tanya baginda heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Baginda! Kami yang sedang berjaga-jaga di danau itu juga terkejut, tiba-tiba Gajah Merik muncul dari dalam danau bersama Gajah Meram dan Putri Jinggai. Rupanya, seusai bertapa selama tujuh hari tujuh malam, Gajah Merik langsung menuju ke istana Raja Ular dan berhasil membebaskan Gajah Meram dan Putri Jinggai,” jelas hulubalang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooo, begitu!” jawab sang Raja sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, Gajah Merik, Gajah Meram, dan Putri Jinggai datang dengan dikawal oleh beberapa hulubalang yang bertugas menjaga tempat pemandian itu. Kedatangan mereka disambut gembira oleh sang Raja beserta seluruh keluarga istana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar kembalinya Gajah Meram dan keperkasaan Gajah Merik menyebar ke seluruh pelosok negeri dengan cepat. Untuk menyambut keberhasilan itu, sang Raja mengadakan pesta selama tujuh hari tujuh malam. Setelah itu, sang Raja menyerahkan tahta kerajaan kepada Gajah Meram. Namun, Gajah Meram menolak penyerahan kekuasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Ayahanda! Yang paling berhak atas tahta kerajaan ini adalah Gajah Merik. Dialah yang paling berjasa atas negeri ini, dan dia juga yang telah menyelamatkan Ananda dan Putri Jinggai,” kata Gajah Meram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, jika kamu tidak keberatan. Bersediakah kamu menjadi raja, Putraku?” sang Raja kemudian bertanya kepada Gajah Merik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun, Ayahanda! Ananda bersedia menjadi raja, tapi Ananda mempunyai satu permintaan,” jawab Gajah Merik memberi syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah permintaanmu itu, Putraku?” tanya sang Raja penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Ananda menjadi raja, bolehkah Ananda mengangkat Raja Ular dan pengikutnya menjadi hulubalang kerajaan ini?” pinta Gajah Merik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan Gajah Merik dikabulkan oleh sang Raja. Akhirnya, Raja Ular yang telah ditaklukkannya diangkat menjadi hulubalang Kerajaan Kutei Rukam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah petualangan Gajah Merik ini kemudian melahirkan cerita tentang Ular Kepala Tujuh. Ular tersebut dipercayai oleh masyarakat Lebong sebagai penunggu Danau Tes. Sarangnya berada di Teluk Lem sampai di bawah Pondok Lucuk. Oleh karena itu, jika melintas di atas danau itu dengan menggunakan perahu, rakyat Lebong tidak berani berkata sembrono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian cerita Ular Kepala Tujuh dari Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Cerita rakyat di atas termasuk kategori cerita legenda yang mengandung pesan-pesan moral. Setidaknya ada dua pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas, yaitu sifat rendah hati dan tahu diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sifat rendah hati. Sifat ini tercermin pada perilaku Gajah Merik. Walaupun memiliki ilmu yang tinggi, ia tidak pernah pamer dan menyombongkan diri. Sifat ini dapat memupuk ikatan tali persaudaraan. Sebagaimana dikatakan dalam untaian syair berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai ananda kekasih bunda,&lt;br /&gt;janganlah engkau besar kepala&lt;br /&gt;rendahkan hati kepada manusia&lt;br /&gt;supaya kekal tali saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sifat tahu diri. Sifat ini tercermin pada perilaku Gajah Meram. Semestinya dialah yang berhak dinobatkan menjadi raja, namun karena menyadari bahwa adiknya memiliki kesaktian yang lebih tinggi dari pada dirinya, maka ia pun menyerahkan tampuk kekuasaan Kerajaan Kutei Rukam kepada adiknya, Gajah Merik. Dari sini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa dengan memahami kekurangan dan kelebihan dirinya, seseorang akan tahu menempatkan diri dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Dikatakan dalam ungkapan Melayu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tanda tahu dirinya:&lt;br /&gt;hamba tahu akan Tuhannya&lt;br /&gt;anak tahukan orang tuanya&lt;br /&gt;raja tahukan daulatnya&lt;br /&gt;alim tahukan kitabnya&lt;br /&gt;hulubalang tahukan kuatnya&lt;br /&gt;cerdik tahukan bijaknya&lt;br /&gt;guru tahukan ilmunya&lt;br /&gt;tua tahukan amanahnya&lt;br /&gt;muda tahukan kurangnya&lt;br /&gt;lebih tahukan kurangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal Mula Danau Tes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Tes merupakan danau terbesar di Provinsi Bengkulu, yang terbentang di antara Dusun Kutei Donok dan Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong. Danau yang memiliki panorama indah ini sangat melegenda di kalangan masyarakat Lebong, Bengkulu. Konon, Danau Tes ini dulunya merupakan aliran Sungai Air Ketahun. Namun, karena terjadi suatu peristiwa, aliran itu berubah menjadi danau. Peristiwa apakah sebenarnya yang terjadi hingga menyebabkan aliran Sungai Air Ketahun tersebut berubah menjadi danau? Untuk mengetahui jawabannya, ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Danau Tes berikut ini!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, di Dusun Kutei Donok, Tanah Ranah Sekalawi (atau daerah Lebong sekarang ini), hidup seorang sakti bersama seorang anak laki-lakinya. Oleh masyarakat Kutei Donok, orang sakti itu dipanggil si Lidah Pahit. Ia dipanggil demikian, karena lidahnya memiliki kesaktian luar biasa. Apapun yang dikatakannya selalu menjadi kenyataan. Meski demikian, ia tidak asal mengucapkan sesuatu jika tidak ada alasan yang mendasarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, si Lidah Pahit berniat untuk membuka lahan persawahan baru di daerah Baten Kawuk, yang terletak kurang lebih lima kilometer dari dusun tempat tinggalnya. Setelah menyampaikan niatnya kepada para tetangganya dan mendapat izin dari Tuai Adat Kutei Donok, ia pun segera menyiapkan segala peralatan yang akan dipergunakan untuk membuka lahan persawahan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, kamu di rumah saja! Ayah hendak pergi ke daerah Baten Kawuk untuk membuka lahan persawahan baru,” ujar si Lidah Pahit kepada anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Ayah!” jawab anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpamitan kepada anaknya, si Lidah Pahit pun berangkat dengan membawa kapak, parang, dan cangkul. Sesampainya di daerah Baten Kawuk, ia pun mulai menggarap sebuah lahan kosong yang terletak tidak jauh dari Sungai Air Ketahun. Si Lidah Pahit memulai pekerjaannya dengan menebangi pohon-pohon besar dengan kapak dan membabat semak belukar dengan parang. Setelah itu, ia pun segera mencangkul lahan kosong itu. Tanah-tanah cangkulannya ia buang ke Sungai Air Ketahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua hari bekerja, si Lidah Pahit telah membuka lahan persawahan seluas kurang lebih setengah hektar. Bagi masyarakat Kutei Donok waktu itu, termasuk si Lidah Pahit, untuk membuka lahan persawahan seluas satu hektar dapat diselesaikan dalam waktu paling lama satu minggu, karena rata-rata mereka berbadan besar dan berotot. Alangkah senang hati si Lidah Pahit melihat hasil pekerjaannya itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, si Lidah Pahit kembali ke Baten Kawuk untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia bekerja dengan penuh semangat. Ia tidak memikirkan hal-hal lain, kecuali menyelesaikan pekerjaannya agar dapat dengan segera menanam padi di lahan persawahannya yang baru itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tanpa disadari oleh si Lidah Pahit, para ketua adat dan pemuka masyarakat di kampungnya sedang membicarakan dirinya. Mereka membicarakan tentang pekerjaannya  yang selalu membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun, sehingga menyebabkan aliran air sungai itu tidak lancar. Kekhawatiran masyarakat Kutei Donok yang paling besar adalah jika si Lidah Pahit terus membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun akan menyumbat air sungai dan mengakibatkan air meluap, sehingga desa Kutei Donok akan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi itu, ketua adat bersama tokoh-tokoh masyarakat Kutei Donok lainnya segera bermusyawarah untuk mencari alasan agar pekerjaan si Lidah Pahit dapat dihentikan. Setelah beberapa jam bermusyawarah, mereka pun menemukan sebuah alasan yang dapat menghentikan pekerjaan si Lidah Pahit. Maka diutuslah beberapa orang untuk menyampaikan alasan itu kepada si Lidah Pahit. Sesampainya di tempat si Lidah Pahit bekerja, mereka pun segera menghampiri si Lidah Pahit yang sedang asyik mencangkul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Lidah Pahit! Kedatangan kami kemari untuk menyampaikan berita duka,” kata seorang utusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berita duka apa yang kalian bawa untukku?” tanya si Lidah Pahit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pulanglah, Lidah Pahit! Anakmu meninggal dunia. Kepalanya pecah terbentur di batu saat ia terjatuh dari atas pohon,” jelas seorang utusan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, saya tidak percaya. Tidak mungkin anakku mati,” jawab si Lidah Pahit dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali para utusan tersebut berusaha untuk meyakinkannya, namun si Lidah Pahit tetap saja tidak percaya. Akhirnya, mereka pun kembali ke Dusun Kutei Donok tanpa membawa hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Tuan! Kami tidak berhasil membujuk si Lidah Pahit untuk kembali ke kampung ini,” lapor seorang utusan kepada ketua adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Tuan! Ia sama sekali tidak percaya dengan laporan kami,” tambah seorang utusan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan itu, ketua adat segera menunjuk tokoh masyarakat lainnya untuk menyampaikan berita duka itu kepada si Lidah Pahit. Namun, lagi-lagi si Lidah Pahit tidak percaya jika anaknya telah mati. Ia terus saja mencangkul dan membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan itu, akhirnya ketua adat bersama beberapa pemuka adat lainnya memutuskan untuk menyampaikan langsung alasan itu kepada si Lidah Pahit. Maka berangkatlah mereka untuk menemui si Lidah Pahit di tempat kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai si Lidah Pahit! Percayalah kepada kami! Anakmu benar-benar telah meninggal dunia,” kata ketua adat kepada si Lidah Pahit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena sangat menghormati ketua adat dan pemuka adat lainnya, si Lidah Pahit pun percaya kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah! Karena Tuan-Tuan terhormat yang datang menyampaikan berita ini, maka saya sekarang percaya kalau anak saya telah meninggal dunia,” kata si Lidah Pahit dengan suara pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, berhentilah bekerja dan kembalilah ke kampung melihat anakmu!” ujar ketua adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Tuan! Saya akan menyelesaikan pekerjaan saya yang tinggal beberapa cangkul ini,” jawab si Lidah Pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, ketua adat beserta rombongannya berpamitan untuk kembali ke Dusun Kutei Donok. Setelah rombongan itu pergi, si Lidah Pahit baru menyadari akan ucapannya tadi. Dalam hati, ia yakin betul bahwa anaknya yang sebenarnya tidak meninggal kemudian menjadi meninggal akibat ucapannya sendiri. Maka dengan ucapan saktinya itu, anaknya pun benar-benar telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa hendak dibuat, nasi sudah menjadi bubur. Ucapan si Lidah Pahit tersebut tidak dapat ditarik kembali. Dengan perasaan kesal, ia pun melampiaskan kemarahannya pada tanah garapannya. Berkali-kali ia menghentakkan cangkulnya ke tanah, lalu membuang tanah cangkulannya ke Sungai Air Ketahun. Setelah itu, ia pun bergegas kembali ke Dusun Kutei Donok hendak melihat anaknya yang telah meninggal dunia. Sesampainya di rumah, ia mendapati anaknya benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, tanah-tanah yang dibuang si Lidah Pahit itu membendung aliran Sungai Air Ketahun dan akhirnya membentuk sebuah danau besar yang diberi nama Danau Tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian cerita Asal Mula Danau Tes dari Provinsi Bengkulu. Hingga kini, Danau Tes menjadi sumber mata pencaharian penduduk Kota Donok dan airnya telah dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas termasuk ke dalam kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah keburukan sifat mudah percaya pada omongan orang-orang yang berpangkat atau penguasa, karena tidak selamanya ucapan seorang penguasa selalu benar. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku si Lidah Pahit yang mudah percaya dengan laporan ketua adat di kampungnya, sehingga mengakibatkan anak kesayangannya meninggal dunia. (Samsuni /sas/103/10-08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Serindang Bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan kembali oleh: Samsuni[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Serindang Bulan adalah putri ketujuh Raja Mawang yang cantik nan rupawan. Namun, ia memiliki penyakit yang aneh. Setiap kali ada raja yang melamarnya, seluruh tubuhnya tiba-tiba dipenuhi penyakit kusta. Hal itu membuat keenam kakaknya menjadi murka, karena ia menjadi aib bagi keluarga istana. Oleh karena itu, mereka berniat untuk membunuh adik bungsunya itu. Berhasilkah mereka membunuh Putri Serindang Bulan? Ikuti kisahnya dalam cerita Putri Serindang Bulan berikut ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, di daerah Bengkulu, hiduplah seorang raja yang bernama Raja Mawang yang berkedudukan di Lebong. Raja Mawang mempunyai enam putra, dan seorang putri. Mereka adalah Ki Gete, Ki Tago, Ki Ain, Ki Jenain, Ki Geeting, Ki Karang Nio, dan Putri Serindang Bulan. Saat berusia senja dan tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas kerajaan, Raja Mawang menunjuk putra keenamnya, Ki Karang Nio yang bergelar Sultan Abdullah, untuk menggantikan kedudukannya. Tidak beberapa lama setelah Ki Karang Nio menjabat sebagai raja, Raja Mawang pun wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Raja Mawang, terjadilah prahara di antara putra-putrinya akibat penyakit kusta yang diderita oleh Putri Serindang Bulan. Penyakit itu muncul setiap kali ada raja yang datang melamarnya. Akibatnya, pertunangan pun selalu batal. Anehnya, jika pertunangan itu batal, penyakit kusta itu pun hilang. Peristiwa tersebut tidak hanya sekali terjadi, tetapi berulang hingga sembilan kali. Peristiwa tersebut menjadi aib bagi keluarga istana. Oleh karena itu, keenam kakak Putri Serindang Bulan mengadakan pertemuan untuk mencari cara agar dapat menghapus aib tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, nama baik keluarga kita akan semakin jelek di mata para raja. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?” tanya Ki Gete membuka pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu, kelima saudaranya hanya terdiam. Sejenak, suasana sidang menjadi hening. Di tengah keheningan itu, tiba-tiba Ki Karang Nio angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau Putri Serindang Bulan kita asingkan saja ke tempat yang jauh dari keramaian,” usul Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah ada yang setuju dengan usulan Ki Karang Nio?” tanya Ki Gete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun peserta sidang yang menjawab. Rupanya, mereka tidak sepakat dengan usulan Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau menurutku, sebaiknya Putri Serindang Bulan kita bunuh saja,” sahut Ki Tago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar usulan Ki Tago, para putra Raja Mawang tersebut langsung sepakat, kecuali Ki Karang Nio. Meskipun ia seorang raja, Ki Karang Nio harus menerima keputusan itu, karena ia kalah suara oleh kakak-kakaknya. Dalam pertemuan itu juga diputuskan bahwa Ki Karang Nio-lah yang harus melaksanakan tugas itu. Untuk membuktikan bahwa ia telah melaksanakan tugasnya, ia harus membawa pulang setabung darah Putri Serindang Bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan selesai, Ki Karang Nio segera menemui Putri Serindang Bulan. Betapa sedihnya hati putri yang malang itu mendengar keputusan kakak-kakaknya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan nasibnya kepada Tuhan Yang Mahakuasa Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Tuhan! Lindungilah hambamu yang tidak berdaya ini!” ucap Putri Serindang Bulan dengan air mata bercucuran membasahi pipinya yang berwarna kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku, Dik! Aku juga tidak berdaya menghadapi mereka,” ucap Ki Karang Nio seraya menghapus air mata adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang telah ditentukan, Ki Karang Nio pun bersiap-siap untuk membawa adiknya ke sebuah hutan yang sangat lebat untuk dibunuh. Sebelum mereka berangkat, Putri Serindang Bulan mengajukan satu permohonan kepada Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak, bolehkah Adik membawa bakoa (tempat daun sirih) dan ayam hirik peliharaanku?” pinta Putri Serindang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa, Adikku?” tanya Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Adik telah mati, kuburkanlah bakoa dan ayam hirik ini bersama jasad Adik. Hanya itulah yang Adik miliki selain Kakak,” jawab Putri Serindang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpamitan kepada kakak-kakaknya, Ki Karang Nio dan Putri Serindang Bulan pun berangkat menuju ke hutan. Di sepanjang perjalanan, kedua kakak-beradik tersebut tidak pernah saling menyapa. Hati Putri Serindang Bulan diselimuti perasaan sedih, sedangkan Ki Karang Nio berpikir mencari cara agar adiknya bisa selamat. Setelah berpikir keras, akhirnya ia pun menemukan cara untuk mengelabui kakaknya. Setibanya di tengah hutan, mereka pun berhenti di tepi Sungai Air Ketahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adikku, sepertinya kita sudah terlalu jauh berjalan. Sebaiknya kita berhenti di sini saja!” Seru Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, Kak! Silahkan laksanakan tugas Kakak!” seru Puri Serindang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Adikku! Aku tidak akan sampai hati membunuh adik kandungku sendiri,” kata Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lakukanlah, Kak! Adik rela mati demi keselamatan Kakak. Jika Kakak tidak membunuh Adik, nyawa Kakak akan terancam. Saudara-saudara kita di istana pasti akan membunuh Kakak,” desak Putri Serindang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Ki Karang Nio memberitahukan rencananya kepada Putri Serindang Bulan bahwa ia akan mengelabui kakak-kakaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak akan membunuhmu, Adikku! Aku akan membuatkanmu sebuah rakit. Dengan rakit itu, kamu ikuti aliran Sungai Air Ketahun ini. Kakak berharap ada orang yang menolongmu,” ujar Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, bukankah Kakak harus membawa pulang setabung darah Adik untuk dijadikan bukti kepada mereka?” tanya Putri Serindang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Adikku! Jika kamu tidak keberatan, bolehkah aku menyayat tanganmu? Aku akan mengambil sedikit darahmu dan mencampurkannya dengan darah binatang,” pinta Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan, Kak! Kakak pun boleh menyembelih ayam hirik ini untuk diambil darahnya!” seru Putri Serindang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati, Ki Karang Nio pun menyayat tangan Putri Serindang Bulan. Kemudian, darah yang keluar dari tangan adiknya tersebut ia campurkan dengan darah ayah hirik yang telah disembelih sebelumnya, lalu ia masukkan ke dalam tabung. Setelah itu, ia menyuruh Serindang Bulan untuk naik ke rakit yang sudah disiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergilah, Adikku! Hati-hatilah di jalan! Semoga Tuhan Yang Mahakuasa senatiasa melindungimu!” seru Ki Karang Nio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, Kak! Semoga kita dapat bertemu kembali,” ucap Putri Serindang Bulan sambil meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Karang Nio pun tidak mampu membendung air matanya. Ia tidak tega melihat adik yang sangat disayanginya itu hanyut terbawa aliran air sungai. Setelah Putri Serindang Bulan hilang dari pandangannya, Ki Karang Nio pun bergegas kembali ke istana untuk melapor kepada kakak-kakaknya bahwa ia telah melaksanakan tugasnya. Kakak-kakaknya pun mempercayainya dengan bukti berupa tabung yang berisi darah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, setelah berhari-hari hanyut di sungai, Putri Serindang Bulan akhirnya terdampar di Pulau Pagai, di lepas pantai muara Air Ketahun. Berkat pertolongan Tuhan Yang Mahakuasa, ia ditemukan oleh Raja Indrapura yang sedang berburu di pulau itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, Putri Cantik! Kamu siapa dan kenapa bisa berada di tempat ini?” tanya Raja Indrapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Serindang Bulan pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya hingga ia berada di tempat itu. Mendengar cerita itu, Raja Indrapura sangat terharu. Akhirnya, ia membawa Putri Serindang Bulan ke istananya di Negeri Setio Barat. Tak berapa lama kemudian, terdengarlah kabar bahwa Raja Indrapura akan menikah dengan Putri Serindang Bulan. Berkat kesaktian Raja Indrapura, penyakit kusta sang Putri tidak pernah kambuh lagi. Berita tentang pernikahan mereka pun sampai ke telinga kakak-kakaknya di Lebong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa, Putri Serindang Bulan masih hidup?” celetuk Ki Gete setelah mendengar laporan dari seorang prajurit istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Gete dan keempat adiknya sangat marah kepada Ki Karang Nio, karena telah mengelabui mereka. Namun, mereka tidak berani membunuh adiknya itu, karena takut mendapat murka dari Raja Indrapura. Akhirnya, mereka bersepakat untuk menghadiri pesta perkawinan Putri Serindang Bulan dengan Raja Indrapura di Negeri Setio Barat. Ki Karang Nio tidak lupa membawa perselen, yaitu semacam emas sebagai uang jujur Putri Serindang Bulan. Setibanya di pesta tersebut, Putri Serindang Bulan dan Raja Indrapura pun menyambut kedatangan mereka dengan ramah. Bahkan ketika mereka akan kembali ke Lebong, Raja Indrapura menghadiahi mereka berbagai perhiasan emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang ke Lebong, kapal yang mereka tumpangi diterjang badai dan dihempas ombak besar hingga pecah. Mereka terdampar di sebuah pulau yang bernama pulau yang bernama Ipuh. Semua perhiasan emas pemberian Raja Indrapura tersebut tenggelam di dasar laut, kecuali milik Ki Karang Nio. Rupanya, kelima kakaknya itu iri hati kepada Ki Karang Nio dan berniat untuk membunuhnya, lalu mengambil perhiasannya. Mengetahui niat busuk kakak-kakaknya itu, Ki Karang Nio pun menyampaikan kata-kata bijak kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hartoku harto udi, haro udi hartoku, barang udi cigai, uku maglek igai.” Artinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hartaku harta kalian, harta kalian adalah hartaku, barang kalian hilang, aku memberinya.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya kata-kata bijak Ki Karang Nio tersebut benar-benar menyentuh perasaan kelima kakaknya. Apalagi ketika Ki Karang Nio membagikan hartanya kepada mereka dengan jumlah yang sama, hati kelima kakaknya itu semakin tersentuh karena kemuliaan hati adiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adikku! Engkau adalah saudaraku yang arif dan bijaksana. Engkau memang pantas menjadi Raja di Lebong,” ucap Ki Gete dengan perasaan kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Adikku! Kami sangat bangga memiliki adik sepertimu. Kami sangat menyesal karena selalu bertindak kasar terhadapmu. Kembalilah ke Lebong, Adikku! Kami akan tinggal di pulau ini saja,” seru Ki Jenain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ki Karang Nio akan berpamitan hendak kembali ke Lebong, salah seorang kakaknya berkata, ”Huo ite sa`ok, kame cigai belek! (artinya: sekarang ini kita berpisah dan kami tidak akan pulang lagi!)” Menurut empunya cerita, kata-kata tersebut menjadi terkenal di kalangan masyarakat Lebong, karena tempat mereka mengucapkan kata-kata tersebut sekarang dinamakan Teluk Sarak. Kata sarak diambil dari kata sa`ok, yang berarti berpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ke Lebong, Ki Karang Nio menikah dengan seorang putri raja dan kemudian dikaruniai dua orang putra, yaitu Ki Pati dan Ki Pandan. Ia memerintah rakyat Lebong dengan arif dan bijaksana. Ketika usianya sudah tua, Ki Karang Nio meminta adiknya, Putri Serindang Bulan yang menjadi permaisuri di kerajaan lain, agar kembali ke Lebong untuk memilih salah seorang putranya yang akan menggantikannya sebagai raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ketika kembali ke Lebong bersama suaminya, Putri Serindang Bulan menetapkan Ki Pandan untuk menggantikan ayahnya, Ki Karang Nio. Sementara Ki Pati mendirikan biku di sebuah daerah yang kini dikenal dengan Somelako. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dongeng Putri Serindang Bulan dari daerah Bengkulu. Menurut cerita, Putri Serindang Bulan merupakan lambang kebijaksanaan, keadilan, dan kecantikan di Lebong. Oleh masyarakat setempat, ia juga dijuluki sebei Lebong (nenek Lebong). Ia menjadi lambang kebijaksanaan, keadilan, dan kecantikan, karena selain berwajah cantik nan rupawan, ia memiliki sifat yang adil dan bijaksana. Ia juga tidak pernah menaruh dendam kepada kakak-kakaknya yang telah berencana membunuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, cerita di atas juga memberikan pelajaran bahwa antarsesama saudara harus saling menyayangi dan melindungi. Hal ini ditunjukkan oleh sifat dan perilaku Ki Karang Nio. Karena sifat kasih sayangnya, ia selalu melindungi adik kandungnya, Putri Serindang Bulan. Bagi orang Melayu, dengan berkasih sayang antarsesama, kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera dapat diwujudkan. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu (Tenas Effendy: 2006):&lt;br /&gt;kalau hidup berkasih sayang, &lt;br /&gt;negeri damai, hidup pun tenang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kalau kuncup sudah mengembang&lt;br /&gt;banyaklah kumbang datang menyeri&lt;br /&gt;kalau hidup berkasih sayang&lt;br /&gt;hidup tenang makmurlah negeri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-5813043076391283967?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/5813043076391283967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/si-kancil-dan-siput-pada-suatu-hari-si.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5813043076391283967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5813043076391283967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/12/si-kancil-dan-siput-pada-suatu-hari-si.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-4906013094068132178</id><published>2011-08-11T06:40:00.001-07:00</published><updated>2011-08-11T06:42:59.342-07:00</updated><title type='text'>GADIS BENGKULU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-a1q7_4Ko--g/TkPcJd_l2aI/AAAAAAAAAUw/94zhm-FkENM/s1600/Indah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-a1q7_4Ko--g/TkPcJd_l2aI/AAAAAAAAAUw/94zhm-FkENM/s400/Indah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639593213626276258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zAJYBB8g-IY/TkPcJL3Bs_I/AAAAAAAAAUo/k8AX7JReA14/s1600/Halimah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 254px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zAJYBB8g-IY/TkPcJL3Bs_I/AAAAAAAAAUo/k8AX7JReA14/s400/Halimah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639593208758514674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-G_BNZiBL-f0/TkPcJF5DChI/AAAAAAAAAUg/g1ljs4Y9NF8/s1600/Faradilla.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-G_BNZiBL-f0/TkPcJF5DChI/AAAAAAAAAUg/g1ljs4Y9NF8/s400/Faradilla.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639593207156378130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GRfPRMHjRH0/TkPcI17MNtI/AAAAAAAAAUY/bqJ-DKclR0Q/s1600/Diah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GRfPRMHjRH0/TkPcI17MNtI/AAAAAAAAAUY/bqJ-DKclR0Q/s400/Diah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639593202870400722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-w3ELg52PC6M/TkPcI7MX7qI/AAAAAAAAAUQ/y8Kk5rp7bDE/s1600/Dewi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-w3ELg52PC6M/TkPcI7MX7qI/AAAAAAAAAUQ/y8Kk5rp7bDE/s400/Dewi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639593204284649122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-4906013094068132178?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/4906013094068132178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/08/gadis-bengkulu_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/4906013094068132178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/4906013094068132178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/08/gadis-bengkulu_11.html' title='GADIS BENGKULU'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-a1q7_4Ko--g/TkPcJd_l2aI/AAAAAAAAAUw/94zhm-FkENM/s72-c/Indah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-677051923554429541</id><published>2011-08-11T06:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T06:39:39.976-07:00</updated><title type='text'>GADIS BENGKULU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EuusmoGu5D0/TkPbh0NaLcI/AAAAAAAAAUI/nkjlyj1iMHk/s1600/Dewi%2BLaras.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 328px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EuusmoGu5D0/TkPbh0NaLcI/AAAAAAAAAUI/nkjlyj1iMHk/s400/Dewi%2BLaras.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639592532395044290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-L4Zx-L-OXgQ/TkPbhqWCKCI/AAAAAAAAAUA/lvHqUAPaymQ/s1600/Deee.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 391px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-L4Zx-L-OXgQ/TkPbhqWCKCI/AAAAAAAAAUA/lvHqUAPaymQ/s400/Deee.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639592529746864162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iTr5XNoppj0/TkPbhny4gsI/AAAAAAAAAT4/Wg2ivcs92Tc/s1600/Dania%2BLarasati.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 302px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iTr5XNoppj0/TkPbhny4gsI/AAAAAAAAAT4/Wg2ivcs92Tc/s400/Dania%2BLarasati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639592529062560450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DQrY6YPSBFs/TkPbhVvoTvI/AAAAAAAAATw/sxoDKf02iJA/s1600/Asih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DQrY6YPSBFs/TkPbhVvoTvI/AAAAAAAAATw/sxoDKf02iJA/s400/Asih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639592524217077490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YPAnzfcgo-8/TkPbhcEFf_I/AAAAAAAAATo/y9HSLj8wlwM/s1600/Aseh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YPAnzfcgo-8/TkPbhcEFf_I/AAAAAAAAATo/y9HSLj8wlwM/s400/Aseh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639592525913489394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-677051923554429541?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/677051923554429541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/08/gadis-bengkulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/677051923554429541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/677051923554429541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/08/gadis-bengkulu.html' title='GADIS BENGKULU'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EuusmoGu5D0/TkPbh0NaLcI/AAAAAAAAAUI/nkjlyj1iMHk/s72-c/Dewi%2BLaras.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-5324740970134547685</id><published>2011-08-11T06:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T06:37:18.755-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WYzCIyAU6f0/TkPa6MQZpAI/AAAAAAAAATg/vS5o1VrqyO4/s1600/ANi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WYzCIyAU6f0/TkPa6MQZpAI/AAAAAAAAATg/vS5o1VrqyO4/s400/ANi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639591851655275522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bSZ0HFHo83c/TkPa6Fm4VrI/AAAAAAAAATY/gB8MNKvsxy8/s1600/Aliza.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bSZ0HFHo83c/TkPa6Fm4VrI/AAAAAAAAATY/gB8MNKvsxy8/s400/Aliza.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639591849870513842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BgwrMWGccJU/TkPa55DztuI/AAAAAAAAATQ/CH5dhrDtl58/s1600/Alfiah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 352px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BgwrMWGccJU/TkPa55DztuI/AAAAAAAAATQ/CH5dhrDtl58/s400/Alfiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639591846502184674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-t3rRkFpfGLg/TkPa5m7sKpI/AAAAAAAAATI/uXZuVslF9MI/s1600/AlbumArtSmall.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 307px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-t3rRkFpfGLg/TkPa5m7sKpI/AAAAAAAAATI/uXZuVslF9MI/s400/AlbumArtSmall.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639591841636297362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-s2n24KXavYA/TkPa5vobHVI/AAAAAAAAATA/g8X-UN7OBuI/s1600/aaahh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-s2n24KXavYA/TkPa5vobHVI/AAAAAAAAATA/g8X-UN7OBuI/s400/aaahh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639591843971407186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-5324740970134547685?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/5324740970134547685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/08/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5324740970134547685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5324740970134547685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/08/blog-post.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WYzCIyAU6f0/TkPa6MQZpAI/AAAAAAAAATg/vS5o1VrqyO4/s72-c/ANi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-842274962397201916</id><published>2011-04-25T22:38:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T22:47:35.716-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-yLQDjQkbbIc/TbZcUXTEgJI/AAAAAAAAASs/MYbvECNGCWg/s1600/DSC03586.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yLQDjQkbbIc/TbZcUXTEgJI/AAAAAAAAASs/MYbvECNGCWg/s400/DSC03586.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599764691602931858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6stvERPr9pQ/TbZcUP3k0lI/AAAAAAAAASk/ID2yIFcOW3U/s1600/DSC03561.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6stvERPr9pQ/TbZcUP3k0lI/AAAAAAAAASk/ID2yIFcOW3U/s400/DSC03561.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599764689608561234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Jpe9yN3rEfE/TbZcTQisX4I/AAAAAAAAASc/kFiFSDidrcw/s1600/DSC03568.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Jpe9yN3rEfE/TbZcTQisX4I/AAAAAAAAASc/kFiFSDidrcw/s400/DSC03568.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599764672609542018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-p_7ZIrJ8tus/TbZcTHRxiYI/AAAAAAAAASU/ADM73hRkkbM/s1600/DSC03567.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-p_7ZIrJ8tus/TbZcTHRxiYI/AAAAAAAAASU/ADM73hRkkbM/s400/DSC03567.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599764670122658178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--2s5gy0tr4s/TbZcU7Zac_I/AAAAAAAAAS0/3CRX5kSNLmk/s1600/DSC03591.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--2s5gy0tr4s/TbZcU7Zac_I/AAAAAAAAAS0/3CRX5kSNLmk/s400/DSC03591.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599764701293212658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-842274962397201916?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/842274962397201916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/04/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/842274962397201916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/842274962397201916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/04/blog-post.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yLQDjQkbbIc/TbZcUXTEgJI/AAAAAAAAASs/MYbvECNGCWg/s72-c/DSC03586.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-3903292042903948094</id><published>2011-04-25T22:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T22:37:40.633-07:00</updated><title type='text'>BUNGA DAN BUAH YANG TUMBUH DI HALAMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-gMqb9LvsRUs/TbZZxgFTG_I/AAAAAAAAASE/HLQnEezjIiE/s1600/DSC03592.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gMqb9LvsRUs/TbZZxgFTG_I/AAAAAAAAASE/HLQnEezjIiE/s400/DSC03592.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599761893642410994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-4cMk3FJpvKk/TbZZxWstBUI/AAAAAAAAAR8/ZTEBTqIYLYU/s1600/DSC03561.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4cMk3FJpvKk/TbZZxWstBUI/AAAAAAAAAR8/ZTEBTqIYLYU/s400/DSC03561.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599761891123332418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-oo3WS-AcvW8/TbZZxMm4aJI/AAAAAAAAAR0/IWqM2qY29Ow/s1600/DSC03585.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-oo3WS-AcvW8/TbZZxMm4aJI/AAAAAAAAAR0/IWqM2qY29Ow/s400/DSC03585.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599761888414558354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-IMAgOQVHm2E/TbZZwxYf_0I/AAAAAAAAARs/kDZwn5_-Yl8/s1600/DSC03575.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-IMAgOQVHm2E/TbZZwxYf_0I/AAAAAAAAARs/kDZwn5_-Yl8/s400/DSC03575.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599761881106480962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iUfVrH0Kt_M/TbZZyVx3tdI/AAAAAAAAASM/0-SiuDB6Rn8/s1600/DSC03596.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iUfVrH0Kt_M/TbZZyVx3tdI/AAAAAAAAASM/0-SiuDB6Rn8/s400/DSC03596.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599761908056438226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-3903292042903948094?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/3903292042903948094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/04/bunga-dan-buah-yang-tumbuh-di-halaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/3903292042903948094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/3903292042903948094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/04/bunga-dan-buah-yang-tumbuh-di-halaman.html' title='BUNGA DAN BUAH YANG TUMBUH DI HALAMAN'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gMqb9LvsRUs/TbZZxgFTG_I/AAAAAAAAASE/HLQnEezjIiE/s72-c/DSC03592.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-7797098874881807180</id><published>2011-03-16T00:05:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T00:06:41.492-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dra. Hj. SAPTANTI NUGROHOWATI &lt;br /&gt;Binti  HM. ASKANDAR &lt;br /&gt;Selaku Termohon Banding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN INI MENGAJUKAN&lt;br /&gt;KONTRA MEMORI BANDING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA YANG MULIA  MAJELIS HAKIM PEMERIKSA PERKARA DI ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGADILAN TINGGI BENGKULU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKARA REG NO : 289/ PID.B/ 2010/ PN.BKL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENGKULU  &lt;br /&gt;2011&lt;br /&gt;PERIHAL         : KONTRA MEMORI TERMOHON BANDING .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA YANG MULIA ;&lt;br /&gt;KETUA PENGADILAN TINGGI&lt;br /&gt;DI BENGKULU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui  Kepada Yang Terhormat :&lt;br /&gt;Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu. &lt;br /&gt;Di Bengkulu.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr, Wb       &lt;br /&gt;    Dengan Hormat,&lt;br /&gt;           Sebelumnya kami berkeinginan memanjatkan puja dan puji syukur Kehadirat ALLAH SWT atas limpahan karunianya yang Maha Agung … Amin ….. bahwa kemudian kami mohon Kepada Yang Mulia Majelis Pemeriksa Perkara dengan ucapan terima kasih yang tak terhingga, sehingga pendahuluan yang sederhana ini dimulai dan awali dari suatu kesungguhan. Bahwa terhitung sejak Termohon mengalami suatu kecapekan dan  kelelahan luar biasa, kesuntukan rutin secara mental dan fisik serta ekonomi, sebab terhitung sejak Termohon Banding mengikuti perintah Pengadilan Negeri Bengkulu dalam persidangan – persidangannya yang berulangkali. Persidangan marathon tanpa henti tanpa ujung dan tanpa pangkal, tiba tiba saja Termohon Banding di sidik, di dakwa, kemudian dituntut oleh oleh Jaksa tanpa dasar hukum yang jelas, dasarnya hanyalah reka daya, target karier Jaksa semata, suatu dasar yang melebihi kapasitas Undang Undang Dasar 1945, maka sejak saat reka mereka tersebut berjalan, beberapa waktu  kemudian datanglah kesuntukan ekonomi mental fisik psikologi, diikuti dengan penahanan, sehingga cukup lengkap sudah pula apa yang menjadi target Jaksa tersebut. Bahwa ini sungguh getir dan sangat ironis jika target bakunya adalah dalam kerangka penegakan hukum yang hingga sampai seakar akarnya [ konon], dalam realitas hanyalah masalah tebang pilih yang di kedepankan saja oleh Jaksa Penuntut Umum. Bahwa setelah lewatnya proses Pengadilan Negeri Bengkulu, kini sampailah  Termohon  memasuki proses hukum pada tahap pemeriksaan tahap Banding pada Pengadilan Tinggi Bengkulu. &lt;br /&gt;             Bahwa sampai kini pandangan Termohon Banding terhadap Lembaga Pengadilan Tinggi tersebut, sepertinya melihat sesuatu kondisi kesungguhan yang tidak dapat di jangkau kemulianya oleh manusia sekerdil dan sekecil Termohon, akan tetapi kami selalu berpandangan positif dan harus memiliki harapan yang sungguh besar Demi Keadilan dan tegaknya Hukum di Indonesia, khususnya terhadap nasib manusia seperti Termohon ini, Termohon mengenal irah - irah di Pengadilan yakni “ Keadilan Yang Berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa “, apakah mungkin Termohon akan mendapatkan anugerah dengan asas irah - irah seperti tersebut diatas ? jawabnya sangat pasti, hanya  kepada ALLAH SWT akan memberikannya melalui Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Yang Mulia ini, sehingga tanpa ragu -  ragu lagi Termohon dan keluarga terus menerus memohonkannya meski Termohon pernah dijadikan tumbal hukum/ dizalimi secara hukum, yang secara realita sesungguhnya Termohon sama sekali tidak tahu menahu tentang politiking hukum yang dimainkan serta di perankan para penegak hokum, sebab Termohon Banding benar - benar buta akan proses hukum tersebut. &lt;br /&gt;             Bahwa akan tetapi sayang seribu kali saying, yang harus menjadi tumbal korban hukum adalah hanyalah Termohon saja. Apakah mungkin para penguasa adi daya sengaja hanya mengorbankan  pribadi sakit terjepit  seperti Termohon  ini ?   &lt;br /&gt;              Bahwa dengan adanya Kontra Memori Banding pribadi ini, berharap dan memohon  agar Termohon Banding untuk dapat dibebaskan dari perkara yang sedang membelit Termohon ini, sebelumya Termohon ucapkan terima kasih yang tak terhingga Kepada Yang Mulia Majelis Pemeriksa Perkara kami ini di Pengadilan Tinggi Bengkulu, Amin ya robal alamin ;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P  U  T  U  S  A  N  .  N O  : 289&lt;br /&gt;PENGADILAN  NEGERI  BENGKULU &lt;br /&gt;M   E   N   G   A   D   I   L  I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyatakan Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang di dakwakan dalam dakwaan Kesatu Primair ;  Dra. Hj. Saptanti Nugrohowati Binti Askandar tersebut tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dalam dakwaan : Primair ; ------------------------------------------&lt;br /&gt;2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari dakwaan kesatu primair tersebut ; -&lt;br /&gt;3. Menyatakan bahwa Terdakwa Dra. Hj. Saptanti Nugrohowati Binti Askandar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kejahatan : “ Turut Serta melakukan Tindak Pidana Korupsi “ ; --------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;4. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Dra. Hj. Saptanti Nugrohowati Binti Askandar oleh karena itu dengan pidana penjara  selama 1 [ satu ] tahun 6 [ enam ] bulan dan pidana denda sebesar  Rp. 50.000.000.00 [ lima puluh juta rupiah ] ; -----------------------&lt;br /&gt;5. Menetapkan bahwa apabila Pidana Denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan Pidana Kurungan selama : 1 [ satu ] bulan ;  &lt;br /&gt;6. Menetapkan agar lamanya Terdakwa berada dalam masa penagkapan dan/ atau penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ; -------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;7. Menjatuhkan pula pidana tambahan kepada Terdakwa Dra. Hj. Saptanti Nugrohowati Binti Askandar berupa membayar Uang Pengganti kepada Negara sebesar    Rp, 32.000.000.oo [ tiga puluh dua juta rupiah ] ;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;8. Menetapkan bahwa apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar  oleh terdakwa dalam waktu paling lama 1 [ satu ] bulan setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap, maka harta benda milik Terdakwa dapat disita oleh jaksa, untuk dilelang guna  menutupi Uang Pengganti tersebut, serta apabila Terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup  untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan ; ----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;9. Membebebani Terdakwa tersebut untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5.000.- [ lima ribu rupiah ] ------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGAPAN TERHADAP MEMORI BANDING PEMOHON BANDING PADA KEJAKSAAN NEGERI BENGKULU ;&lt;br /&gt;               Bahwa Termohon Banding menolak keras terhadap apa yang telah didalilkan/ disampaikan melalui Memori Bandingnya oleh saudara Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bengkulu, pada tanggal 24 November 2010, yakni mengenai masalah berat ringannya hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu terhadap Terdakwa Ny. Dra. Hj. Saptanti Nugrohowati binti Askandar, bahwa mengenai dalil – dalil dalam Memori Banding karya Jaksa Penuntut Umum tersebut mohon untuk dikesampingkan saja, bahwa Memori Banding yang telah dibuat Jaksa Penuntut Umum tersebut adalah tidak menjadi bagian yang dapat dijadikan alasan – alasan hukum yang kuat akurat serta dapat dimasukkan kedalam kriteria – kriteria syarat Banding bagi Pemohon Banding di Pengadilan Tinggi Bengkulu, yang sesuai dengan dasarnya yakni   adalah Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana KUHAP, sebab dalam KUHAP telah jelas - jelas termaktub bahwa dalam hal mengajukan Banding alasan - alasan utamanya dalam Banding salah satunya adalah perihal Hukum Acara Pidana [ pasal 240 KUHAP ] ; &lt;br /&gt;Bahwa Pasal 240 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana KUHAP :&lt;br /&gt;1. Jika Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa dalam pemeriksaan tingkat pertama ternyata ada kelalaian dalam penerapan hukum  acara atau kekeliruan atau ada yang kurang lengkap, maka Pengadilan Tinggi dengan suatu keputusan dapat memerintahkan Pengadilan Negeri untuk memperbaiki hal itu atau Pengadilan Tinggi   melakukannya sendiri ;&lt;br /&gt;2. Jika perlu Pengadilan Tinggi dengan keputusan dapat membatalkan                penetapan dari Pengadilan Negeri sebelum putusan Pengadilan &lt;br /&gt;Tinggi di jatuhkan ;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURANG TEPATNYA PENERAPAN HUKUM ACARA PIDANA OLEH MAJELIS HAKIM PEMERIKSA PERKARA DI PENGADILAN NEGERI BENGKULU         &lt;br /&gt;     BAHWA MAJELIS PEMERIKSA PERKARA PENGADILAN NEGERI BENGKULU SAMA SEKALI TIDAK MENERAPKAN HUKUM ACARA YANG BENAR [ DENGAN DASAR HUKUM PASAL 185 AYAT 2 KUHAP ],  SEHINGGA PUTUSAN PUTUSAN JUDEX FACTIE /PENGADILAN NEGERI BENGKULU YANG DI MAKSUD DALAM KONTRA MEMORI BANDING INI ADALAH CACAT SECARA YURIDIS. KEPADA YANG MULIA MAJELIS HAKIM PEMERIKSA PERKARA DI PENGADILAN TINGGI BENGKULU, DENGAN  INI  MOHON AGAR PUTUSAN PERKARA NOMOR : 289/ PID.B/ 2010 PENGADILAN NEGERI BENGKULU, MOHON UNTUK DIKESAMPINGKAN SAJA, MAKA PENGADILAN TINGGI BENGKULU DAPAT DENGAN MENGADILI SENDIRI  ;&lt;br /&gt;      Bahwa Yudex Factie telah salah menerapkan hukum, karena mendasarkan putusannya atas keterangan satu saksi saja, sedangkan tertuduh mangkir dan keterangan saksi lainnya tidak memberi petunjuk terhadap kejahatan  yang dituduhkan. [ Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No Reg : 186 K/ Kr/ 1977 tanggal 17 April 1978 ]                 &lt;br /&gt;Pasal 184 ayat 1 Kitab Undang–Undang hukum Acara Pidana [KUHAP]:&lt;br /&gt;Alat bukti yang sah ialah :&lt;br /&gt;a. Keterangan saksi ; &lt;br /&gt;b. Keterangan ahli ;&lt;br /&gt;c. Surat ;&lt;br /&gt;d. Petunjuk ;&lt;br /&gt;e. Keterangan terdakwa.&lt;br /&gt;        Pasal 185 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana [KUHAP] ; Keterangan saksi yang benar – benar melihat mendengar dan mengalami perkara ini hanya satu saksi saja yaitu yang bernama Frentindo, sehingga satu orang saksi saja tidak cukup dapat untuk membuktikan, bahwa Terdakwa dapat dinyatakan/ dianggap telah melakukan kesalahan terhadap perbuatan yang telah didakwakan oleh saudara Jaksa Penuntut Umum kepadanya, atau dalam Kamus istilah hukum bahasa Latin - Indonesia di sebut Unus testis nullus testis.&lt;br /&gt;         Mengenai keterangan seorang saksi saja yang dianggap tidak cukup :&lt;br /&gt;              Bahwa hal ini sesuai dengan prinsip minimum adanya suatu pembuktian dalam Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana KUHAP yang telah diaturnya yakni dalam Pasal 183, agar supaya keterangan - keterangan saksi - saksi dianggap cukup dan dapat membuktikan kesalahan seorang Terdakwa, harus dipenuhinya paling sedikit atau sekurang - kurangnya dengan dua orang Saksi [ Saksi lebih dari satu untuk melengkapi salah satu bukti yang disyaratkan dalam pasal 183 KUHAP]. Kalau dalam perkara ini hanyalah keterangan seorang saksi saja, saksi  yang dimaksud bernama Ir.Frentindo,S.IPP  dan sama sekali tanpa ada saksi yang lain yang menguatkan keterangan saksi Frentindo tersebut, maka saksi yang dimaksud dalam perkara ini tidak dapat dianggap/ bernilai sebagai suatu alat bukti seperti yang disyaratkan dan  harus ditambah dan di cukupi dengan saksi yang lain. Jadi dengan  bertitik tolak dari ketentuan yang dimaksud diatas yakni pada pasal 183 dan pasal 185 ayat (2) KUHAP Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, sebagai dasarnya, bahwa suatu keterangan seorang saksi saja belum dapat dianggap sebagai alat bukti yang cukup untuk membuktikan kesalahan terdakwa, [ Unus Testis Nulus Testis ], Ini berarti jika alat bukti yang dikemukakan oleh Jaksa Penuntut Umum hanya terdiri dari seorang saksi saja, tanpa ada keterangan saksi yang lain lagi, saksi yang benar – benar dapat melihat mendengar dan mengalami, sehingga kesaksian tunggal yang seperti dalam perkara ini, sama sekali tidak dapat dinilai sebagai alat bukti yang cukup untuk membuktikan kesalahan Terdakwa Dra.Hj. Saptanti Nugrohowati Bin Askandar, sehubungan dengan tindak pidana yang telah didakwakan kepadanya. Walaupun seaandainya keterangan saksi tunggal itu telah demikian rupa jelasnya, tetapi Terdakwa tetap dianggap tidak pernah  bersalah, dengan telah memenuhi unsure-unsur kesalahan pasal 55 tersebut, sehingga dalam perkara ini tidak pernah di cukupi dengan saksi lain yang melihat mendengar dan mengalami, sampai persidangan di putus oleh Majelis Hakim Pemeriksa Perkara di Pengadilan Negeri Bengkulu, satu saksi adalah bukan saksi, adalah wujud kesaksian yang harus dinyatakan tidak mempunyai nilai kekuatan pembuktian [ Unus Testis Nullus Testis ]. Dengan demikian, dengan telah memperhatikan pada uraian diatas, kemudian dalam Kontra Memori  ini dapat di tarik kesimpulan bahwa persyaratan yang dikehendaki oleh pasal 183 dan pasal 185 ayat  (2) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;            Untuk dapat membuktikan suatu kesalahannya Terdakwa Dra Hj Saptanti Nugrohowati Binti Askandar, yang dalam perkara ini seperti di syaratkan oleh Kitab Undang - Undang Hukum Acara Pidana, adalah paling sedikit harus di dukung oleh “ dua orang saksi “ ; &lt;br /&gt;Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri :&lt;br /&gt;         Bahwa dalam perkara ini dengan banyaknya saksi yang telah  diperiksa di Pengadilan Negeri Bengkulu, terdapat kekeliruan persepsi  bahwa keterangan – keterangan yang diterangkan oleh para saksi dalam berita acara pemeriksaan yang diperiksa tersebut menurut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dan menurut Jaksa Penuntut Umum telah dianggap sudah cukup dapat membuktikan kesalahan Terdakwa/ Termohon Banding. Sebenarnya tidak demikian, bahwa hal tersebut adalah asumsi yang sangat keliru, sekalipun saksi yang dihadirkan dan  didengar keterangannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Bengkulu lalu meskipun secara kuantitatif telah melampaui batas minimum pembuktian, akan tetapi keterangan saksi – saksi dalam perkara ini secara kualitatif sama sekali tidak memadai sebagai syarat cukupnya saksi - saksi yang sah yang dapat membuktikan kesalahan Terdakwa/ Termohon Banding. Bahwa meskipun saksi – saksi dalam perkara ini yang secara kuantitatif cukup, akan tetapi keterangan saksi-saksi yang banyak tersebut  hanyalah saksi yang berdiri sendiri saja [ Pasal 185 ayat 4, tidak mememiliki nilai sebagai alat bukti, sehingga tidak mendukung keberadaan dalam unsur - unsur apa yang tercantum dalam Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana [ KUHP ].   &lt;br /&gt;       Bahwa menyuruh melakukan [ doen plegen ] suatu tindak pidana menurut hukum pidana, syaratnya adalah bahwa orang yang disuruh itu menurut hukum tidak dapat di pertanggung - jawabkan terhadap perbuatanya, sehingga oleh karenanya tidak dapat dihukum   [Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Register  Nomor : 137/ K/ Kr/ tahun 1959, Tanggal 12 Mei 1959 ].&lt;br /&gt;       Bahwa “ menyuruh lakukan “ telah terbatas terhadap cara dengan mana pelaku materiil melakukannya. Hal ini dapat terjadi karena orang tidak mengetahui bahwa perbuatanya dapat dihukum. &lt;br /&gt;[ Putusan Hoge Raad, pada Tanggal 10 Juni 1912 ]&lt;br /&gt;  Unsur sebagai orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan ; &lt;br /&gt;Pasal 55 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana ;&lt;br /&gt;             Bahwa dalam kaitan perkara ini Termohon Banding telah di Dakwa oleh Jaksa Penuntut Umum, maka sesuai dengan  ketentuan Pasal 55 ayat 1 Ke 1 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana [KUHP] seperti yang dimaksudkan pasal ini yakni  harus terpenuhinya syarat mengenai adanya kesadaran kerja sama secara fisik di antara Pihak Tersangka/ Terdakwa lain, bahwa dalam perkara ini sama sekali tidak pernah ada kesadaran - kesadaran fisik yang dimaksud diantara Terdakwa/ Termohon Banding dengan Terdakwa - Terdakwa/ Tersangka lain [ belum ada Putusan yang tetap dan pasti ] yang dianggap sebagai pelaku yang utama [ dalam istilah pidana/ yurisprudensi hukum pidana biasa disebut dengan pelaku langsung ].   Bahwa sampai sekarang Terdakwa – Terdakwa lain yang dimaksud tersebut tidak pernah dihadapkan dalam persidangan Pengadilan sesuai wilayah hukum yang sudah di tetapkan menurut kompetensinya/ Pengadilan Negeri Bengkulu. Bahwa tanggung jawab diantara Para Tersangka/ Terdakwa dalam perkara ini, khususnya Termohon Banding dalam peristiwa pidana ini, senantiasa harus berhubungan dengan suatu penilaian dan pertimbangan yang nantinya dilakukan oleh Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Yang Mulia di Pengadilan Tinggi Bengkulu di Bengkulu, bahwa yang dimaksud kerja sama, yakni selalu ada di dalam alam kesadarannya diantara Para Terdakwa/ Tersangka lain, dan hal ini  dianggap tidak pernah terbukti, sebab Terdakwa yang lain tersebut belum pernah di putus oleh Pengadilan Negeri Bengkulu, dari mana logika hukumnya unsur - unsur pasal ini dapat dibuktiklan, dan dalam unsur – unsur pasal ini pun telah di syaratkannya pula harus ada kesadaran - kesadaran tersebut dalam pikiran masing - masing Para Terdakwa/ Tersangka dengan Termohon Banding, sampai pada tindak pidana ini dapat diselesaikan.   &lt;br /&gt;     Pasal 55 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana ;&lt;br /&gt;            Bahwa dalam kumpulan Bahan Penataran Hukum Pidana, dan  dalam rangka kerjasama Hukum Indonesia - Nederland yang disusun oleh Prof Dr. N. Schaffmeister, Prof Dr. N. Keijzer, Mr.E.PH. Sutorieus dengan editor Prof Dr. J.E. Sahetapy, S.H, M.A., penerbit Liberty Yogyakarta 1995 pada halaman 248, 249, 250 dan 259 yang pada pokoknya  menjelaskan sebagai berikut : &lt;br /&gt;            Bahwa turut serta melakukan, dapat diartikan telah adanya kesepakatan dengan orang lain, dengan membuat suatu rencana untuk melakukan suatu perbuatan pidana dan secara bersama - sama melakukan kerjasama, dalam hal turut serta melakukan itu terdapat unsur inisiatif bersama - sama diantara Para Terdakwa yang lain , maka dengan ini kami memohon Kepada Yang Mulia Majelis Hakim Pemeriksa Perkara di Pengadilan Tinggi Bengkulu di Bengkulu untuk mengesampingkan saja Putusan Pengadilan Negeri Bengkulu, dalam pertimbangan dan Putusannya sama  sekali tidak memiliki dasar. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     K E S I M P U L A N.                  &lt;br /&gt;            Berdasarkan uraian - uraian tersebut di atas, maka kami Termohon Banding dapat menyimpulkan bahwa Termohon Banding tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum telah melakukan tidak pidana seperti yang di atur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, seperti yang di Putus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dengan Pasal 55 ayat 1 Ke 1 Kitab Undang - Undang Hukum Pidana [KUHP], sebagaimana yang dianggap terbukti dalam Dakwaan Subsidair dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bengkulu di Bengkulu ; &lt;br /&gt;     PERMOHONAN TERMOHON BANDING ;  &lt;br /&gt;     Berdasarkan hal - hal tersebut di atas, dengan rasa hormat kami ini mohon Kepada Majelis Hakim Yang Mulia di Pengadilan Tinggi Bengkulu di Bengkulu, agar dapat kiranya berkenan memberikan Putusan kepada Termohon Banding dengan amar Putusan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Menyatakan Termohon Banding tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum telah bersalah, pada Pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana, sebagaimana yang tertulis dalam Dakwaan Subsidair dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bengkulu ;&lt;br /&gt;2. Membebaskan Termohon Banding dari segala Dakwaan ( Vrijsvraak ) atau setidaknya melepaskan Termohon Banding dari segala Tuntutan ( Ontslag Van Rechtsvervolging  )  : &lt;br /&gt;3. Memulihkan hak - hak Termohon Banding dalam kemampuan, kedudukan serta harkat dan martabatnya  ;&lt;br /&gt;4. Membebankan biaya perkara ini Kepada Negara Republik Indonesia ;&lt;br /&gt;Akhirnya, segala keputusan akhir kami serahkan kepada Kearifan, Kebijakan, dan Keyakinan Majelis Hakim Yang Mulia di Pengadilan Tinggi Bengkulu di Bengkulu,  dengan dasar atas fakta - fakta hukum, di sertai harapan Kepada Yang Mulia untuk memberikan Putusan yang seadil - adilnya, Terima Kasih ;&lt;br /&gt;       Demikian Kontra Memori Banding Termohon Banding ini, kami sampaikan sebagai komitment dan keyakinan kami yang tinggi demi tegaknya Kebenaran dan Keadilan. Semoga Allah S.W.T memberikan berkat rahmat dan kekuatan serta limpahan karunia kepada kita semua, …… Amien. &lt;br /&gt;Bengkulu, tanggal, 08 Februari,  2011.&lt;br /&gt;Hormat Kami, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny. Dra, Hj. Saptanti Nugrohowati Binti H.M. Askandar.&lt;br /&gt;Selaku Termohon Banding&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-7797098874881807180?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/7797098874881807180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/03/dra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7797098874881807180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7797098874881807180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2011/03/dra.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-7854787392259823891</id><published>2010-11-30T18:35:00.001-08:00</published><updated>2010-11-30T18:35:36.587-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BP Kontraktor Infokom Dimentahkan Kejaksaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 27 Nopember 2010 21:55:03   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui, Nurmalena yang sudah ditetapkan penyidik Dit Reskrim Polda Bengkulu sebagai tersangka, namun tak pernah ditahan ini merupakan penyedia barang dan jasa (kontraktor) jaringan informasi terpadu. Sampai sekarang ia masih bisa menghirup udara segar lantaran berka perkaranya (BP) yang diajukan penyidik dimentahkan jaksa. Kejaksaan Tinggi Bengkulu beralasan BP Nurmalena akan segera dikembalikan ke penyik karena belum lengkap. Masih ada beberapa poin yang harus dipenuhi penyidik untuk kelengkapan berkas tersebut sebelum dinaikkan ke PN Ben gkulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajati Bengkulu, Herman Rachmat, SH melalui Kasi Penkum dan Humas, Santosa, SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Irawan, SH, MH menyatakan setelah mempelajari berkas itu ditemukan berbagai kekurangan. ‘’Dalam minggu-minggu inilah. Kalau tidak lusa (Senin, red), ya hari Selasa. Ada beberapa item pemeriksaan yang kami nilai belum lengkap. Untuk itu harus dilengkapi lagi oleh penyidik,’’ kata Agus ditemui RB di ruang kerjanya kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus sendiri belum bersedia menjabarkan apa-apa saja item pemeriksaan yang dinilainya belum lengkap itu. Namun Agus tidak menampik, berkas pemeriksaan sudah hampir rampung alias mendekati sempurna. Kekurangan-kekurangan itu diketahuinya setelah berkaca dari persidangan Saptanti yang dituntutnya 3 tahun 6 bulan penjara, namun hanya divonis hakim 1 tahun 6 bulan penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Belajar dari pengalaman itu, tentunya kami tak ingin unsur dakwaan kami dinyatakan tidak tepat oleh majelis hakim lantaran item pemeriksaan yang tidak lengkap,’’ papar Agus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengingat, Nurmalena diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri bersama-sama Saptanti dalam pelaksanaan proyek pengadaan 32 unit komputer lengkap dengan perangkat lunak dan server penyalur jaringan internet dalam proyek pengadaan jaringan informasi terpadu, tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, penggunaan sistem operasi server tahun 2003 standar edition 5 client. Seharusnya menggunakan server tahun 2003 standar edition 10 client. Juga sistem operasi dan PC Desktop yang tidak menggunakan perangkat lunak (software) asli. Sementara dianggarkan menggunakan software asli. Termasuk software antivirus tidak menggunakan yang asli serta spesifikasi tower komunikasi dan antenna radio frekuensi 20 meter menggunakan kecepatan 64 kbps – 512 kbps. Semestinya menggunakan kecepatan 1024 kbps. (sca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RATU SAMBAN,BE- Terdakwa kasus korupsi pembangunan JIT (Jaringan Informasi Terpadu) di Dinas Infokom Provinsi, Hj Saptanti Nugrohowati (49) bakal meringkuk di ruangan gelap Lapas Bengkulu. Setelah dia divonis 18 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu terdakwa juga didenda Rp 50 juta dengan subsider kurungan penjara 1 bulan. Bahkan terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 32 juta, jika dalam satu bulan tak dibayar. Maka akan dilakukan penyitaan harta benda terdakwa, kalau tak mencukupi akan diganti dengan kurungan 1 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar vonis hakim tersebut, JPU JPU Syaiful SH enggan berkomentar panjang. Pasalnya dia akan berkoordinasi dengan atasannya terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, masih ada waktu 7 hari bagi JPU untuk menyatakan sikap, apakah itu diterima atau banding. &lt;br /&gt;Vonis hakim tersebuh lebih ringan dari tuntutan JPU selama 3,5 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta, subsider 4 bulan kurungan. Bedanya lagi, JPU menuntut terdakwa harus membayar uang pengganti sebesar Rp 278.965.510. (333)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08-10-2010&lt;br /&gt;Terdakwa Korupsi Pengadaan Jaringan Informasi Terpadu Dituntut 3,5 Tahun&lt;br /&gt;Terdakwa perkara korupsi pengadaan jaringan informasi terpadu di 8 kabupaten dan 1 kota se-Provinsi Bengkulu TA 2007 senilai 1,8 miliar, Hj Saptanti Nugrohowati (49), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) nyaris Pingsan saat mendengar tuntutan 3 tahun 6 bulan penjara yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Irawan Y, SH, MH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perbuatannya terdakwa dijerat JPU dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-¬Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dakwaan primair JPU. Tidak hanya hukuman penjara, JPU juga menuntut terdakwa membayar denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan kurungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar tuntutan JPU, di hadapan majelis hakim, terdakwa melalui penasihat hukumnya Ahmad Nurdin, SH dan Henny Anggraini SH MH mengajukan pembelaan (pleidoi) secara tertulis. Setelah disepakati bersama, majelis hakim yang diketuai Firdaus SH MH dengan hakim anggota Bambang Eka Putra SH MH dan Surono SH MH menunda sidang hingga Rabu (13/10) dengan agenda pembelaan terdakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kerugian negara dalam perkara ini senilai Rp 228.965.5 10,00. Terlebih kesalahan ini bukanlah kesalahan terdakwa semata. Melainkan perencana dan pemeriksa barang, termasuk kontraktor pelaksana, pihak yang dinilainya paling bertanggungjawab dalam perkara ini. Sementara JPU Agus Irawan, SH, mengaku optimis unsur melawan hukum, unsur merugikan negara dan unsur memperkaya pribadi/golongan terbukti. Di luar semua itu, terdakwa sendiri dalam persidangan mengakui kelalaiannya dalam proyek ini. Selaku PPTK, terdakwa tidak mengawasi langsung jalannya proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah hal ini tidak menyatakan cukup bukti. Tentunya tidak ada yang bisa menjawab. Itu menjadi kewenangan majelis hakim," pungkas Agus. (bud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejari Bengkulu) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh redaksi Selasa, 27 Juli 2010 08:52:47 &lt;br /&gt;RATU SAMBAN, BE- Majelis hakim sidang dugaan korupsi pembangunan JIT (Jaringan Informasi Terpadu) dengan terdakwa Hj Saptanti Nugrohowati (49) di Pengadilan Negeri Bengkulu kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang itu sempat membuat majelis hakim geram. Pasalnya, saksi Damianti selalu menjawab tak tahu atas pertanyaan hakim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPU Agus Irawan SH MH menghadiri empat saksi, yaitu Ibnu Suud, Sudarisman selaku Kontraktor, Ir Syafwan dan Demianti dari Dishub Kominfo Provinsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mejelis hakim yang diketuai Susanto SH, hakim anggota Ekaputra SH MH dan Surono SH terpaksa menunda persidangan, lantaran saksi Demianti, setiap majelis hakim mempertanyakan sepengetahuan saksi terkait proyek tersebut, saksi selalu menjawab dengan perkataan “Tidak Tahu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari keterangan 3 saksi lainnya, menyatakan tidak mengerjakan proyek tersebut, melainkan melimpahkan kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut. Kasus ini merugikan negara mencapai Rp 228.965.510,00. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Ahmad Nurdin SH dan Henny Anggraini SH MH mengutarakan bahwa saksi yang dihadirkan tersebut tidak mengetahui apa-apa saja yang dikerjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya yang lebih bertanggungjawab pada proyek tersebut adalah Frendtino selaku pihak ketiga pengerjaan proyek tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;spelisasinya dalam pekerjaan tersebut juga tidak ada, sehingga patutnya Frendtindo lah yang berada dipersidangan saat ini. Kita akan mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap terdakwa,” ucapnya.(333)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-7854787392259823891?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/7854787392259823891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/11/bp-kontraktor-infokom-dimentahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7854787392259823891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7854787392259823891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/11/bp-kontraktor-infokom-dimentahkan.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-5192948463129315731</id><published>2010-11-19T23:24:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T23:25:08.943-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>57. SURAT AL HADIID (BESI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati waal-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu&lt;br /&gt;[57:1] Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lahu mulku alssamaawaati waal-ardhi yuhyii wayumiitu wahuwa 'alaa kulli syay-in qadiirun&lt;br /&gt;[57:2] Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huwa al-awwalu waal-aakhiru waalzhzhaahiru waalbaathinu wahuwa bikulli syay-in 'aliimun&lt;br /&gt;[57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin1453; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huwa alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha fii sittati ayyaamin tsumma istawaa 'alaa al'arsyi ya'lamu maa yaliju fii al-ardhi wamaa yakhruju minhaa wamaa yanzilu mina alssamaa-i wamaa ya'ruju fiihaa wahuwa ma'akum ayna maa kuntum waallaahu bimaa ta'maluuna bashiirun&lt;br /&gt;[57:4] Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy1454 Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya1455. Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lahu mulku alssamaawaati waal-ardhi wa-ilaa allaahi turja'u al-umuuru&lt;br /&gt;[57:5] Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yuuliju allayla fii alnnahaari wayuuliju alnnahaara fii allayi wahuwa 'aliimun bidzaati alshshuduuri&lt;br /&gt;[57:6] Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam1456. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aaminuu biallaahi warasuulihi wa-anfiquu mimmaa ja'alakum mustakhlafiina fiihi faalladziina aamanuu minkum wa-anfaquu lahum ajrun kabiirun&lt;br /&gt;[57:7] Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya1457. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wamaa lakum laa tu/minuuna biallaahi waalrrasuulu yad'uukum litu/minuu birabbikum waqad akhadza miitsaaqakum in kuntum mu/miniina&lt;br /&gt;[57:8] Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman1458. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huwa alladzii yunazzilu 'alaa 'abdihi aayaatin bayyinaatin liyukhrijakum mina alzhzhulumaati ilaa alnnuuri wa-inna allaaha bikum larauufun rahiimun&lt;br /&gt;[57:9] Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quraan) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-5192948463129315731?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/5192948463129315731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/11/57.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5192948463129315731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5192948463129315731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/11/57.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-4665953389887853294</id><published>2010-10-19T17:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T17:54:34.350-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>NOTA PEMBELAAN DIRI&lt;br /&gt;Dalam Perkara No : 289/Pid.B/2010/Pn.Bkl.&lt;br /&gt;Atas Nama Dra.Hj.SAPTANTI NUGROHOWATI binti H.M.ASKANDAR&lt;br /&gt;_____________________________________________________________________ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengkulu, 19 September  2010 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahhirrohmannirrohim &lt;br /&gt;Assalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama    : Dra. Hj.Saptanti Nugrohowati Binti &lt;br /&gt;  H.M.Askandar &lt;br /&gt;Tempat/tanggal lahir  : Klaten / 18 Juli 1960 &lt;br /&gt;Pekerjaan    : PNS Dinas Perhubkominfo Propinsi Bengkulu.&lt;br /&gt;Pendidikan    : Sarjana Sosiologi UGM Yokyakarta.&lt;br /&gt;Riwayat Pekerjaan  : &lt;br /&gt;- Peneliti di BP3U Deppen Propinsi Daerah Istimewa       Yogyakarta (1987-1990)&lt;br /&gt;-    Kepala seksi di Kanwil Deppen Propinsi Bengkulu (1991-1999) &lt;br /&gt;-    Kepala seksi di Dinas Infokom Propinsi Bengkulu (2000-2005) &lt;br /&gt;-    Kepala Subdin Dinas Infokom Propinsi Bengkulu (2005-2008) &lt;br /&gt;-    Staf Dinas Perhubkominfo Propinsi Bengkulu (2008 s/d sekarang)&lt;br /&gt;Status perkawinan   : Menikah, (Suami H. Untung Sudhiarto) &lt;br /&gt;Jumlah anak   : 3 (tiga) orang yaitu : &lt;br /&gt;1. Dhiar Nugraha Perwira (Mahasiswa UGM Yokyakarta) &lt;br /&gt;2. Dimas Sefitra Untara Bhakti (Pelajar SMAN 6 Bengkulu) &lt;br /&gt;3. Dinda Anisa Hamaswani (Pelajar SDN 1 Bengkulu) &lt;br /&gt;Alamat  : Jl. Enggang Blok 2 No.90 Kelurahan Cempaka  &lt;br /&gt;                                           Permai     Kota Bengkulu. &lt;br /&gt; Sebelum saya membacakan pembelaan saya dalam persidangan ini, maka pada kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, inayah serta kasih sayang Nya kepada saya sehingga saya tetap istiqomah mengikuti proses hukum atas kasus hukum yang saya hadapi.&lt;br /&gt; Selain itu tidak lupa pula rasa syukur saya kepada Allah karena Beliau memperkenankan saya dilahirkan oleh orang tua yang membesarkan dalam keluarga yang selalu mengajarkan kearifan dan kejujuran serta limpahan kasih sayang.&lt;br /&gt; Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada suami yang dengan penuh CINTA dan KASIH SAYANG serta kesabaran yang luar biasa mendampingi saya dalam suka dan duka, apalagi sekarang ini saya harus menjalani kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bengkulu karena sedang dalam tahanan Pengadilan Negeri Bengkulu, sehingga suami saya harus menjadi orang tua tunggal. Demikian juga kepada anak-anak saya yang sangat saya sayangi DHIAR, DIMAS dan DINDA yang dengan keyakinan dan kepercayaan yang tanpa batas kepada mamanya  atas kasus hukum yang menimpa mamanya sehingga mereka tegar dan kuat untuk memberikan cinta kasihnya memberi semangat dan saya berkeyakinan bahwa Allah telah memberi kekuatan kepada saya termasuk suami dan anak-anak di dalam menghadapi masalah ini, selain itu saya sangat yakin Allah mungkin memang telah mentakdirkan bahwa saya harus melewati cobaan kasus hukum ini.&lt;br /&gt; Ucapan terima kasih juga akan saya sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, perhatian, partisipasi serta kesetiaan kepada saya, hal ini sangat berarti bagi saya serta menambah energi untuk menghadapi ini semua, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Infokom Propinsi Bengkulu Drs. H. Husni Hasanudin selaku Pengguna Anggaran (PA) No.37.A Tahun 2007 tanggal 1 Februari 2007, saya ditunjuk menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk Tahun Anggaran 2007 dan memiliki tugas dan tanggung-jawab sebagaimana tercantum dalam Permendagri No.13 tahun 2006, khususnya Pasal 12 ayat (5) yaitu : &lt;br /&gt;a. Mengendalikan pelaksaan kegiatan &lt;br /&gt;b. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan &lt;br /&gt;c. Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Pasal 12 ayat (6) menyebutkan ; Dokumen anggaran sebagaimana ayat 5 huruf c mencakup dokumen administrasi kegiatan maupun dokumen administrasi yang terkait dengan persyaratan pembayaran yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Bahwa saya menerima amanah sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) untuk pekerjaan pengadaan pekerjaan pembangunan jaringan informasi terpadu di 8 Kabupaten dan 1 Kota berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Infokom Propinsi Bengkulu No.37.A Tahun 2007 tanggal 1 Februari 2007 dengan Pagu Anggaran Rp.1.8 Milyar yang bersumber dari dana APBD Propinsi Bengkulu ini merupakan kegiatan yang terdiri dari : &lt;br /&gt;1. Pengadaan hardware berupa perangkat keras&lt;br /&gt;2. Pengadaan software berupa system jaringan terpadu system informasi potensi dan profil Daerah Propinsi Bengkulu berbasis Web, Internet dan Intranet yang mampu mempertukarkan, mempublikasikan mencari dan mengakses informasi data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah menerima Surat Keputusan tersebut dengan mengucapkan bismillahhirrohmannirrohim  saya melaksanakan tugas dengan komitmen bekerja dengan baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan penyimpangan apalagi melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi, karena amanah serupa telah saya terima berkali-kali pada tahun-tahun sebelumnya dan Alhamdulillah terlaksana dengan baik karena memang tidak pernah mengadakan perjanjian atau komitmen apapun dengan pihak ketiga (Pemborong).&lt;br /&gt;Dalam merealisasikan kegiatan tersebut dilanjutkan dengan proses administrasi yang menjadi kewenangan Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran (PA) dimana saat itu dijabat oleh Drs. H. Husni Hasanudin dan selanjutnya  membuat Surat Keputusan / menunjuk : &lt;br /&gt;1. Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Infokom Propinsi Bengkulu (Keppres 80 tahun 2004),&lt;br /&gt;2. Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Dinas Infokom Propinsi Bengkulu (Keppres 80 Tahun 2004),&lt;br /&gt;3. Panitia Pemeriksa Barang/Jasa Dinas Infokom Propinsi Bengkulu (Keppres 80 Tahun 2004),&lt;br /&gt;4. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berdasarkan Permendagri No.13 Tahun 2006, (Saya sendiri),&lt;br /&gt;5. Pejabat Penatausahaan keuangan SKPD berdasarkan Permendagri No.13 Tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah saya paparkan gambaran kegiatan dimana saya ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas sebagai PPTK, maka perlu saya jelaskan apa yang telah saya kerjakan dalam kegiatan sebagai amanah yang diberikan Negara kepada saya selaku Abdi Negara,  yaitu sebagai berikut : &lt;br /&gt;1.  Kasus hukum yang saya hadapi berawal dari kurang lebih 2 (dua) tahun &lt;br /&gt;     yang lalu, yaitu adanya pengaduan ke Polda Bengkulu, kemudian &lt;br /&gt;     dilakukan penyelidikan dan penyidikan dan menetapkan saya sebagai &lt;br /&gt;     tersangkakemudian akhirnya saya ditetapkan sebagai terdakwa dan hingga &lt;br /&gt;     sekarang masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Bengkulu &lt;br /&gt;     sejak  tanggal 14 Juni 2010.&lt;br /&gt;2. Dalam Dakwaan sdr. Jaksa Penuntut Umum pada halaman 9 menyatakan bahwa saya terdakwa (Dra.Hj.Saptanti Nugrohowati Binti Askandar) telah bertindak diluar TUPOKSI  yaitu telah dengan sengaja menunjuk Penyedia jasa perencanaan dan pengawasan, dakwaan ini tidak benar sebab yang terjadi adalah : &lt;br /&gt;- Proses Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan dengan dana sebesar Rp.53.900.000,- (lima puluh tiga sembilan ratus juta rupiah) dengan melalui proses pemilihan/seleksi langsung yang dilakukan oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Infokom Propinsi Bengkulu. Hal ini dapat terlihat dengan jelas pada bukti yang dihadirkan oleh sdr.jaksa penuntut umum tentang Dokumen Pemilihan/seleksi langsung Jasa Konsultasi Perencanaan. &lt;br /&gt;- Proses Pengadaan Jasa Konsultan Pengawas dengan dana sebesar Rp.35.900.000,- (tiga puluh lima juta sembilan ratus ribu rupiah) melalui proses /penunjukan langsung yang dilakukan oleh Pejabat Pengadaan Dinas Infokom Propinsi Bengkulu. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dalam Dokumen penunjukan langsung jasa konsultan pengawas.&lt;br /&gt;- Proses pengadaan Barang/Jasa pembangunan jaringan informasi terpadu untuk 8 Kabupaten dan 1 Kota sebesar Rp. 1.577.149.000,- (satu milyar lima ratus tujuh puluh tujuh juta seratus empat puluh sembilan ribu rupiah), melalui proses pelelangan umum dilakukan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Hal ini dapat dilihat dalam dokumen pelelangan umum pengadaan barang/jasa yang telah disita oleh sdr. Jaksa Penuntut Umum.&lt;br /&gt;3. Dalam Dakwaan sdr. Jaksa Penuntut Umum pada halaman 10 menyatakan bahwa  terdakwa sengaja tidak memfungsikan Konsultan Perencana dan telah memerintahkan Ir.Syafuan M.Eng untuk menyusun perencanaan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jaringan informasi terpadu di 8 Kabupaten dan 1 Kota dan memerintahkan kepada sdr.Yani Ahmad Sofyan untuk membuat konsep perencanaan system informasi dan profil daerah Propinsi Bengkulu. Hal ini dapat saya jelaskan bahwa : &lt;br /&gt;- CV.Gama Karya Consultan sebagai pemenang menyerahkan hasil perencanaan yang tertuang dalam Berita Acara serah terima pekerjaan No: 123/infokom/VI/2007, berdasarkan kontrak. &lt;br /&gt;- Hal ini tercantum dalam lampiran-lampiran berkas yaitu : &lt;br /&gt;A. Dokumen kerangka acuan kerja (TOR) &lt;br /&gt;B. Engineer Estimate (EE) &lt;br /&gt;C. Gambar Rancangan Jaringan &lt;br /&gt;D. Lampiran isian Data Base &lt;br /&gt;E. Final Report. &lt;br /&gt;- Hasil perencanaan merupakan acuan bagi Panitia Pengadaan, untuk menyusun dokumen pengadaan pelaksanaan antara lain ; &lt;br /&gt;A. Menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) &lt;br /&gt;B. Menyusun rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) &lt;br /&gt;Saya selaku PPTK tidak memiliki kompetensi untuk melakukan intervensi kepada CV. Gama Karya konsultan untuk jurusan intern Perusahaan termasuk ketika perusahaan merekrut personal dalam pekerjaan perencanaan ini. Juga berdasarkan fakta persidangan atas keterangan saksi Sdr. Syafuan Haris, tidak pernah saya memerintahkan kepada Syafuan Haris dan saya tidak menganal sdr. Yani Ahmad Sofyan (yang bersangkutan tidak dihadirkan dalam persidangan dan tercantum dalam BAP).&lt;br /&gt;4. Bahwa dalam Dakwaan halaman 10 sdr. Jaksa Penuntut Umum juga menyatakan bahwa saya membiarkan Konsultan Pengawas tidak melaksanakan Tugas sebagai Pengawas sesuai dengan kontrak, hal ini tidak benar , perlu saya jelaskan bahwa dalam pelaksanaan Pengawasan dilakukan ; &lt;br /&gt;-  sdr. Rizki (pengawas lapangan) &lt;br /&gt;- sdr. Syafuan Haris (pengawas teknis)&lt;br /&gt;sesuai dengan fakta di lapangan bahwa sdr. Syafuan Haris telah melakukan pengawasan mulai dari gudang PT.MII dan PT Bhineka (sebagai penyedia barang/Vendor) di komplek Gudang kelapa Gading bersama-sama dengan Sdr.Meyhardi (Ketua Panitia Pemeriksa Barang), kemudian melakukan pengawasan pada waktu sdr. Rozi (dari PT.Elita Surya Gemilang) melakukan Instal dan Setting Software dan Hardware serta pada waktu pelatihan bagi administrator eksekutif dan operator dari Kabupaten/Kota dan propinsi.&lt;br /&gt;5. Terdakwa sengaja mempergunakan Konsultan Perencana dan Konsultan pengawas secara formalitas, kemudian dana dicairkan dan dinikmati dengan maksud memperkaya diri sendiri, sebagaimana bunyi dakwaan sdr. Jaksa Penuntut Umum pada halaman (11).&lt;br /&gt;- Bahwa pencairan biaya konsultan perencana dan konsultan pengawas sesuai dengan prosedur pencairan dana untuk pihak ke-III berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, sebagaimana tertuang dalam peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006.&lt;br /&gt;- Bahwa dari proses pengadaan jasa konsultan perencanaan dan pengawasan dilakukan oleh panitia pengadaan sesuai dengan Keppres 80,  sedangkan pencairan dilakukan melalui prosedur sesuai dengan permendagri No. 13 &lt;br /&gt;1) SPP-LS (disiapkan oleh PPTK sesuai dengan pasal 1 ayat (69) dan pasal 205 ayat (1), diajukan kepada bendahara.&lt;br /&gt;2) Berkas diverifikasi oleh PPK sesuai dengan lampiran D-X point 5 berupa check list.&lt;br /&gt;3) Setelah dinyatakan lengkap (check list), pengguna anggaran menerbitkan SPM.&lt;br /&gt;4) Diajukan ke BUD (Biro Keuangan) yang menerbitkan SP2D.&lt;br /&gt;6. Terdakwa dengan kesadaran penuh mengambil alih tugas-tugas bendahara pengeluaran baik penyusunan dokumen pencairan hinga secara langsung melakukan pencairan maupun melakukan pembayaran untuk memperlancar dalam mencapai tujuannya dengan maksud memperkaya diri sendiri atau suatu korporasi, hal iini dapat saya jelaskan bahwa :&lt;br /&gt;A. Dalam menjalankan tugas dan fungsi baik PPTK maupun Bendahara berpegang pada peraturan perundangan yang berlaku yaitu Permendagri No,13 tahun 2006 dan saya tidak pernah mengambil alih tugas-tugas bendahara karena semua prosedur administrasi sudah sesuai dengan aturan yang ada, jadi tidak benar saya menyusun dokumen pencairan maupun melakukan pembayaran dengan maksud memperkaya diri sendiri. Semua bukti administrasi ada dan setiap tahap pekerjaan sesuai dengan peraturan dan SP2D atas nama Perusahaan (pihak ke-III) sudah diberikan kepada kepada yang berhak tanpa ada komitmen apapun dengan si penerima uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tahapan /prosedur yang saya jalankan selaku PPTK dalam kegiatan jaringan Informasi terpadu untuk 8 Kabupaten/ 1 Kota Sebagai berikut : &lt;br /&gt;- Selaku PPTK mempersiapkan administrasi keuanganan berupa dokuken SPP – LS untuk pengadaan barang/jasa, adapun dasar hukumnya adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri No: 13 Tahun 2006: &lt;br /&gt;Pasal 1 ayat (69) : SPP-LS adalah dokumen yang diajukan oleh    bendahara pengeluaran untuk pembayaran langsung kepada pihak ke-III atas dasar perjanjian kontrak kerja atau Surat Perintah Kerja lainnya dan pembayaran gaji dengan jumlah penerima, peruntukan dan waktu pembayaran tertentu yang dokumennya disiapkan oleh PPTK (Dra.Hj.Saptanti Nugrohowati Binti Askandar/Terdakwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12 ayat ((6) : Dokumen anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c ; mencakup dokumen administarsi kegiatan maupun dokumen administrasi yang terkait dengan persyaratan pembayaran yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, hal ini telah sesuai dengan tugas selaku PPTK.&lt;br /&gt;Pasal 205 ayat (1) : PPTK menyiapkan dokumen SPP-LS untuk pengadaan barang dan jasa untuk disampaikan kepada bendahara pengeluaran dalam rangka pengajuan permintaan pembayaran. &lt;br /&gt;- Kelengkapan SPP-LS yang telah dipersiapkan oleh PPTK diajukan kepada bendahara, kemudian disampaikan kepada PPK-SKPD untuk diverifikasi kemudian diajukan kepada Pengguna Anggaran, hal ini sesuai dengan Permendagri No.13 tahun 2006:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 13 ayat (2) point a,b,c ;&lt;br /&gt;Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas : &lt;br /&gt;a. meneliti kelengkapan SPP-LS pengadaan barang dan jasa yang  disampaikan oleh bendahara pengeluaran dan diketahui/disetujui oleh PPTK. &lt;br /&gt;- melakukan verifikasi SPP&lt;br /&gt;- menyiapkan SPM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pasal 205 ayat (6) ; bendahara pengeluaran mengajukan   SPP-LS      sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada pengguna anggaran setelah ditandatangani oleh PPTK guna memperoleh persetujuan pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD. &lt;br /&gt;- Lampiran D-X point 5 ; kelengkapan SPP-LS khusus pengadaan barang dan jasa. &lt;br /&gt;C. Dokumen pendukung SPP-LS dapat dipersamakan dengan bukti pertanggungjawaban pengeluaran pembayaran beban langsung kepada pihak ketiga (Permendagri No.13 tahun 2006, pasal 220 ayat (9)).&lt;br /&gt;D. Pasal 211 ayat (1) ; dalam hal dokumen SPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 210 ayat (2) dinyatakan lengkap dan sah pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran menerbitkan SPM. &lt;br /&gt;E. Setelah SPM diterbitkan maka kemudian mengajukan kepada kuasa BUD (Bendahara Umum Daerah) untuk diterbitkan SP2D, dasar hukumnya adalah Permendagri No.13 tahun 2006 : &lt;br /&gt;- Pasal 216 ayat (1) ; Kuasa BUD meneliti kelengkapan dokumen SPM yang diajukan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran agar pengeluaran yang diajukan tidak melampaui pagu dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. &lt;br /&gt;-  Pasal 216 ayat (5) ; kelengkapan dokumen SPM-LS : &lt;br /&gt;A. Surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/KPA.&lt;br /&gt;B.  Bukti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap sesuai kelengkapan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perungan-undangan.&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pencairan atas pembayaran pekerjaan perencanaan dan pengawasan dilakukan langsung secara tunai oleh PPTK yang seharusnya sesuai Permendagri No.13 tahun 2006 dibayarkan langsung kepada pihak ke-III melalui rekening pihak ke-III ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pencairan atas pembayaran pekerjaan perencanaan dan pengawas dilakukan secara procedural sesuai dengan permendagri No.13 Tahun 2006 melalui pengajuan SPP-LS untuk pembayaran pihak ke-III sehingga terbit Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), jadi tidak bisa dilakukan langsung secara tunai. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) merupakan salah satu Surat Berharga sebagai alat bayar yang Sah pembayaran kepada pihak ke-III, didalamnya tercantum hal-hal sebagai berikut : &lt;br /&gt;- Sumber Dana  &lt;br /&gt;-  Tujuan pembayaran kepada pihak ke-III (nama Direktur/Pimpinan)&lt;br /&gt;- Nomor Rekening&lt;br /&gt;- Kode Rekening &lt;br /&gt;- Uraian kegiatan &lt;br /&gt;- Jumlah dana yang diminta &lt;br /&gt;- Potongan Pajak &lt;br /&gt;- Jumlah dana yang harus dibayarkan&lt;br /&gt;Sehingga sangat mustahil apabila PPTK melakukan pembayaran langsung secara tunai diluar tanggung jawabnya. Berdasarkan kesaksian dari BUD (sdr. Drs. H. Syamsul Fajri dan Drs. Septe Milian). Bahwa untuk menerbitkan SP2D melalui prosedur yang berjenjang dan pada prinsipnya prosedur yang dilalui dalam pencairan dana kegiatan pembangunan jaringan informasi terpadu untuk 8 kabupaten/ 1 Kota sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hasil perencanaan tidak dipakai/tidak digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dan pelaksanaan pekerjaan mengalami perubahan spesifikasi barang. Hasil perencanaan sebagaimana tertuang dalam Berita Acara penyelesaian pekerjaan, CV.Gama Karya Consultant berupa ; &lt;br /&gt;- Dokumen Kerangka Acuan Kerja / TOR (Term of Reference)  &lt;br /&gt;- Engineer Estimate /EE &lt;br /&gt;- Gambar Rancangan Jaringan &lt;br /&gt;- Final Report.&lt;br /&gt;Hasil perencanaan tersebut merupakan acuan bagi panitia pengadaan untuk menyusun dokumen pengadaan antara lain ; &lt;br /&gt;- Menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) &lt;br /&gt;- Menyusun Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)&lt;br /&gt;Berkenaan dengan adanya beberapa perubahan spesifikasi barang disebabkan adanya barang pabrikan (IBM) yang tidak diproduksi lagi (discontinue), hal ini terjadi karena produsen (IBM) secara periodic melakukan peningkatan kualitas teknis, dan adanya jarak waktu penyusunan perencanaan dengan realisasi pembelian barang, dengan kondisi tersebut maka kemudian dilakukan addendum kontrak tentang spesifikasi barang. Perubahan (Addendum) terhadap spesifikasi tidak mempengaruhi satuan harga dan volume (kuantitas) barang, maupun manfaatnya bahkan dari segi kualitasnya menjadi lebih baik (up to date).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Andang Sunanto,SSi.M.Kom Bin Aryo Hendro P selaku Ahli Bidang IT didapatkan hasil sebagai berikut  (ada beberapa barang tidak ada/tidak tepat) ;&lt;br /&gt;a. Mouse kurang 1 buah, ini dapat saya jelaskan bahwa pada waktu serah terima lebih     kurang 3 tahun yang lalu semuanya lengkap;&lt;br /&gt;b. Monitor tidak dapat masuk dalam rak server, hal ini tercantum dalam perencanaan bahwa rak tersebut bukan diperuntukkan untuk tempat server, kemudian untuk mengantisifasi savety monitor dan PC desktop maka dikondisikan suhu ruangan sesuai standar suhu untuk barang elektronik (ruangan ber AC); &lt;br /&gt;c. V.Sat ada yang tidak berfungsi,hal ini disebabkan karena dalam kontrak fasilitas yang disediakan (untuk uji coba) hanya selama 4 bulan dan untuk operasional selanjutnya menjadi tanggungjawab masing-masing Kabupaten/Kota, sedangkan pemeriksaan oleh pihak penyidik dilakukan lebih kurang 2 tahun setelah dioperasikan;&lt;br /&gt;d. Sistem operasi untuk server 2003 standar edition for 10 clientdalam bentuk ;&lt;br /&gt;- Operation system window server 2003 standar edition for 5 client  dalam             bentuk compack disk (CD).&lt;br /&gt;- Operation system window server 2003 for 5 dalam  bentuk software CAL dalam bentuk Certivicate (key product).&lt;br /&gt;e. Operation system untuk server dan PC desktop tidak menggunakan software original ; &lt;br /&gt; Sesuai dengan ruang lingkup yang tertuang dalam kontrak bahwa operation system untuk server dan PC merupakan software yang include dengan hardwarenya. Pada waktu serah terima semuanya sudah dapat dioperasikan dengan baik (On line).&lt;br /&gt; Barang bukti berupa CD dan sertifikat CAL Original dikembalikan PT. Elita Surya Gmilang kepada Dinas Infokom (melalui PPTK) lebih kurang bulan Nopember 2008 (dan sekarang disita), semua perubahan yang terjadi dari O/S original menjadi tidak original tanpa ada konfirmasi, koordinasi ataupun persetujuan dari infokom (hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT.Elita Surya Gemilang sebagai Pelaksana). Hal ini juga terungkap dalam persidangan atas kesaksian sdr Rozi Ardiansyah (Direktur Teknis PT. ESG). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Spesifikasi tower komunikasi dan Antena Radio Frekwensi 20M menggunakan kecepatan 64 KBPS – 512 kbps yang seharusnya sesuai addendum kontrak menggunakan spesifikasi antenna IST dengan dukungan kecepatan internet 1024 kbps.&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan ahli dari penyidik POLDA bahwa akses kecepatan tower yang terpasang adalah 64 kbps, sehingga tidak dapat melakukan input dari kabupaten/kota ke server di propinsi. Hal ini memperlihatkan bahwa ahli tidak mempedomani kontrak, karena dalam kontrak jelas bahwa untuk mengakses/imput data kebupaten ke server propinsi menggunakan V-sat dengan spesifikasi V-sat 68kbps/transmisi 168kbps reflektor cannister, mount ring, fedhom, CNB, RTF, Modem, kebel IFL, connector, crimming.&lt;br /&gt;Spesifikasi tower= antena IST (Intergrated Subciber Terminal0 untuk support kecepatan 1024 kbps, sedangkan yang tersedia di PT. MDP net adalah paket G dengan akses kecepatan 64 kbps-512 kbps dengan harga Rp. 28.900.000,- (Dua puluh delapan juta sembilan ratus ribu rupiah) ditambah biaya akses Rp. 1.650.000,- per bulan. Untuk memperkuat/mempercepat akses, maka server di propinsi di support/ditambah dengan V-sat dengan kecepatan 64 kbps dan perlu saya sampaikan bahwa pada pemerikasaan/penelitian ahli tidak melakukan uji coba input data/informasi, akan tetapi dalam kesimpulan ahli bahwa input informasi/data ke servber tidak bisa dilakukan.&lt;br /&gt;Bahwa antenna tersebut merupakan alat pendukung koneksi yang ditempatkan dan digunakan untuk server yang ada di Dinas Infokom (Propinsi) dan bukan digunakan untuk alat koneksi internet ke Kabupaten/Kota, karena untuk Kabupaten/Kota menggunakan V –Sat dari Telkom dan dengan kondisi antenna yang ada tidak ada kendala dalam koneksi internet dari server termasuk untuk operasional internet di Dinas Infokom (pada waktu pemeriksaan dalam rangka penyidikan oleh ahli tidak melakukan uji coba koneksi, internet di Dinas Infokom)&lt;br /&gt;Semua perubahan spesifikasi tanpa konfirmasi,koordinasi ataupun persetujuan dari infokom (PPTK) sehingga sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT.Elita Surya Gemilang, hal ini juga terungkap dalam persidangan atas kesaksian sdr Rozi Ardiansyah (Direktur Teknis Pelaksana PT. ESG)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berkenaan dengan proses penyitaan barang, dapat saya sampaikan bahwa ; &lt;br /&gt;- Barang yang ada di Dinas Infokom yang diduga sebagai barang bukti antara lain ; &lt;br /&gt;A. Barang-barang berupa hardware maupun Software jaringan Informasi terpadu.&lt;br /&gt;B. Barang-barang berupa dokumen administrasi (surat menyurat) &lt;br /&gt;Barang-barang tersebut semuanya sudah disita sejak awal kasus ini disidik oleh Polda, dengan surat titip rawat dari polda yang akhirnya pada akhir bulan April barang-barang semua diambil/disita oleh Polda tanpa memperlihatkan surat perintah dari pimpinan, tidak ada surat izin dari Pengadilan Negeri Bengkulu, bahkan tidak ada kesempatan bagi saya untuk memohon izin atau sekedar melaporkan ada pengambilan barang bukti yang ada di Dinas Infokom kepada Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran dan Pengguna barang. Sesuai dengan TUPOKSI Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang. Sebagaimana tercantum dalam Permendagri 13 Tahun 2006 Pasal 5 ayat (3) huruf c, bahwa Kepala SKPD selaku Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang dan Pasal 10 huruf (3) tugas pejabat pengguna anggaran/pengguna barang, adalah mengelola barang milik daerah/ kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pada waktu polisi mengambil barang sitaan yang dititip rawat di Dinas Infokom dan pada waktu yang bersamaan sedang dipersiapkan pelaksanaan MTQ Nasional ke-23 di Propinsi Bengkulu dan barang-barang tersebut salah satu barang yang direncanakan untuk mendukung sebagai media centre guna penyebaran informasi ke seluruh pelosok tanah air melalui jaringan internet, apabila melihat kondisi penyitaan barang tersebut menurut saya justeru penyidiklah yang telah mengakibatkan kerugian bagi Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dalam persidangan terdapat fakta bahwa hasil perencanaan yang tidak ditandatangani oleh konsultan:&lt;br /&gt;Bahwa berkas tersebut (dokumen perencanaan: TOR, EE, Final report, rancangan bangun jaringan) merupakan lampiran tak terpisahkan dari berita acara serah terima pekertjaan antara CV. Gema Karya Consultant dengan kepala Dinas Infokom (Selaku Pengguna Anggaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ahli IT yang diajukan oleh penyidik (POLDA Bengkulu) seharusnya: memiliki dan menguasai permasalahan IT yaitu hardware, software dan sistem jaringan informasi. Hasil pemerikasaan/penelitian ahli sangat menentukan dalam pengambilan keputusan salah atau benar masalah tersebut dan kaitannya nanti kepada nasib seseorang saya melihat ahli yang ditunjuk oleh penyidik tidak mempedomani kontrak, karena pemeriksaan yang dilakukan tidak mendalam bahkan tidak memiliki Standar Penelitian, misalnya adalam bentuk matrix yang dapat memperbandingkan kondisi yang seharusnya dan kondisi yang ada, dengan demikian bisa dianalisa secara objektif dan dapat dijadikan bahan untuk menghitung kerugian dengan objektif dan akuntabel. (contoh pemeriksaan ahli: mouse tidak ada, monitor tidak masuk dalam rak dan sebagainya, ahli tidak pernah memriksa dan menyampaikan laporan/fakta bahwa jaringan yang dibangun ini dirancang untuk dapat mengintegrasikan informasi antar kabupaten/kota dan informasi tersebut akan menjadi informasi komprehensif yang dapat menggambarkan informasi Propinsi Bengkulu dalam bentuk numerik dan spesial. Dalam sistem informasi/jaringan informasi tersebut menghimpun ±1000 item. Contoh: data penduduk terdiri dari: jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur, jenis pekerjaan dst. Data ini adalah salah satu informasi yang dijadikan dasar analisa untuk melihat kesediaan tenaga kerja sistem ini akan memberikan informasi yang akurat, karena dalam periode tertentu ketika up date data dari masing-masing kab/kota, maka informasi/data yang ada di propinsi terakumulasi secara otomatis  Banyak keunggulan dari sistem jaringan yang dibangun ini dan apabila sistem jaringan ini lancar tidak ada gangguan sebagaimana yang terjadi seperti sekarang ini, sistem ini akan membawa keuntungan bagi pemerintah daerah terutama dalam publikasi dan promosi daerah dengan cepat dan tepat. Sebagai ilustrasi bahwa sistem yang hampir sama dibangun di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun sistem jaringan (software jaringan) tersebut cukup spektakuler yaitu ± 1,2M (harga pada waktu itu), sedang untuk Propinsi Bengkulu untuk harga hardware, soft ware dan jaringan sebesar Rp. 1.577.149.000 (Satu milyar limaratus tujuh puluh juta seratus empat puluh sembilan rupiah) untuk 8 kabupaten dan kota serta propinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mau dikata, sebelum sistem jaringan tersebut dapat di aplikasikan secara sempurna, masalah pengaduan ke POLDA mencuat dan akhirnya menjadi kasus hukum yang berkepanjangan bahkan seluruh peralatan yangs seharusnya dapat dioperasionalkan disegel dan tidak dapat dipergunakan. Terakhir ketika ada event nasional yaitu MTQ Nasional ke 23 di Bengkulu, peralatan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi melalui internet tidak dapat diaksanakan karena semua disita dan dibawa ke POLDA Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Demikian pula perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh BPKP akhirnya berkesimpulan pekerjaan ini rugi hingga Rp. 228.965.510 (dua ratus dua puluh delapan juta sembilan ratus enamapuluh limaribu limaratus sepuluh rupiah). Kerugian negara hanya berdasarkan informasi, dari penyidik tanpa melakukan inverstigasi dan pertimbangan sistem yang menguntungkan. Terbukti dari hasil perhitungan kerugian keuangan negara pada tanggal 7 Juli 2009 sebesar Rp. 78.370.910 (tujuh puluh delapan juta tiga ratus tujuh puluh ribu sembilan puluh rupiah) dan sudah dipublikasikan melalui media masa (surat kabar), kemudian dalam laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara tanggal 9 Februari 2010, besar kerugian berubah menjadi Rp. 228.465.510 (Dua ratus dua puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh lima l ribu lima ratus sepuluh rupiah), hanya berdasarkan tambaan informasi dari penyidik polda. BPKP selaku ahli tidak mempertimbangkan dan melakukan investigasi terkait dengan implementasi sistem jaringan informasi-informasi menegement profil promosi daerah. BPKP hanya mempelajari resume hasil penyelidikan, bukti-bukti yang disediakan oleh penyidik, menganalisa hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan tenaga ahli dan hanya melakukan pengujian atas bukti pendukung yang disediakan oleh penyidik POLDA bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Semua barang-barang yang diduga berkaitan dengan masalah ini sudah di sita oleh polisi/kejaksaan dalam jumlah yang cukup dan original majelis hakim, jaksa penuntut umum dan hadirin yang saya hormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari sepenuhnya bahwa saya buta tentang hukum, bahkan sekedar memahami bahasa hukum sebagaimana dalam dakwaan, seperti bahasa hukum : mengambil alih tugas, menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan masih banyak lagi bahasa yang tidak saya pahami, padahal menurut penilaian sdr Jaksa saya orang yang “perfect” (sempurna) karena semua pekerjaan seolah-olah selesai ditangan saya. Saya didakwa mengambil alih seluruh pekerjaan : Panitia Pengadaan, Pejabat Pengadaan, Pejabat Pengelola Keuangan SKPD, Bendahara, Pengguna Anggaran, bahkan BUD (kepala Biro Keuangan). Dakwaan yang dirumuskan oleh Jaksa Penuntut Umum begitu sempurna yaitu dari proses pengadaan, persiapan administrasi, perencanaan, pengawasan, manfaat, pencairan dana, dan akhirnya saya juga yang mengambil keuntungan sehingga saya diwajibkan mengembalikan uang ganti rugi dan denda. &lt;br /&gt;Saya semakin tidak mengerti ketika sdr Jaksa membacakan tuntutan, karena banyak statement yang kontradiktif satu sama lain, contoh konkrit yaitu ketika pembuktian kebenaran pasal 2, mendapatkan kesimpulan : tidak terbukti, akan tetapi dalam tuntutan saya harus membayar uang ganti rugi sebesar Rp. 228.965.510 ditambah denda sebesar Rp. 50.000.000,- hal ini menjadikan saya semakin bingung, karena meskipun seandainya rumah, kendaraan dan barang : yang saya punya disita kemudian dilelang tidak akan terkumpul uang sebanyak itu dan yang jelas akan menyengsarakan keluarga saya seumur hidup. Saya dan keluarga tahan hidup sederhana bahkan dalam serba terbatas akan tetapi saya dan keluarga hidup bahagia dan selalu yakin bahwa ini adalah bagian hidup kami. Untuk itu saya mohon agar ganti rugi dan denda tidak dibebankan kepada saya, karena saya tidak memperoleh apapun dari pekerjaan ini, jadi kemana saya harus mencari uang sebanyak itu, sedangkan subsider kurungan badan untuk ganti rugi selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda selama 4 (empat) bulan, ini sangat berat bagi saya. Selain itu ada beberapa fakta persidangan yang disimpulkan oleh sdr Jaksa penuntut umum dapat menimbulkan persepsi yang sama, karena tidak semua pertanyaan berkenaan dengan tugas pokok  PPTK sehingga PPTK tidak perlu memberikan tanggapan dan penjelasan (statement jaksa = atas keterangan yang disampaikan oleh saksi dipersidangan dan ditunjukkan bukti dokumen pelaksanaannya pada pokoknya terdakwa tidak berkeberatan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenankan saya menyampaikan beberapa contoh adanya pernyataan terdokumentasi dalam tuntutan berbeda dengan fakta dipersidangan. Antara lain : &lt;br /&gt;- Keterangan saksi Frenrindo dalam persidangan berbeda dengan apa yang ada dalam tuntutan, sebagian tidak ditanyakan dalam persidangan dan keterangan yang ada dalam tuntutan lebih banyak disimpulkan dari BAPp penyidik POLDA. &lt;br /&gt;- Keterangan saksi Rozi Ardiansyah dalam persidangan terungkap fakta bahwa ketika saksi mengganti software O/S tidak pernah melapor kepada saya akan tetapi dalam tuntutan dikemukakan bahwa sdr Rozi (saksi) melaporkan penggantian itu kepada saya dan saya memerintahkan untuk melanjutkan pekerjaan itu. &lt;br /&gt;- Keterangan saksi Mawariah tentang persiapan pembuatan dokumen yang dimaksud yaitu SPP-LS, akan tetapi dalam tuntutan, saya (PPTK) didakwa mempersiapkan SPM (kewenangan Pengguna Anggaran) dan SP2D/kewenangan BUD/ Ketua Biro Keuangan)/ hal 46.&lt;br /&gt;Dalam petunjuk tuntutan, sdr Jaksa penuntut umum masih bersikeras untuk membuktikan dakwaannya yaitu bahwa saya menunjuk konsultan perencana dan pengawas, menyetujui dan mencairkan pembayaran konsultan dan pelaksana dan melakukan manipulasi untuk menikmati hasil untuk memperkaya diri sendiri, sekali lagi saya sampaikan bahwa saya bukan pengambil keputusan, saya bekerja dalam system yang memiliki mekanisme kerja yang universal bagi semua pengelola keuangan daerah jadi bukan hanya berlaku di Dinas Infokom. &lt;br /&gt;Pada bagian lain yaitu dalam analisa fakta, sdr Jaksa penuntut umum menyatakan bahwa jasa konsultasi perencanaan melalui pemilihan langsung yang dan SPK ditandatangani oleh Kepala Dinas Infokom selaku pengguna anggaran, akan tetapi dalam dakwaan yangmenjadi dasar untuk menuntut saya adalah bahwa menunjuk langsung konsultan perencanaan. &lt;br /&gt;Bahwa dakwaan yang ditujukan kepada saya sebagian besar berdasarkan kesaksian dari seseorang yang berusaha untuk menghindar dari jeratan hukum dengan melimpahkan semua kesalahan kepada saya dan ironisnya inilah yang diyakini oleh penyidik sebagai sebuah kebenaran dan membenamkan saya dalam masalah yang sangat rumit dan menjebloskan dalam penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang saya hadapi menjadi sangat spesifik, karena dari beberapa kasus pidana korupsi, mungkin baru kali ini yang mendudukkan terdakwa tunggal dalam pekerjaan yang sangat kompleks, bahkan perintah Majelis Hakim untuk segera mendudukkan beberapa orang yang diduga kuat bertanggung jawab pada pekerjaan ini pun sampai sekarang belum terealisasi, padahal saya sudah menjalani proses persidangan ini ± 3,5 bulan (yaitu mulai tanggal 5 Juli 2010 s/d sekarang). &lt;br /&gt;Sebelumnya saya mohon maaf, apabila ini harus saya sampaikan bahwa kasus hukum yang saya hadapi ini menjadi spesifik juga didukung adanya beberapa factor antara lain, karena : &lt;br /&gt;- Adanya pengaduan ke POLDA&lt;br /&gt;- Adanya konvergensi (penggabungan) antara Dinas infokom dengan Dinas perhubungan menjadi Dinas Perhubkominfo, otomatis terjadi perubahan struktur dan pimpinan. &lt;br /&gt;- Saya hanyalah seorang perempuan yang lemah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang perlu saya sampaikan bahwa saya sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi dan sangat setuju apabila korupsi di Indonesia diberantas sampai ke akar-akarnya. Meskipun saya menyadari upaya ini bukan hal yang mudah untuk merealisasikannya. &lt;br /&gt;Jadi jika Sdr. Jakasa Penuntut Umum mengatakan dalam hal-hal yang memberatkan mngatakan bahwa say telah menentang program pemerintah untuk memberantas korupsi itu adalah salah besar.&lt;br /&gt;Kemudian saya selaku PNS yang diberi amanah jabatan telah berkomitmen selalu menjaga amanah tersebut dengan bekerja keras, jujur dan serius, sehingga saya selalu dijadikan tempat curhat bagi teman-teman lainnya.&lt;br /&gt;Bahkan Sdr. Jaksa mengatakan bahwa saya berbeli-belit dalam memberikan keterangan, padahal yang saya lakukan adalah berusaha memahami pertanyaan-pertanyaan dan menjawabnya secara proporsional agar tidak melampaui kewenangan saya, dan juga tidak benar kalau saya tidak menyesali perbuatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, bahwa TA 2007 saya menerima amanah sebagai PPTK, maka pertama kali yang saya lakukan adalah mendalami peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan, karena permendagri 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah ini diberlakukan untuk pelaksanaan kegiatan TA 2007. Meskipun saya belum/tidak pernah mengikuti sosialisasi akan tetapi hanya dengan semangat belajar yang kuat terutama dalam mendukung komitmen saya untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan komitmen saya untuk memperkecil kesalahan dalam pelaksanaan tugas, maka saya terus belajar dan belajar, pasal demi pasal beusaha saya pahami, saya berusaha membingkai diri saya agar tidak melampaui kewenangan dan tupoksi saya selaku PPTK dan alhamdullilah saya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini perlu dismpaikan bahwa otoritas PPTK tidak seperti Pimpro yang memiliki otoritas penuh untuk mengendalikan kegiatan. PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang diangkat oleh kepala SKPD selaku pengguna anggaran untuk melaksanakan program dan kegiatan berdasarkan pertimbangan objektif lainnya dan PPTK bertanggung jawab kepada Pengguna Anggaran.&lt;br /&gt;Terus tentang saya tidak pernah menduga jika akhirnya pekerjaan ini berujung dan berakhir seperti ini dan menghantarkan saya menjadi terdakwa dan harus mendekam di LAPAS  Malabero Bengkulu dan harus berpisah dengan seluruh komunitas saya, baik keluarga inti saya yaitu suami dan anak-anak, lingkungan kerja dimana selama ini mencurahkan kemampuan dan potensi, lingkungan sosial dimana saya mengabdi dan lingkungan lainnya yang menjadi tanggung jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis hakim, jaksa penuntut umum dan hadirin yang berbahagia. Saya meniti karir di Bengkulu sejak tahun 1991, yaitu ketika saya mengikuti suami yang bertugas di BKPMD (Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah) Propinsi Bengkulu. Sebelumnya saya pekerja di Balai Penelitian Deppen Propinsi DI Yogyakarta, LP3I dan Japan Foundation sebagai peneliti, semua pekerjaan yang ada di Yogyakarta saya tinggalkan karena tugas yang lebih mulia yaitu mendampingi suami saya sekaligus merintis karir di Propinsi Bengkulu dengan harapan besar bisa mengembangkan karir dan berkomitmen mengabdi untuk Propinsi Bengkulu. Obsesi saya dapat saya buktikan, dengan totalitas kerja saya bekerja mencurahkan semua ilmu yang ada pada diri saya dan alhamdulillah konsep-konsep saya dapat diterima (saya alumnus Fisipol UGM Yogyakarta).&lt;br /&gt;Pengalaman kerja yang sangat berkesan adalah ketika Deppen di bubarkan oleh Presiden (Gus Dur) dan berdampak juga di daerah, maka pimpinan bersama-sama dengan rekan-rekan lainnya berjuang untuk mempertahakan eksistensi Dinas Infokom dalam struktur pemerintahan daerah, meskipun melalui perdebatan yang alot dan panjang dengan Legislatif (DPRD) maka akhirnya eksistensi Dinas Infokom disyahkan dengan Perda No. 18 tahun 2001 tanggal 1 Maret 2001.&lt;br /&gt;Lain halnya ketika kondisi yang sama saya alami dengan diberlakukannya PP No. 8 pada tahun 2008, saya sudah tidak dapat lagi berpartisipasi untuk mempertahankan eksistensi Dinas Infokom, karena pada tahun 2008 sudah ada trend untuk membunuh karakter saya secara sistematis berstruktur bahkan puncaknya yaitu pada bulan Desember 2008 saya di non jobkan dari jabatan saya selaku Kepala Sub Din pelayanan Informasi di Dinas Infokom sampai sekarang.&lt;br /&gt;Ungkapan yang paling tepat untuk diri saya adalah “sudah jatuh tertimpa tangga”, saya kehilangan jabatan dan terseret dalam masalah yang belum jelas ujung panggkalnya dan saya pun harus menganggung resiko/sanksi yang sangat berat baik lahir maupun batin. Apa yang selama ini saya rintis dan bangun semua hancur, karir, totalitas kerja, pengabdian, komitmen saya, kejujuran, harga diri saya, prestise dan prestasi saya tidak ada yang tersisa sedikit pun. Ada refleksi jiwa yang dapat membuat kuat adalah keyakinan saya bahwa Allah maha benar yang saya refleksikan “ya Allah aku tahu bahwa rizkiku tidak akan salah dan diambil orang lain, maka hatiku tenang. Aku tahu amal-amalku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal shaleh, kebenaran dan keadilan haqiqi adalah haq Mu maka aku sandarkan keadilan dan harapan kebebasanku, hanya kepadaMu dan kematianku telah menghadangku maka aku persiapkan diriku untuk menghadap Mu, ya Allah aku pasrah kepada Mu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dari cerita dan jalan hidup saya yang akhirnya membawa saya dalam kondisi seperti sekarang ini adalah ketika pada pertengahan bulan Oktber 2008 ada pihak yang membuat laporan ke POLDA Bengkulu dilengkapi dengan beberapa berkas anatra lain : dokumen kontrak dan berkas penawaran dari salah satu perusahaan yang mengikuti tender. Setelah itu POLDA Bengkulu menurunkan tim (Ditreskrim, unit III) untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan semua dokumen dan barang bukti yang diduga berkaitan denga kasus ini disita. Dari sinilah awal penderitaan saya, selama ini saya selalu berusaha untuk taat azas hukum dan taat norma sosial, sekarang harus berurusan dengan hukum dan hebatnya saya disangka melakukan pelanggaran hukum yaitu melakukan tindak pidana korupsi uang negara sebesar Rp. 228.965.510 (Dua ratu dua puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh lima ribu lima ratus sepuluh rupiah) , ini merupakan jumlah yang sangat fantastis bagi saya yang hanya PNS golongan IV.&lt;br /&gt;Terus terang masalah ini adalah hal yang sangat saya takutkan karena bagi saya bukan baru kali ini saja saya menerima amanah sebagai pengelola kegiatan (PPTK dan Pimpro), seperti waktu-waktu sebelumnya komitmen saya adalah bekerja sebaik-baiknya sesuai peraturan perundangan yang berlaku, berdedikasi, bekerja serius dan jujur. Bagi saya amanah ini dari Allah dan bentuk penghargaan serta kepercayaan pimpinan kepada saya, karena untuk urusan pekerjaan prinsip saya adalah bahwa saya tidak akan meminta-minta pekerjaan akan tetapi apabila pekerjaan sudah dipercayakan kepada saya pantang bagi saya untuk mudur atau menyerah. Saya menyadari bahwa semua pekerjaan mengandung resiko sebagai konsekuensinya jabatan yang di emban, akan tetapi tidak semestinya semua akibat atau resiko ini saya menanggung sendiri, perlu disadari, bahwa saya tidak bekerja sendirian, saya bukan tukang sate, saya bukan instrumen “One body” karena saya bekerja dalam sebuah sistem dan saya hanyalah salah satu unsur atau bagian dari sistem itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saya diperiksa oleh Ditreskrim POLDA Bengkulu sebagai saksi hingga tersangka dan akhirnya menjadi terdakwa yang ditatapkan oleh Kejaksaan, saya merasakan tekanan yang luar biasa baik lahir maupun batin. Saya membutuhkan energi luar biasa terutama mengkondisikan keluarga khususnya anak-anak saya untuk menghadapi msalah sebesar ini. Saya sangat bersyukur mempunyai suami dan anak-anak yang dapat memahami, saya mempunyai 3 orang anak, anak pertama (Dhiar Nugraha Perwira) mahasiswa UGM jurusan Hubungan Internasional, dia sudah cukup dewasa bisa berfikir rasional dan logis, bahkan ketika tahu bahwa saya harus segera masuk ke LAPAS (melalui telepon) dia menasehati saya “mama harus kuat, ini sebuah proses untuk menuju ending dan setelah itu mama akan menjadi manusia yang merdeka” anak kedua saya (Dimas Sefitra Untara Bhakti) adalah pelajar SMA Kelas III yang sedang menghadapi ujian, dia seorang olahragawan, selalu berfikir sportif. Maka dengan keyakinan yang luar biasa selalu setia mendampingi, memberi semangat dan berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan ibunya. Anak ketiga saya (Dinda Annisa Hamaswani) adalah seorang gadis kecil (10 tahun) yang manja tetapi mandiri, dialah yang memberi energi yang luar biasa kepada saya untuk tetap bertahan dan bersemangat dalam menghadapi cobaan berat ini, bahkan anak saya ini menjadi “Super Girl” dan selalu memberi inspriasi kepada saya.&lt;br /&gt;Disamping itu saya sangat bersyukur dilahirkan dari orang tua yang hebat dan mendidik kami dalam kasih sayang, kearifan, kejujuran, peduli sesama dan tidak pernah mengajarkan kepada kami untuk mengejar harta dan kekayaan bahkan seluruh harta warisan (dengan kesepakatan ahli waris yang lain) disumbangkan/diwakafkan untuk pembangunan Rumah Sakit Islam “Muhammadiyah” (di Jatinom, Klaten. Jawa Tengah). Jadi sesuatu yang sangat naif seandainya saya lakukan hal yang tercela, saya tidak berniat menghianati cita-cita dan harapan orang tua dan tidak melakukan tindakan untuk memperkaya diri sendiri dengan jalan mengambil sesuatu yang bukan menjadikan hak saya apalagi korupsi uang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian saya menghadapi semua ini karena saya berkeyakinan bahwa hukum harus ditegakkan, kebenaran harus dibuktikan dan dengan memohon ridho dari Allah saya menghadapi dan mengikuti proses hukum yang sangat panjang dan melelahkan selama ±2 tahun bukan hal yang mudah bagi saya dan keluarga.&lt;br /&gt;Demikian pula ketika pertama kali kaki saya melangkah ke LAPAS hancur seluruh harga diri, nilai, dan moral yang selama ini saya bangun, saya tidak lagi memiliki keberanian untuk mempertahankan eksistensi diri saya sendiri dan saya tidak bisa lagi untuk mengaktualisasikan diri. Dalam kondisi seperti ini saya hanya bisa berdo’a kepada Allah sebagaimana do’a Nabi Yusuf  ketika harus dipenjara karena Fitnah yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an dalam Surat Yusuf Ayat 33.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi Pegawai negeri Sipil (PNS) sudah lebih dari 20 tahun, saya berkarir mulai dari bawah, dengan kemampuan yang ada pada diri saya, komitmen, dedikasi, totalitas kerja, semangat belajar yang kuat serta kejujuran saya dapat melaksanakan tugas dengan baik, bahkan saya menjadi “think thank” dan saya menjadi tempat curhat bagi teman-teman. Setelah bertahun-tahun saya bekerja maka pada tahun 2005 saya dilantik menjadi Kepala Sub Dinas Pelayanan Informasi, akan tetapi semua tanggung jawab, tugas  pokok dan fungsi berakhir ketika pada bulan Desember 2008 saya di non jobkan, praktis saya menjadi pengangguran karena faktanya selama non job dan berstatus sebagai tersangka, saya tidak pernah mendapatkan tugas/pekerjaan yang berarti, ilmu saya, pengalaman kerja saya, potensi yang ada pada diri saya dinafikkan, akan tetapi sebagai abdi negara dan aparat pemerintah dalam kondisi seperti itu saya tetap ke kantor dan tidak pernah mungkir.&lt;br /&gt;Selain di non jobkan, dari segi kepangkatan, saya juga dirugikan karena seharusnya pada pada bulan Oktober 2009 saya naik pangkat IV-b (tertunda satu tahun dan tidak tahu berapa tahun lagi) selain dari segi kepangkatan, dari segi finansial juga mengalami kerugian setelah saya di non jobkan dari jabatan sebagai kepala Sub Dinas Pelayanan Informasi, karena selama ini saya mendapatkan tunjangan jabatan struktural Eselon IIIa honor-honor dan tunjangan lainnya sebagai konsekuensi jabatan saya. Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi beban hidup saya terutama tanggung jawab kami selaku orang tua untuk membiayai anak yang sedang kuliah dan anak yang pada tahun ini ada yang mempersiapkan memasuk ke perguruan tinggi dan anak yang masih sekolah, namun demikian saya yakin bahwa Allah tidak tidur dan Dia maha mengetahui segala sesuatu dan Dia akan membuka pintu rezeki dari arah mana saja yang tidak di ketahui oleh hamba-Nya.&lt;br /&gt;Demikian juga ketika pada bulan Januari 2009 terjadi proses konvergensi (penggabungan) Dinas Infokom dengan Dinas perhubungan menjadi Dinas Perhubkominfo, posisi saya semakin tidak jelas, masalah yang terjadi seolah-olah menjadi persoalan pribadi saya tanpa advokasi, konseling apalagi donasi dari pihak lain, saya berjuang sendiri, menanggung malu sendiri dan menghadapai semua resiko sendiri padahal saya tidak menerima ataupun menikmati apapun, saya tidak korupsi uang negara karena saya lakukan adalah menjalankan tugas, bahkan persoalan (eks) Dinas Infokom yang belum terselesaikan menjadi tanggung jawab saya untuk penyelesaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ± 2 tahun saya mengikuti proses hukum dan pada waktu yang bersamaan saya lakukan intropeksi diri, tindakan yang bagaimana dan tindakan apa yang dikategorikan sebagai tindakan korupsi uang negara, apakah ini konsekuensi saya yang hanya bekerja dengan jujur?. Apapun yang saya lakukan dari segi administrasi dan hukum selalu berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dan dari segi moral spiritual saya selalu berorientasi kepada norma agama yang saya anut dan keluarga, saya berkomitmen agar apapun yang saya berikan untuk keluarga adalah sesuatu yang halalan toyyibah. Saya tidak pernah menerima gratifikasi atau fee dari pekerjaan ini. Apapun yang kami miliki hasil jerih payah kami, rumah perumnas yang kami miliki lunas 10 tahun yang lalu, kami berangkat ke tanah suci tahun 2003, kendaraan (yang sudah tidak layak) kami beli tahun 2004, saya tidak punya tabungan atau investasi apapun, karena saya mempunyai anak yang masih kuliah dan sekolah dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, meskipun saya dan suami saya adalah PNS, akan tetapi bisa di ukur dan dihitung penghasilan kami setiap bulannya, belum lagi kondisi saya sekarang ini, saya tidak bisa lagi mengekpresikan dan mengaktualisasi diri karena kondisi ini (karena selama ini saya sering sekali menjadi narasumber atau memberi materi di berbagai moment).&lt;br /&gt;Meskipun demikian saya tetap bersyukur kepada Allah, karena walaupun saya berada di dalam LAPAS  masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan suami dan anak-anak dalam keterbatasan yaitu 3 kali seminggu/20 menit dan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya saya sempatkan mengerjakan/mengajarkan PR untuk anak saya yang kecil, saya manfaatkan pula untuk membantu mengerjakan pekerjaan tangan dia dan masih banyak bisa saya lakukan untuk suami dan anak-anak saya, saya juga masih memiliki saudara, teman-teman, dan sahabat yang setia dan dukungan moril maupun materil dari keluarga besar “Yayasan Khamahasti” (yayasan yang kami bangun agar bisa berguna bagi sesama). Ada satu kesyukuran lagi yaitu ketika saya masih bisa berguna untuk orang-orang lain, saya bisa memberi motivasi kepada sesama tahanan dan napi termasuk salah seorang mualaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis hakim, yang mulia jaksa penuntut umum dan hadirin yang saya hormati sebagai makhluk sosial, saya juga melakukan interaksi dengan orang lain baik antar pribadi maupun dalam organisasi. Kebetulan saya aktif diberbagai organisasi formal maupun informal, saya mengelola lembaga pendidikan yaitu MDA (Madrasah Dinniyah Alisyah), TPQ dan TK yang yang bernaung di Yayasan  Darul Hikmah dan saya menjabat Ketua Yayasan dan saya juga dipercaya menjadi Ketua darma Wanita Sub Unit BKPMD Propinsi Bengkulu (karena istri ketua BKPMD  adalah pengurus organisasi politik). Di samping itu saya juga duduk dalam beberapa kepengurusan organisasi antara lain BKMT, Permata/Majelis Taklim, Gerakan Al Ma’un, Majelis Tafsir, PKK, Koperasi dan Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Umat serta berbagai organisasi lainnya. Banyak tugas dan tanggung jawab saya menjadi terhambat karena kasus yang saya hadapi, terlebih-lebih sampai dengan sekarang menjadi penghuni LAPAS, praktis tidak bisa berbuat apa-apa. Belum lagi penilaian orang terhadap masalah yang saya hadapi, saya harus berhadapan dengan berbagai macam penilaian orang terhadap saya sesuai dengan pemahaman dan asumsi mereka. Bagi  yang paham masalah saya tetap respek dan berfikir positif, akan tetapi ada juga juga yang kurang/tidak memahami dan mereka berpersepsi negatif atau bahkan sinis dan membenci, saya tidak dapat memaksa mereka untuk memahami masalah yang saya hadapi, semua itu hak mereka untuk menilai saya, akan tetapi yang jelas saya membutuhkan waktu, tenaga dan keberanian untuk megembalikan harga diri saya, semua saya sadari bukanlah hal yang mudah untuk kembali kepada kondisi awal, hanya dengan keyakinan yang ada karena Allah berkehendak atas segala sesuatu, Allah lah yang akan meolong saya dan Allah akan memuliakan hamba-Nya yang dikehendaki, hal itulah yang menjadikan saya pasrah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya mengikuti seluruh proses hukum dan yang terakhir mengikuti proses persidangan ini tumbuh kepercayaan bahwa majelis hakim akan mempertimbangkan dengan fakta persidangan, barang bukti, dokumen administrasi dan kesaksian dalam memutuskan perkara ini.&lt;br /&gt;Dalam kesepakatan ini memohon kepada Majelis Hakim memahami posisi saya dalam perkara ini dan memohon kepada semua pihak dapat memahami saya bahwa saya mempunyai keluarga yaitu suami dan anak-anak yang sangat membutuhkan kehadiran saya, terutama anak saya yang masih kecil (10 tahun), dimana secara psikologis dia harus menghadapi kenyataan yang melukai perasaannya, dia harus menyaksikan mamanya dibalik jeruji besi setiap kali dia menjenguk saya di LAPAS. Saya sudah kehilangan kemerdekaan dan ini merupakan satu-satunya penderitaan bagi saya. Selain itu saya juga memiliki pekerjaan dan karir yang saya rintis dari bawah dan sekarang hancur karena kasus ini dan saya tidak tahu apakah nantinya saya dapat merintis dan membangunkannya kembali mengingat status sebagai bekas nara pidana, apakah masih ada yang percaya bahwa saya punya potensi dan masih banyak lagi pertentangan yang menjadi beban pikiran saya.&lt;br /&gt;Saya pun memiliki kehidupan sosial yang selama ini harus saya tinggalkan dan saya juga tidak tahu dan tidak ada jaminan apakah saya masih dapat diterima ditengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim Yang Mulia &lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum, Para Penasihat Hukum dan Hadirin yang Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahapan/proses hukum dan tahapan terakhirnya adalah proses persidangan ini, dari sinilah harapan saya untuk dapat mengungkapkan kebenaran karena selama proses penyelidikan dan penyidikan saya tidak memiliki hak jawab/hak untuk menjelaskan secara detail. Saya sakin dalam forum peradilan inilah semua orang yang terlibat akan secara jujur menyampaikan fakta tanpa membawa asumsi apalagi apriori terhadap masalah ini, khususnya kepada saya. Khususnya kepada Majelis Hakim Yang Mulia dengan segala kerendahan hati dan dengan pertimbangan hukum, kemanusiaan dan psikologis, agar membebaskan saya secara murni dari jeratan hukum, mengeluarkan saya dari penjara yang sudah lebih 4 bulan membelenggu kemerdekaan saya dan memberikan hak kebebasan kepada saya agar segera kembali dapat membaktikan diri saya kepada keluarga, kembali kepada fungsi saya sebagai istri dari ibu yang shalehah, beri kesempatan kepada saya untuk kembali mengabdi sebagai abdi negara (PNS) maupun mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi ketulusan hati dan hidayah kepada kita semua dan memberi keberkahan pada usaha kita bersama, amin.&lt;br /&gt;“Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikanlah kesedihan ini awal kebahagiaan, sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram yang haqiqi dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan dan padamkan bara jiwa ini dengan air keimanan, tuanglah dengan kemenangan yang nyata ya rabb, tunjukanlah pandangan yang kebingungan ini dengan cahaya Mu, bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalanMu yang lurus, cukuplah Engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baiknya perlindungan dan penolong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wassalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh &lt;br /&gt;Hormat Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dra. Hj. Saptanti Nugrohowati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-4665953389887853294?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/4665953389887853294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/10/nota-pembelaan-diri-dalam-perkara-no.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/4665953389887853294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/4665953389887853294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/10/nota-pembelaan-diri-dalam-perkara-no.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-5328767894372482882</id><published>2010-09-05T19:38:00.000-07:00</published><updated>2010-09-05T19:39:13.374-07:00</updated><title type='text'>PANTUN PANTUNAN</title><content type='html'>Makan Jengkol Perut Melilit&lt;br /&gt;Doyan Miscall pulsa dikit..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah kedondong Buah atep&lt;br /&gt;Dulu bencong sekarang tetepp ..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit kaki ditikam jeruju &lt;br /&gt;Jeruju ada didalam paya &lt;br /&gt;Sakit hati memandang susu &lt;br /&gt;Susu ada dalam kebaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang…aq kangen ma kamu…&lt;br /&gt;ditelpon ga bisa..&lt;br /&gt;sms ga bls..&lt;br /&gt;hp ga aktif..&lt;br /&gt;tp aq lega menemukanmu tersenyum di uang kertas Rp.500,-&lt;br /&gt;kayaknya kamu sehat2 aja…hehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-5328767894372482882?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/5328767894372482882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/09/pantun-pantunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5328767894372482882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5328767894372482882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/09/pantun-pantunan.html' title='PANTUN PANTUNAN'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-6975095010613996805</id><published>2010-09-05T19:29:00.000-07:00</published><updated>2010-09-05T19:35:14.538-07:00</updated><title type='text'>PUISI ANAK-ANAK</title><content type='html'>KEKECEWAAN PETANI&lt;br /&gt;Kau menanam padi susah payah&lt;br /&gt;Walau harus berjemur di sawah&lt;br /&gt;Tapi kau tidak takut kalah&lt;br /&gt;Dengan tikus-tikus sawah&lt;br /&gt;Walau hasil panen harus dijual murah&lt;br /&gt;Tapi tekadmu tidak akan goyah&lt;br /&gt;Sungguh besar jasamu petani&lt;br /&gt;Kau memanen padi dengan ani-ani&lt;br /&gt;Kau pergi ke sawah setiap hari&lt;br /&gt;Walau kau harus pergi pagi-pagi&lt;br /&gt;Jika kau panen kau juga berbagi&lt;br /&gt;Terima kasih atas jasa petani&lt;br /&gt;CINTA KEBERSIHAN&lt;br /&gt;Mari teman, mari kemari&lt;br /&gt;Kita singsingkan lengan baju&lt;br /&gt;Kita bersihkan rumah&lt;br /&gt;Kita bersihkan lingkungan&lt;br /&gt;Kita jaga selalu kebersihan&lt;br /&gt;Jangan biarkan sampah berserakan&lt;br /&gt;Buanglah sampah pada tempatnya&lt;br /&gt;Kita cinta kebersihan&lt;br /&gt;Rumah bersih nyaman&lt;br /&gt;Lingkungan bersih sehat&lt;br /&gt;DESAKU&lt;br /&gt;Desaku, tempat kudilahirkan&lt;br /&gt;Dan tempat kudibesarkan&lt;br /&gt;Kelestarian lingkungannya&lt;br /&gt;Sangat indah dan menawan&lt;br /&gt;Membuat orang tak bosan memandang&lt;br /&gt;Desaku sangat damai&lt;br /&gt;Tidak ada keributan&lt;br /&gt;Warganya rukun dan saling menyayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : M.Afif Kurniawan, siswa kelas IV Salman SDIT Al Furqon Palembang&lt;br /&gt;Mama&lt;br /&gt;Mama….Engkau sungguh cantik seperti putri&lt;br /&gt;Engkau telah mempertaruhkan nyawamu&lt;br /&gt;Andai aku sudah besar&lt;br /&gt;Kan kurawat engkau seperti engkau merawatku&lt;br /&gt;Engkau bagai peri di atas langit yang berkilauan&lt;br /&gt;Kupetik bunga mawar putih sebagai tanda&lt;br /&gt;cintaku untukmu….&lt;br /&gt;(Karya : Thalita Tami,Siswa Kelas IV SDIT Al Furqon Palembang)&lt;br /&gt;Ayah dan Ibu&lt;br /&gt;Ibu….&lt;br /&gt;Engkau telah mempertaruhkan dua nyawamu&lt;br /&gt;atau engkau akan kehilanganku&lt;br /&gt;dan ayah….&lt;br /&gt;Engkau telah membantu ibuku merawatku,&lt;br /&gt;mendidikku, dan membesarkanku&lt;br /&gt;Terima kasih atas segala kehormatan kalian&lt;br /&gt;untuk menjadikanku anakmu&lt;br /&gt;Oh….&lt;br /&gt;Ibu dan ayah….&lt;br /&gt;Aku sangat berterima kasih kepadamu&lt;br /&gt;Maafkan aku bila aku salah padamu&lt;br /&gt; Karya : Tami, Siswa Kelas IV Ali SDIT Al Furqon Palembang&lt;br /&gt;Bunga Mawar&lt;br /&gt;Bunga mawar…&lt;br /&gt;Kau berwarna merah&lt;br /&gt;Aku sangat menyukaimu&lt;br /&gt;tetapi durimu tajam&lt;br /&gt;Mawar….&lt;br /&gt;Kau berbau harum&lt;br /&gt;mempesona….&lt;br /&gt;Ketika aku lupa menyirammu&lt;br /&gt;kau layu&lt;br /&gt;aku menangis….&lt;br /&gt;Karya : M. Irfan Zaky (Siswa Kelas IV SDIT Al Furqon Palembang)&lt;br /&gt;1. Pena Hitam&lt;br /&gt;Ayam mencuat kokok di kala pagi&lt;br /&gt;Sang mentari bangun meyejukkan hati&lt;br /&gt;Membawa daku ingin mandi&lt;br /&gt;Hasrat pun tak terbendung&lt;br /&gt;Membawa maksud untuk mengepung&lt;br /&gt;Berbagai ilmu yang menggunung&lt;br /&gt;Ke sekolah daku berangkat&lt;br /&gt;Tak lupa tas aku angkat&lt;br /&gt;Pena hitam pun ikut mangkat&lt;br /&gt;Dan kugoreskan dengan singkat&lt;br /&gt;Daku ingin dapat cepat&lt;br /&gt;Tidak mau dengan lambat&lt;br /&gt;Pena hitam mengubah nasib&lt;br /&gt;dengan makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak Untuk Tidur&lt;br /&gt;Hai kawan waktu sudah beranjak malam&lt;br /&gt;Ayo kita tidur, mata sudah mulai sayu&lt;br /&gt;Sang mata sudah berbisik berkata&lt;br /&gt;pejamkan aku, aku mau tidur teman !&lt;br /&gt;Bersiaplah untuk berlomba esok hari&lt;br /&gt;Pak guru sudah menanti&lt;br /&gt;Ilmu baru pun akan di dapati&lt;br /&gt;Selamat tidur kawan, pejam, pejamlah sang mata.&lt;br /&gt;Besok kita akan bertempur&lt;br /&gt;4. Sepertiga Akhir Malam&lt;br /&gt;Kubuka pintu depan rumah&lt;br /&gt;Kusaksikan langit begitu berkilauan&lt;br /&gt;Dihiasi gugusan bintang&lt;br /&gt;Hati pun nampak senang&lt;br /&gt;Sungguh udara dan pikiran begitu lengang&lt;br /&gt;Di sepertiga akhir malam&lt;br /&gt;Kulawan dan kukalahkan udara dingin&lt;br /&gt;Air wudlu pun menembus membasahi kulitku&lt;br /&gt;Dalam sujudku kupanjatan doa kehadiratMu&lt;br /&gt;Jadikanlah bangsa ini,&lt;br /&gt;Bangsa yang aman ,tenteram&lt;br /&gt;dan sejahtera&lt;br /&gt;Bangsa yang menghidupkan&lt;br /&gt;akhir sepertiga malam itu&lt;br /&gt;5. Taman Surga&lt;br /&gt;Saat tatapan mata memandang lepas&lt;br /&gt;Wujud ciptaanNya di dunia&lt;br /&gt;Berdegup hati ini berkata,&lt;br /&gt;Sungguh mempesona tak ada duanya&lt;br /&gt;Ku bayangkan dan kuresapi siapa gerangan&lt;br /&gt;Membuat sama sedemikian rupa&lt;br /&gt;Hati semakin berdegup seraya menangis&lt;br /&gt;teringat dan terngiang, seperti apa&lt;br /&gt;taman surga berada&lt;br /&gt;Meratap dan menangis kembali hati ini&lt;br /&gt;Mengingat janji Tuhan&lt;br /&gt;Hanyalah mereka manusia pilihan&lt;br /&gt;Yang jauh dari perbuatan nista dan angkara murka&lt;br /&gt;Yang akan menjadikan mereka penghuni taman surga&lt;br /&gt;kekal selamanya&lt;br /&gt;Oh, Tuhan walau seribu jalan berliku&lt;br /&gt;Berikanlah petunjukMu pada langkah kaki ini&lt;br /&gt;Agar hambaMu termasuk ke dalam golongannya&lt;br /&gt;6. Mentari&lt;br /&gt;Hai mentari pagi&lt;br /&gt;Hari ini kau datang tampak cerah sekali&lt;br /&gt;Engkau datang tiap hari&lt;br /&gt;Untuk sumber energi pribumi&lt;br /&gt;Semua orang berlari pagi&lt;br /&gt;Untuk menyehatkan diri&lt;br /&gt;Tanpa kau, hai mentari&lt;br /&gt;Di seluruh bumi ini&lt;br /&gt;Akan mati tiada lagi&lt;br /&gt;7. Pengemis-Pengemis Kecil&lt;br /&gt;Ditengah persimpangan warna warni&lt;br /&gt;Di banyak kerumunan besi berasap&lt;br /&gt;Tersaksikan tangan tangan kecil menengadah&lt;br /&gt;Meminta belas kasihan pada sang raja jalanan&lt;br /&gt;Bertalu talu berada di bawah mentari&lt;br /&gt;Menahan hausnya rintihan hati&lt;br /&gt;Mengharap ada yang memberi&lt;br /&gt;Tak pernah lusuh walau dilakukan setiap hari&lt;br /&gt;Sungguh, membenakan hati dirimu itu terlukiskan&lt;br /&gt;Namun siapa gerangan bisa berbuat&lt;br /&gt;Tuk’membalikkan telapak tangan&lt;br /&gt;tentang keberadaanmu itu berada&lt;br /&gt;8. Indah Nian Desaku&lt;br /&gt;Kulihat sawah membentang&lt;br /&gt;Warna hijau bagai permata alam&lt;br /&gt;Ku coba telusuri jalan&lt;br /&gt;Akankah tetap begitu ?&lt;br /&gt;Kuingin tetap begini&lt;br /&gt;Terlihat apa adanya&lt;br /&gt;Kuingin tetap begitu&lt;br /&gt;Terlihat kenyataannya&lt;br /&gt;Mentari mulai tenggelam&lt;br /&gt;Dan…akupun tetap disini&lt;br /&gt;Menikmati alam yang ada&lt;br /&gt;Anugrah dari yang kuasa&lt;br /&gt;Oh…..alam desaku&lt;br /&gt;……aman dan damai&lt;br /&gt;Oh…..alam desaku&lt;br /&gt;……lestarikanlah&lt;br /&gt;9. Berteman Dengan Gempa&lt;br /&gt;Seribu jalan di bumiku itu telah merekah&lt;br /&gt;Laut pun juga ikut tumpah&lt;br /&gt;Manusia Indonesia menggeliat&lt;br /&gt;Menggeliat ke angkasa dan ke dalam bumi&lt;br /&gt;Rumahpun ambil bagian tuk beterbangan&lt;br /&gt;Bagaikan burung yang mengangkasa&lt;br /&gt;di udara lepas&lt;br /&gt;Nuansa jauhari bumi Indonesia pun&lt;br /&gt;menghilang ditelan kejamnya keuatan alam&lt;br /&gt;Apa yang akan kau tangisi ?&lt;br /&gt;Bila memang begitu adanya&lt;br /&gt;Apakah bubur itu&lt;br /&gt;bisa kau jadikan nasi ?&lt;br /&gt;Tidak !, Sang Khalik memang sudah&lt;br /&gt;menakdirkan semua harus terjadi&lt;br /&gt;agar kita bertaulan, dan tidak berseteru&lt;br /&gt;dengan Sang Gempa.&lt;br /&gt;10. Berguru Pada Semut&lt;br /&gt;Hitam, merah berjalan merayap&lt;br /&gt;Menyelinap mencari celah&lt;br /&gt;Mencari makan.&lt;br /&gt;Hitam dan merah tak pernah gerah&lt;br /&gt;Menjunjung makanan bersama sama&lt;br /&gt;Membawa masuk ke istana raja.&lt;br /&gt;Berpesta bersama dalam semangat&lt;br /&gt;yang tetap mempesona.&lt;br /&gt;11. Istana Langit&lt;br /&gt;Memandang ke angkasa lepas&lt;br /&gt;biru,putih bahkan abu-abu&lt;br /&gt;warnamu menampakkan&lt;br /&gt;Tak terbayang jika manusia&lt;br /&gt;berpijak di atasnya&lt;br /&gt;Apa yang akan dirasa,&lt;br /&gt;senang, gembira pasti bahagia disana.&lt;br /&gt;Memang manusia tak berhak tinggal&lt;br /&gt;Apalagi tidur di istana langit&lt;br /&gt;Hanya Tuhan sang pencipta alam&lt;br /&gt;Yang menguasai jagad raya,&lt;br /&gt;Yang bersemayam didalamnya&lt;br /&gt;Untuk mengatur kehidupan ini&lt;br /&gt;sampai kiamat nanti tiba&lt;br /&gt;12. Andaikan Boleh Meminta&lt;br /&gt;Teringat pesan ibu di hari minggu&lt;br /&gt;saat bus aku tunggu&lt;br /&gt;Dik, jika ayah pulang&lt;br /&gt;kamu ingin apa ?&lt;br /&gt;Aku tidak menjawab, diam&lt;br /&gt;Dik, kamu mau apa ?&lt;br /&gt;Aku masih diam, tak menjawab&lt;br /&gt;Dan ibu pun bosan bertanya&lt;br /&gt;Saat duduk di atas bus tua yang pengap&lt;br /&gt;Aku tetap tak menjawab&lt;br /&gt;Aku hanya bicara pada ibu aku ingin&lt;br /&gt;belaian kasih sayang ayah dan ibu&lt;br /&gt;sampai matahari terbit dari barat&lt;br /&gt;13. Dialah Batu&lt;br /&gt;Besar, kecil,hitam dan putih&lt;br /&gt;engkau menampakkan&lt;br /&gt;Orang akan memukulmu bila kau&lt;br /&gt;membangkang&lt;br /&gt;Dan kau dilempar ,bila orang itu kesal&lt;br /&gt;Sungguh malang keberadaanmu&lt;br /&gt;Hanya tukang batu yang mengerti kamu.&lt;br /&gt;14. Sinar Mentari Pukul Sepuluh Pagi&lt;br /&gt;Pukul sepuluh pagi aku berdiri&lt;br /&gt;berjalan dan lalu berlari,&lt;br /&gt;di bawah sinar mentari.&lt;br /&gt;Panasnya menusuk kulitku,&lt;br /&gt;dan menyilaukan mataku,&lt;br /&gt;namun tenang menembus hatiku.&lt;br /&gt;Ingin ku utarakan semua&lt;br /&gt;biar dunia tahu,&lt;br /&gt;aku bangga sebagai makhlukNya!&lt;br /&gt;Terima kasih,Tuhan&lt;br /&gt;Kau masih biarkan aku terbangun hari ini&lt;br /&gt;Kau masih ijinkan hidungku bernafas hari ini&lt;br /&gt;Kau masih memberikanku hidup hari ini&lt;br /&gt;Sehingga aku masih dapat menikmati&lt;br /&gt;karuniaMu yang terindah&lt;br /&gt;dalam permata yang terus bersinar&lt;br /&gt;15. Aku ingin sehat&lt;br /&gt;Badan kurus kering kerontang&lt;br /&gt;tak nafsu makan&lt;br /&gt;Bagaikan bunga-bunga kering&lt;br /&gt;yang beterbangan&lt;br /&gt;Pagi hari yang indah&lt;br /&gt;Harus bangun tanpa gundah&lt;br /&gt;Tinggalkan kelana&lt;br /&gt;Memutar badan berolahraga&lt;br /&gt;Minum dan makan membahana&lt;br /&gt;Menggapai tubuh sehat maha sempurna&lt;br /&gt;16. Puzzle Ajaib&lt;br /&gt;Di tempat teduh nan rindang&lt;br /&gt;bersama teman ku belajar&lt;br /&gt;Bila ku bosan dan lelah&lt;br /&gt;Puzzle ajaib ku mainkan&lt;br /&gt;Memutar otak ke kiri dan ke kanan&lt;br /&gt;Meski pusing namun asyik&lt;br /&gt;dan pintar ku dapatkan&lt;br /&gt;Puzzle ajaib teman baik ku&lt;br /&gt;Selalu setia menemaniku&lt;br /&gt;Dalam langkah langkah kecilku&lt;br /&gt;Menggapai impian yang masih&lt;br /&gt;saja termangukan&lt;br /&gt;17. Mendera Sakit&lt;br /&gt;Dua bersaudara laki –laki semua&lt;br /&gt;Meratap kepedihan di tengah perjalanan usia&lt;br /&gt;Tak menahu kenapa tidak terjadi pada semua&lt;br /&gt;Menahan keluh setiap saat&lt;br /&gt;Karena hidup bersemayam menyatu&lt;br /&gt;dengan mala yang tak kunjung sirna&lt;br /&gt;Dia mengerti bahkan memahami&lt;br /&gt;Tuhan adalah adil dan tak akan&lt;br /&gt;menyirnakan harapan di batas sisa umurnya&lt;br /&gt;yang terus berjalan&lt;br /&gt;Keinginan satu yang terus merayap di tubuhnya&lt;br /&gt;Dia tak ingin terlalu lama&lt;br /&gt;berseteru dengan mala itu&lt;br /&gt;Bahkan tetap meminta&lt;br /&gt;mohon syafaatNya&lt;br /&gt;tuk menjulangkan citanya&lt;br /&gt;di atas sisa umur yang terberi&lt;br /&gt;18. Irama Nusantara&lt;br /&gt;Meliuk, membentang, dan menggejola&lt;br /&gt;Perihalmu menampilkan&lt;br /&gt;Pabila satu, pabila dua, pabila tiga&lt;br /&gt;Itu pastilah berbeda&lt;br /&gt;Sedikit orang yang memperlihatkan&lt;br /&gt;Apalagi mengerti perihalmu beda itu&lt;br /&gt;Tak sedikit darah yang ditumpahkan&lt;br /&gt;ataupun harta dikobarkan&lt;br /&gt;Tuk menebus gejolak iramamu itu&lt;br /&gt;Memang hanya satu yang dapat&lt;br /&gt;meredam ,meluluh, bahkan menyirnakan&lt;br /&gt;Pabila persatuan tertancapkan di irama nusantaramu&lt;br /&gt;19. Lurus Tajam&lt;br /&gt;Berkelok-kelok itu&lt;br /&gt;pasti ada yang ke kiri dan ke kanan&lt;br /&gt;Namun bila lurus&lt;br /&gt;takkan pernah menemuimu&lt;br /&gt;baik kiri maupun kanan&lt;br /&gt;itulah hendaknya ditempuh&lt;br /&gt;Singkat, cepat, dan ringan,&lt;br /&gt;Lakukanlah bila ingin menemui-Nya&lt;br /&gt;20. Puisi Dari Bunda&lt;br /&gt;Bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku&lt;br /&gt;Tapi semakin lama kuamati&lt;br /&gt;Seyuman bunda adalah puisi&lt;br /&gt;Tatapan bunda adalah puisi&lt;br /&gt;Teguran bunda adalah puisi&lt;br /&gt;Belaian dan doanya adalah puisi cinta&lt;br /&gt;Yang disampaikan padaku&lt;br /&gt;Tak putus putus&lt;br /&gt;Tak putus putus&lt;br /&gt;Bahkan bila kutidur&lt;br /&gt;21. Tuhanku Aku Mengadu&lt;br /&gt;Aku kecil di kala dulu berada&lt;br /&gt;Tak satupun tahu hasrat yang kusimpan&lt;br /&gt;Di saat waktu terus berputar&lt;br /&gt;Di kala usia bertambah angka&lt;br /&gt;Tuhan bolehkah aku bicara padamu ?&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah besar&lt;br /&gt;Detik demi detik kulewati bersamaMu&lt;br /&gt;Senang dan sedih kulalui dengan mengenalMu&lt;br /&gt;Tuhan aku punya hasrat&lt;br /&gt;HambaMu punya timbunan cita –cita&lt;br /&gt;Wujudkanlah di kala aku besar nanti&lt;br /&gt;Tuhan, ku percaya engkaulah pengatur jagad raya&lt;br /&gt;penentu segala takdir ini&lt;br /&gt;22. Mu’jizat Di Atas Doa&lt;br /&gt;Segudang harapan manusia&lt;br /&gt;tersimpan dalam kata – kata&lt;br /&gt;Terpanjatkan bersama untaian suara&lt;br /&gt;yang berisi harapan tuk kehidupan&lt;br /&gt;Untukmu para siswa Indonesia,&lt;br /&gt;untaian harapanmu tersimpan dalam doa.&lt;br /&gt;Terus dan teruslah berdoa&lt;br /&gt;mendekatlah kepada sang pencipta&lt;br /&gt;Kuasa ada bersamaNya&lt;br /&gt;Tak perlu kau resah&lt;br /&gt;pabila harapan tidak terwujudkan&lt;br /&gt;Janganlah berputus asa dan tetap berdoa&lt;br /&gt;karena doa adalah mu’jizatNya&lt;br /&gt;23. Alamku Surgaku&lt;br /&gt;Zamrud khatulistiwa, kau adalah surga&lt;br /&gt;Fenomena alam Indonesia begitu menawan&lt;br /&gt;Orang Arab sering berkata&lt;br /&gt;oh Indonesia, ini adalah surga dunia,&lt;br /&gt;tempat tak ada dua di dunia&lt;br /&gt;Namun mengapa alam surgaku mulai hilang&lt;br /&gt;mulai terkikis oleh hingar – bingarnya dunia&lt;br /&gt;dan juga kejamnya nafsu manusia&lt;br /&gt;Oh Tuhan janganlah kau ambil alam surgaku&lt;br /&gt;dan sadarkanlah kami untuk membelainya dengan penuh kasih sayang&lt;br /&gt;24. Alam&lt;br /&gt;Mengapa engkau tak tersenyum cerah&lt;br /&gt;Manusia, hewan, tumbuhan&lt;br /&gt;menantimu setiap nafas&lt;br /&gt;Alam, janganlah marah&lt;br /&gt;janganlah engkau bosan&lt;br /&gt;Engkau tempat berpijak semua makhluk.&lt;br /&gt;Alam janganlah kau enggan bersahabat&lt;br /&gt;dengan semua makhluk&lt;br /&gt;terutama manusia di dunia&lt;br /&gt;Kalau memang manusia berbuat dosa&lt;br /&gt;tunjukkanlah yang terbaik ya Allah.&lt;br /&gt;Mohon ampun segala dosa….&lt;br /&gt;Bencana gempa di mana-mana&lt;br /&gt;Membuat manusia harus ingat kepadaMu&lt;br /&gt;25. Kemerdekaan Indonesia&lt;br /&gt;Aku bisa tertawa&lt;br /&gt;Aku bisa bergaya&lt;br /&gt;Aku bisa berpesta&lt;br /&gt;Aku bisa tamasya&lt;br /&gt;Karena Indonesia telah merdeka&lt;br /&gt;Kemerdekaan yang mahal harganya&lt;br /&gt;yang tak dapat diukur dengan harta&lt;br /&gt;sekalipun segunung, sepulau bahkan sebenua&lt;br /&gt;Kini kewajibanku sebagai anak bangsa&lt;br /&gt;Belajar tekun untuk membangun bangsa&lt;br /&gt;Agar nanti menjadi negara yang kaya raya&lt;br /&gt;Aku ingin….&lt;br /&gt;Pahlawan yang telah gugur dahulu&lt;br /&gt;dapat tertawa lega melihat anak cucunya bahagia&lt;br /&gt;Mereka dapat tidur nyenyak di sisi-Nya&lt;br /&gt;26. Kekeringan&lt;br /&gt;Di daerahku mengalami kekeringan&lt;br /&gt;Pepohonan mulai layu dan daun berguguran&lt;br /&gt;Debu-debu beterbangan&lt;br /&gt;Orang orang pun kebingungan&lt;br /&gt;Pohon besar di hutan sudah jarang&lt;br /&gt;Air hujan pun menghilang&lt;br /&gt;Terjadilah kemarau panjang&lt;br /&gt;Di sana sini mencari air&lt;br /&gt;Kami bersyukur punya sumur masih air&lt;br /&gt;Orang-orang datang untuk meminta air&lt;br /&gt;Kuberi dengan ikhlas lahir batin&lt;br /&gt;Itu anugrah dari Sang Maha Adil.&lt;br /&gt;27. Rumah Impian&lt;br /&gt;Rumahku……&lt;br /&gt;Sawah hijau terbentang luas&lt;br /&gt;Gunung-gunung menjulang tinggi&lt;br /&gt;Yang selalu menemaniku di kala pagi&lt;br /&gt;Rumahku …..&lt;br /&gt;Sungai nan jernih sungguh mempesona&lt;br /&gt;Padang rumput penuh canda ria&lt;br /&gt;bocah-bocah gembala&lt;br /&gt;yang selalu membuatku terpesona&lt;br /&gt;Namun…..&lt;br /&gt;Kemanakah rumahku itu ?&lt;br /&gt;Hilang dalam waktu sekejab&lt;br /&gt;Berganti dengan pabrik-pabrik penuh asap&lt;br /&gt;Oh…. Apa ini hanya impian ?&lt;br /&gt;Walaupun ini hanya impian aku tetap akan terpesona&lt;br /&gt;28. Cahaya Dunia&lt;br /&gt;Di tengah kegelapan yang gulita&lt;br /&gt;Di antara orang-orang yang merambat mencari pegangan&lt;br /&gt;Di tengah orang tak tahu arah tujuan&lt;br /&gt;Di antara gulung-gulung ombak samudra yang siap&lt;br /&gt;menenggelamkan.&lt;br /&gt;Datanglah dewa penolong tepat saatnya&lt;br /&gt;Gemerlap sinar membahana ke seluruh dunia&lt;br /&gt;Kegelapan dunia sirnalah, berganti remang-remang&lt;br /&gt;dan kini jadilah terang benderang&lt;br /&gt;Kini semua orang jadi tahu&lt;br /&gt;mengapa, untuk apa, dan dari mana hidup ini terjadi&lt;br /&gt;Semua orang akhirnya hanya bersujud di hadapan Illahi&lt;br /&gt;yang telah menciptakan langit dan bumi&lt;br /&gt;Terima kasih para kyai yang telah mengajarkan kitab suci&lt;br /&gt;Terima kasih para bapak ibu yang sabar mendidik kami&lt;br /&gt;Terima ksih orang tuaku yang kujadikan teladan sejati&lt;br /&gt;Kaulah penerang duniaku yang abadi&lt;br /&gt;29. Bangunlah Ibu Pertiwiku&lt;br /&gt;Kami saksikan suasana luka lara&lt;br /&gt;menerpa Ibu Pertiwi&lt;br /&gt;Kami tak habis pikir&lt;br /&gt;Apa gerangan engkau bersedih&lt;br /&gt;Mengapa keadaanmu begitu mengkhawatirkan&lt;br /&gt;begitu mencemaskan&lt;br /&gt;Kami tahu kami begitu durhaka&lt;br /&gt;Tak pernah berbakti kepadamu&lt;br /&gt;Kerusakan, perpecahan, pertikaian&lt;br /&gt;,banyak kami lakukan&lt;br /&gt;Dan hanyalah maaf yang dapat kami pinta&lt;br /&gt;Selagi engkau masih mau menerima&lt;br /&gt;Di hati kami tak ada bisikan selain minta maaf ,&lt;br /&gt;dan menyaksikan engkau bangun&lt;br /&gt;melawan keruntuhan itu&lt;br /&gt;30. Bintang Masa Depan&lt;br /&gt;Di tengah keheningan malam&lt;br /&gt;Suasana begitu kelam dan mencekam&lt;br /&gt;Terpancar pesona menawan&lt;br /&gt;Seindah taman surga&lt;br /&gt;Di malam itu kau tidak tidur&lt;br /&gt;Kau hidup penuhi pesona langit&lt;br /&gt;Terangi hamparan bumi&lt;br /&gt;Keindahan dan kekuatanmu&lt;br /&gt;Begitu sempurna menawan hati&lt;br /&gt;Mencerahkan duka setiap insan&lt;br /&gt;Andaikan aku bermimpi di kala itu,&lt;br /&gt;perbolehkan aku bermimpi&lt;br /&gt;untuk menjadi sepertimu&lt;br /&gt;wahai sang bintang&lt;br /&gt;31. Suara Hati Untuk Bangsa Penjajah&lt;br /&gt;Menangis pedih hati ini teringat&lt;br /&gt;Merintih perih jiwa ini terngiang&lt;br /&gt;Masa masa di mana semua orang tak punya kebebasan&lt;br /&gt;Hari –Hari di kala semua tercengkal oleh aturan kejam&lt;br /&gt;Wahai bangsa penjajah dimana hati nuranimu?&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak mempunyai mata hati ?&lt;br /&gt;Dimana sebenarya rasa kemanusiaanmu berada ?&lt;br /&gt;Sungguh kejam kau perbuat waktu itu&lt;br /&gt;Manusia kau perlakukan seperti binatang&lt;br /&gt;Kau pekerjakan paksa orang – orang tak berdosa&lt;br /&gt;Mereka menangis, merintih , dan menahan keluh&lt;br /&gt;Dan kau diam saja lagi senang&lt;br /&gt;Memang,sudah sepantasnyalah engkau binasa dari muka bumi ini&lt;br /&gt;32. Candi Borobudur&lt;br /&gt;Hamparan susunan batu tertata apik&lt;br /&gt;Pahatan dan ukiran terbaik dari orang orang terpilih.&lt;br /&gt;Tak berbelok mata ini menatapnya&lt;br /&gt;Reliefmu begitu melegenda&lt;br /&gt;Oh, nenek moyangku sungguh kekuatanmu maha hebat waktu itu&lt;br /&gt;Kau torehkan tanpa pamrih usahamu&lt;br /&gt;Kau bangun peninggalan sejarah itu untuk keindahan dunia&lt;br /&gt;Kini kusaksikan hasil keikhlasanmu itu&lt;br /&gt;ada di depanku&lt;br /&gt;Terbesik dalam hati menyentuh stupa-stupamu.&lt;br /&gt;Sungguh warisan usahamu begitu membekas&lt;br /&gt;Semangat gotong royongmu bak kehidupan kerajaan semut&lt;br /&gt;Dan saatnyalah kini kau berikan contoh&lt;br /&gt;Kau berikan tauladan&lt;br /&gt;Agar kami bangkit membangun negeri ini&lt;br /&gt;33. Ayo Membaca&lt;br /&gt;Sesobek kertas telah diberikan&lt;br /&gt;Seuntai tulisan juga berada di dalamnya&lt;br /&gt;Duhai anak yang malang&lt;br /&gt;Kenapa engkau diam saja ?&lt;br /&gt;Kenapa kertas itu hanya kau simpan ?&lt;br /&gt;Sungguh banyak harapan terpendam&lt;br /&gt;Ilmu maha luas telah tertuliskan&lt;br /&gt;Namun sayang kau malas membaca&lt;br /&gt;Dunia begitu luas ilmu pun begitu terbentang&lt;br /&gt;Sungguh dunia telah berkata,&lt;br /&gt;Kau ingin tahu isiku ?&lt;br /&gt;Kau ingin mengerti apa tentang dunia ini ?&lt;br /&gt;Malang beribu malang kau malas membaca&lt;br /&gt;Duhai anak yang malang&lt;br /&gt;Bangkitlah sekarang&lt;br /&gt;Wawasan luas telah menantimu&lt;br /&gt;Lawanlah jiwa kotormu itu&lt;br /&gt;Tuk mencapai impianmu&lt;br /&gt;34. Surat Tuk Bapak Presiden&lt;br /&gt;Hari ini Indonesia merintih&lt;br /&gt;Berita demi berita hanyalah berisi kepedihan&lt;br /&gt;Begitu banyak rakyat menderita&lt;br /&gt;Sungguh berat beban hidup ini&lt;br /&gt;Bapak presiden kenapa sekolah ini mahal ?&lt;br /&gt;Kenapa banyak rakyat miskin tak bisa bersekolah&lt;br /&gt;Kenapa sembako dan BBM merangkak naik&lt;br /&gt;Sungguh pilu hati ini melihatnya&lt;br /&gt;Bapak presiden marilah kita gandengkan tangan,&lt;br /&gt;Rekatkan barisan , ambilah jalan yang terbaik&lt;br /&gt;Berilah kemudahan bagi siswa – siswi Indonesia&lt;br /&gt;Berilah kelapangan bagi rakyat – rakyat miskin&lt;br /&gt;Bapak presiden kami kan bersatu,&lt;br /&gt;tapi kuasa ada di tanganmu&lt;br /&gt;35. Sinar pelangi&lt;br /&gt;Kulewati jalan setapak menyusuri pantai&lt;br /&gt;di kala pagi buta meninggalkan bumi&lt;br /&gt;Kala itu gerimis kecil pun datang&lt;br /&gt;Datang menemani sang mentari bangun&lt;br /&gt;Aku lihat di seberang ufuk timur&lt;br /&gt;Bersama dinginnya tetesan embun&lt;br /&gt;Sinar pelangi melingkar merangkul menyinari bumi&lt;br /&gt;Betapa elok nan indah Tuhan kau ciptakan&lt;br /&gt;Tak ada dua bentuk yang menyamainya&lt;br /&gt;Sinarnya menorehkan hiasan langit di kala pagi&lt;br /&gt;Mengajak manusia menatap indah dunia&lt;br /&gt;Menggapai hasrat mencapai mimpi&lt;br /&gt;36. Manusia Sabang dan Merauke&lt;br /&gt;Ketika menunjuk ujung barat Indonesia&lt;br /&gt;Ketika menunjuk ujung timur Indonesia&lt;br /&gt;Mata ini tak lepas lepasnya membelalak&lt;br /&gt;mengikuti putaran irama yang sedang membiak&lt;br /&gt;Megah memang di sebelah barat&lt;br /&gt;namun lusuh mungkin di sebelah timur&lt;br /&gt;Lurus mungkin disebelah barat&lt;br /&gt;namun keriting tapi di sebelah timur&lt;br /&gt;Apa mau dikata dan siapa mau menyangka&lt;br /&gt;Sabang dan merauke adalah putih dengan hitam&lt;br /&gt;Namun Indonesia adalah abu-abu&lt;br /&gt;Dimana putih telah tumpah dengan hitam&lt;br /&gt;37. Kota Pendidikan&lt;br /&gt;Di tempat ini kami lahir&lt;br /&gt;Di tanah ini kami besar&lt;br /&gt;Sejarah bicara dan kami menyaksikan&lt;br /&gt;Kau tumbuh dengan timbunan pengalaman dan pengetahuan&lt;br /&gt;Dan kini kau wariskan pada kami anak bangsa&lt;br /&gt;Kota budaya, kota etika, kota pendidikan&lt;br /&gt;tersandangkan di tanahmu&lt;br /&gt;Bendera kalimat itu sulit&lt;br /&gt;memang dipertahankan&lt;br /&gt;Kini tersaksikan hanya segelintir saja&lt;br /&gt;yang berkibar di udara&lt;br /&gt;Apa ditanya ?, mengapa ini terjadi dan berbalik nyata ?&lt;br /&gt;Manusia Jogja ada dimana ?&lt;br /&gt;38. Lagu Hati Anak Difabel&lt;br /&gt;Tak tahu entah apa dirasa&lt;br /&gt;isi jiwaku tidaklah sesempurnamu&lt;br /&gt;Kau punyai kebahagiaan lengkap&lt;br /&gt;seindah kemolekan bunga&lt;br /&gt;Ku tahu itu pasti mempesona&lt;br /&gt;bagi siapa saja yang mampu&lt;br /&gt;merasa dan mendayanya&lt;br /&gt;Entah mengapa diri ini&lt;br /&gt;merintih dan mengiba pada keadaan&lt;br /&gt;Keadaan dimana aku tak sesempurnamu&lt;br /&gt;Aku hanyalah sisa kesedihan&lt;br /&gt;di mata orang lain&lt;br /&gt;Banyak orang tak merasuk ke jiwaku&lt;br /&gt;Dalam asa kepedihan ini&lt;br /&gt;Itu karena hanya aku yang mampu mendayanya&lt;br /&gt;Andaikan begitu adanya&lt;br /&gt;irama hati ini akan tetap bersujud syukur kepadaNya&lt;br /&gt;Dan tetap bangkit melawan rintihan jiwa yang menggejola&lt;br /&gt;39. Sepeda Tua&lt;br /&gt;Di kala pagi telah mencuri malam&lt;br /&gt;Sepeda penuh karat berkata&lt;br /&gt;adakah dikau mau mengayuhku ?&lt;br /&gt;Aku butuh semangatmu&lt;br /&gt;Rodaku telah menantimu&lt;br /&gt;tuk mengantarkan nalurimu&lt;br /&gt;kemanapun engkau ingin&lt;br /&gt;Jika jiwa itu telah pudar&lt;br /&gt;Bila hatimu itu sudah tidak merasa&lt;br /&gt;Apa diri akan kau temui nanti ?&lt;br /&gt;Tersaksikan oleh bisinngnya dunia&lt;br /&gt;Manusia telah enggan merengkuh rodaku&lt;br /&gt;Dan aku kini telah terasingkan&lt;br /&gt;Tergantikan dengan teman barumu yang bernama mesin&lt;br /&gt;40. Seperti Bintang&lt;br /&gt;Kutatap langit nan berkilau di kala malam&lt;br /&gt;Kusaksikan gugusan bintang begitu bercahaya&lt;br /&gt;Cahayanya begitu indah&lt;br /&gt;Sinarnya sungguh menggugah&lt;br /&gt;Oh, Bintang daku ingin seperti dikau&lt;br /&gt;Menjadi pelita terang di kala gelap&lt;br /&gt;Membuat penyejuk hati untuk setiap insan&lt;br /&gt;Oh, Tuhan sungguh kuasaMu begitu sempurna&lt;br /&gt;Engkau ciptakan hiasan maha sempurna&lt;br /&gt;Sebagai pelengkap dunia di kala kelam&lt;br /&gt;Sebagai permata berlian bagi setiap mata yang memandang&lt;br /&gt;Oh, Tuhan izinkanlah aku bersinar seperti bintang&lt;br /&gt;41. Air Hujan&lt;br /&gt;Engkau turun secara perlahan – lahan&lt;br /&gt;Butiranmu bisa kecil dan juga besar&lt;br /&gt;Suaramu begitu nyaring merasuk telinga&lt;br /&gt;Kadangkala engkau adalah teman manusia&lt;br /&gt;Teman di kala duka,teman di kala suka&lt;br /&gt;Permatamu bisa menyegarkan tanaman&lt;br /&gt;Tapi bisamu dapat menggegerkan dunia&lt;br /&gt;Di saat manusia rakus terhadap hutan&lt;br /&gt;Hutan dijadikan gundul,&lt;br /&gt;bak Pak Ogah berkepala botak&lt;br /&gt;Saat itu engkau turun sesukamu&lt;br /&gt;dan tahu rasa manusia saat itu&lt;br /&gt;42. Terima Kasih Ayah&lt;br /&gt;Kau yang sempat kulupakan&lt;br /&gt;yang sempat terabaikan&lt;br /&gt;Tak pernah ku memikirkanmu&lt;br /&gt;Bukan maksud hati mengutamakan Ibu&lt;br /&gt;Memang Ibu telah mengandungku,&lt;br /&gt;telah menimangku hingga aku besar&lt;br /&gt;Namun tetap engkau yang berjasa seperti Ibu.&lt;br /&gt;Tiada engkau aku tidak bersekolah&lt;br /&gt;tak bisa membeli makanan&lt;br /&gt;adik pun tak bisa beli mainan&lt;br /&gt;Oh, Ayah jasamu sungguh besar&lt;br /&gt;sama seperti Ibu yang telah mengasihiku&lt;br /&gt;Satu kata sekali lagi terima kasih ayah&lt;br /&gt;tetaplah semangat bekerja,&lt;br /&gt;ku menyayangimu.&lt;br /&gt;43. Serdadu Proklamasi&lt;br /&gt;Terngiang – ngiang sudah&lt;br /&gt;Puluhan tahun begitu membekas&lt;br /&gt;Semangatmu tertancap kuat hingga sekarang&lt;br /&gt;Tidak pernah terpikirkan&lt;br /&gt;Apa jadinya bila serdadu itu hilang&lt;br /&gt;Proklamasi tidak akan menggema&lt;br /&gt;Serdadu proklamasi tancapan kuat proklamasimu&lt;br /&gt;menorehkan barisan berapi – api&lt;br /&gt;Perjuangan itu menjalar hingga sekarang&lt;br /&gt;Kobaran nasionalismemu&lt;br /&gt;membawa bangsa ini hingga merdeka&lt;br /&gt;Oh, serdadu proklamasi&lt;br /&gt;maafkanlah kami,jika sekarang perjuangan itu&lt;br /&gt;tersendat bagaikan kereta yang macet&lt;br /&gt;44. Alamku Tidak Kaya Lagi&lt;br /&gt;Tidak habis pikir mata ini memandang&lt;br /&gt;Pesona keindahan alam begitu terbentang&lt;br /&gt;Barisan bukit – bukit nampak begitu indah&lt;br /&gt;Bentangan samudra nan kaya hasil laut,&lt;br /&gt;hamparan hutan begitu menyegarkan udara&lt;br /&gt;Namun kulihat kini dimana keberadaanmu ?&lt;br /&gt;Kenapa engkau semakin tiada&lt;br /&gt;Hutan – hutan banyak yang digunduli&lt;br /&gt;Laut – laut banyak yang tercemar&lt;br /&gt;Kawasan persapan banyak dijadikan perumahan&lt;br /&gt;Apakah memang bumi Indonesia telah rusak ?&lt;br /&gt;Wahai manusia Indonesia, Ada apa dengan sikapmu ?&lt;br /&gt;Kenapa kau di luar batas ?&lt;br /&gt;Perilakumu begitu menghancurkan alam ini&lt;br /&gt;Lihatlah, tataplah dan pandanglah&lt;br /&gt;Alam Indonesia kini sedang bersedih&lt;br /&gt;45. Kapal Layar&lt;br /&gt;Dunia begitu luas membentang singgasana&lt;br /&gt;Begitu bingung kita berjalan bila tidak tahu arah&lt;br /&gt;Luas bentangan samudra ombak menerpa&lt;br /&gt;Kapal layar merangkak mengikuti arus&lt;br /&gt;Banyak orang berada di dalamnya&lt;br /&gt;Begitu banyak bawaan di angkutnya&lt;br /&gt;Layarmu telah dibentangkan&lt;br /&gt;Anginpun siap menerpa membawamu pergi&lt;br /&gt;Nahkoda pintar telah berada bersamamu&lt;br /&gt;Hanya satu pesan sang ombak&lt;br /&gt;Perbaharuilah kapalmu&lt;br /&gt;karena aku akan terus menerjangmu&lt;br /&gt;46. Polusi&lt;br /&gt;Sesak, sesak, dan sesak aku bernafas&lt;br /&gt;Bau asap kendaraan begitu menyelimuti dunia&lt;br /&gt;Banyak sungai telah berteman dengan limbah pabrik&lt;br /&gt;Banyak pula orang menerbangkan sampah kesana – kemari&lt;br /&gt;Mau jadi apa dunia ini sekarang&lt;br /&gt;Semua sudah tak ‘da yang mengerti&lt;br /&gt;Semua sudah tak ‘da yang mau peduli&lt;br /&gt;Dunia serasa sudah tak punya arti&lt;br /&gt;Memang manusia, engkau adalah pembunuh terbesar&lt;br /&gt;Engkau adalah perusak terkuat&lt;br /&gt;Semuanya akan rusak, semuanya akan hancur&lt;br /&gt;Hanya karena satu ulahmu&lt;br /&gt;tidak mau berteman dengan alam&lt;br /&gt;47. Harimauku&lt;br /&gt;Begitu kencang, tegas, dan kuat cengkramanmu&lt;br /&gt;Menelusur luas nuansa hutan belantara&lt;br /&gt;Tak pernah suram ataupun galau dengan rintangan&lt;br /&gt;Kau bagaikan pahlawan di dalam kerajaan&lt;br /&gt;Harimauku, awas di depanmu ada singa !&lt;br /&gt;Harimauku, awas di depanmu ada macan !&lt;br /&gt;Kuatkan barisan kakimu !&lt;br /&gt;Bersiaplah dengan tenagamu !&lt;br /&gt;Harimauku, waspadalah singa itu akan mencuri buruanmu&lt;br /&gt;Harimauku, waspadalah macan itu akan mengejar rusa kesukaanmu&lt;br /&gt;Harimaku jangan pernah gentar melawan petir itu&lt;br /&gt;48. Sampah&lt;br /&gt;Begitu menggunung aku melihat kau berada&lt;br /&gt;Baumu menyengat begitu terasa&lt;br /&gt;Muntah, dan muntah aku melihatmu&lt;br /&gt;Kenapa kondisimu bisa seperti itu ?&lt;br /&gt;Memang engkau tidak salah&lt;br /&gt;Memang engkaulah yang benar&lt;br /&gt;Engkau bisa dioalah, engkau bisa dirubah&lt;br /&gt;Engkau memiliki potensi terpendam&lt;br /&gt;Wujudmu memang sampah dan manusialah yang salah&lt;br /&gt;Kau sering di lempar begitu saja&lt;br /&gt;Tanpa dipikirkan, tanpa dihiraukan&lt;br /&gt;Karena manusia senang bertindak tanpa otak&lt;br /&gt;49. Terbanglah Merpatiku&lt;br /&gt;Merpati sayapmu menari merajut awan&lt;br /&gt;Merpati sayapmu putih suci menawan&lt;br /&gt;Waktu terus mengalir bagai bengawan&lt;br /&gt;Merpati teruslah menari, teruslah kawan&lt;br /&gt;Mengapa matamu sayu&lt;br /&gt;Pelan kedipmu terhuyung huyung&lt;br /&gt;Samudera hidup masih merayu&lt;br /&gt;Merpati teruslah, teruslah mendayung&lt;br /&gt;Masihlah berwarna sang pelangi&lt;br /&gt;Masih ada merah masih ada jingga&lt;br /&gt;Masihlah kau harum mewangi&lt;br /&gt;Masihlah aku padamu bangga&lt;br /&gt;Hari esok sedang menunggu&lt;br /&gt;Hilangkan gundah, buang gerah&lt;br /&gt;Merpati bentangkan tawamu&lt;br /&gt;Usir gelisah dari jiwamu&lt;br /&gt;Jangan biarkan angin membawamu&lt;br /&gt;Tunjukkan pada semua wibawamu&lt;br /&gt;50. Kupu-Kupu Pun Mengerti&lt;br /&gt;Ketika kupu-kupu bergerak&lt;br /&gt;Mengikuti harumnya aroma bunga itu&lt;br /&gt;Ia tak tahu bahwa sekarang telah bisa terbang&lt;br /&gt;Menikmati indahnya awan angkasa&lt;br /&gt;Apakah kau mengerti dulu kau adalah ulat&lt;br /&gt;Dengan segala keganasanmu&lt;br /&gt;Kau makan daun daun muda kesayangan pak tani,&lt;br /&gt;dan kau sangat jijik , kotor lagi menakutkan&lt;br /&gt;Tapi sungguh ajaib Tuhan menciptakan&lt;br /&gt;Kau bekali dirimu dengan metamorfosa&lt;br /&gt;Dan kau tidak makan, menahan haus dan dahaga&lt;br /&gt;Di dalam kurungan hijau yang tergulung- gulung&lt;br /&gt;Ketika waktu tiba kau rubah dirimu jadi makhluk maha sempurna&lt;br /&gt;Berpenampilan molek dan menawan&lt;br /&gt;Membawa bahagia bagi siapa saja yang melihatnya&lt;br /&gt;51. Menyesal&lt;br /&gt;Bertahun – tahun sudah dunia bersamaku&lt;br /&gt;Bermacam – macam kealfaan di sandangku&lt;br /&gt;Tak peduli apakah itu putih atau hitam&lt;br /&gt;Semua tak terduga berjalan begitu saja&lt;br /&gt;Aku telah melakukan banyak khilaf&lt;br /&gt;Hanya kepadaMu lah aku kembalikan&lt;br /&gt;Hanya kepadaMu lah semuanya aku pasrahkan&lt;br /&gt;Ampun, ampun, dan ampunilah dosaku&lt;br /&gt;Ku menyesal !&lt;br /&gt;52. Pohon Jati&lt;br /&gt;Pohon jati kau berwibawa&lt;br /&gt;Tubuhmu besar, daunmu lebat&lt;br /&gt;Kau sangat bermanfaat bagiku&lt;br /&gt;Tetapi nasibmu sungguh malang&lt;br /&gt;Kau ditebang secara liar&lt;br /&gt;oleh orang yang tak peduli&lt;br /&gt;Pohon jati jasamu sungguh besar&lt;br /&gt;Kau mengurangi pemanasan global&lt;br /&gt;Pohon jati jasamu tak kulupakan&lt;br /&gt;53. Sekiranya Bukan Kalau&lt;br /&gt;Kalau seluruh laut bersatu&lt;br /&gt;alangkah besarnya laut&lt;br /&gt;Kalau seluruh pepohonan bersatu&lt;br /&gt;alangkah besarnya pohon&lt;br /&gt;Kalau pohon yang bersatu tumbang&lt;br /&gt;kedalam laut yang bersatu&lt;br /&gt;alangkah besarnya gelombang&lt;br /&gt;Kalau Indonesia berada didalamnya&lt;br /&gt;Hore!&lt;br /&gt;54. Untukmu Kartiniku&lt;br /&gt;Masa penjajahan membelenggu bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Masa penindasan begitu mencekal rakyat&lt;br /&gt;Tak ada kebebasan pada waktu itu&lt;br /&gt;Tak ada kelapangan di zaman itu&lt;br /&gt;Semua hidup dalam tekanan&lt;br /&gt;Wanita – wanita tak boleh bersekolah&lt;br /&gt;Wanita – wanita tak diberi kebebasan&lt;br /&gt;Wanita- wanita dikurung di dalam rumah&lt;br /&gt;Ibarat katak berada dalam tempurung&lt;br /&gt;Hanya kekhawatiran yang ada pada waktu itu&lt;br /&gt;Hanya kecemasan yang ada pada saat itu&lt;br /&gt;Seolah menandakan wanita Indonesia tak mampu bangkit&lt;br /&gt;Adalah sebuah keberanian melawan arus&lt;br /&gt;Melakukan secara diam – diam&lt;br /&gt;Merombak total pemikiran wanita Indonesia&lt;br /&gt;Menuai hasil dimasa sekarang, terima kasih Kartiniku !&lt;br /&gt;55. Majulah Terus Siswa Indonesia&lt;br /&gt;Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini&lt;br /&gt;Hanya kepadamu harapan ku sandangkan&lt;br /&gt;Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan&lt;br /&gt;Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu&lt;br /&gt;Bangkitlah melawan arus yang terus mendera&lt;br /&gt;Kuasailah dirimu dengan sikap optimis&lt;br /&gt;Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya&lt;br /&gt;Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan&lt;br /&gt;Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan&lt;br /&gt;Masa depan ada di tanganmu&lt;br /&gt;Harapan terpendam ada di pundakmu&lt;br /&gt;Nasib bangsa engkau yang menentukan&lt;br /&gt;56. Menyongsong Pagi&lt;br /&gt;Pulas dan pulas manusia menutup mata&lt;br /&gt;Saat tidur menemaninya&lt;br /&gt;Tak terasa waktu terus berputar&lt;br /&gt;Pagi pun telah menghampiri kembali&lt;br /&gt;Begitu banyak manusia tak tahu&lt;br /&gt;Mengapa hari terus berganti&lt;br /&gt;Pagi berganti siang, siang berganti malam&lt;br /&gt;dan malam berganti pagi&lt;br /&gt;Gundah, resah,senang&lt;br /&gt;semuanya telah menemani manusia&lt;br /&gt;Pagi ini, hari ini, telah dikalahkan oleh siang dan malam&lt;br /&gt;Pagi ini, hari ini, mari tetap berkarya&lt;br /&gt;57. Pahlawan Pendidikan&lt;br /&gt;Jika dunia kami yang dulu kosong&lt;br /&gt;tak pernah kau isi&lt;br /&gt;Mungkin hanya ada warna hampa, gelap&lt;br /&gt;tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana&lt;br /&gt;Tapi kini dunia kami penuh warna&lt;br /&gt;Dengan goresan garis-garis, juga kata&lt;br /&gt;Yang dulu hanya jadi mimpi&lt;br /&gt;Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi&lt;br /&gt;Itu karena kau yang mengajarkan&lt;br /&gt;Tentang mana warna yang indah&lt;br /&gt;Tentang garis yang harus dilukis&lt;br /&gt;Juga tentang kata yang harus dibaca&lt;br /&gt;Terimakasih guruku dari hatiku&lt;br /&gt;Untuk semua pejuang pendidikan&lt;br /&gt;Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa&lt;br /&gt;Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah&lt;br /&gt;Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin&lt;br /&gt;Hanya ucapan terakhir dari mulutku&lt;br /&gt;Di hari pendidikan nasional ini&lt;br /&gt;Gempitakanlah selalu jiwamu&lt;br /&gt;wahai pejuang pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;58. Angin&lt;br /&gt;Desis mendesis suara itu datang&lt;br /&gt;Menggugurkan suasana panas&lt;br /&gt;yang tak kunjung sirna&lt;br /&gt;Di hamparan nuansa hijau&lt;br /&gt;yang telah menguning dan mengering&lt;br /&gt;Domba domba berpayahan&lt;br /&gt;Merasakan panas dan teriknya&lt;br /&gt;nuansa matahari saat itu&lt;br /&gt;Domba domba itu pun tetap tak mengerti&lt;br /&gt;Hanya suara mbek…..mbek….mbek……&lt;br /&gt;yang mencuat dari mulut domba itu&lt;br /&gt;sebagai ucapan terima kasih untuk sang angin&lt;br /&gt;59. Kelapa Muda&lt;br /&gt;Ketika haus mendahaga.&lt;br /&gt;Memanggil kering kerontangnya tenggorkan&lt;br /&gt;Mata pun tak sabar ikut berbicara&lt;br /&gt;Oh kaki dan tangan bisakah&lt;br /&gt;dikau panjatkan kelapa muda itu ?&lt;br /&gt;Sungguh kenikmatan tertinggi&lt;br /&gt;kan kudapatkan lama setelah&lt;br /&gt;ku sabar menunggu&lt;br /&gt;di penantian jatuhnya kelapa muda itu&lt;br /&gt;60. Piknik ke Angkasa&lt;br /&gt;Bila burung mengangkasa&lt;br /&gt;Dan mata memandang&lt;br /&gt;Hati pun pasti ikut terngiang&lt;br /&gt;Oh……Tuhan kenapa bisa begitu ?&lt;br /&gt;Kenapa manusia hanya begini ?&lt;br /&gt;Bukan maksud hati untuk membanding&lt;br /&gt;Tapi ……andaikan ku punya sayap&lt;br /&gt;Pasti ku kan terbang lebih ,lebih dan lebih&lt;br /&gt;ke atas sampai ke angkasa luar&lt;br /&gt;Mungkin rumah juga ku bangun di sana&lt;br /&gt;Dan ku tinggal di luar angkasa&lt;br /&gt;menggapai cita yang membahana&lt;br /&gt;61. Dendang Gembala&lt;br /&gt;Di keteduhan pohon sengon&lt;br /&gt;di kaki bukit terdengar ria&lt;br /&gt;dendang anak gembala&lt;br /&gt;menunggui ternak mereka&lt;br /&gt;yang asyik memagut&lt;br /&gt;segar dan hijau rumput&lt;br /&gt;Bunyi seruling gembala&lt;br /&gt;nyaring gembira&lt;br /&gt;lupalah haus dan lapar&lt;br /&gt;dalam gurau dan kelakar&lt;br /&gt;Dendang gembala&lt;br /&gt;di ambang senja&lt;br /&gt;hewan – hewan di halau pulang&lt;br /&gt;menuju ke kandang&lt;br /&gt;62. Permainya Desaku&lt;br /&gt;Sawah mulai menguning&lt;br /&gt;mentari menyambut datangnya pagi&lt;br /&gt;ayam berkokok bersahutan&lt;br /&gt;petani bersiap hendak ke sawah.&lt;br /&gt;Padi yang hijau&lt;br /&gt;siap untuk dipanen&lt;br /&gt;petani bersuka ria&lt;br /&gt;beramai – ramai memotong padi&lt;br /&gt;Gemercik air sungai&lt;br /&gt;begitu beningnya&lt;br /&gt;bagaikan zamrud khatulistiwa&lt;br /&gt;itulah alam desaku yang permai&lt;br /&gt;63. Buat Ibu tercinta&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;kala aku beranjak dewasa,&lt;br /&gt;kala aku membutuhkan tempat bertanya,&lt;br /&gt;kenapa Ibu pergi?&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;ibu tahu tidak kalau aku sedih?&lt;br /&gt;ibu tahu tidak kalau aku takut?&lt;br /&gt;tapi kenapa Ibu pergi?&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;bicara dong, kenapa cuma diam saja?&lt;br /&gt;memang beban ini cuma milikku saja?&lt;br /&gt;Ibu,&lt;br /&gt;kalau memang begitu adanya,&lt;br /&gt;doakan aku supaya kuat,&lt;br /&gt;doakan aku supaya bijak&lt;br /&gt;dan tidak terinjak-injak…&lt;br /&gt;Dari putrimu&lt;br /&gt;yang sangat menyayangi,&lt;br /&gt;merindukan,&lt;br /&gt;dan membutuhkanmu….&lt;br /&gt;64. Malam gulita&lt;br /&gt;Gelap sekali aduh….. tak tahu arah&lt;br /&gt;Kami berjalan mencari jalan keluar&lt;br /&gt;Lampu memang mati&lt;br /&gt;Jalan pun jadi kacau&lt;br /&gt;Jika begini hancurlah sudah&lt;br /&gt;Sirnalah harapan&lt;br /&gt;Kenapa, kenapa pemadaman terus terjadi ?&lt;br /&gt;Kami tak ingin begitu&lt;br /&gt;Juga tak ingin begini&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini&lt;br /&gt;Sedih hati ini&lt;br /&gt;Tapi….. kami tak mau&lt;br /&gt;Larut dalam gelap gulita malam&lt;br /&gt;Kami tetap ingin&lt;br /&gt;Belajar sekali lagi dan sekali lagi …&lt;br /&gt;Sampai lampu hidup betul&lt;br /&gt;65. Perjalanan jarum jam&lt;br /&gt;Kupandang kau bergerak&lt;br /&gt;Mengikuti putaran yang menjingkrak&lt;br /&gt;Putaranmu searah dan tak&lt;br /&gt;pernah berbalik arah&lt;br /&gt;Mengapa kau tidak pernah berbalik ?&lt;br /&gt;Ataukah memang tak ingin kembali&lt;br /&gt;Ku lihat sekali lagi kau tetap begitu&lt;br /&gt;Dan tetap begitu saja&lt;br /&gt;Dan ku tahu apapun yang terjadi&lt;br /&gt;Kau memang tetap begitu&lt;br /&gt;Sungguh pendirianmu begitu kuat&lt;br /&gt;Dan tak ada sesuatupun yang menyamaimu&lt;br /&gt;66. Menulis Itu Indah&lt;br /&gt;Hai bocah kecil……&lt;br /&gt;Angkatlah pena itu dan&lt;br /&gt;goreskanlah keinginanmu dengan jelas&lt;br /&gt;Tuliskan apa saja yang kau ingin&lt;br /&gt;dan harapkan&lt;br /&gt;Tak usahlah kau takut mengotori kertas itu&lt;br /&gt;Kertas itu nanti memang jadi kotor&lt;br /&gt;Dan kotor di kertas itu&lt;br /&gt;Akan membantu dalam mewujudkan cita-citamu&lt;br /&gt;Apakah kau tidak tahu&lt;br /&gt;Tulisanmu adalah harta bagi siapa saja&lt;br /&gt;yang membacanya&lt;br /&gt;67. Lilin Penerang&lt;br /&gt;Di kala gelap menimpa rumah&lt;br /&gt;Di saat itu hati harus tabah&lt;br /&gt;Berteman dengan lilin kecil pencipta benderang&lt;br /&gt;Pengusir hati yang sedang terkekang&lt;br /&gt;Meskipun lama tidak hidup&lt;br /&gt;Namun tetap kami tunggu dengan lapang dada&lt;br /&gt;Dan tak menggerutu di rasa hati kami&lt;br /&gt;Sedikitpun tak ada, tak ada yang mengeluh&lt;br /&gt;Kami hanya yakin&lt;br /&gt;semua kan kembali seperti sedia kala&lt;br /&gt;hingga waktu tiba&lt;br /&gt;68. Siapa Berani&lt;br /&gt;Siapa berani mendaki gunung itu ?&lt;br /&gt;Siapa berani melewati bebatuan terjal di jalanan&lt;br /&gt;menanjak itu ?&lt;br /&gt;Siapa berani menerjang ombak yang ada di laut itu ?&lt;br /&gt;dan siapa berani melawan kesemuanya itu&lt;br /&gt;Tahukah kawan, hanya dia sang pemberani&lt;br /&gt;Yang memiliki jiwa ksatria yang mampu mengalahkannya&lt;br /&gt;Dan apakah kau termasuk ke dalam anggota di dalamnya&lt;br /&gt;Hanya dirimu yang mampu menjawabnya&lt;br /&gt;69. Sumpah pemuda&lt;br /&gt;Wahai para pemuda pendahulu…..&lt;br /&gt;Yang telah hidup puluhan tahun berlalu&lt;br /&gt;Yang telah membuat semua bersatu&lt;br /&gt;Mengabadikan lentera nusantaramu&lt;br /&gt;Di kala sekarang telah tiada&lt;br /&gt;Gema janji sumpahmu tetap masih meraung&lt;br /&gt;Meraung keras di seluruh penjuru sudut bangsa ini&lt;br /&gt;28 oktober, karenamu pemuda Indonesia melebur&lt;br /&gt;Menjadi sebuah pedang yang diasah tajam&lt;br /&gt;Dan siap di gunakan untuk mengisi kemerdekaan ini&lt;br /&gt;Terima kasih sumpahmu&lt;br /&gt;28 oktober kan kugemakan slalu sampai nanti&lt;br /&gt;mentari tenggelam di seberang timur&lt;br /&gt;70. Terlambat sekolah&lt;br /&gt;Burung telah bernyanyi di kala pagi&lt;br /&gt;Menyanyikan lagu semangat tuk menanti hari berseri&lt;br /&gt;Dan bedalah manusia dengan burung itu&lt;br /&gt;Di balik selimut manusia bersembunyi&lt;br /&gt;Menyenyakkan diri melupakan kewajiban hati&lt;br /&gt;Aku tidaklah beda masih demikian&lt;br /&gt;Kemalasan telah meracuniku&lt;br /&gt;Hingga aku tak bisa berbuat banyak&lt;br /&gt;Kesekolah tidak bisa datang tepat&lt;br /&gt;Aku kalah dengan seekor burung&lt;br /&gt;Hingga malupun aku dapat&lt;br /&gt;71. Kiamat&lt;br /&gt;Kiamat……&lt;br /&gt;Banyak kejadian aneh di muka bumi&lt;br /&gt;Kiamat……&lt;br /&gt;Banyak anak-anak durhaka pada orang tua&lt;br /&gt;Kiamat……&lt;br /&gt;Orang baik sudah tidak ada lagi&lt;br /&gt;Untuk temanku yang sedang termangu&lt;br /&gt;Marilah bersujud di hadapanNya&lt;br /&gt;Mohon ampun belas kasihanNya&lt;br /&gt;Semoga ampunan selalu dalam perlindunganNya&lt;br /&gt;Membawa kita masuk ke dalam surgaNya&lt;br /&gt;72. Antara dunia dan akhirat&lt;br /&gt;Duhai teman yang ada di seberang utara&lt;br /&gt;wahai teman yang berada di seberang selatan&lt;br /&gt;Duhai teman yang ada diseberang timur&lt;br /&gt;Wahai teman yang berada seberang barat&lt;br /&gt;Bisakah keadaan semua disana diceritakan ?&lt;br /&gt;Kami tahu itu tak jauhlah berbeda&lt;br /&gt;Dengan adanya dunia dan akhirat&lt;br /&gt;Antara panas dan dingin&lt;br /&gt;Antara kaya dan miskin&lt;br /&gt;Dan antara manis dengan pahit&lt;br /&gt;73. Petualang kecil&lt;br /&gt;Jalan merayap, jalan merangkak&lt;br /&gt;Berdiri tegap, berbadan kuat&lt;br /&gt;Melewati belantara terjal pegunungan&lt;br /&gt;Menemani nuansa riuh berkicaunya burung&lt;br /&gt;Mengalahkan kejamnya tantangan alam&lt;br /&gt;Sang petualang kecil bertoreh keberanian&lt;br /&gt;Tak pernah takut ataupun sirna&lt;br /&gt;Melawan kesegala mara bahaya&lt;br /&gt;Yang bermunculan di jalanan&lt;br /&gt;Dan bila haus mendahagakan&lt;br /&gt;Mengeringkerontangkan tenggorokan&lt;br /&gt;Kau tetap menggeliat&lt;br /&gt;Mencari timbunan asamu yang masih terpendam&lt;br /&gt;74. Manusia Robot&lt;br /&gt;Robot banyak orang memanggilmu&lt;br /&gt;Di jepang banyak kamu tinggal&lt;br /&gt;Robot kamu adalah manusia mesin&lt;br /&gt;Walaupun begitu apakah kamu punya perasaan sepertiku ?&lt;br /&gt;Tak sedikitpun kau perbuat kesalahan&lt;br /&gt;Unik, lucu,gesit, tak pernah putus asa dirimu berada&lt;br /&gt;Dan bila pekerjaan banyak menimpamu&lt;br /&gt;Kau akhiri segalanya dengan sesempurna&lt;br /&gt;kemampuanmu.&lt;br /&gt;75. Tukang Batu di Desaku&lt;br /&gt;Oh tukang batu……&lt;br /&gt;Sungguh heran hatiku melihatmu&lt;br /&gt;Jam 11 malam pun kau masih menggema&lt;br /&gt;Memukul batu batu di dasar rumah itu&lt;br /&gt;Tuk memetakan keramik lantai&lt;br /&gt;Menghaluskan kondisi rumah itu&lt;br /&gt;Kau jadi pemborong&lt;br /&gt;Dan memborong segalanya&lt;br /&gt;Untuk memolekkan rumah orang itu&lt;br /&gt;Semangatmu sungguh luar biasa&lt;br /&gt;Bagaikan robot yang tak pernah putus asa&lt;br /&gt;76. Nikmatnya berzakat&lt;br /&gt;Menumpuk sudah uang tabunganku&lt;br /&gt;Tak hilang punah semua usahaku&lt;br /&gt;Setelah berlama-lama kukumpulkan&lt;br /&gt;Kini saatnya sebagian aku zakatkan&lt;br /&gt;Tidak merasa hilang uangku dimasukkan&lt;br /&gt;Dalam kotak kecil yang begitu lusuh&lt;br /&gt;Lusuh dalam penglihatan manusia&lt;br /&gt;Namun tidak disisi Tuhan Yang Kuasa&lt;br /&gt;77. Indah Senyuman&lt;br /&gt;Burung Kaka tua tertawa ha….ha….ha…..&lt;br /&gt;Begitu juga kambing tertawa hi…hi…hi…&lt;br /&gt;Manusia cemberut menahan kerut&lt;br /&gt;Bila gundah dalam hati&lt;br /&gt;Menitikkan air mata duka lara&lt;br /&gt;Memang duka lara akan pergi&lt;br /&gt;Bila senyum kita lempar&lt;br /&gt;Namun tidak seperti melempar batu&lt;br /&gt;Ke atas langit dan ke bawah bumi&lt;br /&gt;jika kambing pasti tertawa dalam haus dan lapar&lt;br /&gt;manusia juga perlu senyum&lt;br /&gt;dalam duka lagi lara&lt;br /&gt;78. Anak Nakal&lt;br /&gt;Diam kamu……, jangan banyak usil&lt;br /&gt;Bisakah kau perhatikan sebentar !&lt;br /&gt;Celotehmu hanya bikin gerah&lt;br /&gt;Perilakumu hanya buat mual saja&lt;br /&gt;Lihatlah semua guru telah mencibirmu&lt;br /&gt;Dan kau selalu panaskan kejengkelan hati padanya&lt;br /&gt;Tak pernah secuilpun kau perbuat selaras dengan&lt;br /&gt;aturan hati&lt;br /&gt;Dunia bisa siang juga bisa malam&lt;br /&gt;Kau hanya perlu memilih saja&lt;br /&gt;Jika baik di kata kau selalu ambil&lt;br /&gt;Perubahan berarti pasti kau dapatkan&lt;br /&gt;Namun bila buruk kata selalu dipilih&lt;br /&gt;Sampai nanti kau takkan selalu tiada arti&lt;br /&gt;79. Kehebatan Anggota Badan&lt;br /&gt;Kami tak bisa berucap ya Tuhan…….&lt;br /&gt;Apa yang harus kami katakan&lt;br /&gt;Kau karuniakan mata, tangan, kaki , telinga, hidung&lt;br /&gt;Dan semua yang terkumpul dalam kekuatan maha hebat&lt;br /&gt;Namun dibalik itu semua ternyata tersimpan kelancangan&lt;br /&gt;Perilaku dan sikap&lt;br /&gt;Kami tak pernah mensyukur sedikitpun&lt;br /&gt;Tangan kami gunakan untuk merusak alam&lt;br /&gt;Kaki kami gunakan tuk menendang bumi&lt;br /&gt;Telinga dan mata kami gunakan untuk mendengar dan melihat&lt;br /&gt;yang seharusnya tidak kami perbuat&lt;br /&gt;Dan semua adalah demi berteman dengan hawa nafsu&lt;br /&gt;Jika memang kami dosa…….&lt;br /&gt;Tunjukkanlah apa yang seharusnya kami lakukan&lt;br /&gt;Kau adalah maha perubah&lt;br /&gt;Ya Tuhan rubahlah perilaku kami agar tidak sedemikian itu&lt;br /&gt;80. Ramdlan Ku Sayang&lt;br /&gt;Kau datang dengan segudang harapan&lt;br /&gt;Di tengah penantian berjuta manusia&lt;br /&gt;Senyum suka cita pun mencuat dari mulut mulut kecil&lt;br /&gt;Dan bila kau pergi keramahan tiada lagi&lt;br /&gt;Tangis sedih mewarnai kehilanganmu&lt;br /&gt;Tak’da lagi lantunan lantunan kecil&lt;br /&gt;Yang menyejukkan hati&lt;br /&gt;Penenang jiwa nan gundah&lt;br /&gt;Dari hasil tilawah yang menggugah&lt;br /&gt;81. Selancar Ku Lancar&lt;br /&gt;Bahagia diriku di kala sore&lt;br /&gt;Udara begitu sejuk menawan hati&lt;br /&gt;Angin pun kencang menerpa mengangkat ombak&lt;br /&gt;Melayangkan selancarku berayun ayun, mengangkasakan diriku&lt;br /&gt;Menikmati riuhnya ombak bergulung-gulung&lt;br /&gt;Membukakan hati yang berketakutan&lt;br /&gt;82. Nyiur Hijau&lt;br /&gt;Nyiur hijau di tepi pantai&lt;br /&gt;Bang kuning meraya&lt;br /&gt;Siur siur daunnya melambai&lt;br /&gt;Burung-burung berpada menyanyi gembira&lt;br /&gt;Tanah airku tumpah darahku&lt;br /&gt;Tanah yang subur kaya makmur&lt;br /&gt;Tanah airku tumpah darahku&lt;br /&gt;Tanah yang indah permai nyata&lt;br /&gt;83. Sekolahku Sehat&lt;br /&gt;Sekolahku yang sehat&lt;br /&gt;Betapa ku mencintaimu&lt;br /&gt;Terimakasih kawan kawanku&lt;br /&gt;Yang telah membersihkannya&lt;br /&gt;Akan ku kenang engkau&lt;br /&gt;Sekarang sekolahku indah dan sehat&lt;br /&gt;Betapa aku senang&lt;br /&gt;Ini semua karena keikhlasanmu yang menggema&lt;br /&gt;84. Taman Bungaku&lt;br /&gt;Tamanku taman indah permai&lt;br /&gt;Kurindu dan kupandang slalu&lt;br /&gt;Bunga pujaan hatiku&lt;br /&gt;Kagum tiada jemu&lt;br /&gt;Burung berkicau riang hinggap&lt;br /&gt;Di dahan-dahan sambil menari senang&lt;br /&gt;Alangkah indahnya tamanku&lt;br /&gt;Kusiram dengan tekun selalu&lt;br /&gt;85. Awan&lt;br /&gt;Kulihat awan seputih bunga melati&lt;br /&gt;Kesana kemari dilangit luas&lt;br /&gt;Andai saja aku bisa menggapainya&lt;br /&gt;Agar aku bisa melihatmu&lt;br /&gt;Akan kuraih bila aku dapat&lt;br /&gt;Akankah aku bisa menggapainya&lt;br /&gt;Aku akan berusaha sekuat mungkin&lt;br /&gt;86. Pahlawan&lt;br /&gt;Oh, pahlawan&lt;br /&gt;Engakulah yang melindungi bangsa&lt;br /&gt;Tiada engkau, tiada kebebasan&lt;br /&gt;Karenamu bangsa bebas dari penjajah&lt;br /&gt;Sekarang tiada engkau lagi&lt;br /&gt;Dan bangsa harus tetap bersatu&lt;br /&gt;Ku akan merindukanmu selalu&lt;br /&gt;Karena namamu tetap harum menyatu di kalbu&lt;br /&gt;87. Bungaku&lt;br /&gt;Oh Bunga……&lt;br /&gt;Engkau mekar di taman beraneka warna&lt;br /&gt;Merah dan putih selau berseri&lt;br /&gt;Mawar dan melati berwarna warni&lt;br /&gt;Di atasmu penuh kumbang dan kupu&lt;br /&gt;Menari, menyanyi dan menghirup madumu&lt;br /&gt;Bagaikan mimpi dikhayalku&lt;br /&gt;88. Untukmu Guru Bangsa&lt;br /&gt;Guru…….&lt;br /&gt;Engakulah pengajar kami&lt;br /&gt;Engkau ajarkan ilmumu untuk kami&lt;br /&gt;Tiada bosan bosan engkau mengajar&lt;br /&gt;Dengan penuh kesabaran&lt;br /&gt;Guru ………..&lt;br /&gt;Engkau mengajar dengan ikhlas&lt;br /&gt;Engkaulah pendidik putra putri bangsa&lt;br /&gt;Jasamu kepada kami sungguh besar&lt;br /&gt;Hingga aku menjadi pandai dan pintar&lt;br /&gt;89. Gunungku&lt;br /&gt;Gunungku&lt;br /&gt;Engkau tinggi menjulang&lt;br /&gt;Penuh pepohonan kiri dan kanan&lt;br /&gt;Merah bungaku&lt;br /&gt;Hijau daunmu&lt;br /&gt;Coklat batangmu&lt;br /&gt;Tetapi mengapa manusia begitu kejam ?&lt;br /&gt;Menebang dengan liar&lt;br /&gt;Membakari hutan-hutan&lt;br /&gt;Sekarangpun hutan banyak yang gundul&lt;br /&gt;Karena perbuatan manusia yang kejam&lt;br /&gt;Kepahitan masa lalu pun didapatkan&lt;br /&gt;90. Tugu&lt;br /&gt;Tugu…….&lt;br /&gt;Engkau menjadi saksi bisu&lt;br /&gt;Kehidupan dulu&lt;br /&gt;Yang belum kutahu&lt;br /&gt;Tugu…..&lt;br /&gt;Tetap kokoh melawan zaman&lt;br /&gt;Yang penuh kekerasan&lt;br /&gt;Jikalau malam datang&lt;br /&gt;Ku ingin sepertimu&lt;br /&gt;Tetap tegar melawan kokoh yang penuh liku&lt;br /&gt;91. Laut&lt;br /&gt;Laut……..&lt;br /&gt;Engkau datar meluas&lt;br /&gt;Penuh air di tepi dan di dalam&lt;br /&gt;Ombakmu yang tinggi&lt;br /&gt;Warnamu yang biru&lt;br /&gt;Laut……….&lt;br /&gt;Begitu indah dipandang&lt;br /&gt;Begitu dingin dirasakan&lt;br /&gt;Engkaulah salah satu buah karya Tuhan&lt;br /&gt;Tetapi manusia tidak merawatmu&lt;br /&gt;Membuang sampah dilaut&lt;br /&gt;Hingga tsunami meraja di Aceh&lt;br /&gt;Itulah wujudmu&lt;br /&gt;92. Kupu dan Kumbang&lt;br /&gt;Kupu……Kumbang…….&lt;br /&gt;Engkaulah sang penghirup madu&lt;br /&gt;Menghirup dengan penuh kesenagan&lt;br /&gt;Menghirup di atas bunga-bungaku&lt;br /&gt;Kupu…..Kumbang&lt;br /&gt;Engkau terbang menari-nari&lt;br /&gt;Bersama kawan-kawanmu&lt;br /&gt;Di atas bunga, di bawah sang mentari&lt;br /&gt;93. Indonesiaku&lt;br /&gt;Angin berdesir di pantai&lt;br /&gt;Angin berdesir sepoi-sepoi&lt;br /&gt;Burung pun ikut berkicau dengan merdu&lt;br /&gt;Di atas pantaiku&lt;br /&gt;Sawahnya yang hijau terbentang luas&lt;br /&gt;Gunungnya tinggi menjulang&lt;br /&gt;Itulah Indonesiaku&lt;br /&gt;Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan&lt;br /&gt;Di sanalah aku akhir menutup mata&lt;br /&gt;94. Lagu&lt;br /&gt;Kulantunkan tembang rindu&lt;br /&gt;Untukmu sahabatku&lt;br /&gt;Di atas panggungmu&lt;br /&gt;Kumenari dan bernyanyi dengan riang&lt;br /&gt;Penuh damba dan senang di dalam hati&lt;br /&gt;Dengan riangnya kau mengikutiku&lt;br /&gt;Menyanyikan lagu&lt;br /&gt;Indah, merdu dan sempurna&lt;br /&gt;Itulah wujudmu wahai lagu&lt;br /&gt;95. Gigiku Sehat&lt;br /&gt;Gigiku salah satu anggota tubuhku&lt;br /&gt;Yang berwarna putih&lt;br /&gt;Di dalam mulutku&lt;br /&gt;Yang memangjang satu persatu&lt;br /&gt;Oh tuhan terima kasih engkau menciptakan gigiku&lt;br /&gt;Hanya sebutir kata yang keluar dari mulutku&lt;br /&gt;Aku bisa melumat makanan itu&lt;br /&gt;96. Tepuk Tangan&lt;br /&gt;Berepuklah tangan&lt;br /&gt;Dan hempaskanlah suasana duka lara&lt;br /&gt;Riuh dan ricuh terdengarkan&lt;br /&gt;Menusuk telinga&lt;br /&gt;Namun membakarkan kesenduan hati&lt;br /&gt;Dan apakah hanya itu yang akan kau dapatkan&lt;br /&gt;Tidak …………..tepuklah sekali lagi&lt;br /&gt;Semua mala akan hijrah ke angkasa&lt;br /&gt;97. Beri Terbaik&lt;br /&gt;Segala apa yang diambil&lt;br /&gt;Dan Semua apa yang telah dinjak&lt;br /&gt;Adalah buah dari asa manusia&lt;br /&gt;Keberanian berjalan&lt;br /&gt;Keuletan berlaku&lt;br /&gt;Kepatutan bercermin&lt;br /&gt;Tiadalah metamorfosa manusia dalam hijaunya dunia&lt;br /&gt;Apalah yang akan dipetik&lt;br /&gt;Buah nangka atau durian busuk ?&lt;br /&gt;Pastilah yang akan dipilih adalah segala apa yang terbaik&lt;br /&gt;98. Bocah Jalanan I&lt;br /&gt;Langit, bapaknya&lt;br /&gt;Bumi, ibunya&lt;br /&gt;Alam,pekarangannya&lt;br /&gt;Raga,rumahnya&lt;br /&gt;Waktu,menggelindingkannya&lt;br /&gt;Sampai jiwa kembali padaNya&lt;br /&gt;99. Bocah Jalanan II&lt;br /&gt;Berangkat pagi diterpa angin&lt;br /&gt;Menyibak kabut bertaruh nyawa&lt;br /&gt;Untuk menyambung hidup hari ini&lt;br /&gt;Belajar dari binatang buas&lt;br /&gt;Memburu rejeki lewat apa saja&lt;br /&gt;100. Balada Dua Bocah&lt;br /&gt;Dua bocah dalam rumah kosong&lt;br /&gt;Berkelakar dan tertawa riang&lt;br /&gt;Tuk usir lapar&lt;br /&gt;Yang merongrong&lt;br /&gt;Selama menunggu ibu bapak pulang&lt;br /&gt;Mengkais rejeki disetiap peluang&lt;br /&gt;Dua bocah dalam rumah kosong&lt;br /&gt;Lelah bermain selepas petang&lt;br /&gt;Berbaring di lantai sambil menerawang&lt;br /&gt;Sementara ibu bapak terus berjuang&lt;br /&gt;Abaikan dahaga dan terik yang memanggang&lt;br /&gt;Dua bocah dalam rumah kosong&lt;br /&gt;Sama mimpi lihat makanan terhidang&lt;br /&gt;Lalu dilahap hingga perut kenyang&lt;br /&gt;Tepat di saat ibu bapak genggam menang&lt;br /&gt;Segera bawa buat buah hati sayang&lt;br /&gt;Tapi bocah sudah meregang&lt;br /&gt;Paras mereka tenang&lt;br /&gt;101. Sudah KehendakNya&lt;br /&gt;Raja kematian datang dini hari&lt;br /&gt;Menjemput sukma kembali padaNya&lt;br /&gt;Walau sedu sedan menghiba&lt;br /&gt;Minta tangguh barang sejenak&lt;br /&gt;Tetap saja jalankan tugasnya&lt;br /&gt;Karena semua yang tersurat sudah kehendakNya&lt;br /&gt;102. Pak Pos&lt;br /&gt;Biar terik atau hujan&lt;br /&gt;Setia datangi penerima khabar&lt;br /&gt;Yang menanti penuh harap&lt;br /&gt;Digubuk atau gedung semua pelosok&lt;br /&gt;Agar tragis tak berulang&lt;br /&gt;Seperti beliung yang memporakporandakan&lt;br /&gt;103. Prinsip&lt;br /&gt;Keberhasilan bukanlah hadiah,&lt;br /&gt;Rebut,&lt;br /&gt;Genggam,&lt;br /&gt;Jangan biarkan semangat tergerus&lt;br /&gt;Karena,&lt;br /&gt;Bila tidak bisa apa-apa&lt;br /&gt;Tak kan pernah bisa apa-apa&lt;br /&gt;104. Si Manis&lt;br /&gt;Si Manis……..&lt;br /&gt;Bulumu putih mulus&lt;br /&gt;Wajahmu imut&lt;br /&gt;Dan tebal seperti selimut&lt;br /&gt;Engkau kucing yang lucu&lt;br /&gt;Juga menggemaskan&lt;br /&gt;Senangnya aku melihatmu&lt;br /&gt;Eloknya kamu kucingku&lt;br /&gt;105. Gosok Gigi&lt;br /&gt;Sehari aku gosok gigi&lt;br /&gt;Pagi , sore, malam sepanjang hari&lt;br /&gt;Karena aku takut gigku sakit lagi&lt;br /&gt;Akupun senang gigiku sehat&lt;br /&gt;Ayo kawan kita gosok gigi&lt;br /&gt;Janganlah kau malas kawanku&lt;br /&gt;Maka dari itu ku memeperingatikanmu&lt;br /&gt;Agar gigimu tidak sakit sepertiku&lt;br /&gt;106. Guruku&lt;br /&gt;Terima kasih guruku&lt;br /&gt;Kau telah memberiku pendidikan&lt;br /&gt;Sungguh senangnya aku&lt;br /&gt;Mendapat ilmu karena pendidikanmu&lt;br /&gt;Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa&lt;br /&gt;Aku ingin sepertimu&lt;br /&gt;Walau kau keras kepadaku&lt;br /&gt;Aku tau kau sangat sayang padaku&lt;br /&gt;Terima kasih guruku tercinta&lt;br /&gt;107. Suara Adzan&lt;br /&gt;Bila telah terdengar suaranya&lt;br /&gt;Mengumandang mencubit telinga&lt;br /&gt;Orang pun berbondong&lt;br /&gt;Mengambil wudlu membasuh tangan&lt;br /&gt;Dan merelakan kewajiban suci&lt;br /&gt;Menghadap ilahi mempasrahkan diri&lt;br /&gt;Mencari harapan untuk mengumpulkan pahala&lt;br /&gt;Berharap hasil di negeri kahirat&lt;br /&gt;108. Habis Sudah&lt;br /&gt;Habis sudah harta terkuras&lt;br /&gt;Hilang telah semua yang terpunya&lt;br /&gt;Dan kini mengisap jempol&lt;br /&gt;Mengkhawatirkan menangiskan diri&lt;br /&gt;Meratapi timbunan kesedihan yang melekat&lt;br /&gt;Berharap ada yang membela kasihani&lt;br /&gt;Hanya satu yang terpukat&lt;br /&gt;Kebangkrutan tidak akan datang&lt;br /&gt;Bila impian masih tertancapkan&lt;br /&gt;109. Harus Bisa&lt;br /&gt;Saat waktu telah tiba&lt;br /&gt;Dan semua harus tekumpulkan&lt;br /&gt;Waktu memang terus berkejaran&lt;br /&gt;Tidak mau terkalahkan&lt;br /&gt;Bisa atau tidak ?&lt;br /&gt;Tahu atau tidak ?&lt;br /&gt;Semua adalah cobaan yang harus diterpa&lt;br /&gt;110. Memohon Bantuan&lt;br /&gt;Derita datang&lt;br /&gt;Mala pun bebarengan hadir&lt;br /&gt;Seperti tamu tak diundang&lt;br /&gt;Rintihan rintihan kecil&lt;br /&gt;Tangis tangis pilu&lt;br /&gt;Menghiasi segala asa&lt;br /&gt;Yang memelas memohon bantuanNya&lt;br /&gt;Gegas gegaslah tetap&lt;br /&gt;Tanpa henti tiada berputus asa&lt;br /&gt;Tuhan adalah maha tahu&lt;br /&gt;Segala apa yang buruk dan baik untuk hambaNya&lt;br /&gt;Tetaplah bermohon kepadaNya&lt;br /&gt;Bila belumlah termakbulkan&lt;br /&gt;Teruslah sekali lagi…..sekali lagi…. dan sekali lagi………&lt;br /&gt;111. Waktu Adalah Uang&lt;br /&gt;Benarlah apa dikata orang&lt;br /&gt;Orang kaya bilang waktu adalah uang&lt;br /&gt;Bila berpangku tangan di ruang&lt;br /&gt;Apakah uang akan datang ?&lt;br /&gt;Banyak orang tidak tahu&lt;br /&gt;Juga tidak mau tahu&lt;br /&gt;Kejadian yang terjadi padanya&lt;br /&gt;Adalah ketentuan dariNya&lt;br /&gt;Namun tidaklah demikian sebenarnya&lt;br /&gt;Orang kecil orang besar&lt;br /&gt;Berpeluang sama besarnya&lt;br /&gt;112. Kunang-Kunang&lt;br /&gt;Saat malam tiba&lt;br /&gt;Gelap pun membumi&lt;br /&gt;Menutupi hingarnya dunia siang&lt;br /&gt;Ada satu yang menakjubkan kalbu&lt;br /&gt;Kunang-kunang beterbang ke kiri dan ke kanan&lt;br /&gt;Melintas mata manusia&lt;br /&gt;Membuat otak memutar pikir&lt;br /&gt;Memberikan pertanyaan&lt;br /&gt;Mengapa engkau memiliki benderang&lt;br /&gt;pencipta terang di kala malam ?&lt;br /&gt;Sadar semua berpikir&lt;br /&gt;Hanya Tuhan yang maha tahu&lt;br /&gt;Semua itu&lt;br /&gt;113. Sang Juara&lt;br /&gt;Dia bukanlah keberuntungan&lt;br /&gt;Mereka tiadalah orang yang berkejora&lt;br /&gt;Dia dan mereka hanya bergelora&lt;br /&gt;Di saat pertandingan tiba&lt;br /&gt;Hatinya adalah mesin&lt;br /&gt;Berputar terus menerus&lt;br /&gt;Tiada henti&lt;br /&gt;Dalam kemunduran&lt;br /&gt;Tetaplah menampakkan dan menghadiahkan&lt;br /&gt;Kemenangan yang tiada henti&lt;br /&gt;114. Salam Sapa&lt;br /&gt;Menatap semut yang berpapasan&lt;br /&gt;Berhingar bingar dalam kerumunan&lt;br /&gt;Kesana kemari menampilkan&lt;br /&gt;pola perilaku yang menakjubkan&lt;br /&gt;Tetap bersalam sapa dan berjabat tangan&lt;br /&gt;walau berat beban makanan di atas badan&lt;br /&gt;Manusia, tak tahu malu&lt;br /&gt;menghardik, mendengki, bahkan mencibir satu sama lain&lt;br /&gt;Berbahagia dalam bergunjing ria&lt;br /&gt;adakah manusia kan membahagia ?&lt;br /&gt;115. Bunga Matahari&lt;br /&gt;Kuning, cerah, dan menggugah&lt;br /&gt;Bunga matahariku di depan rumah&lt;br /&gt;Bila kau akan layu kukayuhkan timba&lt;br /&gt;Air pun kualirkan di akarmu&lt;br /&gt;Dan ku membahagia&lt;br /&gt;Menyaksikan kau hidup segar&lt;br /&gt;Tanpa kesakitan menahan teriknya&lt;br /&gt;sang mentari&lt;br /&gt;116. Siklus&lt;br /&gt;Kemarin ada tawa dalam gelap&lt;br /&gt;Sekarang ada tangis dicerah cahaya&lt;br /&gt;Lintangku tetap saja dari selatan ke utara&lt;br /&gt;Seiring gelap terang sepanjang jalan&lt;br /&gt;Semua jadi bukan aral langkah&lt;br /&gt;Buat esok wujudkan impian&lt;br /&gt;117. Berita Duka&lt;br /&gt;Dipintu gerbang kalian berdiri&lt;br /&gt;Menenteng thermos sore tadi&lt;br /&gt;Dengan wajah kuyu dan bibir terkatup rapat&lt;br /&gt;Serta mata sembab oleh tangis berkepanjangan&lt;br /&gt;Tiada yang dapat ku katakana dari fenomena itu&lt;br /&gt;Karena akupun seperti kalian&lt;br /&gt;Tergetar oleh kuasanya&lt;br /&gt;Di malam yang kelewat dingin ini&lt;br /&gt;Terukir haru yang pekat&lt;br /&gt;Oleh berita duka&lt;br /&gt;Berpulangnya ibu tersayang&lt;br /&gt;118. Nelayan Pantai Selatan&lt;br /&gt;Gelombang gelombang pasang telah bermain&lt;br /&gt;Mengosak asikkan nuansa pantai&lt;br /&gt;Perahu perahu di halau pulang&lt;br /&gt;Masuk ke pekarangan&lt;br /&gt;Nelayan tetaplah nelayan&lt;br /&gt;Tidaklah kan tetap kekurangan&lt;br /&gt;Walau hanya sebentar&lt;br /&gt;Menahan lapar dalam kelakar&lt;br /&gt;Bersama gelombang gelombang pasang&lt;br /&gt;119. Gunung Krakatau&lt;br /&gt;Di selat sunda perahu berlintas&lt;br /&gt;lalu lalang&lt;br /&gt;Membawakan penumpang&lt;br /&gt;Menyibakkan pesona gunung Krakatau&lt;br /&gt;Fenomena alam Krakatau&lt;br /&gt;Berpenampilan gagah&lt;br /&gt;Membahana di lautan luas&lt;br /&gt;Mengepulkan asap membabibutakan&lt;br /&gt;Musuh musuh yang berkeliaran&lt;br /&gt;120. Pelangi&lt;br /&gt;Pelangi……pelangi….pelangi……&lt;br /&gt;Warnamu indah berseri&lt;br /&gt;Merah kuning, hijau,itu warnamu&lt;br /&gt;Disinari oleh mentari&lt;br /&gt;Semua orang menyukaimu&lt;br /&gt;Kau pelangi terindah disini&lt;br /&gt;Inginnya aku melihatmu setiap hari&lt;br /&gt;Dan disertai burung burung terbang tinggi&lt;br /&gt;121. Rembulan&lt;br /&gt;Saat rembulan berwajah muram&lt;br /&gt;Sinarnya pun amat temaram&lt;br /&gt;Malam tetaplah malam&lt;br /&gt;Malam hanyalah hitam&lt;br /&gt;Oh…….rembulan&lt;br /&gt;Kau membuat hati makin bimbang&lt;br /&gt;Apakah kita bisa menang&lt;br /&gt;melawan musuh yang akan datang&lt;br /&gt;122. Puncak jayawijaya&lt;br /&gt;Tebing tebing tebal&lt;br /&gt;Tertaklukkan sang pendaki&lt;br /&gt;Berhari-hari menahan rintihan&lt;br /&gt;Menahan siksaan dinginnya&lt;br /&gt;salju berasa puncak jaya wijaya&lt;br /&gt;Setapak demi setapak&lt;br /&gt;Kaki bertautan menahan pijak&lt;br /&gt;Melawan terjalnya tantangan&lt;br /&gt;alam jayawijaya&lt;br /&gt;Berlama lama melintas&lt;br /&gt;Menanjak, meliku,mengganjal&lt;br /&gt;Guliran kaki yang menghentak&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit&lt;br /&gt;Dengan pelan lagi pasti&lt;br /&gt;Sang puncak telah terlihat&lt;br /&gt;Haru membahagia membahana&lt;br /&gt;Bendera menancap pada sang raja pegunungan&lt;br /&gt;123. Semua Sama&lt;br /&gt;Ada hitam ada putih&lt;br /&gt;Ada baik ada buruk&lt;br /&gt;Keriting ada lurus juga ada&lt;br /&gt;Tidak lupa congkak dan angkuh pun bercampur&lt;br /&gt;Semua yang ada memang lah tak sama&lt;br /&gt;Dan berbhineka pun kemudian menyimbolkan&lt;br /&gt;Namun ada tunnggal dan ika dalam kebnhinekaan&lt;br /&gt;Yang amat luas&lt;br /&gt;124. Meraih Taqwa&lt;br /&gt;Menjalankan mengerjakan&lt;br /&gt;Mengamalkan mengikhlaskan&lt;br /&gt;Semua dan segala kewajiban&lt;br /&gt;Apakah sulit ?&lt;br /&gt;Di sisiNya kita kan dekat&lt;br /&gt;Sedekat tali yang mengikat sepatu&lt;br /&gt;Dan hanyalah taqwa di hati&lt;br /&gt;Yang kan mendekatkan&lt;br /&gt;Sedekat tali sepatu di pangkuanNya&lt;br /&gt;125. Senam SKJ&lt;br /&gt;Bergerak melingkuk nan membungkuk&lt;br /&gt;Berulang-ulang,berkesinambung&lt;br /&gt;Mencipta irama menyibak pesona&lt;br /&gt;Menawarkan kesegaran&lt;br /&gt;Membawakan jasmani ke dalam&lt;br /&gt;Kesehatan yang luar biasa&lt;br /&gt;126. Bangunlah&lt;br /&gt;Di tengah gemerlapan cahaya&lt;br /&gt;Diantara tarian-tarian malam&lt;br /&gt;Mereka terlena dan lupa&lt;br /&gt;Atau sengaja lupa akan budaya bangasa&lt;br /&gt;Tertutup oleh pesona luar&lt;br /&gt;Yang bukan milik kita&lt;br /&gt;Wahai ………..anak bangsa&lt;br /&gt;Dengar……… dengarkanlah&lt;br /&gt;Sisihkan hati untuk negeri ini&lt;br /&gt;Cintailah budaya sendiri&lt;br /&gt;Sebenarnya kita punya banyak pesona&lt;br /&gt;Pesona yang dapat dibanggakan&lt;br /&gt;Inilah budaya daerah, budaya bangsa&lt;br /&gt;Wahai…….bangsaku&lt;br /&gt;Bangunlah dari tidur lelapmu&lt;br /&gt;Hapuskanlah dari mimpi-mimpi kosongmu&lt;br /&gt;Berjuanglah !&lt;br /&gt;Jangan biarkan budaya dicuri negeri orang&lt;br /&gt;Ia butuh perhatian&lt;br /&gt;‘tuk diperjuangkan dan dilestarikan&lt;br /&gt;Agar tetap jadi milik bangsa&lt;br /&gt;Bangsa yang besar&lt;br /&gt;Bangsa indonesia&lt;br /&gt;127. Bertempur Dengan Waktu&lt;br /&gt;Bergerak, berjalan, dan berlari&lt;br /&gt;Memutar badan kesana kemari&lt;br /&gt;Mencari untung menggali celah&lt;br /&gt;Disetiap peluang yang merekah&lt;br /&gt;128. Caturku&lt;br /&gt;Prajurit prajurit telah tertata rapi&lt;br /&gt;Di pagari kokohnya benteng-benteng&lt;br /&gt;Yang melapis tiada henti&lt;br /&gt;Sang kuda telah berpetak&lt;br /&gt;Sang menteri pun memutar otak&lt;br /&gt;Dan semua bergegas tegak&lt;br /&gt;Memetak langkah di kehitaman kotak&lt;br /&gt;Menyibak menendang semak belukar&lt;br /&gt;Menghalau lawan menggapai menang&lt;br /&gt;129. Ku Suka Diriku&lt;br /&gt;Hebat aku adalah hebat&lt;br /&gt;Bergelora sakit&lt;br /&gt;Berkejora sedih&lt;br /&gt;Menghalau pilu di sana sini&lt;br /&gt;Tetaplah aku tidak akan berganti&lt;br /&gt;Wajahku tetap lugu&lt;br /&gt;Lakuku juga tetap&lt;br /&gt;Tiada daya yang merubah&lt;br /&gt;Tak ada pikat yang menggiur&lt;br /&gt;Karena aku suka pada diriku&lt;br /&gt;130. Dilarang Sombong&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit&lt;br /&gt;Perubahan telah tampak&lt;br /&gt;Prestasi demi prestasi telah tertoreh&lt;br /&gt;Hasil membahana juga sudah membumi&lt;br /&gt;Bergaya berlaku berpesona&lt;br /&gt;Tiadalah berlebih lebih&lt;br /&gt;Segudang harta sebukit ilmu&lt;br /&gt;Telah terkantongi&lt;br /&gt;Membikin hati ingin menampilkan&lt;br /&gt;Menampakkan segala kebolehan&lt;br /&gt;Mengalahkan apa apa di hadapannya&lt;br /&gt;Namun tidaklah demikian&lt;br /&gt;Manusia tetaplah manusia&lt;br /&gt;Yang sama dengan siapa saja&lt;br /&gt;131. Lakon Kancil&lt;br /&gt;Dalam cerita pak tani&lt;br /&gt;Sang kancil diam diam mencuri timun&lt;br /&gt;Dengan bersembunyi sembunyi&lt;br /&gt;Menengok kesana kesini&lt;br /&gt;Sang kancil pelan namun pasti&lt;br /&gt;Memasuk melangkah kaki menginjak&lt;br /&gt;Memetik timun di sela sela tegalan&lt;br /&gt;Memarahkan pak tani di tengah tengah Bp. Wahyudi&lt;br /&gt;siang bolong&lt;br /&gt;132. Bertolong Menolong&lt;br /&gt;Satu batu besar sebesar gunung&lt;br /&gt;terangkul berpuluh puluh tangan&lt;br /&gt;tetaplah tak terjengkal&lt;br /&gt;Namun andaikan semut itu&lt;br /&gt;dengan begitu kecilnya&lt;br /&gt;berangkat bertaut pijak&lt;br /&gt;bergotong gotong dalam ketangguhan&lt;br /&gt;benda sebesar gunungpun pasti’kan terangkat&lt;br /&gt;Manusia menahan keluh&lt;br /&gt;terus berbasuh peluh&lt;br /&gt;dan tetap saja tak bisa mengangkat&lt;br /&gt;jika tangan tak tergandengkan&lt;br /&gt;sekuat pagar yang membentengi rumah&lt;br /&gt;133. Marah Atau Ramah&lt;br /&gt;Marah membentak&lt;br /&gt;Membuat takut semua yang mendekat&lt;br /&gt;Mukanya merah tanpa bersinar&lt;br /&gt;Dan senantiasa menggertak&lt;br /&gt;Tanpa menghirau siapa yang dihadangnya&lt;br /&gt;Turunkanlah sedikit wajahmu&lt;br /&gt;Jika perlu masukkanlah ke dalam air&lt;br /&gt;Basuhlah muka musam itu&lt;br /&gt;Dengan dinginnya hempasan wudlu&lt;br /&gt;Yang menyejukkan , meredamkan&lt;br /&gt;Dan bergantilah dengan nuansa ramah&lt;br /&gt;Yang menggelora&lt;br /&gt;134. Bencana Melandaku&lt;br /&gt;Lewat suara gemuruh diiringi debu bangunan yang runtuh&lt;br /&gt;Tempatku nan asri terlindas habis&lt;br /&gt;Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap&lt;br /&gt;Kau lalap habis aku kehilangan segalanya&lt;br /&gt;Mata manusia sedunia terpengarah, menatap dan heran&lt;br /&gt;Memang kejadian begitu dahsyat&lt;br /&gt;Bantuan dan pertolongan mengalir&lt;br /&gt;Hati manusia punya nurani&lt;br /&gt;Tuhan , mengapa semua ini terjadi ?&lt;br /&gt;Mungkin kami telah banyak mengingkariMu&lt;br /&gt;Mungkin kamu terlalu bangga dengan salah dan dosa&lt;br /&gt;Ya, Tuhan ampunilah kami dalam segalanya&lt;br /&gt;135. Baris Baris Itik&lt;br /&gt;Itik bercuap wek…wek…wek….&lt;br /&gt;Bertata rapi depan belakang&lt;br /&gt;Mengantri mencari makan&lt;br /&gt;Di penjuru sudut penggalan sawah&lt;br /&gt;Sang gembala selalu berpegang tongkat&lt;br /&gt;Mengacung acung memerintah menghalau&lt;br /&gt;Menertibkan hewan berperimata disiplin&lt;br /&gt;Dan apalah manusia menghalau diri&lt;br /&gt;Tidaklah tertib&lt;br /&gt;Begitu lama , begitu menjengkelkan&lt;br /&gt;GLOSARIUM&lt;br /&gt;Angin segar : suasana baik, suasana mendukung&lt;br /&gt;Angkara murka : kejam, perilaku tercela&lt;br /&gt;Bertalu talu : terus menerus&lt;br /&gt;Bertaulan : berteman&lt;br /&gt;Bersemayam : berada&lt;br /&gt;Berseteru : musuh ( bermusuhan )&lt;br /&gt;Berperimata : berpenampilan&lt;br /&gt;Di halau : di atur, disuruh&lt;br /&gt;Gelora : semangat&lt;br /&gt;Gerah : panas&lt;br /&gt;Mencuat : muncul&lt;br /&gt;Mangkat : berangkat&lt;br /&gt;Makrifat : manfaat&lt;br /&gt;Menengadah : memohon dengan tangan&lt;br /&gt;Merekah : retak, meretak&lt;br /&gt;Menggeliat : mencoba bergerak&lt;br /&gt;Mala : penyakit&lt;br /&gt;Menorehkan : menimbulkan&lt;br /&gt;Membelalak : menggebu-gebu&lt;br /&gt;Membiak : membuka&lt;br /&gt;Mendayanya : menjangkaunnya&lt;br /&gt;Menelusur : memasuki, menjelajah&lt;br /&gt;Merajut : merangkai, menyusun&lt;br /&gt;Metamorfosa : proses perubahan, merubah diri&lt;br /&gt;Membelenggu : menghukum&lt;br /&gt;Mencekal : menimpa&lt;br /&gt;Mendera : menyebabkan&lt;br /&gt;Mencibirmu : membicarakan, mengomentari&lt;br /&gt;Nista : tercela, jelek&lt;br /&gt;Pribumi : penduduk asli&lt;br /&gt;Reliefmu : bentuk, tatanan benda&lt;br /&gt;Singgasana : kerajaan&lt;br /&gt;Sembab : basah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-6975095010613996805?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/6975095010613996805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/09/puisi-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/6975095010613996805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/6975095010613996805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2010/09/puisi-anak-anak.html' title='PUISI ANAK-ANAK'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-4634160084968914304</id><published>2009-10-22T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T19:24:33.463-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://ide-boedie.blogspot.com/2008/07/membuat-tape-singkong.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;MEMBUAT TAPE SINGKONG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_gvpK75kXiAU/SHwCN9ROLJI/AAAAAAAAAWU/GjbBiDxVIXY/s1600-h/tape.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tape singkong sudah terkenal di mana-mana, murah, lezat, dan menyenangkan. Tape yang sudah terkenal adalah tape ( peuyeum ) bandung. Peuyeum Bandung banyak yang menyukainya, karena manis rasanya dan tidak berair. Andapun dapat membuat tape sendiri, karena caranya tidaklah sukar. Adapun bahan-bahannya adalah: singkong yang sudah tua 2 kg, ragi tape yang manis ( dapat dibeli di toko bahan kue / pasar tradisional ). Sedangkan alat-alat yang diperlukan: pisau pengupas, panci untuk mengukus plus tutupnya, kompor, nyiru / tampah bambu, cobek / cowek dan munthunya untuk menepungkan ragi tape, daun pisang secukupnya dan bakul dari bambu.&lt;br /&gt;Cara pembuatannya adalah: singkong dikupas kulitnya, kemudian dicuci bersih, dipotong-potong atau dibiarkan utuh. Lalu ditanak dalam panci sampai setengah matang, setelah itu singkong diangkat dan ditata / diangin-anginkan di atas nyiru sampai dingin, ragi ditumbuk sampai halus, singkong dilumuri tepung ragi satu persatu sampai merata betul, kemudian ditempatkan dalam bakul bambu yang sudah dialasi / dilambari daun pisang secara rapat / merata, isi sampai bakul tsb penuh, setelah penuh tutup rapat bakul dengan daun pisang dan tambahkan kain yang diikat rapat sebagai penutup bagian atas bakul. Simpan di tempat yang teduh / gelap selama 3 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Tape ketan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tape.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tape.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#000099;"&gt;Tape ketan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Tape atau uli (&lt;a title="Bahasa Betawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Betawi"&gt;bahasa Betawi&lt;/a&gt;) adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (&lt;a title="Fermentasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi"&gt;fermentasi&lt;/a&gt;). Tape bisa dibuat dari &lt;a title="Singkong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singkong"&gt;singkong&lt;/a&gt; (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong" atau &lt;a title="Peuyeum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peuyeum"&gt;peuyeum&lt;/a&gt;. Bila dibuat dari &lt;a title="Ketan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ketan"&gt;ketan&lt;/a&gt; hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".&lt;br /&gt;Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. &lt;a title="Ragi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ragi"&gt;Ragi&lt;/a&gt; adalah bibit &lt;a title="Jamur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur"&gt;jamur&lt;/a&gt; yang digunakan untuk membuat tape. Agar pembuatan tape berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan harus bersih, terutama dari lemak atau &lt;a title="Minyak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak"&gt;minyak&lt;/a&gt;. Alat-alat yang berminyak jika digunakan untuk mengolah pembuatan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. &lt;a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air"&gt;Air&lt;/a&gt; juga harus bersih. Menggunakan air hujan juga bisa menyebabkan gagal fermentasi.&lt;br /&gt;Selain dimakan langsung, tape juga enak dijadikan olahan lain atau dicampur dengan makanan atau minuman lain. Seperti tape pulut sangat enak untuk campuran &lt;a title="Cendol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cendol"&gt;cendol&lt;/a&gt; atau es campur, bisa juga diolah kembali menjadi wajik atau &lt;a title="Dodol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dodol"&gt;dodol&lt;/a&gt;. Sedangkan tape singkong selain bisa dijadikan campuran cendol, es campur atau es doger, bisa juga dibuat makanan gorengan rondo royal (tape goreng), colenak, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#006600;"&gt;Bagai cara membuat Minyak Goreng dari buah kelapa?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;caranya :1. ambil beberapa butir kelapa yang sudah benar2 tua dan menghasilkan santal yang kental makin tua makin bagus buat bikin minyak goreng.2. kupas kelapa, dan ambil daging kelapa3. parut kelapa sampai habis.4. kelapa yang sudah di parut dicampur dengan air sedikit, di peras dan ambil santanya5. setalah santan kelapa sudah di dapat, dipanas di atas penggorengan yang besar, di aduk terus sampai dia berbentuk seperti minyak goreng, dan jadi deh minyak gorengnya.kalau pengen hasil minyaknya bagus dan beraroma enak, selagi memanaskan santan tadi di tambah bawang merah sekitar 6 siung banyak juga ga papa kok.selamat mencoba.semoga berhasil ya.ambil santannya kira-kira 2 kali di peras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="1670596109122299799"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://daunobat.blogspot.com/2008/12/manfaat-pohon-kelor.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Manfaat Pohon Kelor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.berusahamandiri.com/"&gt;peluang usaha&lt;/a&gt; menawarkan tukar link.Seperti di Lembah Rift untuk lahan seluas satu hektar hanya ditanamkan antara 30-50 batang, karena di antara pohon kelor tersebut ditanamkan pula tanaman lainnya penghasil pangan, seperti sorgum, jagung, bahkan tanaman lain untuk sayuran, khususnya kacang-kacangan. Maka, dengan cara ini karena pohon kelor memiliki kemampuan menyerap air tanah walau dari kandungan yang sangat minim hingga tanah menjadi lembab, tanaman lainnya akan ikut menjadi tumbuh subur. Apalagi kalau pohon kelor sudah besar dan tinggi, akan berfungsi pula sebagai pohon lindung ataupun pohon rambatan.Di kawaan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.Sama seperti di Lembah Rift, di kawasan ini pun pada lahan di antara pohon kelor dijadikan untuk penanaman banyak jenis tanaman pangan, antara lain jagung dan sorgum, juga sayuran, serta lebih jauhnya lagi untuk tanaman industri seperti kopi, kapas, lada, bahkan tebu.Sangat unik adalah kebiasaan penduduk sekitar Arba Minch yang memiliki lahan terbatas, mulai dari sekitar 0,1 ha atau 1.000 meter persegi, atau hanya ratusan bahkan puluhan meter persegi saja. Sehingga pohon kelor hanya dijadikan pagar hidup, pembatas tanah ataupun pohon perambat sama seperti di Indonesia.Akan tetapi hasilnya, kalau daunnya dapat langsung digunakan sebagai sayuran, maka bunganya akan tetap dipelihara hingga menjadi buah dan menghasilkan biji yang dapat dijual kepada perusahaan asing yang memerlukan untuk pembuatan tepung atau minyak sebagai bahan baku pembuatan obat dan kosmetik bernilai tinggi.Salah satu sifat yang menguntungkan untuk membudidayakan pohon kelor yang sudah diketahui sejak lama, yaitu minimnya penggunaan pupuk dan jarang diserang hama (oleh serangga) ataupun penyakit (oleh mikroba). Sehingga biaya untuk pemupukan dan pengontrolan hama dan penyakit relatif sangat murah. Bahkan, dari pengalaman para petani kelor yang sudah lama berkecimpung, diketahui bahwa pemupukan yang baik adalah berasal dari pupuk organik, khususnya berasal dari kacang-kacangan (misal kacang hijau, kacang kedelai ataupun kacang panjang) yang ditanamkan sekitar pohon kelor.Juga pengalaman panjang secara tradisi penggunaan tanaman kelor sebagai bahan berkhasiat obat di kawasan tersebut adalah bahwa akarnya sangat baik untuk pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, penurun tekanan darah tinggi, dan sebagainya, sedang daunnya untuk penurun tekanan darah tinggi, diare, diabetes melitus (kencing manis), dan penyakit jantung.Perlu untuk diketengahkan manfaat biji kelor yang sudah mulai dikembangkan melalui Program UNDP, yaitu sebagai bahan pengendap/koagulator untuk menjernihkan air secara cepat, murah dan aman, seperti di ITB.Yaitu dengan nilai pH yang berbeda, maka antara 100-150 mg bubuk/serbuk/liter air, memberikan hasil turbiditas tinggi pada air (800-10.000 FTU), kalau dibandingkan dengan koagulan umum seperti Al2(SO4)3 yang baru efektif pada pH 7 saja.Juga kandungan senyawa yang terdapat pada serbuk biji kelor memiliki sifat antimikroba, khususnya terhadap bakteri. Sehingga kalaupun di dalam air terdapat bakteri Coli (salah satu yang disyaratkan tidak terdapat di dalam air minum), akan tereduksi atau mati.Serta, menurut perhitungan yang sudah diuji coba oleh tim ahli dari UNDP, maka kebutuhan biji kelor untuk pengolahan air minum di kawasan pantai atau rawa, cukup 2-3 pohon dewasa selama setahun dengan keluarga sebanyak 6-8 orang, dengan perhitungan kebutuhan air sekitar 20 l/hari/ jiwa.H Unus Suriawiria, Dosen senior IPB yang mendalami bioteknologi dan agroindustri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="1947892576670610867"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://daunobat.blogspot.com/2008/12/daun-kelor.html"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Manfaat Tanaman Pisang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Gizi Hingga Obat LukaBuah pisang bukan sesuatu yang istimewa atau aneh dalam keseharian kita. Setiap orang setidaknya pernah mengonsumsi buah yang bernama Latin Musa sapientum L ini. Kalau di Kota Metropolitan pohon pisang sudah jarang ditemukan, di luar Ibu Kota orang masih bisa menemukannya dengan mudah. Tanaman ini biasa ditemukan di lahan-lahan kosong, atau di halaman rumah.Walaupun sedemikian akrab dengan pisang, bisa jadi tak banyak orang tahu multimanfaat dari tanaman ini. Buah pisang, misalnya, memiliki kandungan zat gula (karbohidrat) yang lebih tinggi ketimbang yang dikandung oleh buah-buah yang lain. Karena itu, buah pisang bisa menjadi salah satu sumber tenaga yang baik bagi tubuh kita. Manfaat lainnya, buah pisang pun sangat aman dikonsumsi saat perut kita tengah kosong, atau ketika dikonsumsi oleh penderita tukak lambung.Unsur folat alami yang dikandun buah pisang sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Buah berwarna kekuningan ini mengandung kadar zat besi yang tinggi sehingga sangat bagus bagi penderita anemia karena bisa menunjang proses terapi nutrisi. Bagi penderita sakit perut dan gangguan pencernaan buah pisang menjadi sahabat sangat baik untuk menghadapi sakit tersebut.Tak hanya buahnya yang bermanfaat bagi manusia. Daun pisang pun ternyata memiliki manfaat yang cukup baik. Selain digunakan sebagai pembungkus makanan, daunnya ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar. Caranya, bakar daun pisang itu hingga menjadi abu, lalu campurkan abu daun pisang dengan minyak kelapa. Setelah itu oleskan campuran tersebut pada kulit yang terbakar itu. Efeknya mampu mendinginkan kulit yang terbakar sekaligus membuka pembentukan sel kulit baru.Dari getahnya pun pohon pisang bermanfaat. Getahnya cukup ampuh sebagai obat luka, terutama luka akibat senjata tajam. Selain bisa menghentikan pendarahan, getah pohon pisang dapat mempercepat proses merapatnya bagian yang terkena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="4209759428408152621"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://daunobat.blogspot.com/2008/12/manfaat-buah-dan-daun-jambu-biji.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Manfaat Buah dan Daun Jambu Biji&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah jambu biji yang pernah mendapatkan julukan sebagai “ the poor man's apple of the tropics ” mempunyai sejarah penggunaan yang panjang. Banyak cerita manfaat konsumsi buah jambu biji yang diketahui secara turun-termurun, dan akhir-akhir ini terbukti kebenaran ilmiahnya. Misalnya, selain mempunyai rasa dan aroma yang khas, jus jambu biji terbukti sebagai obat diare; bahkan dianggap cukup aman dan disukai bagi anak-anak. Untuk-anak, satu gelas jus jambu biji per hari dianggap cukup untuk mengatasi diare.&lt;br /&gt;Bukan cuma buahnya, ekstrak atau rebusan daun jambu buji pun terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Daun jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Komponen aktif dalam daun jambu yang diduga memberikan khasiat itu adalah zat tanin yang cukup tinggi. Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA&lt;br /&gt;Daun kering jambu biji yang digiling halus diketahui mempunyai kandungan tanin sampai sekitar 17%. Senyawa yang rasanya pahit ini mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, tanin juga menjadi penyerap racun dan dapat menggumpalkan protein. Ini artinya, rebusan daun jambu biji mempunyai sifat antidiare; terutama yang disebabkan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;a name="6745437724166372294"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://daunobat.blogspot.com/2008/12/manfaat-daun-katuk.html"&gt;Manfaat Daun Katuk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tukaran link. tukar link. peluang usaha. cari uang. tukar link peluang usaha cari uangKATUK (Sauropus androgunus) Manfaat daun katuk yang paling banyak dikenal adalah untuk melancarkan produksi air susu ibu (ASI). Senyawa dalam daun katuk yang berperan untuk melancarkan ASI adalah asam seskuiterna. Selain melancarkan ASI, daun katuk juga mempunyai manfaat sebagai berikut. 1. Mengobati Frambusia Siapkan seperempat genggam daun katuk yang telah dicuci bersih dan giling sampai halus. Tambahkan seperempat cangkir air masak dan sedikit garam, lalu aduk sampai merata.Berikut nya,peras dan saring. Air perasan diminum dan ampasnya digosok-gosokkan ke bagian badan yang terserang frambusia. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh. 2. Mengatasi Sembelit Sembelit bisa terjadi karena banyak hal, diantaranya karena terlalu banyak duduk, kurang minum air, menahan-nahan buang air besar, kerja hati dan kantong empedu yang tidak lancar. Untuk mengusir sembelit, siapkan 200 gram daun katuk segar yang sudah dicuci bersih.Rebus dengan segelas air selama 10 menit, lalu saring. Minum air hasil saringan tersebut secara teratur 2 kali sehari masing-masing 100 ml. 3. Menyembuhkan Borok Untuk mengobati borok,siapkan segenggam daun katuk,lalu cuci,dan lumatkan.Tempelkan lumatan daun katuk pada bagian badan yang terserang borok. 4. Pewarna Alami Daun katuk ternyata bisa juga dipakai sebagai pewarna makanan alami untuk menggantikan pewarna kimia sintetis. Misalnya untuk membuat tape ketan yang berwarna hijau. Cara penggunaannya, cuci bersih daun katuk, tambahkan sedikit air, lalu peras. Sari daun katuk ini bisa langsung digunakan untuk mewarnai bahan makanan. 5. Masakan dan Minuman Daun katuk bisa dikonsumsi sebagai lalapan, sayur bening, dan minuman. Untuk membuat lalapan, rebus daun katuk dalam air mendidih yang ditambah sedikit garam selama 3-4 menit. Sementara itu, untuk membuat minuman segar, ambil 300 gram daun katuk segar yang sudah dibersihkan, kemudian rebus dengan ½ gelas air selama 15 menit. air rebusan daun katuk tersebut dapat langsung diminum.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-4634160084968914304?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/4634160084968914304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/membuat-tape-singkong-tape-singkong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/4634160084968914304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/4634160084968914304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/membuat-tape-singkong-tape-singkong.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-3290004242009374705</id><published>2009-10-22T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T19:14:15.181-07:00</updated><title type='text'>SENJA MUSIM KEMARAU</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuERZX8SrvI/AAAAAAAAAPI/VSKxVvr0oxo/s1600-h/senja_musim_kemarau.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395612956187864818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 305px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuERZX8SrvI/AAAAAAAAAPI/VSKxVvr0oxo/s400/senja_musim_kemarau.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-3290004242009374705?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/3290004242009374705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/senja-musim-kemarau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/3290004242009374705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/3290004242009374705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/senja-musim-kemarau.html' title='SENJA MUSIM KEMARAU'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuERZX8SrvI/AAAAAAAAAPI/VSKxVvr0oxo/s72-c/senja_musim_kemarau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-7116224731414192264</id><published>2009-10-22T19:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T19:10:48.905-07:00</updated><title type='text'>Virus HIV</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuEQWWqxDtI/AAAAAAAAAPA/6j_CfjuvznQ/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395611804794687186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuEQWWqxDtI/AAAAAAAAAPA/6j_CfjuvznQ/s400/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-7116224731414192264?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/7116224731414192264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/viurs-hiv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7116224731414192264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7116224731414192264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/viurs-hiv.html' title='Virus HIV'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuEQWWqxDtI/AAAAAAAAAPA/6j_CfjuvznQ/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-1798820671007957579</id><published>2009-10-22T19:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T19:01:26.830-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Jenis/Macam Daur Infeksi Virus (Litik &amp;amp; Lisogenik) + Contoh Virus Pada Hewan Dan Tumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Virus merupakan mahluk peralihan antara benda mati dan benda hidup. Disebut benda mati karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma atau aseluler dan di alam bebas virus mengalami dormansi atau istirahat dan akan terbawa oleh angin dan ketika menemukan tempat yang cocok maka virus itu akan aktif dan jika tempat itu tidak cocok maka virus akan terlempar dan terbawa oleh angin lagi.&lt;br /&gt;Virus juga bersifat virulen dan hanya mampu hidup pada organisme yang hidup. Virus hanya memiliki DNA atau RNA saja.Disebut benda hidup karena mempunyai DNA/RNA dan dapat bereproduksi. Ukuran virus lebih kecil dari bakteri yakni sekitar 200-300 milimikron. Bentuk virus ada yang poligonal, bulat, T dll. Contoh virus berbentuk T adalah bakteriofag atu sering disebut fag saja. Virus ini menyerang bakteri epidemik misalnya e.coli.&lt;br /&gt;Virus bereproduksi dengan menginfeksi organisme lain dengan memasukan DNA atau RNAnya saja. Ada 2 daur yang terjadi pada virus ketika menginfeksi organisme lain(e.coli):&lt;br /&gt;1.Daurlitik Disebut daur litik karena ketika pada fase pembebasan membran plasma bakteri akan lisis/pecah, berikut fase-fase pada daur ini:a.   Fase adsorpsiFase ini adalah fase melekatnya virus pada membran plasma bakterib.Fase penetrasi/injeksiFase ini adalah fase virus merusak membran plasma bakteri dengan enzim lisozim yang dipunyanya.Kemudian setelah membran tersebut terhidrolisis/rusak barulah virus memasukan DNA/RNAnya kedalam tubuh inang.c.Fase sintesisFase dimana terjadinya membentukan DNA/RNA baru virus oleh DNA dan RNA bakterid.Fase replikasiFase ini fase dimana terjadinya pembentukan selubung protein/kapsid.e.Fase PerakitanFase ini terjadi perakitan fag-fag baruf.Fase pembebasanSetelah sejumlah fag-fag baru terbentuk kemudian membran plasma bakteri pecah dan virus-virus tersebut keluar kemudian berpencar dan menginfeksi organisme lainya.&lt;br /&gt;2.Daur lisogenikPada daur ini membran plasma tidak mengalami lisis,tetapi setelah daur ini selesai dilanjutkan lagi ke daur litik.Daur ini terdapat beberapa fase yakni:a.Fase AdsorpsiPada fase ini terjadi pelekatan virus pada membran plasma bakteri.b.Fase Penetrasi/injeksiFase pemasukan DNA/RNA virus pada bakteri.c.Fase PenggabunganPada fase ini DNA/RNA virus bergabung dengan DNA dan RNA bakterid.Fase ReplikasiPada fase ini terjadi pembentukan kapsid/selubung protein virus.Setelah fase replikasi diatas berarti daur lisogenik telah selesai kemudian dilanjutkan ke fase-fase yang terdapat pada daur litik seperti:e.Fase PerakitanKemudian pada fase ini terjadi perakitan fag-fag baru yang sudah sempurnaf.Fase pembebasanFase ini adalah fase lisisnya membran bakteri dan keluarnya fag-fag baru yang telah terbentuk ke udara.&lt;br /&gt;Contoh-contoh virus pada:&lt;br /&gt;1.Tumbuhana.TMV(Tobacco Mosaik Virus)Virus ini menyerang daun tumbuhan tembakau sehingga lama kelamaan daun tersebur rusak dan berwarna kuning.b.CVFDV(Citrus Vein Floem Degeneration Virus)Virus ini menyerang jaringan pengangkut(floem) tumbuhan jeruk sehingga pembuluh floem mengalami degenerasi.c.Virus TungroVirus ini menyerang tumbuhan padi dll,hospes perantaranya/inang perantarnya adalah bermacam-macam wereng.&lt;br /&gt;2.Hewan dan Manusiaa.Papyloma VirusVirus ini menyebabkan tumor pada manusia dan hewan ternakb.ParamycovirusVirus ini menyerang manusia dan menyebabkan penyakit influenzac.HIV(Human Immunodeficiency Virus)Virus ini menyerang sistem kekebalan manusia yang disebut penyakit AIDS(Acquired Immuno Defisiency Sindrome)d.Rabies VirusVirus ini pada awalnya menyerang kucing dan anjing kemudian virus ini mengalami mutasi dan sekarang menyerang manusia juga.e.H5N1 Virus(Virus Flu Burung Tife A)Virus ini awalnya menyerang unggas kemudian virus tersebut mengalami mutagen dan menyerang manusia dan disebut penyakit flu burung(avian Influenza).f.SARS Vi(Severe Accute Respiratory Sindrome Virus)Virus ini menyerang sistem respirasi pada manusia dengan gejala asfiksi,ispa dan asma.G.Ebola VirusVirus ini adalah virus yang menyebabkan kematian no.2 di dunia.Awalnya virus ini menjangkiti kera afrika dan lama-kelamaan menyerang manusia dengan gejala demam,sakit badan,diare,muntah dan pendarahan luar dan dalam yang diakibatkan rusaknya jaringan luar dan dalam tubuh.h.Mumps Virus,Rubella Virus dan Hepatitis Virus(semua tife yakni:Hepartitis tife A,B,C,D,E)Virus ini menyebabkan peradangan hati(hepatitis) yang akibatnya seluruh bagian tubuh berwarna kekuning-kuningan atau disebut pula penyakit kuning yang akibatnya jika sudah klonis menyebabkan kanker hati.i.Poliomycetes VirusVirus ini menyebabkan polio pada anak-anak sehingga menyebabkan kaki berbentuk O atau O&lt;br /&gt;SUMMARY:&lt;br /&gt;Virus untuk saat ini belum ada yang menguntungkan/patogen kecuali ada juga yang sudah dilemahkan menjadi vaksin dan di DNA rekombinan menjadi antibodi monoklonal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-1798820671007957579?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/1798820671007957579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/jenismacam-daur-infeksi-virus-litik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/1798820671007957579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/1798820671007957579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/jenismacam-daur-infeksi-virus-litik.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-2835840056938839803</id><published>2009-10-22T18:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T18:55:56.746-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuENDarbuHI/AAAAAAAAAOw/Qy8CWAFKLrM/s1600-h/religiuspic3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395608180918827122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuENDarbuHI/AAAAAAAAAOw/Qy8CWAFKLrM/s400/religiuspic3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;DOA HARIAN RAMADHAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku … Wahai Tuhan sekalian alam!!Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada kenidloan-MU dan jauhkanlah aku dan kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dad semua Pengasih!!Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3Yaa Allah! Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan. dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya bendzikin mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya’- MU yang dekat disisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-MU, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-MU, dengan anugerah dan bantuan-MU, Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan!Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-MU secara berkesinambungan, dengan Taufiq- MU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-onang yang sesat.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-onang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharapDoa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-MU yang luas, dan beriknalah aku petunjuk kepada ajaran- ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang rindu.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang- orang yang menang disisi-MU, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-MU dengan ikhsan-MU, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12Yaa Allah! Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana’ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diniku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-MU, Wahai penjaga orang-orang yang takut.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menenima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-MU,Wahai Dambaan orang-orang miskin.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14Yaa Allah! Janganlah.Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala’ dan malapetaka dengan kemualian-MU, Wahai Kemulian kaum Muslimin.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu’. Dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamanan-MU, Wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16Yaa Allah! Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-MU hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhanan-MU Wahai Tuhan seru sekalian alam.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17Yaa Allah! Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita-ku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada didalam hati seluruh isi alam. Sholawat atas Mohammad dan keluarganya yang suci.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18Yaa Allah! Sadarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat saharnya. Dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikufi ajaran-ajarannya, Demi cahaya-Mu Wahai Penerang hati para arifin.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19Yaa Allah! Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari ketertedmaan kebaikan- kebaikannya, Wahai Pemberi petunjuk kepada kebenaran yang terang.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu sorga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca AI-Quran Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang Mu’min.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21Yaa Allah! berilah aku petunjuk menuju kepada keridloan- MU. Dan janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh keperluan orang- orang yang meminta.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku berkah-berkahmu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridloan-MU, dan tempatkanlah aku di dalam sorga-MU yang luas, Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus kesalahan onang-orang yang berdosa.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24Yaa Allah! Aku memohon kepada-MU hal-hal yang mendatangkan keridloan-MU, dan aku berlindung dengan- MU dan hal-hal yang mendatangkan kemarahan-MU, dan aku memohon kepada-MU kemampuan untuk mentaati-MU serta menghindari kemaksiatan tenhadap-MU, Wahai Pemberi para peminta.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25Yaa Allah! Jadikanlah aku orang-.orang yang mencintai Auliya-MU dan memusuhi musuh-musuh MU. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-MU, Wahai Penjaga hati para Nabi.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26Yaa Allah! Jadikanlah usahaku sebagai usaha yang disyukuri, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatan ku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar dan semua yang mendengar.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27Yaa Allah! Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan keslahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba- hambanya yang sholeh.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28Yaa Allah! Penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepada-MU diantara semua perantara, Wahai Yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29Yaa Allah! Liputilah aku dengan rahmat dan benikanlah kepadaku Taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah wahai pengasih terhadap hamba- hambaNYA yang Mu’min.Doa hari –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30Yaa Allah! Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan penerima di atas jalan keridloan-MU dan keridloan Rasul. Cabang-cabangnya kokoh dan kuat berkat pokok-pokoknya, Demi kenabian Mohammad dan keluarganya yang suci, dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-2835840056938839803?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/2835840056938839803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/doa-harian-ramadhan-1yaa-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/2835840056938839803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/2835840056938839803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/doa-harian-ramadhan-1yaa-allah.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuENDarbuHI/AAAAAAAAAOw/Qy8CWAFKLrM/s72-c/religiuspic3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-7032272857706755382</id><published>2009-10-22T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T18:46:36.200-07:00</updated><title type='text'>BUNGA FLAMBOYANT</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuEK1MVI29I/AAAAAAAAAOo/ZO8IceYj7jc/s1600-h/Wallpaper+Flamboyant.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395605737525795794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuEK1MVI29I/AAAAAAAAAOo/ZO8IceYj7jc/s400/Wallpaper+Flamboyant.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-7032272857706755382?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/7032272857706755382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/bunga-flamboyant.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7032272857706755382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/7032272857706755382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/bunga-flamboyant.html' title='BUNGA FLAMBOYANT'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuEK1MVI29I/AAAAAAAAAOo/ZO8IceYj7jc/s72-c/Wallpaper+Flamboyant.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-9213194556376376551</id><published>2009-10-22T01:12:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T01:14:19.944-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAUToOxuxI/AAAAAAAAAOY/pB2K9UK7ay0/s1600-h/Stargazer_Lily.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAUToOxuxI/AAAAAAAAAOY/pB2K9UK7ay0/s320/Stargazer_Lily.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395334681039321874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-9213194556376376551?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/9213194556376376551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/blog-post_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/9213194556376376551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/9213194556376376551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/blog-post_22.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAUToOxuxI/AAAAAAAAAOY/pB2K9UK7ay0/s72-c/Stargazer_Lily.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-8723012970731309459</id><published>2009-10-22T01:11:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T01:12:44.307-07:00</updated><title type='text'>Bunga Kuning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAT5ciFWHI/AAAAAAAAAOQ/6ze7Qdo_QIw/s1600-h/01_FLOWER_YELLOW_FLAMBOYANT_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAT5ciFWHI/AAAAAAAAAOQ/6ze7Qdo_QIw/s320/01_FLOWER_YELLOW_FLAMBOYANT_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395334231222474866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-8723012970731309459?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/8723012970731309459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/bunga-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/8723012970731309459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/8723012970731309459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/bunga-kuning.html' title='Bunga Kuning'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAT5ciFWHI/AAAAAAAAAOQ/6ze7Qdo_QIw/s72-c/01_FLOWER_YELLOW_FLAMBOYANT_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-5626766281403221294</id><published>2009-10-22T01:10:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T01:11:39.475-07:00</updated><title type='text'>Bunga Sakura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuATp3B_bNI/AAAAAAAAAOI/-qioZVaVEV8/s1600-h/sakura.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuATp3B_bNI/AAAAAAAAAOI/-qioZVaVEV8/s320/sakura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395333963457719506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-5626766281403221294?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/5626766281403221294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/bunga-sakura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5626766281403221294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/5626766281403221294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/bunga-sakura.html' title='Bunga Sakura'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuATp3B_bNI/AAAAAAAAAOI/-qioZVaVEV8/s72-c/sakura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-2739624476004596638</id><published>2009-10-22T01:08:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T01:09:39.034-07:00</updated><title type='text'>Ombak menari-nari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuATKP0gZjI/AAAAAAAAAOA/KQspCOOIWIA/s1600-h/wallpaper-17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuATKP0gZjI/AAAAAAAAAOA/KQspCOOIWIA/s320/wallpaper-17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395333420356232754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-2739624476004596638?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/2739624476004596638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/ombak-menari-nari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/2739624476004596638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/2739624476004596638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/ombak-menari-nari.html' title='Ombak menari-nari'/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuATKP0gZjI/AAAAAAAAAOA/KQspCOOIWIA/s72-c/wallpaper-17.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-920402391027138186</id><published>2009-10-22T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T00:47:03.303-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAN6RKZh0I/AAAAAAAAAN4/8KHgRkXcHj0/s1600-h/menembak_komputer.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAN6RKZh0I/AAAAAAAAAN4/8KHgRkXcHj0/s320/menembak_komputer.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395327648280446786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6746348912003602698-920402391027138186?l=hajiuntungbengkulu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/feeds/920402391027138186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/920402391027138186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6746348912003602698/posts/default/920402391027138186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajiuntungbengkulu.blogspot.com/2009/10/blog-post.html' title=''/><author><name>HAJI UNTUNG BENGKULU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05588758767938901879</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SnvsrKVx8LI/AAAAAAAAAMw/bW1-2mivYTI/S220/DSC00790.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bf6fJ3NoLEs/SuAN6RKZh0I/AAAAAAAAAN4/8KHgRkXcHj0/s72-c/menembak_komputer.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6746348912003602698.post-258422939006934344</id><published>2009-08-14T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T01:01:26.105-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>5 Lima Alat Indera Manusia : Mata, Hidung, Telinga, Lidah &amp;amp; Kulit (Panca Indera)&lt;br /&gt;Wed, 20/08/2008 - 1:13am — godam64&lt;br /&gt;Manusia membutuhkan informasi berupa rangsangan dari lingkungan luar sekitar untuk dapat menjalani hidupnya dengan baik. Agar rangsangan yang berasal dari luar tubuh dapat ditangkap dibutuhkan alat-alat tubuh tertentu yang bernama indera. Kelima alat indera itu adalah mata, hidung, telinga / kuping, kulit dan lidah.&lt;br /&gt;Setiap orang normalnya memiliki lima / panca indera yang berfungsi dengan baik untuk menangkap rangsangan sehingga dapat memberikan respon sesuai dengan keinginan atau sesuai dengan insting kita. Orang yang cacat indra masih bisa hidup namun tidak akan bisa menikmati hidup layaknya manusia normal.&lt;br /&gt;Indera Manusia ada lima sehingga disebut panca indera disertai arti definisi / pengertian, yaitu :&lt;br /&gt;1. Indera Penglihatan / Penglihat = MataMata adalah indera yang digunakan untuk melihat lingkungan sekitarnya dalam bentuk gambar sehingga mampu dengan mengenali benda-benda yang ada di sekitarnya dengan cepat. Jumlah mata manusia ada dua buah yang bekerja saling menunjang satu sama lain. Orang yang tidak memiliki mata disebut buta sehingga butuh bantuan tongkat, anjing pemandu, dll untuk kemudahan dalam mengenali lingkungan sekitar dan juga untuk bergerak.&lt;br /&gt;2. Indera Penciuman / Pencium = HidungHidung adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu dari aroma yang dihasilkan. Kita mampu dengan mudah mengenali makanan yang sudah busuk dengan yang masih segar dengan mudah hanya dengan mencium aroma makanan tersebut. Di dalam hidung kita terdapat banyak sel kemoreseptor untuk mengenali bau.&lt;br /&gt;3. Indera Pengecap = LidahLidah adalah alat indera yang berfungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari benda-benda yang masuk ke dalam mulut kita. Lidah dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin. Kita dapat menikmati makanan dan minuman karena adanya indra pengecap ini. Bagian lidah yang depan berguna untuk merasakan rasa asin, bagian yang sebelah samping untuk rasa asam, bagian tepi depan berfungsi untuk merasakan rasa manis dan bagian lidah yang belakang untuk rasa pait.&lt;br /&gt;4. Indera Pendengaran / Pendengar = Telinga / KupingTelinga adalah alat indra yang memiliki fungsi untuk mendengar suara yang ada di sekitar kita sehingga kita dapat mengetahui / mengidentifikasi apa yang terjadi di sekitar kita tanpa harus melihatnya dengan mata kepala kita sendiri. Orang yang tidak bisa mendengar disebut tuli. Telinga kita terdiri atas tiga bagian yaitu bagian luar, bagian tengah dan bagian dalam.&lt;br /&gt;5. Indera Peraba = KulitKulit adalah alat indera kita yang mampu menerima rangsangan temperatur suhu, sentuhan, rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Pada kulit terdapat reseptor yang merupakan percabangan dendrit dari neuron sensorik yang banyak terdapat di sekitar ujung jari, ujung lidah, dahi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibagi ke dalam kelompok alat indera, maka dapat kita bagi ke dalam tiga grup kelompok, yakni :&lt;br /&gt;1. KemoreseptorKemoreseptor adalah alat indera yang merespon terhadap rangsangan zat kimia yaitu indra pembau (idung) dan indra pengecap (lidah).&lt;br /&gt;2. MekanoreseptorMekanoreseptor adalah alat indera yang merespon terhadap rangsangan gaya berat, tegangan suara dan tekanan yakni indra peraba (kulit) dan indra pendengaran (kuping).&lt;br /&gt;3. Photoreseptor / FotoreseptorPhotoreseptor adalah alat indera yang merespon terhadap rangsangan cahaya seperti indra penglihatan atau mata.&lt;br /&gt;Alat indra kita merupakan aset terpenting tubuh kita oleh sebab itu jagalah kesehatan alat indera kita agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;Tambahan :&lt;br /&gt;Untuk mengetahui lebih dalam mengenai alat indera anda dapat mencoba mencari artikel terkait di situs ini dengan mempergunakan fasilitas pencari (search) yang ada di situs ini. Terima kasih semoga sukses selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;a title="Diagram mata manusia. Tidak semua mata makhluk hidup memiliki kesamaan anatomi dengan mata manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mata.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mata.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diagram mata &lt;a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;. Tidak semua mata makhluk hidup memiliki kesamaan anatomi dengan mata manusia&lt;br /&gt;&lt;a title="'Secara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Menschliches_auge.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Menschliches_auge.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara metafora, mata manusia sering dianggap "jendela &lt;a title="Jiwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jiwa"&gt;jiwa&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;Mata adalah &lt;a title="Organ (anatomi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ_(anatomi)"&gt;organ&lt;/a&gt; penglihatan yang mendeteksi &lt;a title="Cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya"&gt;cahaya&lt;/a&gt;. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian &lt;a title="Visual (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Visual&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;visual&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organ luar&lt;br /&gt;       &lt;a title="Bulu mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_mata"&gt;Bulu mata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Alis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alis"&gt;Alis mata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Kelopak mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelopak_mata"&gt;Kelopak mata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Organ_dalam"&gt;&lt;/a&gt;Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:&lt;br /&gt;       &lt;a title="Kornea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kornea"&gt;Kornea&lt;/a&gt;Merupakan bagian terluar dari &lt;a title="Bola mata (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bola_mata&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;bola mata&lt;/a&gt; yang menerima cahaya dari sumber cahaya.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Pupil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pupil"&gt;Pupil&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Iris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iris&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Iris&lt;/a&gt;Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai &lt;a title="Diafragma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diafragma"&gt;diafragma&lt;/a&gt;. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Lensa mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lensa_mata"&gt;Lensa mata&lt;/a&gt;Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Retina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Retina"&gt;Retina&lt;/a&gt;Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut &lt;a title="Bintik kuning (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bintik_kuning&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;bintik kuning&lt;/a&gt;. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Saraf optik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saraf_optik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Saraf optik&lt;/a&gt;Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke &lt;a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak"&gt;otak&lt;/a&gt;.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata#cite_note-0#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Penyakit_mata"&gt;&lt;/a&gt;Penyakit mata&lt;br /&gt;       &lt;a title="Miopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Miopi"&gt;Miopi&lt;/a&gt;Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Hipermetropi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipermetropi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Hipermetropi&lt;/a&gt;Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Presbiopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presbiopi"&gt;Presbiopi&lt;/a&gt;Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Biasa terjadi pada lansia.&lt;br /&gt;       Kerabunan dan kebutaanButa berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun &lt;a title="Kecelakaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecelakaan"&gt;kecelakaan&lt;/a&gt;. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" dengan &lt;a title="Jari tangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jari_tangan"&gt;jari-jarinya&lt;/a&gt;. Ini disebut &lt;a title="Huruf Braille (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Huruf_Braille&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;huruf Braille&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Buta warna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buta_warna"&gt;Buta warna&lt;/a&gt;Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna &lt;a title="Hitam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hitam"&gt;hitam&lt;/a&gt;, &lt;a title="Abu-abu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu-abu"&gt;abu-abu&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Putih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Putih"&gt;putih&lt;/a&gt;. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.&lt;br /&gt;       &lt;a title="Katarak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katarak"&gt;Katarak&lt;/a&gt;Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia).&lt;br /&gt;&lt;a name="Mata_majemuk"&gt;&lt;/a&gt;Mata majemuk&lt;br /&gt;&lt;a title="Mata majemuk (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mata_majemuk&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Mata majemuk&lt;/a&gt; ditemukan di antara &lt;a title="Arthropoda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arthropoda"&gt;arthropoda&lt;/a&gt; (kerabat &lt;a title="Serangga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga"&gt;serangga&lt;/a&gt;), dan terdiri dari banyak sisi sederhana yang putus berpiksel citra (tak ada tampilan lipat ganda seperti yang sering dipercaya).&lt;br /&gt;&lt;a name="Deteksi_penyakit_melalui_kelainan_mata"&gt;&lt;/a&gt;Deteksi penyakit melalui kelainan mata&lt;br /&gt;Penyakit lain juga dapat dideteksi melalui mata dengan tanda-tanda sebagai berikut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata#cite_note-1#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       Mata menonjol dapat berarti kelainan kelenjar gondok, kanker darah, tumor yang berasal dari organ lain seperti paru, payudara, kelenjar getah bening. Kadang-kadang disertai engan gangguan pergerakan bola mata sehingga penderita mengeluh berpenglihatan ganda.&lt;br /&gt;       Kelainan kelopak mata:&lt;br /&gt;       Kelopak mata menurun (kelainan saraf, usia tua, atau kencing manis).&lt;br /&gt;       Kelopak mata tidak bisa menutup rapat (kelainan kelenjar gondok, kelainan saraf atau tumor).&lt;br /&gt;       Kelopak mata bengkak (ginjal, jantung, alergi, dan sinusitis).&lt;br /&gt;       Kelopak mata tidak dapat berkedip (lepra).&lt;br /&gt;       Kelopak mata berkedip secara berlebihan (kelainan saraf/ otak).&lt;br /&gt;       Mata juling (gangguan saraf/otak, &lt;a title="Stroke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stroke"&gt;stroke&lt;/a&gt;, &lt;a title="Kencing manis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kencing_manis"&gt;kencing manis&lt;/a&gt;, &lt;a title="Tumor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor"&gt;tumor&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Gondok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gondok"&gt;gondok&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;       Mata merah&lt;br /&gt;       tanpa nyeri (cacingan, TBC, alergi ringan karena debu atau makanan, alergi berat karena obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor)&lt;br /&gt;       dengan nyeri hebat (&lt;a title="Rematik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rematik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;rematik&lt;/a&gt;, &lt;a title="Sifilis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sifilis"&gt;sifilis&lt;/a&gt;, &lt;a title="Sarkoidosis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarkoidosis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;sarkoidosis&lt;/a&gt;, &lt;a title="Lupus (penyakit)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lupus_(penyakit)"&gt;lupus (penyakit)&lt;/a&gt;, &lt;a title="Kencing manis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kencing_manis"&gt;kencing manis&lt;/a&gt; (kadang kadang mata nyeri saat dibuka diwaktu bangun)&lt;br /&gt;       disertai dengan &lt;a title="Kornea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kornea"&gt;kornea&lt;/a&gt; yang kering dan penebalan selaput lendir (kekurangan vitamin A).&lt;br /&gt;       Lingkaran putih disekeliling kornea pada usia muda (tingginya kolesterol).&lt;br /&gt;       Katarak pada usia dini (dibawah usia 61 tahun) menandakan kencing manis. Ibu hamil yang selama masa kehamilan terinfeksi campak juga dapat menyebabkan anaknya lahir dengan katarak.&lt;br /&gt;&lt;a name="Lihat_pula"&gt;&lt;/a&gt;Hidung&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Hidung manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Neus1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Neus1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidung manusia&lt;br /&gt;Secara &lt;a title="Anatomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi"&gt;anatomi&lt;/a&gt;, hidung adalah penonjolan pada &lt;a title="Vertebrata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vertebrata"&gt;vertebrata&lt;/a&gt; yang mengandung &lt;a title="Nostril (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nostril&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;nostril&lt;/a&gt;, yang menyaring udara untuk &lt;a title="Pernafasan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pernafasan"&gt;pernafasan&lt;/a&gt;. Hidung sebagai suatu istilah, dapat juga digunakan untuk menunjukkan ujung sesuatu, seperti hidung pada &lt;a title="Pesawat terbang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_terbang"&gt;pesawat terbang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name="Hidung"&gt;&lt;/a&gt;Hidung&lt;br /&gt;Secara anatomi, hidung adalah penonjolan pada vertebrata yang mengandung nostril, yang menyaring udara untuk pernafasan. Hidung sebagai suatu istilah, dapat juga digunakan untuk menunjukkan ujung sesuatu, seperti hidung pada pesawat terbang.&lt;br /&gt;Hidung manusia Hidung adalah bagian yang paling menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring udara,menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.&lt;br /&gt;Telinga&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;a title="Daun telinga kiri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ear.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ear.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Daun telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun_telinga"&gt;Daun telinga&lt;/a&gt; kiri&lt;br /&gt;Telinga merupakan sebuah &lt;a title="Organ (anatomi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organ_(anatomi)"&gt;organ&lt;/a&gt; yang mampu mendeteksi/mengenal suara &amp;amp; juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai &lt;a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan &lt;a title="Spesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies"&gt;spesies&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.&lt;br /&gt;Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di &lt;a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak"&gt;otak&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Sistem saraf pusat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf_pusat"&gt;sistem saraf pusat&lt;/a&gt;. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui &lt;a title="Saraf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saraf"&gt;saraf&lt;/a&gt; yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).&lt;br /&gt;Telinga manusia&lt;br /&gt;&lt;a title="Anatomi telinga manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:HumanEar.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:HumanEar.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anatomi telinga manusia&lt;br /&gt;&lt;a name="Bagian_telinga"&gt;&lt;/a&gt;Bagian telinga&lt;br /&gt;Telinga terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.&lt;br /&gt;&lt;a name="Telinga_luar"&gt;&lt;/a&gt;Telinga luar&lt;br /&gt;Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi &lt;a title="Daun telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun_telinga"&gt;daun telinga&lt;/a&gt; atau pinna, Liang telinga atau meatus auditorius eksternus, dan &lt;a title="Gendang telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_telinga"&gt;gendang telinga&lt;/a&gt; atau membrana timpani. Bagian daun telinga berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan rawan yang dilapisi kulit tipis.&lt;br /&gt;Di dalam saluran terdapat banyak &lt;a title="Kelenjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelenjar"&gt;kelenjar&lt;/a&gt; yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut &lt;a title="Serumen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serumen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;serumen&lt;/a&gt; atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga dalam.&lt;br /&gt;Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagi otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi karena kebiasaan mengorek telinga &amp;amp; akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus (DM/sakit gula)&lt;br /&gt;&lt;a name="Telinga_luar_dan_kebudayaan"&gt;&lt;/a&gt;Telinga luar dan kebudayaan&lt;br /&gt;Walaupun bagian daun telinga tidak begitu penting, bagian ini sering digunakan untuk memperbaiki tampilan wajah. Dalam masyarakat Barat, telinga yang terlalu besar dan terlihat tidak simetris akan memperburuk penampilan. Bedah pertama untuk mengatasi hal ini dipublikasikan pada &lt;a title="1881" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1881"&gt;1881&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="Tindik telinga." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pierced_earlobe.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pierced_earlobe.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tindik telinga.&lt;br /&gt;Telinga juga menjadi tempat perhiasan selama ribuan tahun, terutama dengan menindik telinga. Dalam beberapa kebudayaan, perhiasan tersebut ditempatkan untuk menarik dan memperbesar daun telinga. Kebudayaan ini masih ditemukan di Indonesia, yakni pada suku &lt;a title="Dayak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dayak"&gt;Dayak&lt;/a&gt; di &lt;a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan"&gt;Kalimantan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name="Telinga_tengah"&gt;&lt;/a&gt;Telinga tengah&lt;br /&gt;Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3 tulang pendengaran (martir atau malleus, landangan atau incus, dan sanggurdi atau stapes). muara tuba Eustachi juga berada di telinga tengah.&lt;br /&gt;Getaran suara yang diterima oleh &lt;a title="Gendang telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_telinga"&gt;gendang telinga&lt;/a&gt; akan disampaikan ke tulang pendengaran. Masing-masing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang sanggurdi yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke &lt;a title="Koklea (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koklea&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;koklea&lt;/a&gt; atau rumah siput.&lt;br /&gt;Pada manusia dan hewan darat lainnya, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachi menghubungkan ruangan telinga tengah ke belakang &lt;a title="Faring" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Faring"&gt;faring&lt;/a&gt;. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachi dan telinga tengah tertutup dan terbuka pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang &lt;a title="Pesawat terbang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_terbang"&gt;pesawat terbang&lt;/a&gt; merasa 'tuli sementara' saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan adanya perbedaan tekanan antara udara sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara daratan. Perbedaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap.&lt;br /&gt;Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai &lt;a title="Otitis Media" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otitis_Media"&gt;Otitis Media&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Telinga_dalam"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Potongan melintang koklea. Endolimfe terdapat di skala media - daerah hijau terang pada tengah diagram." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cochlea-crosssection.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cochlea-crosssection.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Potongan melintang &lt;a title="Koklea (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koklea&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;koklea&lt;/a&gt;. Endolimfe terdapat di &lt;a title="Skala media (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala_media&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;skala media&lt;/a&gt; - daerah hijau terang pada tengah diagram.&lt;br /&gt;Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada &lt;a title="Tulang pelipis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulang_pelipis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;tulang pelipis&lt;/a&gt; yang dilapisi &lt;a title="Periosteum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Periosteum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;periosteum&lt;/a&gt; yang berisi cairan &lt;a title="Perilimfe" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perilimfe"&gt;perilimfe&lt;/a&gt; &amp;amp; labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan &lt;a title="Endolimfe" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Endolimfe"&gt;endolimfe&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea trdiri aras tiga bagian yaitu &lt;a title="Skala vestibuli (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala_vestibuli&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;skala vestibuli&lt;/a&gt;, &lt;a title="Skala media (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala_media&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;skala media&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Skala timpani (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala_timpani&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;skala timpani&lt;/a&gt;. Bagian dasar dari skala vestibuli berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut &lt;a title="Tingkap oval" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkap_oval"&gt;tingkap oval&lt;/a&gt;, sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui &lt;a title="Tingkap bulat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkap_bulat"&gt;tingkap bulat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat &lt;a title="Organo corti (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organo_corti&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;organo corti&lt;/a&gt; yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari &lt;a title="Gelatin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelatin"&gt;gelatin&lt;/a&gt; yang lentur, sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.&lt;br /&gt;&lt;a name="Keseimbangan"&gt;&lt;/a&gt;Keseimbangan&lt;br /&gt;Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat indera keseimbangan. Bagian ini secara struktural terletak di belakang labirin yang membentuk struktur &lt;a title="Utrikulus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Utrikulus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;utrikulus&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Sakulus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sakulus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;sakulus&lt;/a&gt; serta tiga saluran setengah lingkaran atau kanalis semisirkularis. Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan rubuh dan memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf vestibulokoklearis.&lt;br /&gt;&lt;a name="Organ_pendengaran_hewan_invertebrata"&gt;&lt;/a&gt;Organ pendengaran hewan invertebrata&lt;br /&gt;Hanya hewan vertebrata yang memiliki telinga, walaupun beberapa invertebrata mampu mendeteksi suara dengan indera tertentu. Pada serangga, &lt;a title="Organ timpani (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organ_timpani&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;organ timpani&lt;/a&gt; digunakan untuk mendengar suara.&lt;br /&gt;Beberapa hewan juga menggunakan kakinya untuk mengenal suara seperti pada &lt;a title="Laba-laba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laba-laba"&gt;laba-laba&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Kecoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecoa"&gt;kecoa&lt;/a&gt;. &lt;a title="Ulat bulu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ulat_bulu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Ulat bulu&lt;/a&gt; menggunakan bulu pada tubuhnya untuk merasakan getaran dan memungkinkan mereka untuk merespon suara.&lt;br /&gt;Lidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Lidah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tongue.agr.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tongue.agr.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lidah&lt;br /&gt;Lidah adalah kumpulan &lt;a title="Otot rangka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot_rangka"&gt;otot rangka&lt;/a&gt; pada bagian lantai &lt;a title="Mulut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mulut"&gt;mulut&lt;/a&gt; yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur &lt;a title="Tunas pengecap" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tunas_pengecap"&gt;tunas pengecap&lt;/a&gt;. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.&lt;br /&gt;Struktur lainnya yang berhubungan dengan lidah sering disebut lingual, dari &lt;a title="Bahasa Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin"&gt;bahasa Latin&lt;/a&gt; lingua atau glossal dari &lt;a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt;, γλωσσα.&lt;br /&gt;Sebagian besar, lidah tersusun atas &lt;a title="Otot rangka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot_rangka"&gt;otot rangka&lt;/a&gt; yang terlekat pada &lt;a title="Tulang hyoideus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulang_hyoideus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;tulang hyoideus&lt;/a&gt;, &lt;a title="Tulang rahang bawah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulang_rahang_bawah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;tulang rahang bawah&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Processus styloideus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Processus_styloideus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;processus styloideus&lt;/a&gt; di &lt;a title="Tulang pelipis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tulang_pelipis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;tulang pelipis&lt;/a&gt;. Terdapat dua jenis &lt;a title="Otot" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot"&gt;otot&lt;/a&gt; pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.&lt;br /&gt;Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:&lt;br /&gt;papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus;&lt;br /&gt;papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah;&lt;br /&gt;papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti &lt;a title="Jamur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur"&gt;jamur&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada &lt;a title="Hewan pengerat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan_pengerat"&gt;hewan pengerat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="Tunas pengecap" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tunas_pengecap"&gt;Tunas pengecap&lt;/a&gt; adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.&lt;br /&gt;&lt;a name="Lidah_putih"&gt;&lt;/a&gt;Lidah putih&lt;br /&gt;Titik-titik atau bagian putih pada lidah dapat menjadi tanda-tanda beberapa kondisi medis:&lt;br /&gt;       Efek samping dari &lt;a title="Antibiotik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antibiotik"&gt;antibiotik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Candidiasis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Candidiasis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Candidiasis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Debauch (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Debauch&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Debauch&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Dehidrasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dehidrasi"&gt;Dehidrasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Leukoplakia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Leukoplakia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Leukoplakia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a title="Keratosis faringis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keratosis_faringis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Keratosis faringis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun saat ini banyak peneliti yang memasukan rasa kelima yaitu gurih atau sedap yang ditamukan pada makanan yang bayakan protein pada dangaing, ikan dan sebagainya. Rasa-rasa dasar ini dapat berevolusi sehingga kita dapat merasakan rasa busuk atau berracun dari rasa pahit dan asam. Rasa manis membantu kita untuk mengenalkan makanan yang menyehatkan atau kaya kalori, rasa asin diperlukan untuk setiap funsi tubuh, dan rasa gurih dapat membantu kita mengindentifikasikan makannan yang kaya akan protein. Ada beberapa orang yang mempunyai “dunia rasa” yang berbeda-beda, misalnya ada yang menukai pedas, ataupun ada yang tidak. Itu semua dipengaruhi oleh faktor genetis yang berbeda-beda dan budaya sendiri-sendiri.Para peneliti telah membuktikan bahwa di Amerika masyarakatnya adalah Supertaster yang merasakan cabe, jahe sangat pedas sekalih begitu juga dengan gula mereka meresakan sangat manis sekalih. Berbeda dengan Taster, mereka merasakan cahe dan cabai biasa saja begitu juga dengan rasa yang lain. Ini disebabkan oleh jumlah papila yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;a name="Penggunaan_lainnya"&gt;&lt;/a&gt;Penggunaan lainnya&lt;br /&gt;Selain berfungsi pada mekanisme pencernaan atau pengucapan, lidah manusia memiliki banyak penggunaan lain. Lidah berperan pada salah satu bentuk ciuman yang dikenal dengan french kissing atau ciuman Perancis. Lidah digunakan pula untuk tindakan menjilat pada manusia dan hewan &lt;a title="Mamalia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mamalia"&gt;mamalia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Lidah dipergunakan pada pria dan wanita saat melakukan &lt;a title="Seks oral" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seks_oral"&gt;seks oral&lt;/a&gt; dan digunakan pada tingkat pemanasan at
